Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 135 Davin.....Davin...


__ADS_3

Safira hanya bengong mendengar ucapan dari Davin, yang menyebut nya manusia alien.


"Enak saja main ngatain manusia alien, kenal situ saja tidak. Aku rasa anda baik-baik saja, tidak luka apa pun di kaki anda. Dan saya juga sudah meminta maaf kepada anda, jadi saya rasa sudah tidak ada lagi yang perlu di permasalahkan. Kalau begitu saya permisi," ucap Safira dengan datar dan berlalu pergi begitu saja dari hadapan Davin.


Baru satu langkah Safira pergi, tangan nya sudah di cekal kuat oleh Davin.


"Hei...mau pergi kemana kamu setelah apa yang kamu perbuat hah!" hardik Davin dengan melayangkan tatapan yang tajam ke arah Safira.


Safira terkejut dengan apa yang Davin lakukan, tapi dia tidak mau kalah dengan Davin sehingga dia berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Davin secara keras. Semakin keras Safira berusaha melepaskan cengkraman nya, semakin keras juga Davin menahan tangan Safira.


"Auws....lepaskan tuan, tindakan tuan menyakiti saya," lirih Safira sambil menahan sakit di pergelangan tangan akibat cengkraman kuat dari Davin.


Davin yang melihat wanita di depan nya merintih kesakitan langsung menghempaskan tangan Safira dengan kasar. Dia sempat melihat jika pergelangan tangan Safira menjadi merah karena ulah nya, dia bisa memastikan jika itu pasti sakit. Davin sebenarnya merasa kasihan melihat itu semua, tapi rasa ego nya lebih dominan sehingga mengalahkan rasa empati nya sebagai manusia.


Sedangkan Safira sendiri berusaha mengurangi rasa sakit yang ada di pergelangan tangan nya dengan mengusap dan sesekali meniup nya.


"Anda punya masalah apa sebenarnya dengan saya tuan, seperti nya anda dendam sekali dengan saya. Padahal kita tidak sama sekali saling mengenal," Safira memberanikan diri untuk mengatakan hal itu dengan menatap Davin dengan tatapan sendu.


Davin tersenyum miring mendengar perkataan Safira.


"Kamu mempunyai banyak salah dengan ku, kamu tidak ingat kejadian di Cafe XX saat di Amerika kemarin hmm...."


"Ooh......jadi cuma masalah itu, anda bisa se dendam ini pada saya?" Safira merespon yang Davin ucapkan dengan begitu santai.


Sedangkan Davin sendiri wajah nya sudah merah padam karena melihat ekspresi Safira yang tampak biasa saja.


"Mana bisa dia cuma ber oh ria seperti itu saja? ****....dasar wanita aneh, apa pesona ku benar-benar sudah luntur seperti yang Keenan ucapkan waktu itu, sampai wanita dengan penampilan yang jauh dari kata standar wanita idaman ku saja tidak tertarik sama sekali dengan ku," monolog Davin dalam hati.


Bagi Safira kejadian di cafe waktu itu adalah hal yang wajar dan benar- benar tidak di sengaja. Mereka murni bertabrakan, dan tidak ada yang terluka dari kejadian itu. Dia juga sudah meminta maaf lebih dulu. Jika ada yang di rugikan justru dia, karena peristiwa itu semua berkas yang dia bawa berhamburan kemana-mana, dan karena peristiwa itu dia mendapat teguran dari atasan nya karena terlambat saat kembali ke kantor. Dia juga harus mencari ID Card nya yang sempat hilang di tempat itu tapi pada kenyataan nya ID Card nya itu bisa sampai ke tangan asisten CEO nya, dan lagi-lagi dia harus menerima teguran dari orang yang diam-diam dia sukai.


"Harus nya aku yang merasa kesal karena aku yang dirugikan dan aku yang jadi sial," beo Safira.


"Apa yang kamu bilang barusan, dirugikan?" ucap Davin dengan tersenyum miring.


Tidak mau lama-lama berurusan dengan Davin, Safira langsung meninggalkan tempat itu. Dia sudah tidak peduli dengan segala umpatan yang Davin keluarkan untuk nya. Safira seakan menebalkan kuping nya untuk tidak mendengar umpatan-umpatan kasar dari mulut Davin untuk nya.


"Hei....manusia alien, mau kemana kamu hah! urusan kita belum selesai!" teriak Davin.


