Kebencian: Peluruh Cinta

Kebencian: Peluruh Cinta
Bab 96 Di balik kebahagiaan pasti ada seseorang yang tersakiti!


__ADS_3

Semua dunia di hebohkan dengan acara perusahaan Aldarberto yang setiap tahunnya memang selalu saja menjadi pusat perhatian.


Namun tahun ini bukan terasa berbeda dengan munculnya sosok idola semua orang terutama para pasien.


Sosok lemah lembut, tutur kata sopan dengan tatapan menyejukkan membuat pasien siapa saja akan betah di periksa oleh Dokter Jingga. Sosok yang tak pernah membeda-bedakan kasta dan jabatan bagi dokter Jingga semuanya sama sedang harus mendapatkan pasilitas dan cara pengobatan yang sama.


Kini sosok Jingga memenuhi berbagai layar televisi dan sosial media namun mereka di kejutkan dengan sebuah pakta.


"Dia suami saya!"


Duarrr ...


Semua orang yang hadir begitu shok mendengarnya.


Sungguh! Seperti nya hari ini adalah hari patah hati bagi kaum Adam yang memang mengidolakan dan juga mengagumi sosok itu.


Bagaimana bisa sosok yang mereka idolakan ternyata sudah menikah sungguh di luar dugaan.


"Woww .. Sungguh mengejutkan ternyata Dokter Jingga sudah menikah! Seperti akan ada banyak yang patah hati!"


Aurora tersenyum tipis mendengar godaan sang pembawa acara yang membuat suasana semakin hidup.


"Jika tak keberatan boleh suaminya naik dok?'


"By!"


Panggilan lembut menggetarkan jiwa siapa saja namun menyakitkan bagi sebagian orang yang sudah mengagumi Aurora sejak awal.


"Kemari lah!"


Panggilan bak magnet membuat Kaka langsung berdiri dari duduknya membuat tungkai semuanya melemas.


Sungguh mereka tak akan bisa menyaingi siapa sosok gagah yang berjalan ke atas sana menghampiri sang belahan jiwa.


Bahkan mereka tak akan benari merebut ketika tahu siapa suami dari dokter yang mereka idolakan.


"Je-jendral!"


Gugup sang pembawa acara tak menyangka jika suami dokter yang sedang ia goda adalah sang Jendral.


"Suami saya, yang sangat saya benci tapi sekarang begitu saya cintai!"


Wow ....


Mereka tak menyangka sosok pendiam dan juga dingin bisa se-bucin ini pada sosok gagah dan juga cool bahkan Aurora tak segan merangkul mesra lengan kokoh Kaka.


"Ah, perjalanan kami sangat menyakitkan untuk di ceritakan, tapi dialah sosok yang mewujudkan mimpi ini, mimpi kalian juga dan mimpi para pasien!"


Prok ... Prok ...


Riuh tepuk tangan semakin menggema melihat pasangan perfek di depan sana.


Tak hentinya Queen menitipkan air mata melihat kebahagiaan mereka.


"Jangan harap kalian bisa mengambil istri saya!"


Ucap Kaka tegas penuh posesif namun di balik ucapan itu ada ancaman yang begitu mengerikan membuat semua hadirin tersenyum geli melihat bagaimana bucinnya pasangan idola itu.


"Istriku sedang hamil!"


Deg ...


Pupus semua harapan yang berharap mendengar orang yang sangat ia cintai ternyata sudah mengandung benih sang Jendral.


Karl yang menyaksikan tayangan live itu terduduk lemas di shopa sana. Sungguh dadanya sangat sesak dan sakit melihat wanita yang ia cintai ternyata sudah benar-benar menjadi milik orang lain.


Tak ada setitik harapan bagi Karl mendapatkan hati Aurora karena semuanya sudah terlambat.

__ADS_1


Cintanya!


Putri angkatnya!


Semuanya meninggalkan ia, sungguh sangat menyakitkan.


Karl mengusap layar ponselnya mengelus lembut wajah cantik Aurora yang tersenyum manis. Senyuman yang belum pernah Karl lihat sebelumnya. Senyuman tulus penuh kebahagiaan dada Karl semakin sesak melihat bagaimana cara Aurora menatap sang Jendral bisa terlihat jika mereka berdua saling mencintai dan menyayangi.


"Ku harap kau benar-benar bahagian, Ra!"


Gumam Karl berat mengikhlaskan Aurora jika sudah begini apa yang harus Karl lakukan. Mampu kah ia melupakan cinta pertama pada pandangan pertama.


Kata orang melupakan cinta pertama itu sangatlah sulit namun bagi Author yang sulit itu bukan melupakan namun mengikhlaskan.


Cinta terkadang bisa terganti jika Tuhan mengirim sosok yang jauh lebih baik, tapi ketidak ikhlasan hati selalu membelenggu itu semua. Terkadang kita sadar jika itu salah namun nafsu menekuknya untuk tunduk.


