Kebencian: Peluruh Cinta

Kebencian: Peluruh Cinta
Bab 59 Pohon kenangan!


__ADS_3

Sungguh Aurora tak menyangka dengan semuanya seolah Aurora tak bisa percaya. Kenapa semuanya berhubungan tapi di sini hanya ia yang bodoh baru mengetahuinya.


Jadi selama ini profesor Tuner adalah anak didik dari eyangnya dulu bahkan profesor Tuner juga memperlihatkan kebersamaan mereka.


Sungguh sebuah kebenaran apa lagi yang Aurora ketahui bahwa faktanya profesor Tuner dulu ingin mengajarinya karena dasar perintah dari Farhan.


Jadi selama ini sang papa tahu semuanya bahkan proses dia bagaimana. Sungguh Aurora pikir sang papa tak ada di balik kesuksesan dia menjadi seorang dokter hebat nyatanya sejak dulu sang papa mendukungnya. Namun karena keadaan yang rumit membuat Aurora harus terjebak dulu.


Aurora ingin membantah namun semuanya benar membuat Aurora mau tak mau harus percaya.


Tapi, satu yang membuat Aurora benar-benar Shok ternyata profesor Tuner adalah paman dari Kaka sendiri tepatnya seorang kakak dari Dagoberto, seseorang yang sudah berkhianat pada keluarganya sendiri demi sebuah kekuasaan.


Ya, Jendral Geoffrey Aldarberto, profesor Tuner dan Dagoberto adalah tiga saudara yang memang sama-sama berbeda prinsip.


Jendral Geo selaku Daddy dari tuan pertama dan Kaka sendiri memang ia seorang jendral dan Tuner seorang profesor sedang Berto sendiri ia terjun di dunia bisnis namun karena keserakahannya ingin memiliki semuanya ia berkhianat sampai membunuh Jendral Geo sebagai kakak tertua di keluarga Aldarberto.


Karena dengan Jendral Geo tersingkir ia bisa menguasai semuanya karena tak mungkin profesor Tuner mengurusnya sedang bukan profesinya.


Namun sayang, rencana pembunuhan itu gagal karena sang penerus Aldarberto selamat dari kecelakaan itu.


"Bisa saya tebak, Kaka tak pernah cerita!"


Ucap Profesor Tuner membuat Aurora benar-benar bungkam dengan rasa shok nya yang tak bisa ia kendalikan.


Sungguh semuanya seakan benang merah yang mulai tersusun rapi kembali membuat Aurora sulit mempercayainya namun ia di paksa percaya karena semuanya benar.


Rahasia sebesar ini sungguh Aurora baru tahu entah keadaan rumit apa yang terjadi di masa lalu hingga membuat para orang tua lebih baik mengubur kenyataan untuk keamanan semuanya.


"Prof!"


Ucap Aurora dari sekian lama bungkam karena bingung harus bicara apa.


" Kau memang berbakat sama seperti profesor Al-biru!"


Ucap profesor Tuner sambil mengenang kenangan dulu di mana ia belajar dari beliau.


"Di mana Kaka?"


Dari sekian banyak pertanyaan hanya kata itu yang keluar dari mulut Aurora. Ya, Aurora mengesampingkan pertanyaan pentingnya demi ingin tahu di mana Kaka berada.


Dadanya bergemuruh hebat dengan jantung yang tak bisa di kendalikan lagi.


Profesor Tuner tersenyum mendengar satu pertanyaan itu. Terasa aneh namun profesor Tuner menyukainya.

__ADS_1


"Kaka sedang berada di Kerajaan hari ini pemutusan eksekusi pangeran Arnold, mungkin ia akan lama di sana!"


Deg ...


Tangan Aurora mengepal kuat dengan dada yang begitu sesak. Ia tak tahu itu kenapa Kaka tega tak memberi tahunya bahkan tak membawa ia ikut serta.


Kenapa Aurora bisa sesakit ini, kenapa sungguh Aurora benci begini.


"Jika sudah selesai dia akan pulang!"


Aurora tetap bungkam tak tahu harus bicara apa.Tapi bagaimana dengan kakinya di sana pasti sangat lelah.


Sungguh Aurora tak tahu jika Kaka sudah bisa berjalan kembali walau tak boleh lama-lama.


"Apa kau mengkhawatirkan nya?"


"Ak-aku!"


Bingung Aurora tak tahu dengan semuanya, lagi-lagi profesor Tuner hanya bisa tersenyum melihat kegundahan hati Aurora.