Laki-laki itu mengeluarkan semua umpatan nya untuk gadis yang baru saja meninggalkan tempat itu. Sedangkan gadis yang diumpat melenggang dengan santai nya meninggal kan Davin sambil melambaikan tangan kanan nya ke atas.


"S***l...." kesal Davin sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


Safira benar-benar membuat nya naik darah, karena baru kali ini Davin diacuhkan oleh seorang wanita yang bisa di katakan biasa-biasa saja.


Asisten Davin yang sejak tadi melihat semua yang terjadi, berusaha sekuat mungkin untuk menahan tawa nya. Karena baru kali ini bos nya itu diacuhkan oleh seorang wanita, dan parah nya wanita yang mengacuhkan nya dalam kategori wanita yang biasa saja. Jauh dari kata cantik dan seksi.


Davin melirik ke arah sang asisten dengan tatapan yang sangat tajam. Seolah-olah siap untuk menerkam nya hidup-hidup. Sedangkan asisten nya hanya bisa menundukkan kepala nya dan berusaha dengan susah payah untuk menelan Saliva nya karena merasa sangat takut dengan amarah tuan nya.

__ADS_1


"Rik.....apa pesona ku sekarang sudah menghilang?" tanya Davin tiba-tiba.


"Eh...iya.. eh tidak tuan," jawab Riki dengan gugup.


"Apa....jadi benar jika pesona ku sekarang sudah pudar? aku bisa mengerti jika Nayla lebih memilih Keenan dari pada aku, karena aku akui jika Keenan lebih segala nya dari ku. Tapi.....manusia alien itu? argh....." kata Davin yang sedikit frustasi dan pergi begitu saja dari tempat itu.


Riki hanya melongo melihat tingkah atasan nya itu.


"Sebenarnya ada apa dengan tuan Davin? semenjak cinta nya tidak terbalaskan oleh nona Nayla, sikap nya jadi aneh seperti ini," gumam Riki menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal. Dia kemudian bergegas menyusul atasan nya itu sebelum dia menjadi sasaran amarah tuan nya.


Davin berjalan dengan langkah tegap, pandangan nya lurus ke depan. Dengan kaca mata hitam yang bertengger rapih di hidung nya membuat tampilan nya semakin sempurna. Para kaum hawa yang melihat Davin berjalan sangat terpesona, bahkan ada yang dengan berani nya menggoda Davin dengan mengedipkan sebelah mata nya.


Melihat itu semua Davin hanya menyunggingkan senyuman nya sambil tetap terus berjalan menuju mobil nya.


"Ternyata pesona ku masih tetep bersinar, mata wanita itu saja yang tidak beres. Ish..lagian ngapain juga aku memikirkan manusia alien itu," lirih Davin dengan tetap berjalan.


**


"Fir.....siapa laki-laki tampan itu?" tanya teman Safira yang menjemput Safira tadi.


"Orang gila....sudah ayo...aku rasa nya sudah tidak sabar ingin makan ketoprak langganan kita," ucap Safira sambil memakai helm motor yang diberikan sahabat nya.


"Orang gila kok ganteng nya bisa sampai maksimal seperti itu ya?"


"Astaga Maimunah....." Safira menepuk jidat nya. Ternyata sahabat sejati nya itu dari dulu tidak pernah berubah.


"Hehehe..." Maimunah hanya nyengir kuda.


**


Keenan dan Nayla hari ini saling bahu membahu untuk menyelesaikan semua pekerjaan kantor nya. Bahkan kedua asisten mereka pun melakukan hal yang sama.


Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, kedua pasangan itu memutuskan untuk menghabiskan waktu seharian dengan berkencan. Awal nya Nayla dan Santi menginginkan untuk double date, tapi Keenan dan Rendi menolak nya. Kedua laki-laki itu ingin menghabiskan waktu kencan mereka dengan pasangan mereka masing-masing dengan bebas tanpa ada yang mengganggu.


Akhir nya kedua wanita itu mengalah dengan pasangan mereka masing-masing. Keenan dan Nayla memulai kencan mereka dengan pergi ke dunia hiburan, pantai dan mengakhiri kencan mereka dengan dinner romantis yang sebelum nya telah gagal.


Sedangkan pasangan Aspri sang CEO memulai kencan mereka dengan menonton film romantis di bioskop, jalan-jalan di mall dan mengakhiri nya dengan makan bersama di sebuah cafe.


