
Saat terbangun dari tidur, di lihatnya jarum jam menunjukkan jam 04.30.wib, Wila duduk terdiam di pinggir tempat tidur, seolah ingin mengumpulkan roh dan ingatannya.
Dilihatnya sekeliling kamar tidur, ini bukan kamar tidur miliknya yang ada di rumah. "Pak, Bu", gumamnya,seolah menegaskan kalau ia sekarang berada jauh dari orang tuanya.
Ada butiran kecil menyelinap diantara bola matanya. " huuh, inilah awal perjalananku, susah senang harus dilalui, harus bisa dilewati walau tanpa hadirnya Bapak dan ibunya.
Perlahan ia beranjak ke luar, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Masih sepi, sepertinya Yeni belum bangun. Setelah selesai shalat subuh, ia kembali beranjak menuju dapur.
Ia memasak air, mencuci piring, dan membereskan ruang tamu. Rupanya Yeni terbangun mendengar kegaduhan di rumahnya. "Pagi benar bangunnya!" ucapannya mengagetkan Wila.
" Iya Bi, hari ini mau ke Kampus", katanya. "Sudah biasa bangun pagi, jadi kalau sudah terjaga, susah tidur lagi".
"Ya udah kalau mau ke Kampus, sarapan dulu, ada roti di atas meja!"
Kata Yeni sambil beranjak pergi ke kamar mandi. Wila menyiapkan segala keperluannya , setelah itu bersiap untuk pergi ke Kampus.
'Hari ini jalan kaki saja', pikirnya. Setelah berpamitan , Wila berangkat ke Kampus lewat gang yang kemarin diceritakan Yeni.
Orang orang yang dilewatinya melihat dengan pandangan asing. Di ujung gang ada pintu masuk berupa gerbang kecil namun sepertinya masih di kunci.
Wila mencoba untuk mendorongnya, namun tidak terbuka. Setelah diteliti, ternyata pintunya digembok. Wila bingung harus bagaimana? Dilihatnya kedalam, sepi belum ada orang.
Di lihatnya arloj, " Duh, sepuluh menit lagi!" gumamnya. 'Gimana ini, masa harus balik lagi? Pasti telat ', pikirnya. Sekali lagi ia mencari seseorang di dalam, namun nihil, tak ada seorang pun.
'Mau tidak mau ya harus balik lagi', batinnya berkata. Dengan lunglai ia balik kanan.'
'Pasti akan telat sampai ke Kampus', pikirnya. Mana ini hari pertama, masa terlambat sih, aduh Wila , malu maluin'.
Batinnya terus berbicara. Benar saja, saat tiba di gerbang, sudah lengang. Segera ia melenggang ke dalam menuju kelas. Pintunya sudah tertutup, ia ketuk dengan perlahan, " Maaf saya terlambat Bu?!" Saat seseorang membukakan pintu.
__ADS_1
"Oohh, bagus ya, Hari pertama kuliah sudah telat, tidak disiplin!" Katanya dengan suara ketus. Wila nyelonong saja masuk dan melangkah menuju kursinya, namun belum juga duduk, suara seseorang menghentikan langkahnya.
"Eehhh enak saja, sudah telat, sini dulu, main duduk saja." Wila membalikkan badan, deg. Ternyata ada beberapa orang mahasiswa berdiri berjajar didepan kelasnya.
"Sini!" Kata salah seorang Mahasiswi dengan suara keras . Wila melangkah kedepan. "Berdiri di depan!" Wila menurut saja, ia berdiri di tempat yang ditunjuk Mahasiswi itu.
" Ini salah satu contoh sikap tidak disiplin ya, hari pertama kuliah saja sudah terlambat, bagaimana bisa mau jadi orang hebat." Katanya.
Wila hanya menunduk saja, ia jadi bahan bullyan seniornya. " Kenapa bisa terlambat?, memang rumahnya dimana?" Tanya seorang Mahasiswi yang satunya lagi. Susi , Wila melihat pin nama dari Mahasiswi yang barusan bertanya.
" Di belakang Kampus." Jawab Wila. "Hahhahaha, dibelakang Kampus?, masih terlambat." "Ini nih, mentang mentang dekat, tidak tahu waktu, leha leha." Kata Sarah, Mahasiswi yang satunya lagi.
Wila pasrah saja. Ia tidak berani walau untuk menganggat wajahnya. Perasaan tidak karuan. Tiba tiba pintu ada yang mengetuk dari luar, dan masuklah seorang Mahasiswa.
