Jalan Berliku Meraih Bahagia

Jalan Berliku Meraih Bahagia
Rencana Jahat Sarah


__ADS_3

"Jangan ganggu dia, dia adalah calon bini gue", kata-kata itu menjadi sebuah wacana di Kampus. Wila dan Hamzah menjadi buah bibir. Bak sepasang selebritis, mereka menjadi trending topik.


Ada yang senang, ada yang nyinyir, ada yang marah. Itulah berbagai reaksi sikap dari para Mahasiswa di sana.


Namun ada satu orang yang benar-benar marah, ia adalah Sarah . Ia tidak menyangka kalau kedekatan Hamzah dan Wila selama ini benar-benar karena ada ikatan istimewa diantara mereka.


"Sial, kenapa bisa, kenapa bukan gue yang loe pilih, malah gadis Kampung itu?!" gerutu Sarah.


"Apa istimewanya dia?, masa gue kalah sama si gadis kampung itu",


Susi yang sejak tadi bersama Sarah, tidak kalah kagetnya dengan pernyataan Hamzah tadi, namun ia berusaha menyembunyikannya di depan Sarah.


Ia tidak mau Sarah mengetahui kalau sebenarnya ia pun menyimpan rasa suka kepada Hamzah.


Begitu pun dengan Joko, ia dibuat melongo, ia pun tidak menyangka jika Hamzah meng skakmatt dirinya dihadapan banyak orang.


Sebenarnya Joko hanya iseng saja mengganggu Wila , hanya untuk menyenangkan Sarah saja.


Wila adalah ATM nya Joko, ia akan langsung mendapat beberapa lembar rupiah saat berhasil membully Wila.


"Gue nggak bisa terima, bagaimana bisa Hamzah sampai jatuh hati sama si gadias kampung itu", Sarah masih tetap sewot.


"Bagaimana bisa dia mengakui kalau Wila adalah calon bininya?, benar sudah kena pelet si Hamzah", Sarah terus saja mengutuki Wila.


'Gue harus berbuat sesuatu, gue mungkin sudah hancur, tapi gue tidak mau tambah hancur dengan kehilangan kesempatan bersama Hamzah'. Sarah mulai berfikiran jahat.


'Gue harus membuat Hamzah yang bertanggungjawab dengan apa yang gue alami malam itu', Sarah mulai berfikiran gila.


Dalam hatinya Sarah mengakui kalau sudah ada seseorang yang merenggut kesuciannya malam itu, Sarah mau Hamzahlah yang bertanggung jawab atas kejadian itu.


'Tapi bagaimana?, gue harus memikirkan caranya, tapi harus rapi, jangan sampai ada orang yang tahu', pikir Sarah


"Hai, kok malah melamun?, kamu sock ya mendengar ucapan Hamzah tadi?", Ucapan Susi membuyarkan semua rencana dan pikiran jahat Sarah.


"Nggak juga, mungkin refleks saja kali , dia ngomong begitu untuk menggertak si Joko saja",


"Gak mungkin, Hamzah bukan tipe orang seperti itu, dia itu jujur, gak mungkin main-main", Susi meyakinkan Sarah, padahal hatinya pun menyangkal, ia berharap Hamzah hanya menggertak Joko saja.

__ADS_1


Tapi lagi-lagi Susi menyembunyikan perasaannya di depan Sarah. Susi seolah mendukung Sarah, padahal ia adalah saingannya untuk mendapatkan Hamzah.


"Iya, semoga saja, Hamzah tidak serius dengan ucapannya", harapan Sarah.


"Nanti malam kita ke karaoke lagi?, tanyai Susi.


"Kenapa loe ketagihan?" Sarah melirik Susi yang tampak asik mengotak-atik hand phone nya.


"Iya..., semoga cowo yang kemarin, kambali ada di sana, keren tahu, semoga bisa nempel ke gue", Susi tampak sumringah.


"Ooh, cowo yang membuat loe ninggalin gue sendirian d room karaoke kemarin?" sewot Sarah. Tapi dalam hatinya Sarah juga ingin kembali ke tempat itu, siapa tahu ada petunjuk yang bisa membantunya menguak apa yang terjadi padanya malam itu.


"Oke, nanti malam kita ke sana, tapi jangan sampai loe biarin gue mabuk sendirian kaya kemarin",


"Siap, hari ini kita happy-happy saja, gak usah sampai mabuk", tegaskan Susi.


