Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Dia adalah Calon Istri Gue!


__ADS_3

Selama perjalanan ke Kampus, tak henti-hentinya Wila bersyukur, karena hand phone dan dompetnya sudah kembali.


'Ya Allah, janjimu nyata, padahal tadi pagi hanya menolong seorang pemulung, tetapi balasannya, hand phone dan dompet ditemukan kembali' , hatinya terus mengucap syukur.


Hamzah tidak langsung memasuki gerbang Kampus, ia parkir sejenak di luar, di pinggir jalan.


"Nanti , kalau ada apa-apa, aku ingin orang pertama yang kamu beri tahu", ucap Hamzah tiba-tiba.


"Iya, maaf, tadinya aku tidak mau merepotkan kamu saja",


"Tapi memang aku kan yang selalu kamu repotkan?", Hamzah berbicara sambil melirik Wila.


Ternyata momen itu menjadi penyulut kekesalan di hati Sarah. Sedari tadi ia memperhatikan Wila dan Hamzah.


"Tuh lihat ,masa kamu kalah siih sama si gadis kampungan itu, padahal kurang gimana kamu itu, cantik?, Iya, kaya? , iya. Dasar kelilipan saja tuh matanya Hamzah," kompori Susi.


"Kelamaan dirumahnya siih kamu, jadi banyak waktu buat si gadis kampung itu deketin Hamzah",


Setelah kejadian di tempat Karaoke beberapa hari yang lalu, baru hari ini Sarah kembali kuliah. Ia sudah memutuskan untuk memilih diam.


Tak ada orang yang mengetahui kejadiannya, tidak ada saksi, hanya dirinya dan si pelaku, bahkan ia pun tidak tahu siapa pelakunya.


Sarah berharap tidak ada akibat apa pun pada dirinya setelah kejadian malam itu, untuk saat ini cukuplah dirinya dan si pelaku saja yang tahu kejadian di room Karaoke malam itu.


Bahkan Susi pun yang ada bersamanya, tidak mengetahui kejadian di room karaoke tersebut.


"Sekarang jaga baik-baik jangan sampai hilang lagi , kalau mau pergi ke mana-mana, beritahu aku!", pinta Hamzah kepada Wila sebelum mereka memasuki gerbang Kampus.


"Grung....grung....grung....." suara sepeda motor terdengar mendekati mereka. Ternyata itu Joko, sepeda motornya memepet Wila yang berdiri di samping Hamzah.


"Assalamu'alaikum, cantikku!" goda Joko kepada Wila , hampir saja tangannya mennyentuh wajah Wila , kalau Wila tidak mundur beberapa langkah.


"Astaghfirullah", Wila hampir saja terjatuh kalau


tangannya tidak ditarik oleh Hamzah. Itu adalah kali pertamanya mereka bersentuhan.


Bahkan Hamzah harus memegangi tubuh Wila agar tidak terjatuh, kesannya seperti orang yang berpelukan saja.


"Kurang kerjaan banget tuh orang", Hamzah terlihat marah sambil tetap menopang tubuh Wila yang hampir terjatuh.


"Awas saja, ya", gerutu Hamzah.

__ADS_1


Wila terkejut dan kaget, apalagi menyadari posisinya saat ini, ia langsung mundur kembali beberapa langkah.


"Aduh maaf, siapa itu? ", Wila merapikan kembali posisi kerudungnya yang agak berantakan.


"Sepertinya, Joko, kamu tidak apa-apa?, apa ada yang terluka?", Hamzah meneliti keadaanWila.


Wila jadi salting, sungguh perhatian Hamzah membuatnya baper.


Hati Sarah tambah panas saja melihat adegan tersebut. "Harusnya Gue yang ada diposisi itu, bukan kamu, gadis kampung!" cerocos Sarah.


Ia segera melajukan kembali mobilnya ke dalam Kampus.


"Ayo naik, kita masuk sekarang!", Hamzah mengantar Wila sampai di depan kelas, sontak kejadian itu membuat sebagian Mahasiswa bertanya-tanya.


Apalagi Joko, ia merasa terganggu dengan kedekatan Wila dan Hamzah. Namun kali ini matanya tak lepas dari Sarah.


Ia memandangi Sarah dengan sorot mata elang, seperti ingin memangsanya. Dipandanginya tubuh Sarah dari atas sampai ke bawah.


Apalagi Sarah selalu mengenakan baju yang serba minim, atau kadang serba ketat.


Sesekali ia telan salivanya. ' Aku ingin mengulanginya lagi sayang, aku ingin kembali merasai ranumnya tubuhmu', pikiran kotornya berbicara.


Joko semakin dag dig dug saja karena ternyata Sarah menghampirinya. Joko berusaha mengatur ritme nafasnya. Dan ia berusaha bersiksap wajar.


