Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 146 Cucu tidak ada akhlak


__ADS_3

Keenan seolah menulikan pendengarannya, dia masih tetap dengan aktifitas nya di atas tubuh sang istri.


Tok...tok..tok..


Lagi-lagi suara ketukan pintu kamar Nayla berbunyi. Nayla langsung mendorong tubuh suami nya yang sedang asyik bermain di dua gundukan milik nya.


"Mas..." lirih Nayla berusaha menghentikan aktifitas suami nya itu.


"Sayang......tanggung...." ucap Keenan dengan nada yang memelas.


"Buka dulu pintu nya siapa tahu penting," ujar Nayla memberi pengertian sang suami.


Keenan menghela nafas nya berat, dia menyatukan kening nya dengan kening Nayla. Nafas nya masih memburu menahan gejolak yang sudah sampai ubun-ubun.


Setelah sedikit mereda, dia kemudian turun dari ranjang dan memakai kembali pakaiannya. Dalam hati dia tidak henti-henti nya mengumpat orang yang telah mengganggu aktifitas nya. Sedangkan Nayla sendiri langsung menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh nya.


"Siapa yang berani mengganggu ku akan aku lenyap....." ucapan Keenan menggantung saat tahu siapa orang yang berada di balik pintu kamar Nayla.


Dengan susah payah dia menelan Saliva nya saat mendapat tatapan tajam dari kakek mertua nya itu.


"Ka kek?" ucap Keenan terbata.


Kakek Richard menatap tajam ke arah cucu menantu nya itu. Awal nya dia menyuruh Rendi untuk memanggil pengantin baru itu untuk makan bersama. Akan tetapi Rendi kembali dengan tangan kosong. Maka dari itu kakek Richard yang turun tangan sendiri.


"Apa yang kamu ucapkan tadi hah!" ucap kakek Richard dengan tatapan tajam.


"Tidak kek,, aku tidak mengatakan apa pun," Keenan berusaha untuk mengelak.


Kakek langsung mencebikkan bibir nya. Dia sudah bisa menebak apa yang dilakukan pengantin dalam itu di dalam sana. Karena dia bisa melihat penampilan Keenan yang berantakan saat ini. Dia pun sempat melirik ke arah ranjang, di situ dia bisa melihat cucu kesayangan nya yang terbalut selimut tebal.

__ADS_1


" Huft...." kakek Richard menghela nafas nya berat.


"Cepat turun ke bawah kita makan bersama, ajak Nayla juga. Lagian siang-siang seperti ini sudah main unboxing saja, emang kamu tidak bisa menunggu sampai acara selesai nanti malam," gerutu kakek Richard sambil memutar kursi roda nya dengan bantuan salah satu pelayan di Mansion nya.


"Kakek seperti tidak pernah muda saja, lagian aku mau unboxing istri ku kapan saja tidak masalah karena kamu sudah sah suami istri," gumam Keenan yang masih bisa di dengar oleh kakek.


Kakek Richard yang mendengar perkataan Keenan langsung menyuruh pelayan menghentikan kursi roda nya dan berbalik ke arah Keenan sambil melemparkan sapu tangan milik nya ke arah Keenan sambil mengumpat i cucu menantu nya itu," dasar cucu menantu tidak punya akhlak bisa-bisa nya dia berbicara seperti itu," kesal kakek Richard meninggalkan kamar cucu nya itu.


Sedangkan Keenan sendiri langsung masuk ke dalam kamar nya setelah mendapat lemparan sapu tangan oleh kakek mertua nya itu.


"Huh...." Keenan memegangi dada nya di balik pintu kamar.


Nayla yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran pada suami nya.


"Ada apa mas? siapa tadi yang datang?" tanya Nayla yang sudah memakai gaun rumahan.


Nayla mengerutkan dahi nya mendapat pertanyaan seperti itu dari suami nya.


"Emang kenapa mas jika aku mandi duluan?"tanya polos Nayla sambil menuju meja rias nya.


