Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 69 Kepergian Kakek Yusuf


__ADS_3

"Cucu ku....."


Nayla masih terpaku di tempatnya tidak ada pergerakan atau respond apa pun yang dia lakukan. Bagi nya ini semua masih terlalu mengejutkan bagi dirinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Karena tidak apa pergerakan apa pun dari sang cucu, akhirnya Tuan Richard mengambil inisiatif untuk maju dan memeluk sang cucu.


Nayla yang mendapatkan pelukan secara tiba - tiba dari Tuan Richard hanya diam mematung tanpa ada niatan untuk membalas pelukan itu.


Canggung...


Itu lah yang dirasakan Nayla saat ini. Bagaimana tidak, sekarang dia sedang dipeluk oleh orang asing yang ternyata adalah Kakek kandungnya. Ya walaupun ini bukan kali pertama bagi Nayla bertemu dengan tuan Richard akan tetapi keadaan sekarang ini berbeda.


Merasa tidak ada respond dari Nayla akhirnya tuan Richard melerai pelukannya. Dia menatap wajah cucu nya dengan tatapan sendu. Dia bisa memaklumi sikap Nayla sekarang ini, bagaimana pun ini semua sangat mengejutkan pasti nya untuk Nayla.


"Dari awal kita bertemu kakek sudah mempunyai firasat jika ada sesuatu di diri kamu yang berhubungan dengan kakek, apa lagi saat kamu datang menemui kakek demi kesuksesan suami kamu, kakek tambah yakin jika kita memang ada ikatan batin. Setiap kakek memandang wajahmu kakek selalu ingat dengan almarhum ayah dan ibu mu, sorot mata mu yang teduh dan senyumanmu seperti ibu mu nak, tekad dan keberanianmu mewarisi sifat ayahmu, anak kakek satu - satu nya," ucap tuan Richard dengan isak tangis.


"Sejak kejadian itu kakek berusaha untuk mencari informasi apa pun tentang dirimu, sampai kakek akhirnya bertemu dengan Syaifudin supir kepercayaan kakek yang tak lain adalah Kakek Yusuf mu itu. Orang yang selama puluhan tahun ini kakek cari keberadaannya untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya saat kecelakaan yang menimpa kalian puluhan tahun yang lalu."


"Setelah Yusuf menjelaskan semua nya, tentang kejadian itu. Kamu tahu apa yang kakek rasakan nak, kakek sangat bahagia sekali karena pada akhirnya pencarian kakek selama ini tidak sia - dia. Cucu kakek satu - satu nya, harta yang paling berharga peninggalan orang tua kamu anak kakek satu - satu nya ternyata masih hidup dan sekarang ada di hadapan kakek. Dan yang paling membuat kakek tambah bahagia lagi ternyata cucu kakek adalah kamu nak....hiks..hiks.." tangis Tuan Richard akhirnya pecah juga.


Baru kali ini seorang Tuan Richard orang yang dikenal dingin dan hebat dalam dunia bisnis walaupun sudah di usia senja terlibat rapuh dan bahkan sampai menangis terisak seperti itu. Bisa dikatakan itu adalah luapan emosi beliau yang selama ini terpendam berpuluh - puluh tahun.


"Liontin ini sengaja kakek pesan khusus dari seorang desainer perhiasan terbaik di dunia ini sebagai hadiah ulang tahun kamu yang ke satu, jika diamati di dalam liontin ini ada simbol huruf A, hanya kakek dan sang desainer yang tahu akan hal itu nak, boleh kakek lihat sebentar kalung liontin mu ini."


Nayla kemudian melepas kalung tersebut dan menyerahkan kepada tuan Richard. Kalau dilihat kasat mata, memang tidak ada yang spesial dari kalung itu. Bahkan kalung berliontin itu terlihat sangat sederhana, tidak ada kemewahan apa pun di sana.

__ADS_1


Tuan Richard menerima kalung liontin tersebut dan segera mengeluarkan suatu dari kantong jas nya. Sebuah alat khusus yang menyerupai pena biasa yang dirancang oleh desainer perhiasan itu untuk melihat simbol yang dimaksudkan oleh tuan Richard tadi.


