Kebencian: Peluruh Cinta

Kebencian: Peluruh Cinta
Bab 27 Tertekan!


__ADS_3

Aurora benar-benar jatuh sakit bahkan suhu tubuhnya sangat tinggi membuat Kaka hanya diam ketika dokter Abe dan dokter Emma memeriksa bahkan tak hentinya Aurora terus met rancu memanggil-manggil sang bunda dan putrinya.


Kaka menatap Aurora rumit ketika Aurora terus me-lilir kan satu nama yang sangat asing.


Dari data yang Kaka terima Aurora belum menikah sama sekali tapi bagaimana bisa punya anak.


Apa Aurora hamil di luar nikah atau bagaimana tapi merasa Aurora di peluk itu bertolak belakang dengan keadaan ini.


Ezilla!


Batin Kaka menekan nama itu membuat Kaka harus mencari tahu anak itu.


Kaka pikir bisa membaca setiap pikiran dan tingkah Aurora namun nyatanya sulit. Aurora satu-satunya gadis yang sulit Kaka ulik bahkan kehidupannya pun sangat sulit di cari.


Hanya ada data-data ketika Aurora kuliah di Amerika saja namun secara sosial Aurora terkenal gadis pendiam dan tak banyak teman sebab itulah yang membuat Kaka sulit mencarinya.


"Lord!"


"Hm!"


"King Asia mengetahui Nyonya sakit!"


Kaka memejamkan kedua matanya dengan tangan mengepal erat.


"Jika nyonya masih sakit dalam tiga hari maka king akan memutus perjanjian itu!"


Brak ...


Kaka menendang kursi ruang kerjanya dengan amarah yang meletup-letup. Kaka yakin ada mata-mata yang sudah masuk ke Menaranya. Karena tidak mungkin king Asia mengetahui secepat ini.


"Berani sekali mempermainkan ku!"


"Tak ada jalan lain, hanya itu jalan satu-satunya lagi!"


Kaka benar-benar marah dengan semua ini merasa di permainkan. Kaka bukan manusia pandai berganti wajah jika bukan nalurinya sendiri.


"Kau saja!"


"Mana mungkin lord!"


Protes Edward mengupat ketika Kaka malah menghilang begitu saja dari pandangannya. Gerakannya selalu cepat dan tepat membuat Edward terkadang sulit menebak apa yang ada di otak lord nya.


"Kenapa?"


"Seperti nya Nyonya tertekan, sampai begini!"


Kaka lagi-lagi di buat bungkam karena memang tak tahu bagaimana kehidupan Aurora sebelum nya. Bagaimana bisa gadis ini hidup di bawah tekanan bukankah ia tumbuh di keluarga yang harmonis.


Pasti ada yang terlewatkan membuat Kaka harus cari tahu sendiri.


Kaka mengisyaratkan pada dokter Abe dan Emma untuk keluar dari kamarnya.


"Tertekan!"


Gumam Kaka seolah tak percaya bagaimana bisa gadis keras kepala ini bisa tertekan. Oleh apa dan siapa? Aurora benar-benar gadis misterius yang baru pertama kali Kaka kenal.

__ADS_1


Kaka terus menatap wajah pucat Aurora yang kembali tak sadarkan diri. Wajah yang sangat cantik walau nampak pucat namun masih indah di pandang membuat damai dan tentram. Tapi jika mata ini terbuka maka hanya keangkuhan dan keras kepala yang Aurora tunjukan bukan kelemahan.


"Shofi pasti tahu tentang gadis ini!"


Gumam Kaka seperti nya harus mencari tahu lewat Shofi. Kaka yakin sedikit banyaknya Shofi pasti tahu tentang Aurora secara Shofi Kaka iparnya.


Jika bertanya pada Fatih yang ada dia malah di habisi. Karena yang Kaka tahu Fatih sangat menyayangi Aurora apalagi Aurora putri satu-satunya di keluarga Al-biru.


Entah harus beruntung atau sial Kaka mendapatkan Aurora.


Seperti nya king Asia menyembunyikan pernikahan mereka dari Fatih karena jika Fatih tahu adiknya sudah menikah Kaka yakin Fatih pasti sudah menemuinya.


"Zilla ... La ..,"


Gumam Aurora membuat Kaka mendekat dengan tatapan tajamnya melihat tidur Aurora yang tak nyaman.


Siapa yang dia panggil, sebegitu pentingkah sampai di bawah alam sadar pun ia memanggilnya!


Batin Kaka seperti nya harus segera menyelesaikan sesuatu agar ia tahu apa yang di sembunyikan Aurora.


.


