
Wila hampir saja telat masuk kelas ia masuk bersama Bu Rida, Dosennya hari ini. Sesuai jadwal, hari ini adàlah pangumpulan tugas yang kemarin Wila kerjakan di rumah Lela.
Seperti biasa dalam perkuliahan apapun, Wila selalu jadi bintangnya, tak salah memang kalau ia sampai dapat beasiswa.
Ia selalu mendapat nilai terbaik .
Setelah jam kuliah usai, Wila masih belum beranjak dari tempat duduknya. Ia malah termenung.
Sampai-sampai kehadiran dua temannyapun tidak disadarinya. "Kok, malah bengong?", memangnya gak lapar niiih...?" ucapan Mita mengagetkan Wila.
"Semalam hand phone nya hilang di angkot, waktu ke rumah aku", kabari Lela.
"Masya Allah,kok bisa?" , Mita mengernyitkan dahinya.
"Sudah jalan-Nya begitu", Wila berusaha ikhlas.
"Mudah -mudahan bisa ketemu lagi", ucap Mita.
"Aamiin, semoga saja",
"Ngomong-ngomong, ketemu dimana sama Juan?",Lela memulai obrolan, ia merasa penasaran, tapi dengan begitu, Mita tidak akan mempedulikan kedekatan Wila dengan Hamzah.
"Eemhh, kasih tahu gak ya...", Mita sedikit lebay. "Dia itu Mahasiswa Kampus sebelah, gak sengaja ketemu waktu belanja, ternyata dia juga bekerja parttime di rumah karaoke", jelaskan Mita.
Ia merasa bangga bisa kenal dan dekat dengan Juna. Setidaknya dia punya tameng saaþ di bully gengnya Sarah.
"Waw, bagus lah....kalau begitu tinggal aku aja yang jomblo nih..", ungkap Lela. Ia selalu menolak saat ada laki-laki yang mendekatinya.
Lela memang teman Wila yang paling religius, ia menolak pacaran sebelum halal.
Lagi asik-asik ngobrol, tetiba datang Hamzah. Ia sudah cukup lama menunggu kedatangan Wila, di chat pun gak di balas-balas.
"Pantesan ditungguin gak ada, rupannya di sini!" , Hamzah melirik Wila yang juga nampak kaget, ia benar-benar lupa dengan janji awal dengan Hamzah.
"Oohh... Maaf, aku lupa, keasikan ngobrol",Wila bangkit dan mendekat ke Hamzah.
"Aku pulang duluan ya", pamit Wila, sebenarnya ia tidak enak dengan Lela dan Mita. Tapi ia juga sudah janji kepada Hamzah .
"Kita ke Kantin saja ", ajak Hamzah, Wila mengangguk saja dan mengikuti Hamzah yang sudah duluan pergi.
Di Kantin Wila menceritakan semua kejadian kemarin, tentang hand phone nya yang hilang. Ia meminta maaf karena sudah mengabaikan Hamzah.
Ia tidak ingin merepotkan Hamzah. Saat mengetahui penjelasan dari Wila , Hamzah merasa agak kesal.
"Kenapa gak bilang, kalau masalah laptop, kamu bisa pakai yang ada di Madrasah, gak usah jauh-jauh",
__ADS_1
"Aku lebih khawatir kalau kamu kenapa-kenapa, nanti aku fikirkan lagi bagaimana mencari hand phone kamu" jelaskan Hamzah lagi.
Wila semakin merasa bersalah, karena ulahnya, telah menambah kesulitan bagi Hamzah.
"Gak usah repot-repot, nanti aku bisa buka celengan untuk mengganti hand phone nya",
"Kenapa? karena kita belum halal? Jadi kamu menolak semuanya?, bahkan kamu tidak menganggap kehadirannku? Kamu lebih suka bertindak sendiri", keluh Hamzah.
"Baik, kalau begitu ijinkan aku menemui orang tuamu", pinta Hamzah."Aku akan minta ijin untuk bisa menjaga dan melindungi kamu di sini",
"Maksudnya?" ,Wila melongo
"Bismillah, aku ingin melamarmu di hadapan orang tuamu", Hamzah bicara sambil memegang kedua tangan Wila. Wila kaget dengan melebarkan kornea matanya.
"Oohh, ma..maaf, Hsmzah segera melepaskan tangannya menjauh dari tangan Wila.
"Serius?", dengan mengatur debaran jantungnya, ia merasa tidak percaya dengan ucapan Hamzah.
"Aku ingin melindungi dan menjagamu", Hamzah mengulangi ucapannya.
"Apa tidak terlalu mendadak?"
