
Qennan menatap tajam orang di depannya Sungguh jantung Qennan rasanya mau meledak.
Bahkan nafasnya masih memburu dengan kemarahan yang belum mereda.
Hampir saja Qennan membunuh istri nya sendiri. Bagaimana bisa Eva menyamar menjadi penyusup untung saja Qennan tak melepaskan pelatuknya.
Eva hanya tersenyum santai seolah tak melakukan apapun.
Begitulah gadis gila itu, mengejutkan sang suami dengan cara ektrim.
"Sudahlah sayang jangan marah mulu,"
Cetus Eva santai gadis itu benar-benar gila, menyuruh suaminya santai dalam keadaan begini.
"Jelek jika kau marah begitu,"
"Kau!"
Kesal Qennan menghembuskan nafas kasar sungguh istrinya selalu saja menguji kesabaran dia.
Qennan duduk di bibir ranjang dengan nafas yang masih di atur agar emosinya tak meletup-letup.
Sungguh hari yang sangat melelahkan dan istri dengan enteng mengejutkan dia dengan cara seperti ini.
Rasanya Qennan ingin menendang sang istri namun ia sayang.
Eva dengan santai berjalan kearah Qennan tanpa permisi duduk di pangkuannya. Sungguh istri tak tahu malu bahkan tak merasa bersalah sama sekali.
"Dear, kenapa kau sangat tampan!"
Celetuk Eva mencium bibir sang suami seolah di antara mereka tak terjadi apa-apa.
"Kangen!"
Qennan hanya diam saja dengan apa yang Eva lakukan. Eva memang gadis yang agresif namun kali ini sepertinya Qennan tak terpancing.
"Dear!"
Lilir Eva di buat se-manja mungkin membuka satu persatu kancing kemeja sang suami.
Bruk ...
Qennan sungguh tak tahan dengan tangan nakal sang istri dengan sekali tarik Eva sudah berada di bawah kungkungan Qennan.
"Jangan memancing Dear!"
"Tidak!"
Jawab enteng Eva dengan tangan yang tak bisa diam membuat Qennan menggeram kesal.
Qennan masih marah tapi Eva sendari tadi terus menggoda.
Cup ...
Dengan tak sabaran Qennan menyerang Eva rakus membuat Eva malah tersenyum gadis itu seperti benar-benar sudah gila.
Permainan Qennan memang tak pernah lembut tapi Eva tak masalah karena memang sudah biasa.
"Dear!"
Eva menahan dada Qennan yang sudah diliputi kabur gairah.
"Pelan-pela-- sittt!!"
Eva mencengkram erat seprai karena Qennan tak bisa di kendalikan.
"Dear!"
Qennan sejenak menghentikan aktivitas mendengar lilitan sang istri apalagi menahan dadanya. Tingkah yang sangat aneh, biasanya Eva selalu suka ia begitu.
__ADS_1
"Pelan-pelan!"
Lilir Eva memohon membuat Qennan menyerngit bingung tak biasanya Eva bersikap seperti ini. Bahkan biasanya Eva yang meminta ia bermain kasar tapi kali ini Eva memintanya berbeda.
Walau Qennan masih diliputi amarah namun Qennan masih waras.
"Kenapa, biasanya seperti ini?"
"Dear, aku sedikit lelah mengertilah!"
Mohon Eva membuat Qennan benar-benar tak mengerti namun Qennan mengabulkan permintaan sang istri walau ini tak biasa.
Eva tersenyum karena suaminya mau mengerti dalam kondisi seperti ini pun.
Ini kali pertama Qennan bermain sangat lembut menimbulkan sensasi berbeda apalagi Qennan merasa ada sedikit yang berbeda.
"Dear, biarkan aku tidur?"
"Baiklah, terimakasih Dear!"
"Hm!"
Eva benar-benar lelah sesudah melayani sang suami yang sedang marah. Apalagi Eva sudah melakukan perjalanan cukup jauh dan sekarang ia harus melayani sang suami sungguh tubuhnya benar-benar remuk.
Karena kelelahan Eva langsung tertidur tanpa peduli lagi.
Qennan menatap pahatan sang istri yang selalu cantik di matanya namun Qennan sedikit heran melihat ada sesuatu yang berbeda.
Eva nampak sedikit berisi dari sebelumnya, auranya semakin pekat membuat Qennan selalu terpesona.
"Mimpi indah sayang!"
Cup ...
Qennan melayangkan kecupannya di puncak kepala sang istri sebelum ia benar-benar ikut terlelap.
Sesudah tidur Qennan kali ini tak teratur apalagi ia harus bangun pagi-pagi.
