
Wila ,Lela dan Mita duduk bertiga , satu persatu bungkus kotak persegi itu di buka oleh Mita.
Mereka melongo saat dibuka ternyata isi kotak itu adalah sebuah Hand Phone. "Hand Phone?". Ketiga berbicara serempak.
"Ga salah ini? Coba cari siapa tahu ada pesan atau surat gitu di dalamnya", kata Wila. Mita mengobrak abrik dusnya, tak ada apa pun.
"Ini Hand Phone siapa?", ko bisa nyasar ke sini?". Kata Wila. " ini itu buat ibu Wila katanya kurir juga, alamatnya juga benar", jawab Mita. "tapi aku ga pesan loh". Kekeh Wila.
"iya, kamu ga pesan, tapi kamu ini di kasih HP ini oleh seseorang" . Lela menjelaskan. "terus, siapa yang ngirimnya?, coba Mit, buka aja, aku mana ngerti cara makenya". Kata Wila.
Mita mencoba mengoperasikan HP nya, ternyata sudah ada nomernya. " ini udah ada simcard nya lo, kamu tinggal pake aja", jelas Mita. Saat lagi di otak atik, tiba tiba HP itu berdering.
" Nah loo, bunyi... angkat nih". Mita memberikan HP itu ke Wila. "iihh, jawab aja langsung". Wila menyerahkan HP itu ke Mita.
"Halo, apa ini dengan nona Wila?", suara di seberang sana jelas terdengar oleh ketiganya. "Iya, ini siapa?", Mita balik bertanya. "Saya pelayan toko, mau memastikan kalau kiriman barangnya sudah sampai, tadi ada seseorang belanja HP dan minta di kirim ke alamat atas nama Wila".
"Oohh, iya , ini sudah nyampai kirimannya, ini benar pemberian? Takutnya nanti ada yang nagih ke rumah lagi", Jelas Mita. " Gak mba, itu benar buat bu Wila, sudah lunas".
"Ini benar Hand Phone buat kamu, gih coba sudah aktif semuanya, sudah ada simcard nya juga". Mita memberikan HP ke Wila.
"Siapa yang kirim ya?, gimana nih, terima ga?", Wila melirik kedua sahabatnya. "Jangan menolak rezeki, itu pemberian orang baik". Lela meyakinkan Wila.
"Menurut kalian, dari siapa ini?" kata Wila mengacungkan HP. "Mana ku tahu", Lela mengangkat bahunya.
"Tanya hatimu? Siapa yang saat ini dekat sama kamu", kata Mita. Wila menerawang sambil senyum - senyum sendiri.
__ADS_1
Terdengar HP Mita berbunyi, dia mengangkat dan berbicara dengan seseorang di seberang sana. Ia terlihat senang. "Sudah, kita pulang yu", kata Mita sambil mematikan HP dan memasukkannya kedalam tas.
"Pasti ini mah panggilan hati si mbeb", kata Lela. "ya udah kita pulang dulu ya, cepat sembuh, besok ketemu lagi di kampus, eehh jangan lupa masukkin no kita ke HP baru mu". Katanya sambil tersenyum .
"Bi, Bibi , kita pulang dulu ya". Mereka berdua pamit dan segera meninggalkan rumah Wila. Sepeninggal dua sahabatnya, Wila termenung , mengingat ingat, dari siapa ini HP?. apakah Andi?, pikirnya.
Karena selama ini hanya Andi yang dekat dengannya, Andi juga yang tahu alamat rumahnya. Tapi kenapa harus diam diam lewat kurir segala. Pikirnya .
Tiba tiba HP nya berdering, ada seseorang yang menghubunginya, dilihatnya layar HP, tak ada nomer si penelepon, karena penasaran, Wila mencoba berbicara dengan si penelepon.
" Halo, assalamu'alaikum, dengan siapa ya?". Sunyi, tak ada jawaban. 'Assalamu'alaikum, saya tahu anda ada di sana, saya tidak tahu kenapa harus sembunyi sembunyi, kalau benar HP ini pemberian anda? Saya ucapkan banyak terima kasih, nanti kalau ada rezeki saya ganti".
Tak ada jawaban apa pun dari seberang, "ya udah saya tutup saja, seperti orang gila bicara sendiri, sekali lagi terima kasih, assalamu'alaikum". Wila mengakhiri pembicaraannya.
