
Dengan segera Wila menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri dengan mandi besar. Setelah mimpi semalam.
Setelah shalat , bergegas ia keluar kamar, membuka gorden, tapi belum berani untuk membuka jendela.
Ia menuju dapur, perutnya terasa lapar karena dari kemarin belum terisi nasi. Ia lihat kulkas, kosong, tak ada yang bisa di masak, tempat beras pun tinggal menyisakan beberapa cangkir saja.
Ia belum berani pergi ke warung, jadi ia putuskan untuk memasak yang ada saja, masak nasi dan lauknya garam saja. Setelah selesai dengan urusan dapur, ia beranjak ke ruang tamu.
Hari itu ia gunakan untuk membersihkan rumah saja. Sambil rehat ia buka Hand Phone nya dan terlihat banyak panggilan tak terjawab dan beberapa chat yang menanyakan keadaannya.
Karena semalam ia call berulang ulang nomer itu hanya untuk mendengarkan RBT nya saja. Ia tak balas chat chat itu, Bi Yeni pun belum memberi kabar kapan ia akan pulang.
Baru setengah hari saja di rumah, ia sudah merasa bosan. " Ngapain lagi ya?" pikirnya. Adzan dhuhur berkumandang. " Ke Masjid aja, shalat berjamaah, sambil bersua dengan para tetangga", pikirnya.
Lagian selama di sini , ia belum pernah bersilaturahmi dengan para tetangga. Ia keluar rumah dengan menenteng mukena, tidak lupa mengunci kembali pintu.
Letak Masjid tidak terlalu jauh dari rumah Bi Yeni, cukup 10 menit berjalan kaki, ia sudah nyampai . Masjid itu terletak di belakang Kampusnya.
Ia ambil wudhu dan masuk ke tempat shalat wanita. Beberapa saat menunggu, terdengarkah suara iqomat pertanda shalat berjama'ah akan di mulai.
"Rapihkan shafnya!" terdengar suara imam di depan, setelah itu terdengar suara takbir. "Masya Allah, bacaan imamnya bikin hati bergetar, dari suaranya terdengar kalau imamnya masih muda.
__ADS_1
Setelah shalat selesai, Wila masih duduk, yang lain sudah mulai meninggalkan masjid. "Neng, baru ya, disini?" seorang ibu setengah baya menyapanya. "Iya,Bu, saya keponakannya Bi Yeni, rumah yang ada di ujung gang anggrek sana", kata Wila.
"Saya juga kuliah di Kampus sana ,Bu", lanjutnya lagi. "Alhamdulillah, saya Bu Dati, pengurus Madrasah di sini, kalau lagi senggang, boleh ikut ngajar gaji anak anak di sini!" katanya.
" Ooh, boleh Bu, saya Wila, " kebetulan seminggu ini saya lagi libur kuliah, di rumah juga tidak ada kegiatan." Kata Wila.
" Yang tadi ngimamin juga masih mahasiswa, dia rutin ngajar ngaji di sini juga."Katanya. " Ooh , iya Bu." Wila menerka nerka siapa ya orangnya?.
"Biasanya jam berapa anak anak mengaji?" Tanya Wila. "Habis asar Neng." Sambil menunggu asar, Wila pergi ke pojok baca sekedar mencari referensi buat mengajar anak anak nanti, ia asik mencari cari buku dan membacanya sekilas, ada sepasang mata yang mengawasinya di balik kaca ruang DKM, ya dia Hamzah.
Yang sedari tadi mengetahui kedatangan Wila ke Masjid. Masih ada waktu sekitar satu jam menuju asar, namun anak anak sudah pada datang.
Wila tersenyum melihat tingkah mereka. Rasa rindunya kepada anak anak di kampungnya sedikit terobati. Tak sengaja Wila melirik ke arah ruang DKM, dan degh, seketika jantungnya bergetar saat dilihatnya seorang pemuda sedang memandang ke arahnya.
Tak kalah kaget dari Wila, pemuda itu pun sama terkejutnya, Ia tidak menyangka kalau Wila akan melihat ke arahnya.
Buru buru pemuda itu memalingkan wajahnya dari Wila, dan pura pura melakukan aktifitas sekenanya.
Wila mengernyitkan dahinya, rasa rasanya Ia mengenal pemuda itu, tapi siapa ? tadi pandangannya tidak jelas, terhalang kaca Masjid.
Wila menyimpan buku yang telah dibacanya ke tempat semula, dan beranjak menuju tempat wudhu.
__ADS_1
Setelah itu ia masuk masjid untuk menunggu salat asar, iseng ia buka HP dan dilayar nampak ada beberapa chat masuk, salah satunya dari bi Yeni, ia mengabarkan kemungkinan besok pagi baru bisa pulang ke rumah.
Pertanda hari ini Wila sendirian lagi di rumah. Salat asar sudah selesai dilaksanakan, anak anak yang mau mengaji sudah berpindah ke Madrasah di sebelah Masjid.
Wila masih duduk, ia merasa bingung, bagaimana memulainya, apa ia harus ijin dulu ke DKM nya?. Pikirnya. Saat sedang kebingungan, datang si Ibu yang tadi, "Neng , sini!". Katanya.
"Ada apa Bu, Wila menghampiri. " Hari ini Neng gantikan dulu Bu Arni, Ia tidak bisa datang, anaknya sakit katanya." jelasnya. "Iya, terima kasih Bu, ".
"Itu kelasnya, kelas B1 , ya!" iya, Bu." Wila bersiap menuju kelas yang di tunjuk Bu Dati.
Di luar, saat menuju madrasah ia berpapasan dengan Hamzah, kaget dan terkesima membuat Wila tidak bisa berkata berkata, padahal mereka berdua hampir bertabrakan, Wila buru buru berjalan menuju kelas B1.
" Kok, bisa ada di sini? Pikirnya. Tak dapat dipungkiri, hatinya bergetar saat hampir bertabrakan tadi. Wila menghentikan langkahnya tiba tiba saat disadari tadi mencium aroma parfum yang selalu Ia cari, "Ya Allah, parfum itu."
Ia balikkan badannya, tak ada seorang pun di sana, mau di kejar tapi ia teringat anak anak di kelas B1, pasti sedang menunggu .
Akhirnya ia urungkan niatnya dan segera masuk ke kelas B1. Setelah selesai , anak anak sebagian langsung pulang dan sebagian lagi memilih bermain di halaman Masjid.
Wila beranjak meninggalkan masjid, di gang menuju rumah Bi Yeni nampak seseorang berdiri, semakin dekat semakin jelas kalau Dia itu sengaja menunggunya, seutas senyum Ia lemparkan ke Wila yang semakin mendekat.
Perasaan Wila tak karuan, antara senang dan malu.
__ADS_1