Sekilas Wila meliriknya, seorang mahasiswa yang tampan, penampilannya rapi dengan jas almamater, tinggi, tegap perawakannya.
Tadi terlambat masuk, rumah dekat aja masih terlambat." Kata Sarah dengan nada judesnya. Bu Rida memasuki ruangan, semua kembali duduk di kursi masing masing, termasuk Wila.
Bu Rida adalah salah satu dosen pengajar di Kampus itu. Ia buka laptop dan proyektor. Semua menyimak dengan seksama.
"Alhamdulillah." Wila merasa terselamatkan dari bullyan seniornya oleh kedatangan Bu Rida. Kelas berakhir dan saatnya mereka istirahat.
Sebagian Mahasiswa sudah pada keluar menuju kantin. Namun Wila masih duduk , tidak beranjak dari kursinya. Ia terlihat lagi membuka buka buku.
Tiba - tiba Mahasiswa yang tadi kembali ke kelas, ia terlihat memperhatikan Wila di ambang pintu dengan senyum senyum. "Lihatin apa kamu?" tiba - tiba Sarah mengagetkannya, ia bicara sambil menengokkan kepalanya ke dalam kelas.
"Oohh, ada pemandangan menarik ya di dalam." Katanya saat ada Wila yang lagi asik membaca sebuah novel di kursinya.
Seketika Wila melirik mendengar kegaduhan di luar. Wila bangkit dari duduknya, ia berdiri dan melangkah keluar melewati Sarah dan Mahasiswa tadi.
__ADS_1
Saat lewat di depan Sarah, dengan sengaja Sarah menyilangkan kakinya di jalan yang akan dilewati Wila.
Sontak saja Wila tersandung dan hampir saja jatuh kalau mahasiswa yang ada disampingnya tidak menangkap tubuhnya yang hampir jatuh.
"Astaghfirullah, kata Wila saat sadar tubuhnya ada dalam pelukan laki laki, dengan segera ia melepaskan tubuhnya dari laki laki itu.
"Maa maaf, katanya kikuk." Hamzah , pin nama yang Wila baca ada di jas almamater Mahasiswa itu. Wila langsung beranjak pergi menuju kantin.
Perasaannya tak karuan, jelas saja itu kali pertama ia bersentuhan dengan laki laki, walau tadi itu tidak sengaja, Hamzah hanya menolongnya.
Kalau tidak di tolong sudah pasti Wila jatuh tersungkur. Sebelum sampai ke kantin, Wila di panggil seseorang.
"Wila sini gabung!" Dilihatnya ada Lela, Mita, Deni, dan Joko. Wila menghampiri mereka. "Nih makan ini dulu biar kuat menghadapi bullyan senior senior kita!".
Kata Mita sambil memberikan rujak kepada Wila. "Ngga , terima kasih, aku kurang senang pedas." Katanya. " Iihh, ini cocok tahu, rasanya nano nano". Kata Mita lagi.
" Wila sekarang tinggal dimana?" tanya Lela. " Aku tinggal di rumah Bibi, itu di balik tembok belakang kantin." Jawabnya sambil menunjuk ke arah kantin.
"Kenapa bisa telat, kan dekat?". Kata Joko. "Salah strategi." Kata Wila sambil tersenyum. " Tadinya pengen cepat lewat jalan belakang, eeh gerbangnya masih dikunci, ya balik lagi ke depan, jadi terlambat." Jelasnya.
" Aku mau ke kantin dulu, ada perlu." Wila segera menuju kantin meninggalkan teman temannya .
Wila ke kantin bukan untuk makan, tapi untuk mencari tahu siapa yang biasa membukakan gerbang belakang biar ia bisa masuk lewat gerbang itu di pagi hari.
Lagi lagi , di kantin didominasi oleh Mahasiswa senior, mau masuk ragu, mau balik kanan, tanggung, semua yang ada di kantin sudah terlanjur mengetahui kedatangannya.
Akhirnya ia masuk juga dengan mengumpulkan semua nyalinya. Ia langsung memesan minuman dan kebingungan mencari tempat duduk. Saat lagi celingukan, sebuah suara memanggilnya.
"Wila, ternyata kuliah di sini?". Wila melirik dan tersenyum saat dilihatnya Andi. " Sini!" , Andi mengajak Wila duduk d meja dekat kasir. Semua mahasiswa memperhatikan mereka.
__ADS_1