.
.
Eva mengerjakan kedua matanya, kepalanya sedikit pusing dengan badan yang remuk redam. Entah sudah jam berapa sekarang Eva tak tahu.
Kepala Eva benar-benar pusing dengan perut yang terasa di aduk-aduk. Eva berlari menuju kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya.
Sungguh sial, badan Eva benar-benar lemas dengan rasa lapar menghantuinya.
Seperti nya Eva masuk angin apalagi memang semalam ia belum sempat makan.
Eva berjalan gontai menatap sekeliling kamar dimana Qennan tak ada. Seperti Eva harus segera mandi agar lengket di tubuhnya menghilang.
Eva tersenyum entah senyuman apa, sungguh sangat mengerikan.
Qennan di luar sana sudah menyelesaikan meeting nya. Qennan segera bergegas ingin menemui istrinya yang pasti belum makan. Entah sudah bangun atau tidak Qennan tak tahu.
Ini sudah jam dua siang, Qennan baru sampai di perusahaan. Qennan langsung masuk keruang kerjanya dimana istri nya berada.
Ya, mereka menghabiskan malam panjang memang di perusahaan tepatnya di kamar pribadi Qennan yang ada di ruangannya.
"Dear!"
Panggil Qennan menatap ranjang yang kosong bahkan sudah rapi tapi Edward tak menemukan istri nya.
Hanya ada sebuah kotak kecil berada di atas ranjang. Qennan mengambilnya entah kotak apa itu.
"Dear, kamu di mana?"
Teriak Qennan lagi, mencari sang istri ke ruang ganti tapi tetap ada.
__ADS_1
Eva baru muncul di kamar mandi membuat Qennan menghela nafas lega.
"Dear, kau membuat ku takut. Wajah kamu kenapa, ko pucat?"
Panik Qennan baru menyadari jika wajah istri nya sangatlah pucat.
Eva hanya tersenyum saja mengelus lengan Qennan mengisyaratkan jika ia baik-baik saja.
"Maaf jika semalam aku terlalu kasar!"
Sesal Qennan takut sang istri sakit karena kejadian semalam.
"Aku tak apa, aku cuma lapar!"
"Ya ampun, Dear, aku bawa makanan tadi ayo makan!"
Qennan menarik sang istri duduk di atas shopa sana lalu menyiapkan makanan yang tadi sengaja ia beli.
"Sayang ini kotak apa?"
Tanya Qennan karena perasaan ini bukan miliknya.
"Buka saja Dear!"
Jawab Eva santai sambil makan, sungguh perutnya sangatlah lapar.
Qennan membuka kotak tersebut, keningnya mengerut melihat benda aneh di dalamnya. Ada tiga benda aneh yang entah apa fungsinya Qennan baru melihatnya.
"Sayang ini apa, untuk apa?"
Tanya Qennan tak mengerti dengan benda tersebut.
"Search saja di google!"
Jawab enteng Eva malas menjelaskan karena ia masih asik makan apalagi makanan yang Qennan bawa adalah makanan kesukaan.
Qennan tak mau berdebat ia mencari kegunaan alat ini dan apa fungsinya.
Beberapa artikel menampilkan bentuk yang sama. Qennan fokus membaca data-data tersebut hingga matanya melotot tak percaya.
"Dear!"
Ucap Qennan menatap Eva tak percaya sedang Eva hanya tersenyum saja.
"Kamu hamil!"
Lilir Qennan jantungnya rasanya ingin meledak apalagi ketika Eva mengangguk pasti.
"Ahhhh ..."
Jerit Qennan berdiri bingung harus apa untuk meluapkan kebahagiaan. Qennan menatap Eva yang masih santai makan membuat Qennan benar-benar geli istri benar-benar.
Qennan duduk di sebelah sang istri dengan mata binarnya namun Qennan gemas tak tahu harus berbuat apa.
Eva dengan santai berbalik sambil merentangkan tangannya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Bruk ...
Qennan tak bisa menunggu lagi, ia memeluk sang istri erat sangat erat meluapkan segala kebahagiaan.
"Aku bahagia sangat bahagia, sebentar lagi aku akan jadi papa, ahhh!!!"
Sungguh Qennan sangat girang ia benar-benar bahagia dan terharu. Akhir dari penantian dia selama hampir tujuh tahun kini terbalas sudah.
Ia akan menjadi papa di usianya yang genap empat puluh tahun dan Eva tiga puluh lima tahun.
Usia yang cukup tua, karena memang Qennan paling tua di antara Hanz, Kaka dan Edward.
"Terimakasih Dear terimakasih!!!!"
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ...