
Malam semakin larut saat Andi pamit pulang. Setelah membereskan meja makan dan ruang tamu, Wila beranjak ke kamarnya untuk beristirahat.
Sementara Yeni sudah sedari tadi memasuki kamarnya. Wila duduk di atas ranjang, ia buka kembali bungkusan yang berisi hijab dan dompet pemberian Andi.
"Apa benar ada maksud tertentu di balik pemberian hadiah ini?" Gumamnya sambil membolak balikkan benda di tangannya.
Rasanya tak ada rasa istimewa di hatinya buat Andi, Ia hanya merasa senang saat bersamanya karena memang hanya Andi yang Ia kenal di Kampus .
Wila menguap, rasa kantuk menyerang dirinya. Ditaruhnya dua benda tadi di dalam laci dan segera ia rebahkan tubuhnya di atas kasur menuju alam mimpi.
Sayup - sayup terdengar suara pintu di ketuk, antara sadar dan tidak, matanya masih terpejam, seakan mimpi.
Tiba - tiba ia terperanjat bangun, dan ketukan pintu makin keras ia dengar. "Astaghfirullah, Ia bangkit dari tidurnya saat dilihatnya jam menunjukkan angka 05.20.
"Wila ...sudah bangun?" Suara Yeni di balik pintu memanggilnya. "Iya, sudah Bi."
"Hari ini ada kuliah?",
" Iya, ada Bi, Wila siap siap dulu". Dengan secepat kilat ia mempersiapkan diri untuk pergi ke Kampus, setahunya hari ini ada kuliah pagi.
Setelah siap ia buru buru keluar. "Bi , Wila langsung berangkat, sudah telat." Katanya. "Sarapan dulu, ini sudah siap, Bibi masak tumis kangkung nih.
" Iya nanti aja Bi, takut terlambat, malu!" Wila segera pamit dan berangkat ke Kampus. Tidak ingin mengulangi kesalahan seperti kemarin, ia langsung saja naik angkot sesampainya di jalan.
"Kampus ya Bang!" pintanya kepada Pak Sopir. Kebetulan sekali angkotnya melaju cepat, tidak banyak ngetem walaupun penumpangnya jarang.
Angkot berhenti di depan Kampus, Wila turun dan membayar ongkos lalu segera berjalan cepat memasuki gerbang Kampus.
Kampus masih lengang, tak terlihat para Mahasiswa berkerumun. Hal ini makin membuat Wila mempercepat langkahnya menuju kelas. Ia tidak ingin malu untuk kesekian kalinya karena terlambat masuk.
"Aneh, kok sepi banget." pikirnya. Tiba di depan kelas, ia tidak melihat satu pun temannya. " Sudah pada masuk mungkin?" ,dengan langkah cepat ia menuju kelas.
Ia ketuk pintu kelas, tanpa menunggu dibukakan dari dalam, ia langsung nyelonong masuk. "Maaf , saya terlambat" , Katanya saat ada di dalam kelas.
__ADS_1
Ia melihat seisi kelas, kok asing, dilihatnya lagi dosen pengajar, asing juga. Yang berdiri di depan itu mahasiswa yang waktu itu menolongnya saat kakinya di sandung kaki Sarah.
Mukanya merah seketika saat ia sadar berada di tempat yang salah. "Oohh maaf, saya salah kelas" . Katanya sambil cepat cepat menuju pintu keluar.
Seketika seisi kelas riuh dengan suara. "Huuuuuuhhh, dan tawa para Mahasiswa didalamnya.
Setelah keluar kelas, Wila cepat cepat berlari menuju lorong dan duduk di kursi yang ada di sana. "Aduh, kenapa bisa salah kelas?" Wila menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, ia merasa malu.
" Malu maluin saja Wila!" Batinnya berkata. Ia tak habis fikir, kenapa bisa? Kemana teman temannya?. " Hai, sudah datang? Takut terlambat lagi ya?" Kata seseorang mengejutkannya.
Diangkat wajahnya, dan ternyata ada Lela dan Mita berdiri didepannya. "Kenapa kalian baru datang?" Tanyanya." Bukannya hari ini ada kuliah pagi?" tanyanya lagi.
"Iya , jadwalnya digeser ke jam 09.00, kelasnya mau dipake rapat senat katanya.
" Kok ga ngasih tahu siih?, pantesan tadi aku ke kelas orang orangnya pada asing, bikin malu aja." Kata Wila cemberut."
Kemarin pemberitahuannya mendadak , lewat WA grup." Kata Lela. "WA grup?" Tanya Wila. "Iya."
"Memangnya nomer kamu belum masuk grup?" Tanya Lela. "Belum, nanti saja." Jawab Wila. Ia malu mengakui kalau dirinya tidak punya Hand Phone.
