
"Ini kasus pertama di kampus kita, selama saya ngajar di sini, ini kasus yang pertama, iya gak?! siapa yang sudah semestet akhir di sini?", Pak Putut melihat ke sekitar , terlihat sekelompok Mahasiswa mengacungkan tangan.
" Benar kan? Ini kasus pertama di kampus kita?". "Iya Pak". Serempak Mahasiswa menjawab. "Maaf Pak, kalau boleh tahu apa kasusnya?".
Tanya Mira. "Huuuhuu, kemana aja, masa belum tahu, orang orang sudah ribut dari tadi". Susi bicara dengan sedikit sinis.
"Gini ya teman teman, hari ini ada sebuah kejadian di kampus kita, ada beberapa kendaraan bermotor di parkiran yang ban nya kempes, ini seperti ada oknum yang sengaja melakukannya ." Hamzah menjelaskan.
" Jadi kita berkumpul di sini, untuk mencari titik terang, mencari bukti, mengumpulkan saksi, biar oknumnya bisa segera dieksekusi".
Hamzah bicara panjang lebar. "Kak, coba lihat saja di CCTV, itu akan lebih akurat, kata Lela."Itu masalahnya, kita sudah cek CCTV, tapi ternyata mati". " Kok bisa? Kenapa bisa mati?".
"Itu masih kita selidiki". Kata Hamzah. Kita cek saja sepeda motor siapa yang paling terakhir masuk, mungkin si mpunya nya melihat sesuatu yang mencurigakan atau ada seseorang saat ke luar dari parkiran.
"Pak Didi ,siapa yang hari ini terakhir masuk parkiran?" Tanya Pak Putut kepada petugas parkir. " ini Pak, kendaraan dengan flat nomer B 1341 HD". " Milik siapa ini?".
" Saya Pak". kata seorang Mahasiswa mengangkat tangan. "Silahkan ke depan !" Pak Putut menyuruh mahasiswa itu maju. "coba jelaskan apa ada sesuatu yang janggal saat anda meninggalkan parkiran tadi pagi?".
" Saya tidak melihat sesuatu yang janggal Pak, hanya saja saat saya keluar dari parkiran , saya berpapasan dengan seorang mahasiswi baru, tapi entah mau kemana, apa ke parkiran atau ke kantin".
" Yang mana orangnya?" Tanya Pak putut" Saya lupa lagi Pak, tapi yang jelas dia itu cantik". "huuuuuhuuu" serentak mahasiswa yang hadir menyorakinya.
"Tenang semuanya!. Pak Putut memukul meja beberapa kali. "Ciri ciri nya sebutkan , masih ingat kan?" kata Hamzah.
Mahasiswa itu diam sejenak . dia seorang muslimah, pake hijab warna olive, pokoknya cantik." katanya lagi.
__ADS_1
"Aduh pa, suruh cari aja langsung di sini, mumpung semua mahasiswa kumpul .Degh, tiba tiba jantung Wila berdebar, karena ia menyadari kalau orang yang dimaksud adalah dirinya, tapi ia tidak merasa melakukan hal yang sedang di bahas saat ini.
"Gini aja, bagi Mahasiswi yang berhijab silahkan berdiri", kata Hamzah. " yang merasa memakai hijab berwarna olive tetap berdiri, yang ,lainnya boleh duduk". Kata Hamzah.
"Silahkan maju ke depan!" katanya. Ada tujuh orang yang berhijab olive maju ke depan, salah satunya Wila. "Silahkan berdiri!" Kata PaK Putut.
Sekilas Hamzah melirik Wila, "Subhanallah, indahnya ciptaanmu". Batinnya bicara.
Dalam hatinya merasa senang, akhirnya di pakai juga, tapi kenapa harus dalam keadaan seperti ini, karena ia juga sudah ada feelling, kalau Wila saat ini akan mendapat masalah.
"coba yang mana?, apa ada di sini orangnya?". Tanya pak Putut. "Itu Pak, yang urutan ke tiga dari kanan". Katanya.
Degh bagai disambar petir, mengetahui dirinya yang di maksud, Wila langsung merasa lemas, dan jadi salah tingkah, namun keyakinannya yang tidak berbuat salah, membuat dirinya lebih tenang.
