Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Barter yang Gagal


__ADS_3

Secara diam-diam Lela dan Mita mengikuti Wila. Mereka merasa curiga dengan sikap Wila yang seolah menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Wila masih berdiri dihadapan Sarah dan Susi.


Ia berusaha bersikap tenang. "Sarah, aku mau minta maaf karena telah membuatmu terluka", Wila memberanikan diri berbicara.


Dengan sikap angkuhnya, Sarah berdiri dengan dibantu tongkat, ia tersenyum sinis, penuh kemenangan.


"Sudah kuduga, pasti kamu ke sini karena ada maunya, pasti ini supaya beasiswamu tidak dicabut kan....", Sarah mendekatkan wajahnya ke Wila.


"Sepenting itukah beasiswa itu untukmu?, sampai kau rela mengemis kata maaf dari aku", Sarah menunjukkan keangkuhannya.


Sementara Wila hanya menunduk, ia harus menyampingkan semuanya, demi beasiswanya.


"Kemarin aku nggak sengaja membuat kamu jatuh hingga terluka", Wila melanjutkan bicaranya.


"Enak saja bilang nggak sengaja, jelas-jelas kamu yang mendorong aku hingga jatuh, masih ngeles",


Sarah kembali mendekati Wila, "Semua itu kamu lakukan karena cemburu kan..., Hamzah sudah jadian sama aku", Sarah mengarang cerita bohong.


Deg, jantung Wila seperti berhenti berdetak, 'benarkah sudah jadian' , pikirnya.


Sarah makin terpancing mellihat resksi Wila barusan. Ia terus memanas manasi Wila, bilang kalau Hamzah sudah menjadi pacarnya.


"Kamu harus mulai menjauhi Hamzah, dia itu nggak pantas buat kamu", tegas Sarah.


"Atau gini aja deh , kita barter aja, kamu dapatkan maaf dari aku, dan sebagai gantinya kamu harus menjauh dari Hamzah", Sarah melirih Wila.


Deg..., lagi-lagi jantung Wila berdebar, apa harus ia mengorbankan semuanya demi kuliahnya, demi beasiswanya, termasuk merelakan Hamzah, setelah apa yang mereka lakukan kemarin?


Wila terdiam, sungguh ia tidak bisa memilih.


"Masalah kemarin tidak ada hubungannya dengan Kak Hamzah, jadi jangan libatkan dia", ucap Wila.


Sarah geram mendengar ucapan Wila, ia tidak menyangka Wila berani menolak tawarannya.


"Dasar nggak tahu malu, jadi kamu lebih rela kalau beasiswamu di stop!", tegas Sarah.

__ADS_1


Susi yang sedari tadi menyaksikan percakapan mereka, kini berdiri dan menghampiri Sarah, ia berbisik di telinga Sarah.


Seketika Sarah tersenyum sinis ke arah Wila, dan berjalan ke arah Wila dengan tongkatnya.


"Begini saja udik, kamu akan aku maafkan dan Hamzah juga akan aku biarkan bersamamu, tapi kamu harus melepas kerudungmu ini", Sarah menyingkapkan kerudung Wila dengan tongkatnya.


"Astaghfirullah, ini sudah keterlaluan", jawab Wila, sekarang ia tampak berani menatap Sarah. Ia merasa harga dirinya direndahkan oleh Sarah.


Melihat reaksi Wila begitu, Sarah makin terpancing, ia makin berani menarik kerudung Wila dengan tangannya, dan kali ini dibantu Susi.


Terjadilah tarik menarik diantara mereka, kerudung Wila dilepas paksa oleh mereka, hingga sobek dan Wila pun terjerembab ke lantai.


Disaat mereka akan mengejar Wila, datanglah Hamzah secara tiba-tiba. Ia langsung memburu Wila dan menutupkan jas almamaternya di kepala Wila, untuk menutup rambut indahnya yang tergerai.


Seketika Sarah dan Susi terdiam, Sarah terkesiap melihat Hamzah yang datang tiba-tiba.


Hamzah memeluk Wila dan berusaha membantunya untuk berdiri, ia juga berusaha membersihkan gamis Wila yang kotor terkena debu lantai.


Sarah semakin kesal saja melihat perlakuan Hamzah kepada Wila.