"Sekarang HP bukan lagi untuk gaya gayaan, tapi memang suatu kebutuhan." Pikir Wila. ,Lalu bagaimana? Mau beli? pasti harganya mahal, apa ia pake nomer Bi Yeni dulu untuk sementara? Iya itu solusinya.
Batin Wila terus bicara. "Malah bengong?" Lela mengejutkan Wila. Dari kejauhan nampak Mahasiswa pada keluar dari kelas, mungkin rapatnya sudah selesai.
" Tuh, sudah pada bubar." Kata Mita sambil menunjuk ke arah kelasnya. "Aku tuh seneng banget sama senior kita, yang ketua senat itu, siapa namanya, lupa." Kata Lela.
" Itu kak Hamzah namanya, Non, Ia itu gebetannya Sarah loh, berani...?" Kata Mita. " katanya kak Hamzah itu anak orang kaya, Bapaknya seorang pengusaha sukses." Kata Mita lagi.
"Wah kalau begitu paket komplit dong, sudah pintar, ganteng, kaya lagi." Kata Lela. "Pasti dia milihnya sama yang selevel dengannya, bukan kaya kita kita." Mita menanggapi.
Obrolan mereka terdiam saat Sarah dan Susi lewat di depannya. " Ini dia nih, malu maluin saja, kemarin datang telat, hari ini datang cepat, tapi salah kelas, hahahahaha ."
Kata Sarah saat melihat Wila. ,"Iya, makanya fokus dong, Mahasiswa kok lemot sih." Susi menimpali. "Di sini kota ya, modern dong sedikit, wong cilik, anak udik, pengen kuliah di sini!"
__ADS_1
Tambah Sarah. Lela tampak geregetan, namun Wila memegangi tangannya, seolah melarang Lela untuk membelanya.
Untung saja kelas sudah mau dimulai, jadi ketiganya bisa terlepas dari bantaian Sarah dan Susi. Mereka beranjak pergi dari hadapan Sarah.
"Oke, class!" kita mulai, kata Bu Rida , Ia membuka laptop dan menghidupkan proyektor.
Perkuliahan pun di mulai. "Kalau ada yang belum jelas dan mau konsultasi apa pun, bisa hubungi Ibu". Katanya saat mengakhiri pelajaran.
Lagi - lagi HP, pikir Wila. Ia akan sangat kesulitan jika semua informasi di Kampusnya lewat WA. Kalau pinjam HP Bi Yeni pun tetap akan kesulitan.
"Waduh,sudah melamun lagi, mikirin apa sih Non?". Kembali Lela mengagetkan Wila. "Lapar kali, kita makan saja yuk"! Ajak Mita.
Ooh iya dari pagi kan Wila belum sarapan karena tadi berangkatnya terburu buru. Ia bangkit mengikuti Lela dan Mita ke kantin.
Baru beberapa langkah berjalan di lorong menuju kantin, tiba tiba Wila merasa kepalanya pusing, dan perutnya juga mual dan melilit, pandangannya mulai berkunang kunang, Ia pegangi pundak Lela dan brakk, ia tidak bisa mengendalikan lagi tubuhnya, Ia terjatuh.
Hal itu membuat Lela dan Mita panik. Lela menopang badan Wila dan berusaha membuat Wila sadar dengan menepuk nepuk pipi Wila.
"Aduh, gimana nih!" Kata Lela panik. "Cari pertolongan saja! Cepat! " Kata Lela kepada Mita. Mita melihat sekeliling dan melambaikan tangan."Tolong..tolong..., di sini ada yang pingsan". Teriaknya. Ia melihat tidak ada seorang pun yang melihat.
Tiba - tiba datang seorang Mahasiswa dan langsung menggendong Wila , membawanya ke ruang P3K.
Di sana tak ada Petugas satu pun, ia tidurkan Wila di bed dan berusaha menyadarkan Wila dengan mendekatka n minyak kayu putih ke hidung Wila.
Lela dan Mita saling lihat saat mengetahui Mahasiswa yang menolong tadi adalah Hamzah.Wila terdengar batuk - batuk.
"Alhamdulillah, Wil, sudah sadar?" Lela menghampiri Wila diikuti Mita. "Dimana ini? " Wila meringis dan melihat sekeliling.
"Tadi ,kamu pingsan, ini di ruang P3K", kata Hamzah. Wila melirik ke arah Hamzah. "Kalian jaga temannya ya!" Kata Hamzah sambil berlalu ke luar. Ketiganya diam saja.
"Tadi dia yang membawa kamu ke sini", kata Mita." Dia menggendong kamu." Kata Lela sambil tersenyum. Wila diam saja, ia masih merasa mual dan pusing.
Tak lama kemudian Hamzah datang lagi dengan membawa makanan. " Ini makan dulu, nanti akan ada Petugas ke sini yang akan memeriksa kamu". Katanya.
__ADS_1