
Nayla dan Keenan akhir nya sampai di apartemen juga. Mereka memutuskan untuk memasak bersama di Apartemen Nayla yang lebih banyak persediaan bahan makanan nya. Maklum saja selama tinggal di apartemen Keenan tidak pernah belanja bahan makanan pokok, dia lebih banyak order makanan dari luar atau makan di cafe.
"Mas..kita mau masak apa?"tanya Nayla sambil mengeluarkan bahan makanan yang ada di kulkas nya.
"Terserah kamu saja sayang...tapi akhir - akhir ini sedang ingin makan makanan rumahan sayang...kamu bisa memasak itu untuk ku?"
"Siap bos...." Nayla mengangkat tangan nya di kepala sambil nyengir kuda.
"Jangan menampilkan ekspresi seperti itu lagi sayang, atau aku akan...." Keenan menggantungkan kalimat nya.
"Atau apa hem...." Nayla berkata sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Keenan yang gemas akan tingkah Nayla langsung memeluk Nayla dari belakang dan menaruh dagu nya di pundak kekasih nya itu.
"Dari dulu aku selalu menginginkan hal seperti ini sayang....kamu tahu dulu aku sering mengintip saat kamu sedang memasak di dapur dengan gaun rumahan yang sering kamu pakai dan rambut yang di cepol ke atas seperti ini bagi ku kamu terlihat sangat seksi sayang. Tapi lagi - lagi rasa gengsi dalam diri ini lah yang selalu menguasai diriku," Keenan berkata dengan nada yang sendu.
Hati nya selalu terasa nyeri jika mengingat apa pun yang dia lakukan dulu pada Nayla.
"Mas...." ucap lembut Nayla membalikkan badan nya menghadap Keenan dan menangkup kedua pipi Keenan.
"Aku mohon....jangan mengingat masa lalu terus, apa pun yang terjadi di masa lalu itu aku sudah ikhlas menerima nya. Aku juga sudah memaafkan mu lahir batin. Dan aku juga sudah menerima dan memberikan kesempatan lagi untuk mu. Kita mulai dari awal dan aku mohon apa yang sudah mas lakukan dulu jangan sampai terulang lagi di masa sekarang, kalau sampai itu terjadi maka aku akan menjauh dari mu selama nya..."
"Sst....jangan berkata seperti itu sayang...aku tidak sanggup jika harus kehilangan mu lagi. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi seperti dulu dan aku juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu berikan pada ku. Kamu tidak tahu betapa frustasi nya aku saat kamu menghilang dulu," kata Keenan dengan tatapan yang sendu.
Nayla menyipitkan mata nya seolah - olah dia tidak percaya dengan ucapan Keenan.
"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya Rendi sayang...bagaimana keadaan ku dulu setelah kamu pergi. Bahkan setiap malam aku selalu tidur di kasur mu, memeluk guling yang selalu kamu gunakan dulu," protes Keenan karena dia merasa jika Nayla tidak percaya pada nya.
"Iya sayang....aku percaya, bahkan aku tahu segala nya tanpa kamu memberitahu ku," ledek Nayla dengan menampilkan senyuman jahil nya.
__ADS_1
Keenan menautkan kedua alis nya,
"Kok kamu bisa tahu sayang?"
"Tanya saja ma asisten mu itu..." ucap Nayla membalikkan badan nya dan melanjutkan aktifitas nya kembali untuk menyiapkan makanan yang Keenan minta tadi.
"Rendi? jadi....selam ini Rendi mengetahui semua tentang keberadaan mu sayang..."
Hemm...
"Dasar asisten laknat, bisa - bisa nya dia tahu segala nya dari dulu tapi tidak memberitahu ku sama sekali, awas saja kamu Rendi....akan aku pangkas gaji mu sampai ke akar - akar nya," geram Keenan.
Plak...
"Auws...sakit sayang," Keenan meringis kesakitan karena kepala nya di pukul memakai spatula oleh Nayla.
"Kalau kamu sampai memangkas habis gaji Rendi bulan ini, aku pastikan anu mu juga aku pangkas habis mas!" ancam Nayla.
"Habis nya kamu asal main memangkas hak orang, dia seperti itu karena aku yang menyuruh mas, jadi jangan sampai mas Keenan memarahi atau memotong gaji nya, ingat masa depan mu mas..."
