Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Bucket Bunga


__ADS_3

Wila tersenyum mendengar bisikan Sarah, ia balas memeluk Sarah ," Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia", ucapnya. Sengaja Wila berbicara agak keras, biar Hamzah mendengarnya.


Wila terlihat senang, tidak ada raut sedih sedikitpun di wajahnya. Malah wajah Wila terlihat bercahaya.


Wila dan Lela larut bersama teman-temannya, ia terlihat tertawa dan bercanda dengan mereka, sambil sesekali menikmati hidangan ysng tersedia.


Hal itu membuat Hamzah semakin merasa bersalah, ia tahu Wila sedang berpura-pura , menutupi duka dengan canda tawa.


Hampir semua teman-temannya hadir di acara tersebut, acara pernikahan Hamzah dan Sarah tak ubahnya seperti acara Kampus saja .


Karena memang sebagian besar yang hadir adalah teman kuliahnya kedua mempelai.


Termasuk Joko, ia juga hadir . Dengan senyuman penuh kemenangan ia hadir di sana. Ia merasa menang karena perbuatannya pada Sarah tidak diketahui oleh siapa pun, termasuk Sarah.


Di sana ia bertingkah layaknya sugar dady , ia banyak menggoda para wanita. Rayu sana, rayu sini.


Padahal tanpa ia sadari, Juna dari tadi memperhatikannya. Ia tidak mungkin salah lihat, laki-laki yang bersama Sarah di Karaoke waktu itu adalah Joko.


Juna sengaja mengajak Mita mendekat stand ice cream, dimana Joko berada di sana. Juna ingin memastikan dari jarak dekat, "Oww maaf", katanya saat ice cream yang dibawa Juna menyentuh bagian sikut Joko dan mengotori kemejanya.


"****", Joko menengok ke arah Juna dan melihat kemejanya yang terkena ice cream.


"Lihat-lihat dong kalau jalan", gerutu Joko. Ia melihat Juna yang menggandeng Mita.


"Ma -maaf, sepertinya kita pernah ketemu , di mana ya?", Juna mencoba mengetes ingatan Joko.


"Ah , loe salah lihat ",sanggah Joko.


"Oh ... Iya, kalau nggak salah, loe itu yang mabuk di Karaoke waktu itu kan?" , bisik Juna sambil berjalan melewati Joko.


"Good job boy, loe yang pertama kan?", lanjut Juna sambil berlalu dari hadapan Joko yang freeze dengan ucapan Juna.


'Sial, siapa dia, kok bisa tahu ', Joko membatin sambil menatap lekat punggung Juna yang menggandeng Mita.


Seketika suasana menjadi ramai, tamu-tamu undangan berdiri memenuhi area depan pelaminan.


Wila hanya memperhatikan saja di belakang mereka sambil duduk . "Ayo, ikutan, mudah-mudahan dapat", Mita dan Lela bangkit , setengah berlari mereka menuju kerumunan di tengah.


Sementara Wila hanya duduk saja, ia lelah dari tadi pura-pura bahagia terus. "Kenapa tidak ikut gabung ke sana?", sebuah suara mengagetkan Wila.


"Oh, enggak", dilihatnya sumber suara, ternyata Andi sedang berdiri disampingnya.


Wila melemparkan senyumnya kepada Andi.


Ternyata sumber keramaian itu adalah acara lempar bucket bunga pengantin. Semua orang meyakini kalau orang yang mendapat bucket bunga itu, akan segera menyusul menjadi pengantin.


MC sudah memberi aba-aba dengan hitungan angka , pertanda bucket itu akan segera dilempar. Suara riuh terdengar.

__ADS_1


"Satu..., dua..., ti......ga" , suara MC bergema, dan teriakanpun terdengar serempak.


Bucket bungapun dilempar Sarah sambil membelakangi tetamu.


Tanpa di duga bucket itu meluncur ke belakang, melewati kerumunan orang, dan jatuh tepat di pangkuan Wila.


Wila yang sedang ngobrol dengan Andi merasa kaget. Sontak pandangan semua orang tertuju padanya.


Dan MC memanggilnya untuk maju ke depan sambil membawa bucketnya.


Kerumunan tamu yang ada di depan pelaminan seketika terbelah, memberi jalan kepada Wila.


Wila jadi serba salah, "Bagaimana ini", katanya melirik Andi yang sedang tersenyum kepadanya.


