Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 56 Brand Ambasador


__ADS_3

Sedikit curhat...


Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk para readers ku yang setia menunggu update novel ini. Saya mohon maaf jika UP nya lama karena ada sedikit masalah dengan kesehatan saya, jadi saya mohon untuk pengertiannya🙏🏻🤗 . Tapi saya akan tetap selalu berusaha untuk UP nanti nya.


Dan saya ucapkan terimakasih untuk semua saran dan kritiknya🙏🏻 mohon maaf jika cerita ini tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Karena pada dasarnya setiap penulis pasti mempunyai alur cerita masing - masing yang sesuai dengan pandangan sang penulis.


Saya suka sedih jika membaca komentar dari kakak - kakak readers yang terkadang memojokkan seorang penulis 😔. Padahal yang dibutuhkan oleh seorang penulis itu adalah support yang positif supaya kita lebih semangat lagi dalam membuat suatu karya.


Tapi terlepas dari semua itu, insyaallah sekali lagi saya ucapkan terimakasih 🙏🏻🙏🏻🤗


Sekarang balik lagi ke cerita ya readers..


**


"Hah....."


"Apa aku tidak salah dengar?"


Nayla masih dalam mode bengong karena perkataan Keenan tadi. Tapi dia tidak mau menyalahartikan apa yang dia dengar tadi. Takut itu hanya akan membuatnya sakit hati nanti nya, karena dia tahu betul bagaimana sifat suami nya itu yang tidak pernah bisa ditebak.


"Sebaiknya aku segera siap - siap untuk pergi ke resto," kata Nayla setelah selesai membereskan meja makan.


Di perjalanan menuju kantor, Keenan nampak diam. Tidak banyak yang dia lakukan, biasa nya dia selalu bisa memanfaatkan waktu selama di perjalanan menuju kantor untuk mengecek email atau membaca berita online lewat ponsel pintar nya. Tapi sekarang dia hanya memandang ke arah jalanan lewat jendela mobil.


Rendi sang asisten hanya menghela nafas perlahan melihat atasannya. Dia paham betul jika Keenan seperti itu pasti ada hal yang sangat penting mengganggu pikiran bos nya itu.


"Apa kamu tahu selama ini Nayla dekat dengan siapa Ren" tanya Keenan tiba - tiba.


"Tahu tuan..."


Keenan mengernyitkan keningnya, dia sedikit kaget ternyata sang asisten sudah tahu jika Nayla sedang dekat dengan seseorang. Dan kenapa asistennya tidak pernah memberitahu kepada nya tentang hal itu.


"Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku jika Nayla sedang dengan seorang laki - laki lain di luaran sana," ucap Keenan dengan nada dingin.

__ADS_1


"Dekat dengan laki - laki lain?" batin Rendi bingung dengan apa yang diucapkan bos nya barusan.


"Maksud tuan... Nona sekarang lagi dekat dengan laki - laki lain selain tuan?" Rendi balik bertanya kepada Keenan.


Ck....


"Bukankah kamu tadi yang bilang jika kamu tahu kalau Nayla sedang dekat dengan laki - laki lain di luaran sana, kenapa palah balik tanya pada ku seperti itu," jawab Keenan sedikit kesal dengan asistennya.


"Maksud saya, selama ini yang yang saya tahu nona Nayla emang dekat dengan sahabatnya tuan di luar sana, nama sahabatnya itu Santi dia satu profesi dengan nona di resto, kalau masalah nona lagi dekat dengan laki - laki lain di luar sana saya tidak tahu tuan, karena selama ini yang saya tahu nona tidak pernah melihat nona jalan dengan laki - laki lain," terang Rendi.


"Oh...jadi selama ini dia tidak pernah dekat dengan laki - laki lain?"


"Seperti nya begitu tuan.."


"Syukurlah jika dia tidak lagi dekat dengan laki - laki lain di luar sana."


Keenan merasa lega karena istri nya tidak sedang didekati oleh laki - laki lain. Tanpa disadari bibirnya melengkung ke atas.


"Tapi buket mawar merah itu dari siapa, aku yakin jika itu pasti pemberian seseorang yang spesial bagi Nayla, tapi siapa?" batin Keenan.


