Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Mimpi


__ADS_3

"Sebentar lagi maghrib, aku pamit pulang dulu, beneran kamu berani sendiri?, atau mau aku temenin ?", katanya .


Wila melotot. "Aku pulang ya, hati hati! kalau ada apa apa telpon aku aja!" , katanya sambil beranjak pergi. Di halaman rumah berhenti dan berbalik ke arah Wila.


"Sana, kamu masuk dulu!"


"Kenapa?". "Aku pastikan kamu sudah masuk setelah itu baru aku akan pergi", katanya lagi.


Wila menurut, ia masuk ke dalam rumah, langsung ia kunci semua pintu, di tutupnya semua jendela, dilihatnya Andi masih berdiri di luar, ia melambaikan tangan dan beranjak pergi, setelah semua aman, Wila pun segera memasuki kamar dan merebahkan badannya di atas kasur.


Ia pejamkan kedua matanya, berseliweran semua peristiwa hari ini. Kenapa harus ada lagi masalah yang menimpanya.


Ia teringat perkataan Andi tadi bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan. "Semoga saja ya Allah, semua cepat pulih lagi. Matanya sudah begitu ngantuk, namun ia bangun untuk shalat dulu.


Memohon diberikan kesabaran dan meminta diberikan kemudahan dalam segala hal, dan segera dipertemukan dengan kebahagian.


Matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi, ia pun tertidur di atas sajadah dengan masih memakai mukena.


Tangannya di genggam erat, laki laki itu menuntunnya memasuki sebuah taman yang dipenuhi bunga berwarna warni dan mengeluarkan harum yang semerbak. Ia hirup dalam dalam, terasa segar .


Cuaca hari itu cerah, sang mentari mengeluarkan sinar terangnya dan memandikan bumi dengan kehangatan. Laki laki itu masih menuntunnya memasuki sebuah gazebo, dan mereka duduk berdua di dalamnya.

__ADS_1


Mereka duduk dekat sekali,saking dekatnya aroma parfum laki laki itu tercium , harum . Laki laki itu melingkarkan tangannya di pundak Wila, nyaman sekali.


Tak ada kata kata, mereka diam , sepertinya hanya ingin menikmati rasa yang mulai bergelora. Tangan laki laki itu mulai berpindah ke pinggannya, dan memeluk tubuhnya, ia dekatkan wajahnya ke wajah wila dan


"Astagfirullahaladzim, Wila terparanjat kaget sekali, dicarinya sosok lelaki tadi, tidak ada disampingnya.


Menyadari dirinya masih berada di atas sajadah, ia melihat sekeliling dan "ternyata cuma mimpi", gumamnya.


Ia masih bisa merasakan rasa yang tadi menggelora, tak dapat dipungkiri di usianya saat ini ia mulai merindukan sosok yang bisa membuatnya nyaman, sosok yang bisa melindunginya , sosok tempat mencurahkan kasih sayang, sosok tempat ia bermanja dan berkeluh kesah.


Ia coba ingat ingat lagi siapa laki laki yang ada didalam mimpinya tadi. "Masya Allah, kak Hamzah, kenapa harus memimpikan dia?"


Apa mungkin aku ini menyukai dia?, kenapa harus dia?, Andi gitu, yang jelas jelas sudah banyak berbuat baik kepadanya.


"Aaahh, kenapa jadi memikirkan dia?". Jelas - jelas Andi, laki - laki yang sudah banyak membantunya, disaat ia sendirian di kota, Andi selalu ada saat dirinya dalam kesulitan.


Ia tanya hati kecilnya, tak ada rasa istimewa terhadap Andi, ia sudah menganggapnya seperti kakak sendiri. Malam semakin larut, namun ia masih belum bisa terlelap, pikirannya berkeliaran ke sana ke mari.


Iseng ia mainkan Hand Phone nya, hanya sekedar membaca chat chat yang lalu, dan mengintip SW teman temannya.


Tiba - tiba terbersit untuk menelepon balik nomer yang sering menghubunginya, ia tekan tombol call dan meload spiker kan HP nya.

__ADS_1


Ada RBT nya


"Selama ini ku mencari cari teman yang sejati


Untuk menemani perjuangan suci


Bersyukur kini padamu Illahi


Teman yang di cari selama ini


Telah kutemui."


Begitulah lirik lagunya. Tak ada jawaban di sana sampai RBT nya berakhir. " suka lirik laguya."


Batinnya bicara. Ia ingin mendengar kembali lirik tadi. Akhirnya ia call berkali kali hanya untuk mendengarkan lirik lagu RBT nya.


Tak terasa ia pun terlelap. Sampai tak didengarnya HP nya berdering sampai beberapa kali. ada chat dan call yang masuk pun tidak ia sadari, mungkin Wila sudah pergi ke alam mimpi melanjutkan kebersamaannya dengan lelaki di mimpinya tadi.


Alarm berbunyi beberapa kali, namun Wila masih belum terjaga. Hingga saat adzan subuh berkumandang, baru ia terjaga dari tidurnya.


"Astaghfirullah." Wila melihat sekeliling, seolah mencari sesuatu, ia lihat dirinya berkali kali, tak ada yang salah.

__ADS_1


Ternyata semalam ia hanya bermimpi, mimpi yang aneh. Dalam mimpinya ia sedang bersama dengan seorang lelaki di kamar tidurnya, kenapa ia diam saja saat lelaki itu menguasai dirinya, ia larut dalam buaian rasa yang bergelora.


"Aahh kenapa begini, apa karena aku terus memikirkan dia, jadi sampai terbawa mimpi?!"


__ADS_2