Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Dosa Terindah


__ADS_3

Setan-setan terus menggoda Hamzah dari segala penjuru, "Ayo lakukan saja, tidak ada yang tahu, dia juga mencintaimu",


"Di luar hujan, lebih baik kau nikmati saja tubuh ranum itu, cepat atau lambat dia akan menjadi milikmu juga",


Setan yang jahat terus -terusan membisiki Hamzah.


Tapi di sisi lain masih ada bisikan yang melarang Hamzah melakukannya.


Dengan menahan semua hasrat dihatinya, Hamzah membaringkan kepala Wil di pangkuannya, perlahan ia buka kerudungnya yang basah.


Saat itulah Wila tersadar, ia kaget dan terperanjat mendapati dirinya sudah ada di pangkuan Hamzah dengan kondisi baju sudah terganti dan kerudungnya pu sudah terlepas.


Hamzah berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya, ia harap Wila tidak salah sangka. Namun kini setan itu berbalik menggoda Wila.


Bukannya marah, Wila malah balik memegang tangan Hamzah dengan wajah menengadah mendekati wajah Hamzah.


Seperti mendapat kode , Hamzah yang dari tadi menahan birahi, kini makin menjadi. Ia sudah tidak bisa menahannya lagi.


Sementara di luar , hujan makin lebat saja. Hamzah tak bisa lagi menguasai dirinya, ia begitu tergoda dengan bibir merah Wila, dua mata yang sedang dilanda asmara itu bertemu, Hamzah mencium bibir Wila, dan Wila balik memagutnya.


Hamzah semakin terpancing, ia ******* bibir itu, mereka berciuman mesra, dan ada dorongan besar dari diri mereka untuk melakukan lebih dari itu.


Wila tahu ini salah, tapi lagi-lagi ia tidak bisa menolak, ia membiarkan Hamzah melakukan apa pun pada dirinya, karena ia pun menginginkannya.


Setan-setan terus mengompori mereka dan bersorak karena kini dua insan itu sedang memadu cinta, cinta yang terlarang.


Hamzah melampiaskan hasratnya dengan leluasa karena tidak ada perlawanan apa pun dari Wila.


Wila tampak pasrah dan menikmati semua perlakuan Hamzah kepadanya. Sentuhan Hamzah yang pertama kali ia rasakan itu membuat panas dan gemetar seluruh tubuhnya.


Hingga peluh pun bercucuran, tak ada satu pun bagian tubuh Wila yang terlewat dari ciuman dan ******* bibir Hamzah.


Hamzah menunjukan kenakalannya, bagian dada Wila yang tampak menantang itu dilumatnya, dihisapnya, hingga meninggalkan bekas merah.

__ADS_1


Wila hanya bisa mengerang, ia tidak bisa mengontrol suara desahnya, ia menceracau menikmati setiap sentuhan Hamzah.


Tanpa Wila sadari, kini Hamzah sudah berada dibawahnya, ia sedang mengelus paha mulusnya. Dan perlahan pantiesnya diperolotin, hingga terbukalah bagian inti tubuhnya itu.


Wila bergelinjang saat bagian inti tubuhnya itu di ciumi hamzah, Wila mendesah makin gaduh, dan hal itu membuat Hamzah lebih bergairah.


Setelah puas bermain-main dengan bagian inti tubuh Wila, hamzah berdiri dan melepas boxernya. Wila melirik, dan tampaklah bagian inti Hamzah yang sudah horn, Wila memejamkan mata.


Sampai Hamzah kembali mendekap tubuhnya, kini dua bagian inti mereka bertemu dan saling beradu.


'Astaghfirullah, nikmat sekali', wila berbicara dalam hatinya. Ia menyadari ini salah, tapi nalurinya tidak bisa menolak.


Agak sedikit perih, namun tetap nikmat, saat bagian inti tubuh Hamzah menerobos mulut rahimnya.


Wila agak mengatupkan bibirkan, menahan sakit . Dan ia berbisik di kuping Hamzah, "Jangan ganas-ganas!",


Hamzah membuka matanya, dan ******* lagi bibir itu, sambil melambatkan gerakannya. Ia terburu nafsu, dan tidak menyadari kalau untuk yang pertama kali ini, pasti akan sakit bagi Wila.