**


"Bagaimana pun cara nya aku harus bisa membuat gadis itu bekerja di perusahaan ku,


tidak perduli jika aku harus bertengkar dengan Keenan, yang terpenting aku bisa membuat manusia alien itu bekerja dengan ku," gumam Davin dengan tersenyum devil.


Davin kemudian meraih ponsel nya untuk menghubungi seseorang yang bisa membantu rencana nya itu. Tidak butuh waktu yang lama sambungan telepon itu langsung diangkat oleh orang yang ada diseberang sana.


Cukup lama Davin berbicara dengan orang yang ada di seberang sana. Sampai akhir nya Davin mengakhiri panggilan telepon itu dengan senyum yang mengembang di bibir nya.

__ADS_1


"Akhir nya.....permakanan kita baru akan di mulai manusia alien..."gumam Davin dengan senyum seringai yang menghiasai bibir nya.


**


"Siapa mas yang telepon?" tanya Nayla di sela-sela dinner mereka.


"Davin sayang...."


Ya benar dugaan para readers,, orang yang Davin hubungi tadi adalah Keenan. Davin memaksa Keenan untuk melepaskan salah satu karyawan nya supaya bisa bekerja di perusahaan nya. Dengan berbagai alasan Davin akhir nya bisa meluluhkan hati Keenan. Tapi Keenan mengancam Davin supaya tidak berlaku yang aneh-aneh terhadap Safira, kalau sampai itu terjadi Keenan tidak akan segan-segan untuk melaporkan perusahaan Davin ke pihak berwajib karena telah melakukan tindakan yang tidak mengenakan pada pegawai nya.


"Kak Davin?"


"Hem....."


"Untuk apa dia menghubungi mu mas, bukan nya dia sudah kembali ke Indonesia sekarang."


Keenan kemudian menceritakan semua nya kepada Nayla kenapa Davin menghubungi nya. Nayla yang mendengar cerita Davin hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Nama nya juga sedang jatuh cinta mas, apa pun akan dilakukan untuk membuktikan cinta nya. Mas Keenan juga seperti itu kan?" ledek Nayla.


"Kalau aku beda dong sayang....aku bukan Davin yang memakai alasan pekerjaan hanya untuk mendekati wanita yang membuatnya penasaran karena selalu mengacuhkan nya saat bertemu. Aku jadi ingin tahu wajah wanita yang sudah membuat seorang Davin Sanjaya menjadi seperti itu."


"Emang mas Keenan belum tahu wanita itu? kata nya dia karyawan mas Keenan."


"Iya sayang....tapi aku belum pernah melihat nya. Lagian mana mungkin aku mengenali semua karyawan Drg.Group yang ada ribuan," jelas Davin.


Nayla menganggukkan kepala nya, karena yang Keenan ucapkan memang benar ada nya. Dia sendiri juga tidak mengenal seluruh karyawan yang bekerja di Rich.Kingdom jadi wajar jika Keenan tidak mengenal secara detail wanita yang sedang menjadi incaran Davin sekarang.


"Seperti nya wanita itu sangat spesial mas, mana mungkin kak Davin sampai sebegitu nya terhadap wanita itu jika dia tidak spesial. Benar kan?" ujar Nayla.


"Aku rasa juga begitu sayang...."


**


"Fir....kapan kamu mulai ngantor lagi?" tanya Maimunah di sela-sela menunggu pesanan ketoprak mereka di tempat langganan Safira dan Maimunah.


"Seperti nya Senin besok Mai, lagian ini kan sudah weekend. Aku juga belum mencari kontrakan baru untuk tempat tinggal ku sekarang."


"Ya sudah nanti aku bantu kamu cari kontrakan baru, siapa tahu di tempat ku masih ada kamar yang kosong."


"Makasih ya Mai...kamu memang sahabat terbaik ku."


"Hehehehe...tapi ini tidak gratis lho Fir..."


"Iya...aku tahu, semua makanan pesanan mu nanti aku yang bayarin," ucap Safira yang sangat paham dengan karakter teman nya itu.


"Yes...." Maimunah bersorak gembira.

__ADS_1


Dia langsung memesan beberapa makanan dan minuman lain yang tak jauh dari gerobak ketoprak yang mereka datangi. Safira hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah sahabat nya itu.


"Badan boleh kurus kerempeng...tapi kalau masalah makan nomer satu,"


__ADS_2