"Apa-apaan ini, kalian sudah tidak waras apa?!", Hamzah terlihat begitu marah. Ia tidak suka Wila diperlakukan seperti itu.


"Ini bisa aku laporkan ke Dekan , ini sudah kriminal!", tegas Hamzah.


"Apa salah dia sama kalian?", tanyai Hamzah , ia memandangi Sarah dan Susi silih berganti.


Wila berusaha meredam marah Hamzah dengan memegangi lengan Hamzah,"Sudah-sudah , aku tidak apa-apa kok, jangan bikin suasana tambah sulit bagi aku!", ucapnya lirih.


Hamzah berbalik kepada Wila ,"Kamu ada urusan apa sampai harus datang ke sini?", tanyai Hamzah, ia membetulkan posisi jas almamaternya yang kini beralih fungsi menjadi kerudung bagi Wila.


Wila melihat ke arah Sarah dan Susi, " Aku cuma mau minta maaf ke Sarah atas kejadian kemarin yang membuat Sarah terjatuh dan terluka", jelaskan Wila.


Hamzah menggelengkan kepala, ia tidak menyangka niat baik Wila malah dibalas oleh perbuatan buruk dari Sarah dan Susi.


"Ck..ck..ck..., kalian ini kaya anak kecil saja, orang datang baik-baik untuk meminta maaf, malah diperlakukan seperti ini", Hamzah menatap Sarah dan Susi dengan mata elangnya.


Lela dan Mita yang mengintip di balik tembok, bisa mendengar semua percakapan mereka, " Untung saja Hamzah datang tepat waktu" gumamnya.

__ADS_1


Lela dan Mita pun segera pergi meninggalkan tempat itu, membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya.


Mereka tak mau terlalu ikut campur.


Sementara Hamzah kembali memperingatkan Sarah dan Susi, untuk tidak mengulangi perbuatannya kepada Wila.


Saat Wila di papah Hamzah ke luar , tiba-tiba Sarah merasa pusing yang begitu hebat dan dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya, ia pun roboh.


Susi seketika menjadi panik dan berteriak mencari pertolongan, namun Hamzah tidak mengindahkannya, ia pikir Sarah hanya pura-pura saja.


Susi jadi kelimpungan sendiri, ia ke luar mencari bantuan, dan segera memanggil Mahasiswa yang ada di sana.


Datanglah Joko dan dua temannya menghampiri Susi dan segera membawa Sarah ke ruang P3K.


Sungguh aneh , saat menangani Sarah, malah Joko yang kelihatan kepayahan, ia terlihat mual-mual mau muntah, dan merasa pusing .


Petugas P3K jadi kerepotan, mereka harus menangani dua orang sekaligus.


Salah satu Petugas merasa ada yang janggal saat memeriksa Sarah, namun ia tidak berbicara apa pun.


Setelah Sarah dan Joko sadar, Petugas memberikan beberapa obat kepada mereka berdua.


Sarah langsung pulang setelah sopir yang menjemputnya datang, kali ini ditemani Susi.


Sedangkan Joko, ia menjadi bulan-bulanan temannya, karena secara tiba-tiba sakit seperti orang ngidam saja.


Dan itu terus berlanjut sampai kelas berikutnya di mulai, Joko terus-terusan merasa mual, dan sering ia langsung berlari ke kamar kecil untuk memmuntahkan sesuatu yang rasanya mendesak ingin ke luar dari perutnya.


Semua teman-temannya merasa aneh, dan tingkah Joko itu menjadi bahan tertawaan bagi mereka.


Lela sudah sering melihat kejadian yang dialami Joko pada bapaknya. Bapaknya akan mengalami gejala mual muntah saat ibunya sedang ngidam.


'Tapi apa mungkin Joko mengalami gejala yang sama? Secara Joko kan masih single, belum menikah', pikir Lela.


Gejala itu biasa di sebut, couvade syndrom, di saat istrinya ngidam, suaminya lah yang mengalami ngidam, mual ,pusing dan muntah.


Lela jadi termenung, apa ada hubungannya Sarah yang pingsan , dengan sakitnya Joko yang tiba-tiba.

__ADS_1


Karena tadi Lela sempat bertemu dengan salah satu Petugas P3K dan ia menanyakan status Sarah, apa sudah menikah?,


Berbagai spekulasi bermunculan di pikirannya.


__ADS_2