Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
kasus langka


__ADS_3

Ia perhatikan motor yang tadi melintas di hadapannya, ternyata motor itu memasuki gerbang kampus.


Dengan reflek ia menyetop angkot, ia ingin mengetahui siapa si pengendara motor tadi. Niatnya yang mau jalan kaki tidak jadi.


Sesampainya di Kampus Ia percepat langkahnya menuju Parkiran. Di sana Ia melihat deretan kendaraan bermotor. " Tak ada di sini!" Gumamnya. " Kemana motor tadi?".


Tadi jelas jelas masuk Kampus ini. Pikirnya membatin. Di lantai dua gedung ada sepasang mata yang sedang memperhatikan gerak gerik Wila.


Ada seutas senyuman . " Akhirnya dia pakai juga, Subhanallah, indah sekali ciptaanmu". Gumamnya. "Belum saatnya, kalau Dia tahu, akankah memaafkanku?" Gumamnya lagi.


Ia berlalu ke luar ruangan menuju perpustakaan. Saat tiba di perpustakaan ia langsung menuju rak buku yang berjajar, ia tampak memilih milih buku.


Di meja dekat jendela ia melihat dua orang Mahasiswi sedang berbincang sambil menunjuk nunjuk ke arah luar.


"Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu". Pikirnya membatin. Ia berjalan menyusuri deretan rak buku mendekati dua mahasiswi tersebut, ia ingin tahu apa yang sedang mereka rencanakan.


"Sedang apa si cupu, nyari nyari apa dia di sana?" "Nyari motornya kali", " Emang dia punya gitu? kuliah saja jalan kaki, paling untung naik angkot".


"Sini kita kerjain saja Dia! " Gimana maksudnya?" "Kita kempesin aja ban ban motor yang ada di sana, biar nanti si cupu yang akan disalahkan.


"Jangan sama kita dong, jangan kotori tangan kita". "Terus gimana dong?". "sini !, kita suruh saja seseorang untuk melakukannya, berpikir pintar dong". " Terus nyuruh siapa?". "Sini !" Terlihat Mahasiswi yang satu berbisik di kuping temannya.


"Ok, good idea!". Mereka beranjak meninggalkan perpustakaan. "Sarah dan Susi pasti akan buat keributan lagi di Kampus". Pikirnya.


"Zah, gimana sudah dapat belum buku buat referensinya?". Suara itu mengejutkannya. "Mebiasaan loe bikin orang kaget aja, gimana Di? Sudah beres belum tugas loe?".


"Udah dong, tenang aja, semuanya beres". Kata Mahasiswa yang dipanggil "Di " tadi. "Ok, thanks ya, awas jangan banyak omong loe". Katanya


Sambil meninju pundak temannya. " Ok, siap!" Jawabnnya sambil membalas meninju.

__ADS_1


***


" Hai, melamun saja, ntar pingsan lagi". Lela mengagetkan Wila yang terlihat duduk termenung di kursinya. "Pasti lagi memikirkan si pemberi HP kemarin ya?". Mita menimpali.


"Iihh kalian, kebiasaan kalau sudah mengagetkan orang". Kata wila agak cemberut. "lagi mikirin apa sih? Sudah dapat sinyal belum?".


"Apaan sih kalian". Wila cemberut. Saat ini ia sedang tidak ingin bercanda. "Pada ga lapar apa? Kok malah diam di sini? Ntar pingsan lagi ".


Lela bangkit " ke kantin yu! Ajaknya. "Kalau aku memilih pingsan aja, biar di tolongin kak Hamzah lagi". Mita bicara sambil melirik Wila.


Mereka keluar kelas dan berjalan menuju kantin. Kebetulan kantin penuh, jadi mereka memilih makan di lorong pinggir parkiran.


Sambil makan, pandangan Wila tak lepas dari area parkir, ia masih penasaran , dimsna motor yang pernah menolongnya itu.


"lihatin apa sih, ada apa di sana? Serius amat". Tanya Lela. " apa dia ada di situ?" , Lela kembali bertanya." sepertinya iya, tapi belum yakin, dia ada di sini?".


Setengah tidak sadar Wila bicara."Siapa?". Lela penasaran."Cerita saja, siapa tahu kita bisa membantu, ya kan Mit".Lela meyakinkan Wila.


