Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Test


__ADS_3

Hari ini Wila ke Kampus berangkat dari rumah Lela . Mereka langsung menaiki angkot. Sesampai di Kampus, suasana sudah ramai. Terutama di area papan pengumuman.


Di sana banyak Mahasiswa berkumpul , " Wah....wah... apa ini, ada Mahasiswi yang sedang hamil?, siapa?", teriak Joko saat keluar dari kerumunan.


Susi terlihat ada di sana, dia menatap sinis terhadap Wila, "Hai Sarah, kirain nggak kuliah dulu, masih pengantin baru, semangat banget", goda Susi.


Sarah baru saja datang, namun Hamzah masih di Parkiran menaruh sepeda motornya.


"Iya , kejar tayang nih, sebelum ada baby, pingin cepat kelar kuliahnya, itu kok rame banget, ada apa?", tanyai Sarah.


"Biasalah ada gosip heboh di Kampus kita, katanya ada Mahasiswi yang hamil di luar nikah",


"What....? Yang benar , dari mana sumbernya?, jangan ngarang ah",


"Yey, itu lihat saja sendiri, kok kamu jadi takut gitu sih, jangan-jangan kamu lagi orangnya", tuduh Susi.


"Ngaco kamu, ya nggak apa lah, toh aku sudah menikah, ada suaminya", sahut Sarah bangga.


"Yang salah itu kalau hamil tidak ada bapaknya", Susi tertawa .


Wila hanya diam saja, kenapa rasanya yang diobrolkan oleh Sarah dan Susi itu adalah dirinya.


"kok, bisa ada wacana seperti ini segala", Lela tampak mentautkan alisnya.


"Mungkin ketakutan pihak Kampus saja, bercermin dari kasus Sarah dan Hamzah kemarin",Wila mencoba menenangkan hatinya, ia punya firasat buruk tentang hal ini.


Sarah berlalu dan sempat berbisik ke Wila,"Jangan ganggu suami orang",


Lela yang mengetahui itu, mendelik ke arah Sarah. Ia tidak suka dia masih bersikap semena- mena kepada Wila.


Kerumunan pun bubar , mereka masuk ke kelas masing-masing. Seluruh Mahasiswa diharuskan untuk mengikuti tes kesehatan dan untuk para Mahasiswi, ditambahkan juga tes urine.


Mendengar hal itu hati Wila menjadi ketar ketir, ia sudah pasrah kalau pun harus sampai di drop out dari Kampus.


Di dalam kelas Bu Rida memberi penjelasan mengenai serangkaian tes tersebut. Dan khusus untuk Mahasiswi diharuskan melakukan tes urine.


"Tes urine ini sifatnya pribadi, hanya kalian yang tahu hasilnya, di sini untuk mengetes kejujuran juga",


"Jadi ....kalian sendiri yang tahu keadaan diri kalian, dan kalian sudah dewasa, pasti tahu setiap konsekuensi dari setiap perilaku kalian",

__ADS_1


Bu Rida menjelaskan panjang lebar.


"Kalian semua mengerti?, apa ada yang mau ditanyakan?"


Wila mengangkat tangan kanannya, "Saya Bu",


"Ya ,silahkan!",


"Bu, bagaimana kalau hasil tesnya positif",


"Huuuuu......., Serentak kelas riuh,


"Ya, itu artinya anda hamil, harus segera cari bapaknya", celetuk Joko diikuti riuh tawa.


"Semuanya diam dulu!", perintah Bu Rida.


Serentak kelas kembali diam.


"Bagus Wila, ini mewakili semua, jadi kalau hasilnya positif, hanya kalian yang tahu, tapi kalian harus jujur, kalau sudah punya pasangan , ya nggak apa-apa, kalian tinggal bawa surat keterangan dan surat nikah kalian, sebagai bukti tertulis untuk pihak Kampus",


"Terus bagaimana kalau belum nikah Bu?", celetuk joko lagi.


"Kalau seperti itu, siap-siap saja kalian kena sanksi dari Kampus, drop out", Bu Rida melihat ke semua Mahasiswanya.


"Iya Bu",


"Sekarang ini ada beberapa alat untuk cek kesehatan, bisa kalian gunakan sendiri atau minta bantuan orang yang ada di rumah", Bu Rida memperlihatkan beberapa alat kesehatan yang ada di atas meja dihadapannya".