"Seperti nya tuan mulai peduli dengan Nona, syukurlah aku senang kalau tuan Keenan sudah mulai apa perasaan pada Non Nayla, aku tidak ikhlas jika tuan menjalin hubungan dengan wanita ular itu. Oh ya, bukankan orang suruhan ku yang aku tugaskan untuk mencari tahu tentang kejadian saat file tuan Keenan terhapus itu siang ini akan memberikan hasil nya, aku harap semua dugaan ku benar jika dia pelaku nya, jika dugaan ku ini benar maka aku pastikan tuan Keenan akan menyesali tindakannya waktu itu," monolog Rendi dalam hati.


"Oh ya Ren, apa agenda ku siang ini?"


"Siang ini anda ada pertemuan dengan Tuan Ricard di cafe XX tuan untuk membahas perkembangan kerjasama desain produk itu tuan, selain itu tuan Richard juga sudah memilih model yang akan menjadi Brand Ambasador dari produk itu tuan," jelas Rendi.


"Bukankah untuk model Brand Ambasador itu seharusnya hak dari perusahaan kita yang memilihnya Ren, kenapa tuan Richard harus capek - capek mencari model nya sendiri," tanya Keenan yang merasa sedikit bingung.


"Tidak tuan, berdasarkan kontrak kerjasama yang sudah disepakati untuk model Brand Ambasador itu hak mutlak dari tuan Richard yang memilihnya tuan, karena tuan Richard mempunyai standar khusus untuk model tersebut," Rendi menjelaskan secara detail tentang isi kontrak tersebut.


"Kenapa aku sampai terlewat bagian itu, apa kamu yakin Ren?"


"Iya tuan... kalau tuan ingin memastikan kembali, tuan bisa membaca ulang kontrak itu dengan teliti tuan, saya sudah mengirimkan draft kontrak tersebut di email anda."

__ADS_1


Keenan segera membuka ponselnya dan membuka email yang Rendi kirim barusan. Dia membaca secara detail isi dari kontrak kerjasama tersebut. Benar yang Rendi ucapkan jika untuk model Brand Ambasador yang akan mempromosikan produk terbaru itu Tuan Richard yang akan menentukannya.


Padahal dia sudah berjanji pada Michel kekasihnya jika dia nanti nya yang akan menjadi Brand Ambasador nya. Tapi pada kenyataan nya Tuan Richard lah yang menentukan model tersebut.


Keenan mengusap wajahnya kasar, jika Michel tahu akan hal ini pasti dia akan marah besar pada Keenan.


"Ada apa tuan, apakah ada yang salah dengan kontrak itu?" tanya Rendi khawatir.


"Tidak ada Ren, cuma aku sudah berjanji pada Michel jika dia yang akan menjadi Brand Ambasador produk itu nanti nya, tapi tidak tahu nya palah Tuan Richard lah yang menentukan model itu. Apakah kamu tahu siapa yang akan jadi model Brand Ambasador nya itu Ren?" Keenan benar - benar penasaran dengan model yang sudah dipersiapkan oleh Tuan Richard.


"Saya tidak tahu tuan, karena tuan Richard sendiri akan memberitahu semua itu setelah produk itu setiap untuk diluncurkan tuan," jawab Rendi.


Keenan hanya menghela nafasnya perlahan.


**


Di resto tempat kerja Nayla, tidak ada hal yang istimewa yang dikerjakan oleh gadis itu. Dia mengerjakan tugas nya seperti biasa nya, melayani pengunjung resto yang mulai rame karena sudah memasuki jam makan siang para pekerja kantor.


Karena resto tempat Nayla bekerja dekat dengan kawasan perkantoran jadi resto itu selalu rame jika jam makan siang.


Drrt...drttt...


Tiba - tiba ponsel Nayla bergetar, dia merogoh ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Kebetulan ini adalah shif untuk Nayla beristirahat bergantian dengan pelayan lainnya.


"Hallo bik, ada apa?" sapa Nayla dengan seseorang di seberang sana.


[.....................................]


"A pa...... kakek masuk rumah sakit ! kenapa kakek sampai bisa masuk rumah sakit bik?" tanya Nayla dengan khawatir


[.....................................]


"Baiklah Nay akan segera ke sana."

__ADS_1


Tut...Tut....


__ADS_2