"Habis kamu cantik sayang, so sexy", goda Joko. "Aku tunggu lho transferannya!, sudah saatnya", ia mengedipkan matanya kepada Sarah. Sungguh membuat Sarah jengah.


Sampai saat ini ia belum bisa menghindar dari permintaan konyol Joko. Untung saja bel keburu berbunyi, pertanda semua Mahasiswa harus memasuki kelasnya.


Kali ini , Sarah baru bisa menghindar dari Joko, tapi saat ia mau beranjak pergi, ia tahan langkahnya, ia mencium sesuatu yang ia kenali.


Ya, Sarah mencium bau parfum. Sama seperti bau parfum malam itu. Sarah kembali mendekati Joko, ia baui aroma tubuhnya Joko,"Ini loe?" Sarah setengah berbisik.


Bulu kuduknya langsung berdiri, ia begitu jijik kalau membayangkan Joko adalah pekakunya.


Benar , aroma parfumnya sama, Sarah tak mau terdoktrin dengan asumsinya sendiri, walaupun benar Joko pelakunya, ia akan menyangkalnya.


Sarah memang telah hancur, tapi ia tidak mau melengkapi kehancurannya bersamaorang yang tidak ia sukai.


Terbersitlah rencana jahat Sarah. Ia ingin melibatkan Hamzah dalam masalahnya ini. Ia ingin Hamzah yang bertanggungjawab terhadap dirinya.


Joko makin terhipnotis dengan sikap Sarah, kalau tidak sedang di Kampus, ingin rasanya Joko memeluk Sarah. Ia di buat freeze berada begitu dekat dengan Sarah.

__ADS_1


Namun Sarah segera pergi menuju kelas dengan berbagai pertanyaan di kepalanya. 'Bagaimana kalau Joko pelakunya?, ga mau?, aku maunya Hamzah, tapi bagaimana caranya?'


Di kelas pun Sarah banyak melamun, ia putuskan untuk mencari bukti sendiri, andaikan benar malam itu terjadi sesuatu pada dirinya, ia akan menyangkal kalau Joko pelakunya.


"Dari tadi, gue lihat loe banyak bengong" tanyai Susi. "loe masih pusing", kembali Susi bertanya.


"Nggak, kita ke Kantin saja yuuk, nyari yang segar segar!", Sarah menarik tangan Susi untuk ikut ke Kantin.


"Wow, ada rujak, segar nih, bikinin satu ya!", pesan Sarah begitu sampai di Kantin. "Rujak? sejak kapan loe suka rujak?", Susi agak aneh dengan pesanan Sarah kali ini.


"Sejak hari ini", Sarah agak kesal dengan pertanyaan Susi.


"Iiisss, gitu saja nyolot", gerutu Susi.


"Ooh iya, waktu malam itu kamu lihat si Joko gak?", selidik Sarah.


"Di mana?" , Susi gak begitu respek dengan pertanyaan Sarah , karena ia lagi fokus memperhatikan Wila dan Hamzah yang baru saja memasuki Kantin.


"Di Karaoke malam itu?", Sarah menaikkan nada suaranya.


"Way, nyantai aja kali, gak usah ngegas gitu", Susi pun agak kesal Sarah.


"Malah bengong lagi" , Sarah mengikuti arah pandangan Susi, dan tetnyata di sana ada Wila dan Hamzah.


Seketika Sarahpun memperhatikan mereka. Sarah lihat sikap Hamzah begitu manis terhadap Wila.


'Harus cepat bertindak nih, jangan sampai si gadis kampung itu yang jadi pemenangnya.


Nampak Joko menghampiri meja Wila, ia kembali menggodanya, Joko seolah tidak peduli dengan kehadiran Hamzah disampingnya.


Ia terus saja mengoceh di dekat Wila, tangaannya pun mulai mengganggu dengan sesekali menyentuh ujung kerudung Wila.


Hamzah di buat jengah, Joko seperti orang mabuk saja, mulutnya terus nyerocos memuji muji Wila, sampi Hamzah pun akhirnya berdiri.


"Hai loe mabuk ya!, jaga mulut loe!' jangan ganggu dia ", Setengah teriak Hamzah bicara, membuat seisi Kantin memperhatikan mereka.


"Siapa loe, larang-larang gue hah?" Joko balik nyolot.


Hamzah jadi terpancing, ia sudah tidak bisa mengontrol dirinya, "loe mau tahu?!, jangan ganggu dia, dia adalah calon istri gue, jelas!!", Hamzah bicara sambil meraih tangan Wila dan mereka meninggalkan Kantin.


Meninggalkan semua yang ada di sana dengan keterkejutannya mendengar pernyataan Hamzah barusan.

__ADS_1


Termasuk Sarah dan Susi, mereka berdua sampai melongo.


__ADS_2