Keenan menghampiri sang istri dan langsung memeluk Nayla dari arah belakang dan menaruh dagu nya di pundak sang istri yang sedikit terbuka karena Nayla memakai gaun yang terbuka di bagian leher sampai pundak nya.


"Aku ingin mandi bareng sama kamu sayang...."ucap Keenan sambil menggigit kecil pundak Nayla yang membuat tubuh Nayla seketika meremang.


"Mas....aah," Nayla padahal sudah berusaha untuk menahan supaya suara seksi nya tidak keluar dari bibir manis nya, akan tetapi sentuhan Keenan sungguh membuat diri nya tidak bisa menahan suara itu untuk keluar dari bibir nya.


"Apa hem....." Keenan dengan asik nya masih memberikan sentuhan dan gigitan kecil di area leher sampai pundak Nayla.


"Mas.... sudah! aku tidak mau saat resepsi nanti leher ku belang seperti macan tutul," gerutu Nayla dengan mengerucutkan bibir nya.

__ADS_1


Keenan terkekeh dengan tingkah Nayla, dia kemudian menghentikan aktifitas nya. Benar yang di katakan Nayla, jika tindakan nya di biarkan begitu saja entah seperti apa penampilan istri nya nanti saat di pelaminan.


"Ya sudah mas mandi dulu, tunggu mas jangan dulu keluar," ucap Keenan sambil mengecup pucuk rambut Nayla dan berlalu ke kamar mandi.


Nayla hanya menganggukkan kepala nya, dan melanjutkan kegiatan nya di depan meja rias.


"Seperti nya aku harus menutup semua tanda ini dengan foundation," Nayla berkata sambil mengoleskan cream foundation ke beberapa tanda cinta yang Keenan berikan tadi.


Dia tidak menyangka jika tanda cinta yang Keenan berikan sangat lah banyak di leher serta pundak nya. Bahkan ada daerah yang tidak bisa dia jangkau dengan tangan nya. Nayla bergidik ngeri saat membayangkan malam pertama nya dengan Keenan nanti nya seperti apa, jika saat pemanasan saja sudah seperti itu bagaimana jika sudah unboxing beneran.


"Ada apa sayang?" tanya Keenan begitu saja sehingga mengagetkan Nayla.


"Astaga mas...kamu mengagetkan ku saja."


"Kamu kenapa hem...?" tanya Keenan kembali sambil melingkarkan tangan nya di pinggang ramping sang istri.


"Ehm....mas Keenan bisa bantu aku?"


Keenan menyipitkan mata nya saat melihat hasil karya nya sudah tidak tampak di leher dan beberapa bagian lain nya. Nayla yang paham dengan tatapan suami nya langsung berkata," aku sudah menutupi semua tanda itu dengan foundation mas, mana mungkin aku keluar dengan keadaan ku yang seperti itu. Tapi ini masih ada beberapa bagian yang tidak bisa aku olesi foundation, karena tanganku tidak sampai ke sana. Bantu aku untuk menutupi tanda itu," rengek Nayla.


Keenan melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Nayla, benar seperti yang dikatakan istri nya jika di bagian tengkuk belakang masih ada beberapa tanda cinta yang dia ukir tadi. Laki-laki tampan itu melengkungkan bibir nya, seketika dia menemukan ide cemerlang.


"Sini mas bantu untuk menutupi tanda itu," Keenan mengambil cream foundation dari tangan Nayla.


Dia pura-pura mengoleskan cream itu, dan mengikat rambut Nayla ke atas sehingga memperlihatkan tanda itu dengan jelas, dia sengaja melakukan itu semua untuk menunjukkan kepada orang yang ada di sana terutama Davin jika Nayla adalah milik Keenan Dirgantara seorang. Entah mengapa dia belum bisa percaya jika Davin sudah tidak memiliki perasaan kepada istri nya itu.


"Sudah mas?" tanya Nayla.


"Iya sayang..."

__ADS_1


__ADS_2