
#Flash back on
"S**t....gara-gara Siska mengadu pada papa karena aku telah memecat nya jadi aku harus meninggalkan Safira di pesta itu," gerutu Davin setelah mengantarkan Siska pulang ke apartemen nya.
Mantan sekretaris Davin itu mengadu pada orang tua nya jika dia telah dipecat oleh Davin begitu saja. Ayah Siska tidak terima jika anak nya diperlakukan seperti itu oleh Davin. Maka dari itu ayah Siska melayangkan protes dan ancaman pada papa Davin yang tak lain adalah tuan Sanjaya.
Tuan Sanjaya langsung marah atas perbuatan Davin itu, dia kemudian menghubungi Davin supaya mengantar Siska supaya hubungan nya dengan keluarga Siska tetap baik. Mau tidak mau Davin akhir nya mengikuti perintah ayah nya dan meninggalkan Safira sendirian di pesta itu.
Setelah mengantar Siska, Davin kembali lagi ke acara dengan niat untuk menjemput Safira lagi. Akan tetapi sampai di tempat pesta gadis itu sudah tidak ada di sana lagi.
Davin sangat menyesal karena telah meninggalkan Safira sendiri di sana, pasti gadis itu merasa kebingungan karena tidak mengenal siapa pun di sana. Mau menghubungi lewat ponsel, Davin sendiri belum punya nomer ponsel Safira. Laki-laki itu cuma berharap jika dia bisa bertemu dengan Safira dan mengucapkan kata maaf.
Saat menelusuri jalan sekitar hotel dia melihat ada seorang gadis yang sedang berlari ketakutan karena di kejar preman. Dari siluet wanita itu Davin seperti mengenali nya, untuk memastikan itu semua Davin mempercepat laju mobil nya, dan benar seperti dugaan nya jika wanita yang sedang ketakutan itu adalah Safira. Tanpa basa-basi lagi Davin langsung menghajar preman-preman itu sampai babak belur.
#Flash back of
**
Davin dengan membabi buta menghajar kedua preman itu tanpa ampun, keadaan preman itu yang sedang mabuk sehingga mempermudah Davin untuk membuat kedua preman itu terkapar.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Davin pada Safira yang sedang duduk berjongkok di pinggiran jalan. Gadis itu menelungkupkan wajah nya, tubuh nya bergetar hebat karena ketakutan, penampilan nya juga berantakan. Gaun yang dia kenakan juga sudah koyak di beberapa tempat karena ulah kedua preman itu.
__ADS_1
Davin langsung memeluk tubuh Safira dengan sangat erat sebelum nya dia melepas jas mahal nya lalu di pakaikan ke tubuh Safira untuk menutupi bagian tubuh Safira yang sudah terekspos karena gaun yang dia kenakan ada yang kotak," maafkan aku Safira, maafkan aku..." ucap Davin seraya mengecup pucuk kepala Safira dan membawa gadis itu ke dalam pelukan nya.
Safira mendongakkan kepala nya dan berkata," anda jahat sekali tuan...mengapa anda meninggalkan saya sendirian di pesta itu," Safira berkata dengan bibir yang bergetar.
"Maafkan aku...." hanya itu yang bisa Davin ucapkan seraya membawa tubuh lemah Safira ke dalam pelukan nya.
Dia kemudian memapah tubuh Safira menuju ke mobil nya. Selama dalam perjalanan tidak ada percakapan apa pun antara ke dua nya. Davin fokus pada jalanan sedangkan Safira sendiri larut dalam pikiran nya dan kepala nya dia sandarkan pada jendela mobil. Davin sesekali melirik ke arah Safira, dan menghembuskan nafas nya perlahan. Dia benar-benar sangat menyesal telah meninggalkan Safira sendiri di pesta itu. Jika dia tidak datang tepat waktu entah apa yang akan terjadi pada gadis itu.
