
Lela dan Mita masih menemani Wila di ruang P3K, saat Novi , petugas P3K datang dan memeriksa keadaan Wila.
"Tekanan darahnya rendah, jangan sampai telat makan ya!" Katanya saat sedang memeriksa Wila. Wila hanya mengangguk.
" Ini obatnya, diminum setelah makan ya! Novi memberikan beberapa bungkus plastik kecil berisi obat."Terima kasih." Wila menerimanya.
"Kalau masih pusing, istirahatkan saja dulu, nanti kalau sudah merasa lebih baik, boleh pulang." Kata Novi sambil keluar meninggalkan mereka bertiga.
"Di makan dulu! biar bisa di minum obatnya." Lela memberikan bungkusan makanan yang di bawa Hamzah tadi. Dengan ragu ragu Wila menerimanya.
"Sudah, makan saja biar cepat pulang!" Mita tersenyum. " Tuh kan, Dia itu baik." Lela nyeletuk.
"Siapa?". Mita pura pura tidak tahu. " Kak Hamzah lah, cuma Dia yang mau nolongin Wila tadi, dan membelikan makan lagi."
Lela tersenyum melihat Wila yang mulai menyantap makanannya. " Mungkin itu bentuk tanggung jawab dia sebagai ketua senat." Kata Wila .
Setelah makan dan minum obat , ia merasa lebih baik, jelas saja ia sampai pusing dan pingsan, secara dari pagi belum ada makanan yang mengisi perutnya. Karena berangkat terburu - buru.
"Sudah agak baikkan?" tanya Lela. Wila hanya mengangguk pelan. "sudah kuat berjalan?" tanya Mita. "Insya Allah."Jawabnya. Lela dan Mita memapah Wila keluar dari ruangan P3K.
Hari ini masih ada satu kelas lagi. Teman temannya banyak yang bertanya keadaan Wila. Di kelas Wila lebih banyak diam, pikirannya tidak karuan.
Sudah beberapa kali ia menjadi pusat perhatian di kampus, mulai terlambat datang, salah masuk kelas, dan harus pingsan segala lagi.
Kayaknya saat ini ia jadi trending topik di Kampusnya. "Masih sakit?" Tanya Lela melihat sedari tadi Wila diam saja, ia sepertinya kurang fokus. Wila membalasnya dengan menggelengkan kepala.
Sengaja Wila keluar kelas paling terakhir, ia merasa enggan bertemu dengan Mahasiswa lain. "Mit, kita antar dulu Wila pulang ! takut ada apa apa di jalan." Ajak Lela kepada Mita.
__ADS_1
"Ayo, sekalian ngerujak dulu di rumah Wila!" "Ih, kamu , sudah tau Wila lagi sakit, malah di ajak makan rujak", kata Lela.
"Ngga apa apa , ga usah di antar, aku sudah baikkan, lagi pula rumahnya deket ini, ga usah ngerepotin." Jawab Wila.
" Ya, udah kalau begitu kedepannya bareng, ntar kalau pingsan lagi kita sudah siaga". Kata Lela sambil tertawa.
Mereka berjalan di lorong menuju gerbang kampus. Lagi lagi diujung sana ada Sarah dan Susi, entah sengaja atau tidak, mereka berdua lagi asik ngobrol .
Saat Wila mau lewat, Sarah mencegatnya. " Hai, lagi lagi kamu ya, cari perhatian, pake pura pura pingsan segala, sengaja ya biar bisa dekat sama Hamzah?". Katanya sambil berdiri tepat di hadapan Wila.
"Siapa yang pura pura sakit, emang beneran sakit lagi, tadi juga kata petugas kesehatan, Wila itu tekanan darahnya rendah." Kata Lela membela Wila.
"Ee-ehh kok jadi kamu yang ngeyel sii, yang punya salahnya juga diam saja." Bentak Sarah kepada Lela.
"Ya ga usah main tuduh aja, masa sakit pura - pura....Wila Kata Lela lagi. "Terserah! yang terpenting dengarkan ya, jangan coba coba cari perhatian Hamzah, Dia itu ga level sama kalian, apalagi sama gadis Kampung kaya kamu." Sarah menunjuk ke wajah Wila.
"Kak Hamzah itu cuma menolong saja, masa ada orang pingsan di biarin tergeletak d jalan, apalagi di Kampus yang ia sendiri Senat nya", lagi lagi Lela membela Wila. Sementara Wila hanya diam saja. "Kamu ya ngotot."