"Tahu plat nomernya ga?, kalau masih ingat flatnya, gampang di cari". Kata Lela. " Itu dia, aku ga ingat, waktu itu kan terburu buru, jangankan mengingat flat nomer, sekedar berterima kasih saja tidak". Kata Wila."


Kalau begitu, mungkin orang itu ada disini, tapi ia sengaja menghindar dari kamu Wil". Lela berargumen.


"Iya, tapi buktinya mana? Tadi aku sudah cek satu satu, tapi ga ada di parkiran ini." " Terus kemana hilangnya?". Kata Mita.


Saat masih menikmati makan, tiba tiba terjadi keributan di area parkiran, hal itu jelas terlihat oleh mereka.


"Ada apa kok ribut ribut begitu? Kata Mita sambil menunjuk ke arah parkiran yang kini dipenuhi orang orang. "siapa mereka?" Tanya Lela.


"Sepertinya mereka teman teman kita, pada ngapain?". Seketika parkiran riuh oleh orang orang. "Kok ini bannya kempes? "Sama yang ini juga kempes ".

__ADS_1


"Kok ban motornya banyak yang kempes". "Wah ini pasti ada sengaja melakukannya, mengempeskan ban motor kita, masa bisa barengan kempesnya.


"Mahasiswa yang ada di tempat parkir pun saling bicara. "Kita laporkan saja kejadian ini ke Senat, biar pelakunya jera!"


"Ayo kita ke ruang senat!". Beberapa dari mereka menuju ruang Senat dan beberapa orang lagi tetap ada di parkiran.


Seperti sudah direncanakan, Sarah dan Susi yang tadi ada diperpustakaan kini sudah ada di depan kantor Senat, seolah sudah menanti kedatangan para Mahasiswa tadi.


Mendengar kegaduhan, orang orang yang ada di dalam kantor Senat keluar. Ada para dosen dan Mahasiswa senior. "Ada apa ini ribut ribut?" Tanya Hamzah ".


"Itu ada orang iseng yang sengaja kempesin ban sepeda motor kita yang ada di parkiran". Jawab salah seorang diantara mereka. "wah, kenapa bisa? Apa tujuannya ? Kempesin ban sepeda motor segala".


Pak Putut mengernyitkan dahi."Sudah, sekarang semua Mahasiswa kumpul di aula, biar kami yang selidiki kasus ini, dan cari bukti". Katanya lagi. "Maaf pak , kita selidiki saja, siapa yang paling terakhir ada di parkiran?, siapa tahu dia pelakunya". Sarah tiba tiba bicara.


" Iya, sekarang intruksikan semua Mahasiswa untuk kumpul di aula,biar kita selidiki dulu kasus ini, kami ingin cek dulu ke lokasi, dan nanti kita pecahkan kasus ini bersama sama." Kata Pak Putut.


Para Mahasiswa membubarkan diri menuju aula, sementara pak Putut, Hamzah dan beberapa dosen beserta mahasiswa senior lainnya menuju parkiran untuk cek secara langsung.


Sesampainya di parkiran, benar saja ada banyak sepeda motor yang bannya kempes, Hamzah coba cek CCTV yang ada di sana.


" Kok CCTV nya mati", gumamnya. Tak ada bukti si pelaku ditemukandi sana. "Pak , CCTV nya mati", kata Hamzah. "Kok bisa?" Pak Putut heran.


" Pasti CCTV nya di matikan dulu oleh si pelaku, biar tidak ketahuan". Kata Andi. Pak Putut manggut manggut. " Ok, kita kembali ke aula, kita interogasi para Mahasiswa". Katanya.


***


Di aula semua Mahasiswa berkumpul, pengurus Senat dan beberapa Dosen sudah ada di sana. Bak sebuah sidang saja. " Ok, semuanya tenang".


Terdengar suara Hamzah di microfon. Keadaan senyap untuk sesaat. " Sengaja semua teman teman di kumpulkan di sini karena ada suatu hal yang akan di bahas bersama, untuk kali pertama ada kejadian ini di Kampus kita, ada yang tahu? Apa kasusnya?".

__ADS_1


"Ada oknum pengempes ban sepeda motor ,kak." Sarah dengan lantang berteriak." Semua mahasiswa terdengar gaduh. " kira kira siapa pekakunya? Apa modusnya?". Lanjut Hamzah.


Semua diam. "Ini rasanya janggal!" Sambung Hamzah lagi


__ADS_2