"Iya dech....aku nurut ma calon istri ku yang paling cantik ini," gemas Keenan dengan menarik hidung mancung Nayla dan melabuhkan ciuman singkat di bibir Nayla yang sudah membuat nya begitu candu.
"Mas......!" teriak Nayla dengan melayangkan tatapan tajam ke arah Keenan.
"Itu hukuman kamu sayang...karena sudah membela Rendi," jawab Keenan yang sudah berlari ke arah ruang tengah untuk menghindari amukan dari Nayla.
Nayla pun menggelengkan kepala nya dan melanjutkan kembali aktifitas nya.
**
__ADS_1
"Sayang...."
"Hemmm...iya kak ada apa?" tanya Santi.
Setalah resmi jadian mereka memutuskan untuk mempunyai panggilan sayang untuk masing - masing. Rendi memutuskan untuk memanggil Santi dengan sebutan sayang, sedangkan Santi sendiri memanggil Rendi dengan sebutan kakak.
"Kita sudah melewatkan makan siang kita lho, kamu apa kamu tidak lapar hem...."
"Lapar sech kak...tapi aku lagi malas untuk makan di luar."
"Terus kita makan di mana?"
"Bagaimana setelah kakak mengantarkan semua berkas tuan Keenan, kita masak bareng di apartemen ku saja," Santi memberikan usul.
"Ide bagus itu, kebetulan aku sedang ingin makan masakan Indo. Selama di sini aku tidak pernah makan masakan rumahan khas dari negara kita. Aku ingin sekali makan soup, ayam goreng, dan sambel matah. Tapi...apakah calon istri ku ini bisa masak?"
"Hemmzzz...belum tahu dia betapa enak nya masakan dari Santi Wulandari binti Bapak Sugiono, kalau sudah mencicipi di jamin ketagihan pokok nya," ucap Santi dengan sangat percaya diri.
Rendi merasa sangat bahagia karena dia tidak salah memilih calon istri ternyata. Dari dulu dia selalu mempunyai impian jika menikah nanti dia ingin sekali mempunyai seorang istri yang pintar memasak, dan dia juga tidak ingin istri nya nanti bekerja. Rendi menginginkan setiap dia pulang kerja istri nya ada di rumah bersama anak-anak nya menyambut nya.
"Aku jadi tidak sabar makan makanan buatan calon istriku ini," kata Rendi sambil mengusap rambut kekasih nya itu.
Santi yang mendapat perlakuan itu hanya tersenyum manis. Tidak di pungkiri saat ini dia sangat merasa bahagia sekali. Bagi Santi Rendi adalah kekasih pertama dan terakhir bagi nya. Begitu pula dengan Rendi, dia juga merasa sangat bahagia karena bisa menaklukkan wanita yang selama ini dia cintai dalam diam.
Dia berjanji akan menjadikan Santi wanita satu - satu nya dalam hidup nya sekarang dan sampai maut memisahkan mereka. Tugas dia sekarang tinggal satu, yaitu bagaimana cara menaklukan hati orang tua Santi. Terutama ayah nya Santi, Bapak Sugiono. Menurut informasi yang dia dapat ayah nya Santi sangat galak dan tegas kepada setiap laki - laki yang mendekati Santi. Maklum saja Santi anak perempuan satu - satu nya, dia dulu mempunyai seorang kakak laki - laki akan tetapi sudah meninggal karena sakit keras. Sejak itu lah ayah nya Santi sangat ekstra dalam menjaga Santi.
Bahkan selama Santi bekerja sebagai asisten pribadi Nayla di Amerika. Ayah nya selalu menghubungi nya tiga kali dalam sehari. Seperti sekarang Santi sedang menerima panggilan dari sang ayah yang menanyakan tentang kegiatan Santi seharian ini ngapain saja.
Ayah Santi juga selalu memberikan warning untuk tidak menjalin hubungan dengan siapa pun di sana. Dan semua itu terdengar langsung oleh Rendi. Karena saat ini ponsel Santi di speaker, jadi Rendi bisa tahu dari suara nya saja suda kebayang bagaimana seram nya calon ayah mertua nya itu.
__ADS_1
Sesekali Rendi menelan Saliva nya dengan susah payah, setiap mendengar ucapan ayah Santi yang selalu mewanti-mewanti anak gadis nya itu untuk menjaga diri saat di negeri orang. Jangan sampai dia tersentuh oleh laki - laki mana pun.
" Seperti nya perjuangan ku yang sesungguh nya baru akan di mulai."