Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Ketahuan juga


__ADS_3

Mereka berjalan dengan saling diam, "Di sini rumahnya, terima kasih ya, untuk hari ini". Kata Wila menghentikan langkahnya di depan rumah bi Yeni.


Rumahnya masih gelap, lampu lampu masih belum dinyalakan, karena tadi waktu ditinggalkan masih asar, Wila memasuki pagar. Dilihatnya Hamzah masih diam di halaman.


"kamu masuk dulu, nyalakan lampunya, baru aku mau pergi". Katanya. Wila menurut, ia membuka kunci pintu dan masuk , menyalakan lampu, dan menutup gorden, di lihatnya Hamzah masih mengawasinya di luar.


Setelah semua selasai, Wila mengintip di balik celah pintu, dan dilihatnya Hamzah beranjak pergi.


Wila menyandarkan tubuhnya di daun pintu, tak menyangka hari ini bisa berakhir bahagia, niat awalnya ingin bersilaturahmi dengan para tetangga, eh malah bisa bersilaturahmi hati dengan Hamzah.


Entah mengapa setelah kejadian mimpi kemarin, ia seperti ingin membuatnya menjadi nyata, ia mulai menyimpan rasa suka kepada Hamzah.


Tapi ini tak mudah, masih ada Mita dan Sarah sebagai saingan terberatnya. Ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah shalat isya, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Alhamdulillah, selalu ada hikmah di setiap masalah, saat ini ia sedang dihadapkan dengan masalah di kampusnya, tapi karena itu, ia bisa lebih dekat dengan Hamzah dan bisa mengajar di madrasah, ia buka buka phone cell nya sekedar melihat melihat chat tadi siang, sampai akhirnya ia terlelap.


Keesokan harinya ia bangun pagi pagi, hari ini ia bermaksud untuk memasak karena bi Yeni rencananya akan pulang.


Saat ada pedagang sayur keliling, ia buru buru ke luar untuk membeli bahan masakan. Agak canggung ia berbaur dengan tetangga yana sama sama berbelanja.


Mereka melihatnya dengan pandangan asing, karena Wila terhitung jarang ke luar rumah, ia ke luar hanya untuk urusan ke kampus saja. Setelah membayar belanjaannya, ia segera masuk lagi ke rumah dan memburu dapur.


Sesekali ia cek phone cell nya , siapa tahu ada chat masuk. Untung saja semua masakannya sudah beres saat gas habis. ia paling tidak bisa memasang gas, ada ketakutan yang tidak beralasan untuk memasangnya.

__ADS_1


Terdengar suara pintu di ketuk. Wila yang sedang mencuci piring segera mencuci tangan dan memburu pintu. Mungkin bi Yeni sudah pulang, pikirnya.


Saat di intip di balik gorden, ia melihat dua orang berjilbab sedang berdiri di depann pintu, ternyata mereka Lela dan Mita, betapa senangnya ia melihat dua sahabatnya itu.


"Hai kalian, kok ga bilang bilang mau ke sini?" kata Wila saat membuka pintu. Mereka saling berpelukan satu sama lain, " masuk masuk, kebetulan kita makan yu, aku baru beres masak nih", ajak Wila menuntun dua sahabatnya langsung ke meja makan.


" Wah wah kebetulan, lagi lapar nih" ,mita langsung aja mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya . Mereka menikmati makan sambil ngobrol dan sesekali tertawa bersama.


Baru tiga hari Wila cuti, tapi mereka sudah merasa saling kangen. Adzan dzuhur berkumandang, saat mereka membereskan dapur, Wila mencuci piring, Lela merapihkan meja makan dan Mita menyapu lantai." Kita shalat dzuhur dulu ya", ajak Wila.


"Aku lagi ga shalat" kata Mita. "ya udah, tunggu saja di sini, aku shalat dulu", kata Lela mengikuti Wila menuju kamarnya.


Saat Wila dan Lela sedang shalat, Mita mulai membuka buka phone cell Wila yang tergeletak di atas kursi, rupanya ia masih penasaran saat kemarin vidio call dengan Wila, sekilas melihat Hamzah di sampingnya.


Ia membaca chat dan melihat daftar panggilan masuk dan keluar dari phone cell Wila. Tak ada nama Hamzah di daftar kontak Wila. " Beneran ga ada". gumamnya.


"Tiap hari kamu ngapain aja? Ga bosen gitu?" tanya Mita. Wila diam sejenak, ia berfikir kalau bicara terus terang mungkin akan mengundang keributan, apalagi kalau mereka tahu ia mengajar di madrasah bersama Hamzah.


"ya gini aja, aku kan baru di sini, jadi belum kenal dengan para tetangga. "o


"Ooh", katanya dengan menahan kantuk. Wila mencatat beberapa materi kuliah dari buku Lela, sementara Mita sudah terlelap tidur.


Wila melihat jam di dinding sudah hampir asar, tetapi dua temannya masih belum pulang, masa ia harus mengusirnya, apalagi Mita malah tertidur lagi, pasti akan makin lama dirumahnya.

__ADS_1


Terus bagaimana kalau Hamzah mampir ke rumahnya? Wah makin ribet ini mah, pikirnya. Wila sudah ga enak diam, ke kamar, ke dapur, ke kamar lagi.


Lela sepertinya mengerti melihat kegelisahan Wila. "kalau ada urusan , sok aja , ga apa apa kan aku di sini dulu sambil menunggu Mita bangun, ga enak kalau dibangunin," katanya.


Wila memeluk Lela, " makasih ya, kamu memang paling mengerti". Katanya. Wila bersiap siap pergi ke Madrasah. "Memangnya mau kemana?", tanya Lela.


"Nanti juga tahu sendiri, biarlah waktu yang menjawab, yang pasti ini kegiatan baik kok, kamu percaya sama aku kan?". Lela mengangguk.


Wila pergi walau dengan tidak enak hati karena harus meninggalkan dua temannya di rumah, tapi ia juga akan merasa tidak enak dengan bu Dati jika hari ini tidak datang ke madrasah.


Lela mengintip Wila dari balik gorden, di luar di gang, Lela melihat Wila sedang berbincang dengan seorang laki laki, "kak Hamzah?" Lela tersenyum.


"Oohh, pantesan Wila seperti menutup nutupi, rupanya ia pergi sama kak Hamzah". "percaya lah kalau perginya sama kak Hamzah, ia itu baik , ga mungkin berbuat macam macam sama Wila.


Satu jam berlalu, Mita baru siuman dari tidurnya. "jam berapa ini?". Katanya. "jam empat Non, buruan bangun, sudah sore nih". Kata Lela.


"aku ketiduran ya?", Mita segera bangkit dan merapihkan pakaiannya, ia lihat wajahnya dicermin, dan sedikit menambahkan polesan make up yang mulai pudar akibat tidurnya tadi. "Wila mana?". Tanyanya.


" Dia pergi , ada urusan sebentar katanya", jawab Lela. " tumben, katanya masih canggung, sini aku tuh curiga sama Wila, kita cari aja yu?" ajaknya sambil cepat cepat menyambar tas dan meninggalkan Lela yang masih mematung.


"Eeehh, tunggu". Lela mengejar Mita, setelah sebelumnya mengunci pintu dulu. "hai, tunggu, memangnya kamu tahu Wila kemana?" . Tanya lela.


Mita berjalan menyusuri gang , ia yakin Wila pasti ada di sekitar sini. Saat sedang mencari cari, di ujung gang sana ia melihat dua orang sedang berbincang.

__ADS_1


Di dekatinya mereka dan betapa kagetnya saat Mita melihat kalau wanita itu Wila dan Hamzah. "Ooohh, ?jadi benar , yang semalam itu kalian?". Tanyanya.


Wila tidak kalah terkejutnya , tidak menyangka Mita bisa memergokinya sedang bersama dengan Hamzah.


__ADS_2