"Sudah, maju saja sana!", perintah Andi.


Wila berdiri dan berjalan menuju panggung, menghampiri MC yang dari tadi memanggilnya.


Sarah menatapnya kecut, ia tidak suka Wila yang mendapatkan bucket itu.


Hati Hamzah berdebar melihatnya, kejadian di gubuk kembali berkelebatan. Ia merasa jadi laki-laki pengecut yang tidak gentle mengakui kesalahannya.


Mc menggoda Wila,


"Nona cantik , siapa namanya?, beruntung sekali mendapat bucket bunga pengantin".


"Saya Wila",


"Apa nona sudah punya pacar?"


"Sudah", jawab Wila


"Ow, sayang sekali, sudah punya pacar, kalau belum, mau saya lamar", goda MC.


"Apa sekarang pacarnya ada di sini?",


Wila terdiam, "Sudah tidak ada" lanjutnya.


"Sudah putus? Atau sudah , maaf , meninggal?"


"Bukan, tapi sudah punya pilihan lain"


"Ow...ow..., ternyata Nona ini lagi patah hati?,


Wila tersenyum," Tidak , mungkin bukan jodoh saja", jawabnya tenang.


"Yes, setuju! Buat kalian yang ditinghal pergi sama pacarnya nggak usah sedih ya, nanti juga diganti sama yang lebih baik, bukan begitu Nona?"

__ADS_1


Wila mengangguk, "Wila, nama saya Wila. Bukan Nona" , celetuk Wila.


Sontak semua tertawa lucu mendengar percakapan Wila dan MC di depan.


"Terima kasih Nona Wila , semoga harimu selalu beruntung", ucap MC saat Wila meninggalkan panggung.


Ucapan Wila tadi menampar telak Hamzah dan Sarah.


Sarah dibuat tambah kesal .


Tibalah pada acara utama, sebuah pergelaran musik, musik dangdut, pop, dan sunda.


Suasana kembali meriah, tetamu sebagian ikut menari mengikuti irama lagu.


Termasuk Sarah, ia tidak mau ketinggalan, apalagi saat ini hatinya sedang kesal. Ia naik panggung untuk ikut menari dan bernyanyi.


Sementara Hamzah tetap di pelaminan menyalami tamu sendirian.


Sesekali ia melirik Wila yang masih nampak ceria , apalagi saat ini ada Andi. Wila tampak asik ngobrol dengannya. Sesekali diselingi candaan kecil.


Hamzah memperhatikannya,' Apa secepat itu kamu melupakan semuanya, sepertinya pernikahan ini tidak banyak mempengaruhimu' , Hamzah membatin


Hamzah berbalik memperhatikan Sarah, yang hari ini resmi menjadi istrinya. Sarah kelihatan senang , ia ikut menari dan bernyanyi.


Perhatian Hamzah kembali kepada Wila, ia mendengar Wila batuk-batuk dan seperti mau mengeluarkan sesuatu dari perutnya.


Wila bergegas menuju kamar mandi, ia diikuti Lela. Hamzah hampir saja menghampirinya, namun kesadarannya cepat kembali setelah diingatkan oleh ibunya,


"Duduklah, mau kemana?, masih banyak tamu",


Hamzah pun menurut, takut membuat ibunya kecewa.


Hamzah menunduk, ia sadar sudah ada penghalang yang tinggi menjulang di antara mereka. Walaupun dekat, tapi akan terasa sangat jauh ",


Wila kembali bersama Lela, wajahnya terlihat pucat, ia langsung pamit dan pulang diantar Andi.


Hamzah tampak begitu khawatir melihatnya, ia lagi-lagi hampir berdiri dan berlari menghampirinya, kalau tidak dicegah oleh ibunya.


Hal itu dapat dilihat jelas oleh Sarah. Ia gemas dan kesal, hal itu ia tumpahkan dengan menari kian menggila.


Wila sudah menghilang dibawa Andi pulang. Tinggal tatapan kosong Hamzah yang masih melihat ke luar rumah. Berharap Wila kembali dan menggantikan posisi Sarah.


Tiba-tiba Hamzah disadarkan oleh keributan di atas panggung. Musik berhenti , dan kerumunan


kembali di atas panggung.


Entah apa yang terjadi, namun MC terdengar berbicara ," Pengantin wanita pingsan", kabari Mc.

__ADS_1


Sontak Hamzah menoleh dan berjalan menuju panggung.


.


__ADS_2