
"Seperti nya aku salah menilai tentang wanita itu," ucap Keenan.
"Kenapa aku masih kepikiran dengan buket mawar merah itu, aku yakin buket itu pasti dari seorang laki - laki, sial... siapa laki - laki yang berani mendekati Nayla," geram Keenan memukul stir mobilnya.
Entah mengapa perasaanya begitu tidak tenang semenjak melihat buket bunga yang dibawa Nayla, apa lagi karena buket itu tangan Nayla sampai terluka.
Tepat jam sebelas malam Keenan sampai di apartemen nya. Dia masuk ke apartemen dengan langkah gontai, saat melewati ruang tengah dia melihat Nayla yang sedang kesusahan untuk membuka toples karena tangan yang terluka tadi.
"Buka toples seperti aja dari tadi susah banget ya," lirih Nayla sambil meniup telapak tangan kanannya yang terasa perih karena dipaksa untuk membuka toples itu.
Keenan berjalan mendekati Nayla karena melihat istri nya yang sedang kesusahan membuka toples. Dia langsung meraih toples itu dan membuka nya kemudian menyerahkan kepada Nayla tanpa mengeluarkan sepatah kata.
"Terimakasih mas," ucap Nayla.
Hemmz..
Kemudian Keenan berlalu meninggalkan Nayla.
"Mas Keenan mau coklat hangat," tawar Nayla.
Seketika langkah Keenan terhenti, dia berbalik dan melangkah ke arah Nayla.
"Boleh ..."
"Sebentar Nayla buatkan dulu."
Nayla tersenyum ke arah Keenan dan langsung menyeduh dua cangkir coklat hangat untuk nya dan Keenan. Saat Keenan meninggalkan apartemen bersama Michel, Nayla mencoba untuk memejamkan mata nya, tapi tidak bisa. Pikirannya terus ke Keenan dan Michel, kemudian dia memutuskan untuk membuat coklat hangat siapa tahu setelah minum coklat hangat dia bisa tidur nyenyak nanti nya.
"Ini mas coklat hangat nya.."
"Hemmzz..."
Nayla meletakkan dua cangkir coklat hangat di meja makan. Dia menarik kursi dan duduk di hadapan Keenan. Nayla langsung menyeruput coklat hangat nya. Semua itu tidak lepas dari tatapan Keenan. Nayla merasa ada yang memperhatikannya kemudian mendongakkan wajahnya dan seketika tatapan mereka bertemu. Cukup lama mereka saling bertatap muka tanpa ada yang membuka suara.
Nayla yang mulai risih di tatap Keenan seperti itu akhirnya mengalihkan pandangannya ke samping dan menghela nafas perlahan guna mengurangi kegugupannya. Sudah lama Nayla selalu gugup jika berdua dengan Keenan, jangan ditanya detak jantungnya seperti apa saat bertatapan dengan Keenan tadi sudah seperti orang yang lari maraton.
Tapi Nayla sebisa mungkin untuk menutupi kegugupannya itu.
__ADS_1
"Bagaimana tanganmu," tanya Keenan.
"Sudah baikan, makasih ya mas karena sudah mau mengobati luka di tanganku ini," jawab Nayla dengan tersenyum manis.
"Ada apa dengan jantungku ini, kenapa berdetak kencang sekali seperti ini saat melihat senyum manis Nayla, pasti ada yang tidak beres dengan jantungku ini," batin Keenan.
Keenan mencoba untuk menetralkan detak jantungnya dengan beberapa kali menghela nafas, untung saja Nayla tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Keenan, karena Nayla sedang fokus meminum coklat hangat nya.
"Syukurlah kalau sudah baik, seperti nya bunga mawar itu spesial banget buat kamu," ucap Keenan.
Uhuk..huk..huk..
Nayla tersedak mendengar perkataan dari Keenan tentang bunga mawar itu. Seketika Nayla teringat dengan Davin, dan dia kembali menghela nafas nya pelan.
"Tidak ada yang spesial dari bunga itu, cuma dari dulu aku emang suka dengan bunga mawar, dan ini kali pertama aku mendapatkan buket bunga mawar merah dari seseorang jadi aku ingin menyimpannya," jawab Nayla dengan tenang.
Jawaban Nayla itu mampu membuat Keenan terdiam seribu bahasa. Hati nya terasa panas mendengar jika bunga mawar itu dari seseorang dan Nayla ingin menyimpannya. Keenan sangat yakin jika mawar merah itu dari seorang laki - laki.