"Safira...sekali lagi saya minta ma...." perkataan Davin terpotong saat dia melihat ke arah Safira yang sudah terlelap.
"Huft...pasti dia merasa ketakutan sekali," Davin mengusap wajah Safira dan menyelipkan anak rambut Safira yang menghalangi wajah nya. Di hapus nya sisa air mata yang menempel di pipi Safira.
Davin langsung melajukan mobil nya ke arah apartemen nya. Dia tidak mengantarkan Safira ke kontrakan nya, karena hari sudah larut malam. Terlalu beresiko jika dia mengantarkan wanita itu ke area kontrakan yang padat penduduk seperti itu. Jelas banyak omongan nanti nya untuk Safira jika pulang larut malam diantar oleh seorang laki-laki dalam kondisi yang seperti itu penampilan nya.
Sesampainya di apartemen, Davin langsung membaringkan tubuh Safira yang masih lengkap memakai jas Davin di ranjang empuk milik CEO SNJ itu. Saat Davin ingin beranjak pergi, tiba-tiba tangan nya di cekal oleh Safira.
"Tolong...tolong...jangan sentuh saya.." teriak Safira dengan menggelengkan kepala nya.
Mata gadis itu masih terpejam, akan tetapi tubuh nya bereaksi ketakutan sampai mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuh nya. Davin yang melihat semua itu semakin merasa bersalah, laki-laki itu langsung berjongkok di dekat ranjang dan berusaha menghapus keringat yang ada di kening Safira.
"Apa dia trauma dengan kejadian tadi?" batin Davin.
__ADS_1
**
Sedangkan di sebuah kamar mewah hotel, Nayla mulai mengerjapkan mata nya. Seluruh badan nya terasa sakit semua, terutama di bagian inti dia yang terasa perih dan ngilu. Gadis bukan perawan itu mendongakkan wajah nya dan hal yang pertama dia lihat adalah wajah tampan sang suami. Seketika wajah nya merona saat mengingat kejadian panas beberapa jam yang lalu.
Nayla memandang lekat-lekat wajah tampan suami nya itu, wajah dan tubuh yang dulu tidak bisa dia pandang sedekat ini. Sekarang berada tepat di depan wajah nya, bahkan dia sudah merasakan seluruh wajah dan tubuh laki-laki yang dulu nya hanya menganggap nya istri 100 hari. Tangan nya tiba-tiba terulur untuk menyentuh setiap inci dari wajah sang suami. Dari alis, mata, hidung, pipi dan terakhir bibir seksi Keenan yang sudah membuat nya melayang ke nirwana karena sentuhan nya.
Nayla terkekeh sendiri, dia tidak menyangka jika takdir akan membawa nya kembali pada laki-laki yang dulu nya sempat dia benci karena telah memberikan luka yang begitu dalam pada nya.
"Aku tidak menyangka jika akan menjadi istri mu yang seutuhnya mas..." batin Nayla dengan mengusap lembut rahang tegas sang suami. Lama-lama tangan Nayla turun ke dada bidang Keenan yang begitu menggoda. Di elus nya perlahan dada bidang suami nya itu dengan jari-jari nya yang lentik.
"Pesona mu memang tiada dua nya mas, pantas saja wanita di luaran sana banyak yang memuja mu, tapi awas saja jika kamu sampai melirik wanita-wanita itu, akan aku...." lirih Nayla tapi ucapan nya terpotong begitu saja karena tangan Nayla tiba-tiba di genggam erat oleh Keenan.
"Akan apa hem...." ucap Keenan dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
Deg,
Nayla langsung menatap wajah sang suami yang tetap terlihat tampan walaupun terlihat acak-acak an.
"Kamu sudah bangun mas?"
"Bukan hanya aku saja yang bangun sayang... akan tetapi yang di bawah sana juga terbangun," jawab Keenan yang langsung menaruh tangan Nayla pada senjata andalan nya yang sudah berdiri tegak.
__ADS_1
"Hah....."