Profesor Tuner tahu bagaimana hubungan mereka yang pasti sangat sulit namun profesor Tuner percaya jika mereka tak akan bisa melepas karena sejatinya mereka saling membutuhkan satu sama lain.


"Dia baik-baik saja, lebih baik kamu ikut saya!"


Ajak profesor Tuner karena tak suka melihat Aurora seperti itu. Dulu Aurora jika bertemu dengannya bibirnya akan banyak bicara mengenai obat-obatan dan banyak hal lainnya tentang medis.


Profesor Tuner mengajak Aurora melihat penelitiannya selama ini. Profesor Tuner juga menjelaskan banyak hal tentang tumbuh-tumbuhan yang ada di sana.


Namun, profesor Tuner tak sadar jika Aurora tak memerhatikan pikirannya entah melayang kemana.


Aurora hanya mengikuti saja tanpa peduli dengan penjelasan profesor Tuner. Merasa tak ada tanggapan membuat profesor Tuner menghentikan langkahnya lalu melihat ke belakang sana. Ternyata Aurora tertinggal jauh.


Tak pernah profesor Tuner melihat Aurora seperti itu sebelum nya seperti nya Kaka benar-benar sudah mengalihkan dunia sang dokter.


"Nak!"


Ucap profesor Tuner menepuk kedua mahu Aurora membuat Aurora terkejut.


Kini profesor Tuner memandang Aurora dengan pandangan seorang ayah bukan seorang profesor lagi.


"Jika kamu sakit istirahatlah, jangan terlalu di paksa berpikir!"


"Prof ak-"

__ADS_1


Profesor Tuner menggelengkan kepala tanda Aurora harus diam karena memang seperti nya Aurora butuh istirahat.


Aurora bukan sekedar butuh istirahat namun butuh seorang diri untuk menjernihkan pikirannya dan profesor Tuner tahu di mana tempatnya.


Profesor Tuner membawa Aurora ke salah satu ruangan khusus dirinya.


 "Masuklah dan pelajari apa yang ada di dalam!"


Tegas profesor Tuner membuat Aurora tak bisa membantah walau tak enak.


Aurora masuk kesebuah ruangan di mana di dalam sana ternyata sebuah ruangan baca, banyak sekali buku-buku kuno ada di sana tentu sekitar tentang medis dan pengobatan.


Aurora terus menelusuri ruang baca tersebut yang di desain khusus di mana buku-buku itu akan di letakan di setiap tanaman di sampingnya. Seolah menggambarkan jika ingin tahu jenis tanaman apa maka bacalah buku di sampingnya bahkan di sana juga terdapat lebel-lebel berbagai jenis tamana langka.


Namun ada satu pohon yang membuat Aurora tertarik, pohon itu unik selalu ada pada umumnya namun terlihat istimewa Aurora mendekatinya.


Pohon kenangan!


Batin Aurora membaca Lebel yang tertancap di depan pohon tersebut. Ternyata di sana banyak kertas dan Poto yang tergantung.


Aurora membacanya satu persatu nyatanya sebuah kertas permintaan.


Satu persatu Aurora baca tanpa merubah letaknya sedikitpun karena memang pohon itu tidaklah tinggi hanya sejajar dengan tinggi tubuhnya.


Pohon yang memang sengaja di awetkan hingga saat ini masih kokoh.


"Ini!"


Gumam Aurora tak menyangka jika ini pohon keluarga Aldarberto di mana mereka semua menuliskan permintaan-permintaan mereka lalu di tempelnya di sana. Aurora baru. Sadar ternyata di setiap batang ada nama anggota keluarga sendiri.


Ranting tertua milik Jendral Gea sendiri dan terus berurutan hingga sampai di mana pada batang milik Kaka, sejenak Aurora terdiam sebelum membacanya.


Aku ingin seperti Daddy menjadi seorang Jenderal melindungi negara dengan bahuku sendiri terutama melindungi mommy, kakak ipar dan keponakan usil ku dengan kedua tanganku. Jika Daddy, kedua paman dan kakak ku mereka laki-laki bisa melindungi diri sendiri.l


"Kau sudah melakukannya!"


Aku Kaka Aldarberto, akan melindungi kalian semua terutama istriku nanti!


"Kau begitu narsis!"


Kekeh Aurora tersenyum geli membaca tulisan lama itu seperti nya di tulis ketika Kaka masih kecil karena terlihat masih berantakan.


Bisa Aurora tebak dulu Kaka seorang yang ceria, penuh semangat dan penyayang. Tapi kini karakternya berbanding balik mungkin insiden itu membuat keceriaan Kaka menghilang dengan kepergian kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih...


__ADS_2