Saat alat itu dipencet maka keluarlah sebuah sinar seperti ultra merah, Tuan Richard kemudian mengarahkan sinar tersebut ke dalam liontin yang dia pegang. Dan tampaklah sebuah berlian khusus berinisial A yang muncul di tengah liontin tersebut.


Nayla yang melihat itu semua langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia benar - benar tidak menyangka jika selama ini dia menggunakan sebuah kalung liontin yang begitu istimewa. Sebuah liontin yang mengungkap jati diri dia yang sebenarnya.


Setelah melihat bukti itu, semua keraguan yang ada di hati Nayla hilang seketika. Tanpa menunggu lama lagi, dia langsung menghambur ke dalam pelukan sang kakek.


"Kakek.....hiks," lirih Nayla dengan terisak memeluk erat sang kakek.


"Maafin Nayla kek...karena telah meragukan kakek."


"Tidak nak....harusnya kakek yang minta maaf pada mu, karena kakek terlalu menemukan keberadaan mu," ucap Tuan Richard dengan menghujani ciuman di puncak kepala Nayla.


Nayla semakin mempererat pelukannya.


Satu kata yang dia rasakan saat ini, merasa nyaman dan hangat dalam pelukan Kakek kandungnya. Dia seolah menemukan pelukan hangat seorang ayah pada diri kakeknya itu, pelukan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya dari sosok ayah kandung nya.


"Alisya.....cucu kakek, akhirnya kakek bisa memelukmu sekarang nak."


"Alisya???" Nayla melerai pelukannya saat mendengar kakeknya menyebut nama Alisya.


"Alisya Zifania Thomson, itu adalah nama asli kamu nak, sebuah nama yang cantik yang kedua orang tua mu sematkan saat kamu lahir ke dunia ini dulu," terang Tuan Richard dengan tersenyum bahagia.


"Alisya...jadi nama ku dulu Alisya kek?"

__ADS_1


Kakek Yusuf mengangguk dengan tersenyum saat Nayla menanyakan hak itu kepada kakek sambungnya itu.


"Kenapa kakek merubah nama itu?"


"Demi keamanan kamu nak, maka nya kakek merubah seluruh identitas kamu dan kakek," jelas kakek Yusuf. Dan Nayla mengangguk mengerti, dia tidak mempermasalahkan hal itu.


"Yusuf....terima kasih, sudah merawat cucu ku dengan baik, terima kasih banyak," ucap Tuan Richard dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Ini sudah kewajiban saya tuan..." jawab kakek Yusuf dengan tersenyum bahagia.


"Akhirnya rahasia besar yang selama puluhan tahun ini aku pendam sudah aku ungkapkan semua nya, semoga setelah ini Nayla akan mendapatkan kebahagiaan dengan berkumpul dengan keluarga kandungnya. Dan aku bisa pergi dengan tenan," monolog kakek Yusuf dalam hati melihat raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang cucu dan tuan Richard.


Setelah mengucapkan hal itu, tiba - tiba kakek Yusuf menarik nafasnya panjang dan menutup kedua mata untuk selama nya.


Nayla yang melihat keadaan sang kakek langsung berteriak histeris.


"Kakek....................."


***


Berita kematian kakek Yusuf terdengar juga di telinga Keenan saat ini, Rendi sang asisten yang memberitahu berita tersebut.


Bahkan kakek Dirga pun mengetahui berita duka ini, dan saat ini beliau sedang bersiap - siap untuk kembali ke tanah air guna untuk menghadiri pemakaman sang sahabat. Kakek Dirga sangat syok mendengar berita itu, banyak hal yang belum dia lakukan untuk sahabatnya itu sebagai balas budi atas kebaikan sang sahabat. Tapi Tuhan berkehendak lain, sang sahabat sudah dipanggil lebih dulu.


Keenan terlihat sangat syok saat ini, dia benar - benar merasa sangat bersalah terhadap Nayla. Karena saat Nayla sedang dalam keadaan terpuruk dia tidak ada di sisi nya. Justru dia palah menyakiti hati sang istri dengan menuduhnya yang bukan - bukan.

__ADS_1


"Aargggh..... " Keenan menjambak rambutnya frustasi.


"Maafkan aku Nay..."


__ADS_2