Sejenak Sarah diam. Perkataan Mita tadi tepat mengenai jantungnya. " kenapa? Kalau memang tidak ada hubungan apa apa sama Kak Hamzah , ga usah banyak tingkah, kita bersaing secara fair." Mita tambah berani saja bicara.
" Ok, kita bersaing secara fair!" Katanya sambil meninju bahu Mita, setelah itu mereka berlalu menuju kelasnya.
"Iih, kalian kenapa diladenin, biarin aja nanti juga dia cape sendiri." Kata Wila. " Habis nyebelin sih, emang iya cantik sii, tapi songong dan sombong."
Kata Mita kesal. " Kita ini mau nyari ilmu, bukan nyari musuh. Kata Wila. " Da yang mulai kok, masa di tindas , diam saja!" Sahut Lela.
Tidak terasa mereka sudah sampai di luar gerbang kampus. "Rumahmu dari sini kemana?". Tanya Mita. "dari sini naik angkot sebentar ke sana, Kata Wila sambil menunjuk ke arah kanan .
__ADS_1
"Ya udah, ayo !" Lela segera menyetop angkot yang lewat dihadapannya. Angkot menepi ke gang anggrek, Wila, Lela, dan Mita turun, lalu berjalan memasuki gang anggrek.
"Sini masuk!" kata Wila saat sudah berada di depan rumah Bi Yeni. "Assalamu'alaikum." Wila membuka pintu dan mempersilahkan kedua temannya masuk.
"Wa'alaikumsalam, sudah pulang? eehh ada tamu, teman kuliahnya Wila ya? Tanya Yeni. "Iya, ini sekalian ngantar Wila, tadi sempat pingsan di Kampus". Kata Lela.
"Aduh, pasti karena tadi pagi ga sempat sarapan, terburu buru sii perginya," kata Yeni terlihat khawatir".
"Ooohh pantesan." Kata Mita. "Iya, berangkat cepat cepat, ga sempat sarapan, eehh pas nyampai kampus salah masuk kelas lagi," Keluh Wila sambil cemberut dan memijit mijit keningnya.
"Kok, bisa begitu?" tanya Yeni. "Iya, Bi, katanya jadwal kuliahnya di geser ke siang, informasinya lewat WA grup, kan Wila ga ada HP, jadi ga tahu." Jawabnya sedih.
"Ya sudah , untuk sementara pake HP Bibi dulu!" Kata Yeni. Mita dan Lela saling pandang, mereka tidak menyadari kalau selama bersama Wila, tidak pernah melihatnya menenteng HP, mereka kira HP nya ada di tas."
Saat ini pegang HP itu bukan hanya untuk gaya gayaan saja, tapi sudah merupakan suatu kebutuhan, karena semua informasi akan lebih cepat nyampai lewat HP". Kata Lela.
"Tunggu sebentar! malah ngobrol, saya ambilkan dulu minum, pasti pada haus kan? Yeni beranjak menuju dapur dan kembali dengan membawa nampan berisi tiga gelas syrup berwarna oranye dan sepiring cemilan.
" Nih, biar tambah hangat ngobrolnya!" Katanya sambil menaruh nampan d atas meja. "Di minum ya, saya tinggal ke belakang dulu." Katanya.
Saat sedang ngobrol bertiga, tiba tiba pintu depan ada yang mengetuk. "Siapa itu?, kayaknya ada tamu di depan." Kata Lela. "Biar aku yang bukakan ya?".
Mita menawarkan diri, Dia melangkah ke depan dan membuka pintu. "Dengan Ibu Wila? Ini ada paket," seorang kurir memberikan sebuah bungkusan persegi panjang kepada Mita.
"Iya, terima kasih." Mita menerima bungkusan tersebut dan membawanya ke Wila. " Ini ada paket buat Ibu Wila." Katanya sambil tersenyum.
Wila mengernyitkan dahinya. "Paket? Dari siapa? Perasaan ga pesan apa apa," Kata Wila. Mita melihat lihat bungkusan di tangannya.
__ADS_1
"Ga ada pengirimnya, ini dari tokonya langsung." Kata Mita. "Kita buka saja ya, biar tidak penasaran, boleh ya?" Mita melirik Wila.
"Iya, buka saja!"