Wila masih belum percaya. Namun Hamzah berhasil meyakinkannya. Mereka sepakat untuk menemui orang tua Wila dua minggu yang akan datang.
Wila merasa senang, ternyata kejadian buruk kemarin membawa dirinya mendapatkan hari yang membahagiakan, ia mendapat kejutan yang manis dari Hamzah.
Dalam sekejap mata kesedihannya tergantikan dengan kebahagiaan.
*
*
*
Susi yang sudah selesai kuliah, buru-buru menuju rumah Sarah. Dari tadi Sarah berkali-kali mengirimi chat kepadanya agar segera datang ke rumahnya.
"Ada apa ni orang, gak sabaran banget, sudah tahu lagi kuliah", gerutu Sarah sambil buru-buru berjalan menuju gerbang. Hampir saja ia bertabrakan denganJoko di ujung .
"Hai, lihat-lihat dong kalau jalan", sewot Susi sambil menahan badan Joko yang hampir menubruknya.
"Sorry, gue buru-buru, mana teman cantikmu, gak kuliah?" , Joko melemparkan pandangannya ke semua arah, mencari seseorang.
"Maksud loe, Sarah?" tebak Susi.
"Yooii.., siapa lagi", Joko menyeringai
__ADS_1
"Hii...,apa urusan loe sama Sarah? Dia gak masuk kuliah, sakit katanya", kabari Susi. Ia tidak menaruh curiga sama Joko.
"Sakit?,cepat sembuh gitu, biar bisa bareng, happy-happy lagi", celoteh Joko sambil berlalu meninggalkan Susi yang merasa aneh dengannya.
Susi cepat-cepat pergi karena saat itu Sarah kembali men- chat nya.
"Iya ...iya...tunggu sebentar, aku OTW nih", gerutu Susi sambil memasukkan hand phone nya ke tas.
Susi sudah berdiri di depan gerbang rumah Sarah. Satpam yang menjaga rumah Sarah sudah mengenalinya, dan ia mempersilahkan Susi untuk masuk.
Di pintu depan, Susi disambut oleh Bi Marni.
"Eh, Neng Susi, langsung ke kamar saja katanya, Non Sarah lagi gak enak badan", Bi Marni menyampaikan pesan Sarah padanya.
"Iya Bi, terima kasih", Susi langsung menuju ke kamar Sarah di lantai dua rumahnya.
"Tok...tok...tok..., Susi mengetuk pintu ka.ar Sarah. Terdengar suara Sarah dari dalam,"Sus,,, kalau itu loe, masuk saja, gak dikunci", teriak Sarah dari dalam.
Susi mendorong pintu kamar, dan tampak olehnya Sarah sedang terbaring di atas kasur, lengkap dengan selimut sebatas leher.
"Oh God, loe benar-benar sakit Sar, kirain gue pura-pura saja,karena malas kuliah",Susi nyeungir sambil menghampiri Sarah.
"Lama banget siih loe, ditungguin dari tadi juga", Sarah cemberut.
"Iihhh, lagi sakit aja, galak loe",
"Gue kan bukan penyihir, bisa langsung tring, nyampai di sini, sakit apa sih, apa perlu gue panggilkan Dokter?", tawari Susi.
"Gak usah, gue cuma mau cerita malam kemarin, kata Bi Marni kemarin gue mabuk berat, trus siapa yang nganterin gue balik? Loe sama siapa ?" , cecar Sarah. Seolah sudah tidak sabar mendengar penjelasan Susi.
"Iya, loe mabuk berat, gue sama kenalan baru gue yang ngantar loe pulang", jelas Susi.
"Kenalan loe, siapa?" , Sarah tambah penasaran.
"Juna..., cowo ganteng yang baru gue kenal pas malam itu di Karaoke", Susi bicara dengan wajah senangnya.
"Trus, loe tahu semalam gue sama siapa?"
"Gak lah, malam itu Gue asik ngobrol sama Juna, nah loe kan asik nyanyi-nyanyi di room karaoke, masa loe gak ingat?" jelas Susi.
"Nah, sampai tengah malam loe gak keluar juga dari room itu, lalu gue sama Juna inisiatif masuk, Eehh, loe udah nggak sadar aja di sofa, loe mabuk berat Sar, malam itu", jelaskan Susi.
"Jadi, malam itu loe gak bareng gue? Loe gak tahu apa yang terjadi sama gue di room karaoke itu??" Sarah kembali mengulangi pertanyaannya.
"Ada apa siih, loe,? Aneh, kok jadi panik begini? Susi memandangi Sarah yang tiba -tiba wajahnya menjadi pucat.
__ADS_1