Yang tersulit itu kasih sayang, sebab kasih sayang di atas cinta. Seburuk apapun mereka tetap rasa sayang tak akan pernah putus bahkan terkadang kita ingin selalu melindungi dan menjaga.


"Dokter Karl!"


"Dokter Karl!"


Karl tersadar dalam lamunannya ketika beberapa warga memanggilnya. Dengan cepat Karl keluar guna melihat apa yang terjadi.


"Ada apa, kenapa dengan wajah kalian?"


"Dok tolong, Aurelia di gigit ular!"


Lapor salah atau warga dengan wajah pucat ya.


Mendengar itu membuat Karl langsung bergegas ke arah perkebunan mengikuti langkah tiga warga yang menjemputnya.


Di sebuah bangunan tempat istirahat pada pekerja terlihat Aurelia bersandar di dinding sana dengan beberapa warga yang menjaganya.


Wajah gadis itu terlihat pucat dengan bibir mulai membiru membuat Karl dengan segera memeriksa.


Umpat Karl ketika merasa racun ular tersebut sudah menyebar bahkan ini sudah sangat parah membuat Karl merasa janggal.


Karl mengikat kuat bagian tertentu agar racun itu tidak semakin menyebar.


Entah apa yang Karl minumkan pada Aurelia tentu agar cairan itu menghambat penyebaran racun jangan sampai merambat ke alat Vital.


"Sejak kapan dia di gigit?"


Tanya Karl membuat semua warga nampak bingung mereka ketakutan.


"Apa kalian tuli hah!"


"Maaf dok, kami tak tahu! Tadi saat kami ke perkebunan Aurelia sudah dalam keadaan seperti ini!"


Ucap salah satu penduduk gemetar karena mereka tahu dokter satu ini akan semakin marah jika mereka tak menjelaskan.


Karl terdiam menerima laporan itu membuat Karl berpikir sambil menatap sekeliling.


"Bawa Aurel ke klinik!"


"Baik dok!"


Empat warga laki-laki langsung membantu Aurelia di ikuti para warga ibu-ibu lain. Sedang Karl masih melihat sekitar mencoba mencari sesuatu.


"Apa yang gadis bodoh itu lakukan di sini!"


Gumam Karl kesal karena selalu saja merepotkan.


Aurelia seorang gadis belia berusia tujuh belas tahun yang di temukan Vivi ketika menempuh perjalanan.


Seorang gadis yang berlari tanpa alas kaki dengan keadaan yang memperihatinkan seperti nya telah mengalami penyiksaan.

__ADS_1


Vivi memutuskan membawa Aurelia ke sana karena di sana tempat yang aman untuk bersembunyi terlebih ada Karl di sana.


Tak mungkin Vivi membawa ke kastil karena takut Edward tak mengizinkan.


"Sit, sepertinya ada yang tak menyukai gadis itu!"


Monolog Karl melihat ada jejak kaki berbeda karena memang tanah di sana sedikit lembab.


Karl memutuskan menyusul ke Klinik ketika sudah menemukan apa yang ia butuhkan tinggal menunggu Aurelia bangun dan memastikannya.


.


Kembali ke acara ...


Kaka membiarkan sang istri di kerumuni keluarganya.


Kaka menarik sudut bibirnya melihat bagaimana antusiasnya sang istri. Sungguh Kaka sangat bahagia melihat momen ini.


"Lord!"


Tiba-tiba Edward datang lalu duduk di hadapan Kaka membuat Kaka menghela nafas tahu apa yang akan Edward katakan.


"Ruang kerja!"


Tegas Kaka membuat Edward langsung mengikuti langkah Kaka menuju ruang kerja karena memang setelah selesai acara mereka semua kembali ke Kastil tentu bersama keluarga besar Al-biru.


"Aku tak bisa menerima ini!"


Ucap Edward langsung ketika mereka sudah masuk.


"Itu hak mu!"


"Tapi kau yang berhak!"


Kini mereka bukan lagi pimpinan dan bawahan melainkan dua saudara sepupu.


"Pekerjaan ku terlalu banyak untuk sekedar mengurus perusahaan!"


"Tapi tuan pertama, dia masih mampu!"


"Dia punya pekerjaannya sendiri, sekarang waktunya kau memimpin!"


Tegas Kaka tak suka di bantah bahkan Kaka menatap tajam Edward membuat Edward tak bisa membalas tatapan itu.


"Dengan kekuasaan kau bisa melindunginya!"


"Tapi aku tak perlu itu!"


"Ed!"


Kaka berjalan mendekat memegang kedua bahu Edward jantan.


"Ingat! Kedua orang tuanya mati karena melindungi kau! Saatnya kamu melindungi dia!"


"Ak--"


"Uncle Tuner akan merasa sedih jika kau menolaknya!"


"Lord!"


"Besok nikahi dia, aku tak banyak waktu!"


Deg ...


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah komen, dan Vote Terimakasih ....

__ADS_1


__ADS_2