"Siapa yang memberikan buket itu, apakah seorang laki - laki?" tanya Keenan penasaran.
Nayla hanya berdehem sebagai jawabannya. Dia sengaja menjawab seperti itu karena dia ingin tahu bagaimana ekspresi suami nya.
Keenan mengepalkan kedua tangannya mendengar jawaban dari Nayla. Hati nya benar - benar merasa panas. Dan dia langsung bergegas meninggalkan Nayla tanpa meminum coklat hangat yang sudah Nayla buat tadi.
Nayla yang melihat ekspresi Keenan hanya tersenyum tipis.
"Kalau ingin buket mawar merah seperti itu aku bisa membelikannya untukmu, jadi tidak usah meminta dari laki - laki lain," ucap Keenan datar dan berlalu meninggalkan Nayla menuju kamarnya.
Nayla mengernyitkan dahi nya mendengar jawaban dari Keenan.
"Ada apa dengan mas Keenan," lirih Nayla heran.
Saat di kamar Keenan uring - uringan sendiri, dia sudah beberapa kali memejamkan mata nya tapi tak kunjung terpejam juga. Pikirannya masih tertuju pada siapa yang telah memberikan istri nya buket mawar merah itu.
"Aku harus cari tahu siapa laki - laki yang telah berani mendekati istri seorang Keenan Dirgantara," geram Keenan.
**
__ADS_1
Pagi menjelang seperti biasa nya Nayla menjalankan aktifitas nya seperti biasa. Hari ini kebetulan dia dapat sif pagi di resto tempat dia bekerja, jadi pagi - pagi sekali dia sudah bersiap untuk berangkat kerja.
"Hari ini Bi Marni tidak masuk kerja karena masih pulang kampung, bagaimana dengan sarapan mas Keenan ya, apa aku tetap menyiapkan sarapannya seperti biasa nya, tapi kan Bi Marni tidak ada nanti mas Keenan tidak mau memakannya lagi," monolog Nayla.
Akhirnya Nayla memutuskan untuk tidak membuat kan Keenan sarapan, dia hanya membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Sebenarnya dia tidak tega, tapi dia tidak mau jika apa yang sudah dia lakukan secara sembunyi - sembunyi selama ini ketahuan.
Saat Nayla sedang menikmati sarapannya tiba - tiba Keenan turun dari tangga dan menghampiri Nayla yang sedang menyantap nasi gorengnya.
Hemmm...
"Apa kamu tidak membuatkan suami mu sarapan?" ucap Keenan.
Nayla hampir saja tersedak mendengar pertanyaan dari Keenan.
"Maksud mas Keenan?"
"ck..... kamu tidak usah pura - pura tidak mengerti, aku tahu jika selama ini kamu yang selalu memasak untukku?"
Deg,
Nayla menelan Saliva nya susah payah kemudian menundukkan kepala nya dan meremas kedua tangannya.
"Aku sudah tahu semua nya, sebelum Bu Marni pulang kampung kemarin dia sudah cerita semuanya pada ku," ucap Keenan.
"Jadi Mas Keenan sudah tahu semua nya," lirih Nayla cemas dan semua itu masih terdengar oleh Keenan.
"Jadi sekarang buatkan aku sarapan, aku sudah lapar dan bentar lagi aku ada meeting dengan klien, jadi aku tidak punya waktu yang lama."
"Ba ik mas," jawab Nayla dengan gugup dan langsung menuju ke dapur untuk membuatkan Keenan sarapan.
Keenan yang melihat itu semua menyunggingkan senyumannya. Hanya butuh waktu sepuluh menit akhirnya sarapan Keenan jadi juga. Sepiring nasi goreng lengkap dengan telor ceplok pun terhidang di meja. Dari aroma nya saja sudah membuat perut Keenan berdemo untuk segera mencicipi nya. Tanpa menunggu Keenan langsung menikmati nasi goreng itu bahkan sampai habis tidak bersisa.
"Mulai besok tidak usah bersembunyi lagi jika menyiapkan segala keperluanku termasuk memasak semua masakan kesukaanku," ucap Keenan datar dan berlalu meninggalkan Nayla di meja makan.
"Hah....."
"Apa aku tidak salah dengar?"
__ADS_1