"Yang ini alat cek darah, ini berguna untuk mengetahui kandungan zat dalam darah, kalau pada penderita diabetes, ini berguna untuk melihat jumlah gula darah".


"Yang kedua ini, tensi meter, alat untuk mengukur tekanan darah, cara menggunakannya dengan memasukkan bagian ini ke lengan tangan pasien, lalu tinggal di atur alat yang satunya lagi, tekanan darah normal bagi dewasa itu, 100-300 mmHg untuk tekanan sitolik, dan 60-90 mmHg untuk tekanan diastolik, Bu Rida mengangkat alat tersebut".


"Yang ketiga ini ada stetoskop, ini alat yang digunakan untuk mendengar suara dalam volume rendah, seperti detak jantung, usus dan Vena,


"caranya , kedua ujung ini dimasukkan ke dalam telinga dan yang ini di letakkan pada bagian tubuh pasien , dada dan perut biasanya".


"Yang keempat ini ada apa ya, siapa yang tahu alat apa ini?", Bu Rida mengangkat salah satu alat yang dimaksud.


"Itu fetal doppler Bu, alat untuk mengecek detak jantung janin dalam kandungan", sahut Wila.

__ADS_1


"Iya benar, ini fetal doppler ya" , Bu Rida mengulangi ucapan Wila.


"Yang ini timbangan badan, untuk mengetahui berat badan, kalian pasti tahu cara menggunakannya, tinggal berdiri saja diatasnya , tapi ada juga alat timbang khusus bay".


"Yang ini, alat tinggi badan, mudah sekali untuk menggunakannya, atau kadang bisa juga dibuat manual di tembok, kita tinggal berdiri saja di sana".


"Nih, kalau ini namanya apa?", Bu Rida mengangkat sebuah alat yang dihubungkan dengan kabel, dan ujungnya ada sebuah alat cembung .


"Nebulizer kalau tidak salah ya", tebak Wila.


"Ya, benar. Ini nebulizer, alat untuk memasukkan obat lewat hidung dalam bentuk uap" .


"Dan yang utama ini ", Bu Rida memperlihatkan sebuah alat tes, ini alat tes kehamilan. Cukup di celupkan ke dalam urine yang sudah di tampung, diamkan beberapa saat, nanti akan muncul garis di bagian sini, kalau muncul garis merah dua, itu artinya positif, tapi kalau cuma satu, atau garisnya samar, itu tandanya negatif". Jelas Bu Rida.


"Oh iya, ini ada satu alat lagi, pasti sudah pada tahu namanya", Bu Rida mengangkat sebuah alat kecil ,


"Termometer Bu", serentak menjawab.


"Ya, ini termometer, alat untuk mengukur suhu tubuh, cukup tempelkan du mulut atau di jepitkan di ketiak pasien".


"Ini saja dulu, Ibu kira sudah cukup, kalau ada materi tambahan , nanti ibu share di grup ya",


"Apa ada yang mau ditanyakan?",


Wila mengangkat tangannya, "Bu bagaimana kalau belum mempunyai semua alat itu?",


Bu Rida tersenyum, " Bagi yang belum mempunyai semua alat itu, bisa meminjam milik Kampus yang ada di ruang P3K, tapi tidak bisa dibawa pulang ya, kalian tes dan cek saja di ruang P3K", jelas Bu Rida.


"Iya, terima kasih Bu", ucap Wila.


Bu Rida meninggalkan kelas,


"Padahal bisa pinjam punya aku dulu Wil, nanti kan bisa giliran pakainya", ucap Lela.


"Nggak , terima kasih , malu bolak -balik ke rumah kamu terus", senyum Wila.


"Kemarin sudah seharian aku di sana, masa hari ini harus ke sana lagi, biar di sini saja, nanti sebelum pulang aku sempatkan ke ruang P3K dulu",


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku pulang duluan ya, harus ke minimarket dulu, ada titipan belanja keperluan adik bayi",

__ADS_1


"Ya, nggak apa-apa, nanti aku mah gampang kok, bisa pulang lewat gang belakang",


Mita tampak senyum-senyum memperhatikan layar hand phone nya, pasti ia sedang membalas chat dari Juna yang akan menjemputnya.


__ADS_2