"Dasar orang aneh, ga bisa bicara apa". Wila menggerutu kesal."kenapa belum tidur? itu sepertinya HP, punya siapa?" tanya Yeni.
"Kenapa begitu?", Wila tampak bingung. "sudahlah jangan dipikirkan, cepat istirahat, awas jangan sampai seperti tadi ya, jaga pola makan, sekarang kamu itu tanggung jawab bibi, ooh, iya besok bibi ada acara keluarga ditempatnya mas Dirja, pagi pagi bibi perginya, kamu hati hati di rumah ya!".
"iya, Bi". Mereka memasuki kamar masing masing untuk beristirahat. Entah mengapa malam itu Wila jadi susah tidur, pikirannya terus berputar ingin memecahkan teka teki , siapa sebenarnya yang selama ini menolongnya? orang itu seakan tahu kesulitannya.
"ini pasti harganya mahal" katanya sambil di lihatnya HP yang ada di tangannya. Ia tidak menyangka barang mahal itu ada di tangannya.
Saat ini barang itu yang akan sangat membantu kegiatan kuliahnya. Berbagai peristiwa lalu kembali berseliweran , saat dirinya selalu di bully oleh Sarah dan Susi.
Ooh iya, kenapa mereka berdua selalu bersikap buruk?, mereka merasa tidak suka ia dekat sama Andi dan Hamzah. "ah kak Hamzah", ia sosok misterius baginya.
__ADS_1
Dia itu orangnya tegas, kayanya judes, tapi ternyata baik juga, sudah beberapa kali ia menolongnya.
"Ya Allah, alhamdulillah, selalu memudahkan semua urusanku, dan selalu mempertemukanku dengan orang orang baik". Wila bergumam , tak terasa ada butiran bening keluar dari kornea matanya.
Ternyata ia tak sendiri, selalu ada pertolongan yang Dia berikan lewat orang orang baik disekitarnya.
Sekejap ia terlelap, dan terbangun lagi saat Hand Phone yang masih dipegangnya tiba tiba berdering.
Ia lihat layar Hand Phone nya, ternyata itu bunyi alarm, dan di layar Hand Phone nampak tulisan " saatnya shalat malam".
Sepertinya si pemberi Hand Phone sudah men-settingnya. Ia lihat jam di dinding , 03.00. Ia segera bangkit dan menuju kamar mandi setelah itu shalat malam.
Saat terjaga di waktu subuh, ia masih berada di atas sajadah, ternyata semalam ia tertidur di sana. Setelah salat subuh, ia bergegas menuju dapur, ia teringat kalau hari ini bi Yeni akan pergi ke tempat suamminya.
Benar saja bi Yeni sudah ada di dapur sedang menyiapkan makanan. "biar Wila yang lanjutin bi". Katanya saat sudah ada di samping Yeni.
" Sudah bangun?, iya ini lanjutin ya, bibi mau siap siap dulu". Katanya sambil beranjak ke kamarnya, sementara Wila menyelesaikan pekerjaannya. setelah sarapan bareung, Yeni pun pamit.
" Bibi pergi dulu ,ya, kalau nanti bibi ga bisa pulang, kamu ajak teman temanmu saja buat menginap di sini". kata Yeni.
Wila mengangguk. ia antar Yeni sampai naik angkot , dan setelah itu ia kembali ke rumah untuk mempersiapkan pergi ke kampus.
Saat sedang di depan kaca, ia membolak balik hijab yang kemarin dibelikan Andi, ia berniat memakainya hari ini.
"Bismillah" katanya. Ia kenakan juga hijab pemberian dari Andi. Hijab berwarna olive itu membuat Wila tambah anggun, warna olive berpadu dengan kulit wajahnya yang putih, menambah menampilkan kecantikannya yang alami.
__ADS_1
Setelah siap, ia berangkat ke kampus , tak lupa ia kunci pintu . Hari ini jalan kaki saja pikirnya, setelah dilihat jam di tangannya, masih ada 30 menit lagi sebelum kuliah di mulai.
Saat keluar gang, ia melihat sebuah motor melintas, "Ya Allah , itu motor yang waktu itu mengantarku saat mau registrasi". Ia perhatikan dari kejauhan, dan motor motor itu masuki gerbang Kampus.