Setelah melakukan gerakan yang intens dengan gerakan yang slowly, akhirnya mereka orgasme secara bersamaan, hal itu membuat mereka sedikit berteriak.


Tangannya pun terus mengelus punggung Hamzah yang kini sedang menindihnya.


Sekali lagi, Wila sadar ini adalah kesalahan terbesarnya, tapi ia tak kuasa menolaknya, ia tak kuasa menahan hasrat yang begitu besar dari dirinya, hingga waktu dan keadaan yang memenjarakan mereka dalam gubuk itu.


Di luar hujan masih turun dengan deras, hingga Wila pun kini tertidur, masih dalam keadaan berpelukan dengan Hamzah.


Sepertinya kini setan-setan bersorak, karena sudah membuat sepasang muda-mudi itu terlena , terjerat orang perangkapnya.


Perlahan Wila membuka matanya, ia melihat sekeliling, Hamzah tidak ada di sana, ia masih mendapati dirinya tanpa busana, hanya dibalut kain sarung milik Hamzah.


Badannya terasa remuk, setelah melayani birahi Hamzah. Wila batuk merasakan sesak di dadanya, mungkin karena tadi tertindih Hamzah.


Hamzah tampak masuk ke dalam gubuk, dan ia bersimpuh di hadapan Wila, ia merasa sangat menyesal telah merampas mahkota Wila dengan cara yang tidak terpuji.

__ADS_1


Seharusnya ia mendapatkannya setelah ijab qabul, setelah sah menurut agama dan menurut norma.


Memang penyesalan selalu datang terakhir , tapi Hamzah berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia berjanji akan langsung melamar Wila bersama orang tuanya.


Wila pun merasa menyesal, ia telah menyalahgunakan kepercayaan orang tuanya . Pasti Caca dan Yati akan sangat kecewa jika mengetahuinya.


Wila meringis, merasa sakit dan perih di bagian bawah tubuhnya, ia berusaha untuk bangkit. Hamzah membantunya dan benar-benar merasa bersalah.


Berkali-kali ia minta maaf, dan berjanji akan bertanggung jawab. Wila selesai berpakaian kembali, walaupun masih basah, terpaksa ia pakai .


Wila hanya menunduk, ia sangat menyesal, ia juga tidak seratus persen menyalahkan Hamzah. Karena ia pun turut berperan , ia tidak bisa mengendalikan naluri alaminya setelah bertubi-tubi dicumbui Hamzah.


Semua itu mereka lakukan atas dasar cinta, atas dasar suka sama suka. Hamzah segera mempersiapkan kembali sepeda motornya, mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan, karena hari mulai cerah kembali.


Diperjalanan, Hamzah menyempatkan diri membawa Wila untuk membeli pakaian ganti. Dan mampir di sebuah kontrakan.


Mereka menyempatkan diri untuk mandi, Hamzah lebih dulu mandi dan disusul dengan Wila.


Birahi Hamzah kembali meningkat saat melihat Wila keluar kamar mandi hanya memakai handuk saja.


Seperti melihat bidadari, Hamzah menatap Wila , bayangan kejadian di gubuk tadi kembali terbayang, membuat ia ingin merasainya lagi.


Tapi kali ini Wila menolak, ia tidak ingin kembali melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Ia mencoba memberi pengertian kepada Hamzah, bahwa ini salah, ini adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah.


Wila sampai menangis-nangis memohon agar Hamzah tidak melakukannya lagi, sebelum mereka benar-benar halal.


Lagi pula Wila masih merasakan perih, dan tubuhnya masih pegal-pegal. Hamzah sangat mengerti dengan penjelasan Wila.


Ia mencoba menenangkan Wila dengan memeluknya, ia berjanji tidak akan menyentuhnya lagi sebelum halal.


Wila merasa sedikit tenang, ia berharap tidak terjadi apa-apa pada dirinya sebagai akibat dari perbuatannya dengan Hamzah tadi.

__ADS_1


Ia harap Hamzah tidak mencampakkan dirinya setelah ia hisap semua madu cintanya. Wila memang menyesal, tapi ia juga tidak bisa membohongi dirinya kalau ia pun menikmatinya dan menginginkannya.


__ADS_2