"Iya itu orangnya Pak, tadi juga saya melihat Dia di Parkiran melihat lihat semua kendaraan yang ada di sana, iya kan Sus".
"Bohong Pak, jelas jelas dia yang terakhir berada di parkiran, ini saya punya buktinya!", Sarah memperlihatkan HP nya, di sini ada rekaman saat Dia lagi ada di parkiran". Katanya.
"Coba bawa ke sini!". Sarah memberikan HP yang berisi vidio Wila saat ada di Parkiran. "Kalau begitu semua bubar, biar saya lanjutkan penyelidikan hanya dengan Wila saja, yang lain boleh kembali ke kelas". Pak Putut menutup pembiaraan.
Semua mahasiswa bubar. "Kasihan Wila, kata Lela sesaat setelah berada di luar aula. "iya, tapi aku yakin dia ga bersalah, cuma sayangnya ia berada di tempat yang salah.
Di aula Wila duduk berhadapan dengan Pak Putut, dan pengurus Senat. Ia tertunduk dengan perasaan yang tidak menentu, rasanya ia ingin menghilang saja.
"Nah sekarang coba ceritakan apa yang kamu lakukan diparkiran, apa benar kamu yang sudah mengempeskan ban ban sepeda motor disana?". Tanya Pak Putut .
__ADS_1
"Bukan saya Pak pelakunya, memang benar saya ada di Parkiran tadi pagi, tapi bukan untuk mengempeskan ban ban kendaraan bermotor yang ada di sana". Katanya sambil tetap menunduk".
Wila diam sejenak, haruskah ia katakan yang sebenarnya. "Terus?". Wila masih diam. " Terus untuk apa?" Pak Putut bertanya lagi dengan suara agak keras. Wila terkejut.
"Saya cuma lagi mencari sepeda motor yang telah menolong saya waktu itu, karena tadi waktu di jalan, saya lihat sepeda motor itu memasuki gerbang kampus ini".
Wila hati hati berbicara."Ada ga? a da di parkiran ga sepeda motornya?". Wila menggelengkan kepalanya, ia sudah tidak sanggup lagi berkata.
Dadanya terasa sesak, ada sesuatu yang mendesak keluar di balik kelopak matanya. Sedih dan sakit rasanya, sendirian di kota besar, dan berkali kali mendapat kesulitan.
"Ya Allah, kuatkan ". Pintanya dalam hati. Ada sepasang mata yang sangat iba melihatnya seperti itu, rasanya ia ingin berada disamping Wila untuk menguatkannya.
Sambil menunggu hasil penyidikan CCTV, kamu saya tetapkan sebagai tersangka, karena kamu yang terakhir berada di sana.
Seketika lemas , tubuhnya terasa melayang saat mendengar keputusan dari pak Putut. " Apa tidak terlalu dini Pak?, karena belum didukung oleh saksi dan bukti yang kuat. " kata Hamzah."
Ini untuk sementara sebelum ada hasil yang akurat dari rekaman CCTV" kata Pak Putut.
"Saya lihat dari data akademik, anda kuliah di sini, lewat jalur prestasi dan mendapat beasiswa, jika terbukti anda bersalah, bisa saja anda di DO dan beasiswa anda di cabut, buat sementara sebelum ada keputusan dan selama proses penyidikan ,anda saya kasih cuti dulu selama satu minggu". Jelasnya lagi.
Wila hanya diam saja, tak ada yang bisa ia perbuat, selain pasrah dan bersabar. Wila keluar aula seperti tidak memiliki muka, semua Mahasiswa yang ada melihatnya dengan pandangan sinis.
Ia melangkah dengan gontai menuju gerbang . Bagaimana perasaan kedua orang tuanya jika mengetahui hal ini.
Di luar tampak Andi sudah menunggunya. Wila ragu mau terus berjalan , pasti ketemu Andi, mau menghindar, sudah tanggung , akhirnya ia pasrah saja, terus melangkah.
__ADS_1
" Ah, orang ini selalu datang tepat waktu, saat dirinya kesulitan, selalu saja ada di sisinya.