Sedang di tempat lain tepatnya di sebuah bangunan mewah nan elegan namun siapa sangka di dalam bangunan itu sangat mengerikan.


Begitu banyak tabung-tabung kecil dengan kepulan zat memenuhi ruangan itu.


Entah apa yang mereka teliti terlihat orang-orang di sana begitu serius.


Namun bukan itu yang di fokuskan melainkan fokus pada satu ruangan khusus di mana ada seseorang berbaring di sana dengan selang-selang yang menempel di tubuhnya.


"Bagaimana apa kau sudah menemukan dokter itu?"


Bugh ...


Bogeman kuat melayang tepat di pipi Berto membuat darah mengalir di sudut bibir dan hidungnya.


"Saya tak mau tahu, cari dokter itu! Bila perlu cari ke pinggiran Jerman di manapun!"


Bentak sang tuan membuat Berto mengepalkan kedua tangannya kuat. Berto sudah sangat muak dengan kearoganan iblis satu ini tapi sialnya di sini ia tak punya kuasa.


"Baik Tuan!"


Berto keluar dari ruangan mengerikan itu sambil mengupat.


"Anak sialan itu kenapa tak mati saja, sangat menyusahkan!"


Geram Berto Mauk dengan semuanya dia terus saja di perintah padahal Ceko negara kekuasaannya.


"Gerry!"


"Dari data yang saya dapatkan, dokter itu tinggal di daerah Sachsen!"


"Temukan dokter itu agar iblis itu tak terus menekan kita!"


"Baik tuan!"

__ADS_1


Berto tersenyum seringai dengan otak liciknya. Ia sudah menyusun rencana agar tak terus menjadi bayangan.


Sungguh manusia-manusia itu sangat serakah dan rakus bahkan tak hentinya Berto ingin merebut kekuasaan Jerman di tangan keponakannya sendiri. Ia sudah menghancurkan semuanya dan tak akan mundur lagi.


"Bagaimana dengan misi kemaren!"


Glek ...


Gerry menelan slavina nya susah payah membuat Berto menatap tajam sang kaki tangan.


"Katakan!"


"Misi kita gagal tuan bahkan kita tak bisa menerobos ke benteng it-"


Bugh ...


Sitt!


Gerry menggeram ketika mendapat bogeman dari Berto.


"Bahkan sebagian anak buah kita tertangkap!"


Brak ...


Bukan lagi di tinju melainkan di tendang. Tubuh Gerry terpental jauh menubruk meja sana. Ini harus ia terima karena misinya sudah gagal dan mereka rugi besar akan hal itu.


"Sialan, kenapa bisa gagal. Bukankah kau bilang Lord Devil sedang berada di Indonesia hah!"


Bentak Berto menggelegar bahkan bangunan itu nampak mau roboh. Gerry hanya bisa menutup telinganya sakit oleh teriakan macan tutul di hadapannya ini.


"Kamu terkecoh tuan!"


"Sial! Kau memang bodoh!"


"Saya tak mau tahu dua Minggu lagi kalian harus bisa menyelundup ke tempat itu!"


"Tapi tuan, tempat itu berbahaya!"


"Saya tak mau tahu!"


Gerry menghela nafas berat begitu banyak pekerjaan yang harus ia lakukan membuat Gerry sangat pusing.


Belum sempat Gerry menjelaskan Berto sudah pergi entah kemana. Gerry terdiam apa yang harus ia lakukan jika tempat itu sudah di desain serapi mungkin. Terlihat sepi dan sunyi namun siapa sangka banyak bom gas yang tertanam di sana.


Bahkan entah ada bahaya apa lagi yang di siapkan lord devil itu mereka tak tahu. Pantas saja Kaka di juluki lord Devil karena pergerakannya itu tak terlihat bahkan sangat cerdik dan penuh kematangan.


Terkadang Gerry lelah akan perseteruan antara paman dan keponakan ini. Namun Gerry tak bisa menolak apalagi ia ikut adil dalam semuanya.


Keserakahan, kerakusan membuat mereka buta hingga menyakiti keluarganya sendiri apalagi sampai membunuh orang yang sudah menampung mereka demi sebuah kekuasaan.


Namun Gerry merasa ada yang aneh dengan cara lord Devil menghadapi semuanya. Padahal mudah bagi mereka menangkap dirinya dan Berto namun sampai detik ini belum ada pergerakan entah apa yang sedang mereka rencanakan.


Bahkan tuan muda pertama juga tetap bungkam akan semaunya seolah ia tak peduli dan memilih mengembangkan bisnis keluarga.


Ini bukan sekedar tentang menangkap atau di tangkap tapi tentang siapa yang berdiri tegap di belakang ini semua.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2