Tanpa mereka sadari, Joko ternyata menguping pembicaraan mereka, dan dia menghampiri Sarah.


"Gue tunggu transferannya cantik", Joko berbisik di telinga Sarah sambil berlalu pergi.


"Kenapa dia," tanyai Susi


"Sudahlah nggak penting, gue ada urusan sebentar", Sarah mengabaikan permintaan Joko, dia bangkit dan beranjak ke Perpustakaan tanpa mengajak Susi yang masih bengong.


Susi pun diam saja, kali ini dia mengikuti Sarah .


Sarah buru-buru ke Perpustakaan, sengaja dia tidak mengajak Susi karena dia bermaksud mencari tahu tentang sesuatu.


Sesampainya di sana, Sarah langsung menuju jajaran rak buku. Dia tampak memilih-milih buku.


Ia tampak mengambil salah satu buku dan ia membacanya sambil berdiri , ia tampak sembunyi-sembunyi membacanya.


Ternyata Sarah lagi mencari informasi tentang proses kehamilan pada wanita yang sudah menikah.


Bahkan dia juga membaca buku yang menginformasikan penyebab terjadinya keguguran pada wanita hamil.


Entah apa yang Sarah rencanakan, namun yang pasti ia sedang mempersiapkan diri, andai hal terburuk terjadi kepadanya.

__ADS_1


Ia tidak akan membagi rahasia itu pada siapa pun, ia tahu itu akan menjadi aib baginya, tapi sebelum hal buruk itu benar-benar terjadi, ia harus mempersiapkan diri.


Dan mengenai rencananya untuk mengkambinghitamkan Hamzah dalam masalah ini, Sarah masih mencari-cari cara.


Ia sedang memikirkan rencana untuk menjebak Hamzah. Kalau mengajak Hamzah ke tempat Karaoke, sangat tidak mungkin, mana mau dia di ajak ke tempat seperti itu.


'Di kampus?, tidak mungkin. Di rumahnya?, atau di rumahku?', Sarah terus saja berpikir.


Ia tidak mungkin melibatkan Susi dan yang lainnya untuk memuluskan rencananya ini, kali ini dia harus bertindak sendiri.


Ini adalah aib, akibat kesalahannya sendiri. Tapi ia ingin kesalahannya kali ini ditebus dengan keberhasilannya mendapatkan Hamzah.


Sungguh rencana yang busuk.


Ia tidak ingin sampai kedua orangtuanya menanggung malu atas kesalahannya kali ini. Ia akan berusaha menyelesaikan masalah ini dengan caranya sendiri.


"Ping", hand phone nya berbunyi. Ada sebaris pesan masuk, " Cantik, aku ingin kembali merasai ranumnya tubuhmu", deg, Sarah kaget sekali.


Ia melihat sekeliling, mencari sesuatu yang mencurigakan, tapi tidak ada. Semua yang ada di sana lagi fokus membaca.


'Siapa orang ini kok tahu nomer aku?', batinnya bicara dengan rasa takut dihatinya. Ia tahu ini pasti si pelaku, tapi kenapa dia sampai tahu nomer hand phone ku?, mungkin dia orang yang aku kenal?',


Sarah masih mematung , dia tidak balas chat dari nomer asing tadi. Badannya serasa kaku, ada ketakutan dalam hatinya, bagaimana jika si pelaku mengacaukan rencananya untuk menjebak Hamzah.


Dan malah dia yang akan datang dengan gentle mengakui perbuatannya dan bersedia bertanggung jawab ?.


'Aku tidak mau ini terjadi', pikir Sarah.


Sarah memberanikan diri untuk membalas chat tadi, "Siapa loe, jangan ganggu gue", balaskan chat Sarah.


"Ping", nomer tadi membalas lagi," Aku dekat, aku ada di sekitar kamu, kamu mengenal aku", lagi-lagi Sarah di buat freeze, ' Kalau dia dekat dan mengenal aku, siapa?', pikirnya.


"Jangan ganggu gue lagi, pergi saja", balaskan Sarah lagi.


"ping", nomer itu kembali membalas, kali ini hanya dengan tiga emot hati. Sarah segera mematikan hand phone nya, ia sudah tidak mau berurusan dengan penjahat itu.


'Kalau dia datang, maka rencananya untuk menjebak Hamzah akan berantakan.

__ADS_1


__ADS_2