Kebencian: Peluruh Cinta

Kebencian: Peluruh Cinta
Bab 40 Penyerangan


__ADS_3

Keadaan Vivi sudah mengenaskan antara hidup dan mati.


Ya, kerena semuanya sudah terbongkar tuan besar menyiksa Vivi habis-habisan tanpa belas kasih tak peduli jika Vivi seorang perempuan.


Vivi tak menyangka jika tuan besar bisa sekejam itu padanya padahal ia sudah angkat bicara dan mengaku semuanya.


Pikiran dan hati Vivi sangat kacau yang ada di otak Vivi hanya keselamatan sang adik.


Vivi tak tahu jika vidio yang selama ini di perlihatkan hanya sebuah vidio jebakan di mana kebenarannya mereka tak menyiksa Arsen karena Arsen sudah meninggal di bawah jurang sana.


Maafkan aku Ra, maaf ak-aku takut mereka menyakiti Arsen. Jangan marah padaku Ra, maaf!


Jerit batin Vivi di antara kesadarannya. Vivi di kurung di sebuah tabung di mana tabung itu mengeluarkan air, lama kelamaan air itu mulai membasahi kaki Vivi membuat luka yang ada di kaki Vivi terasa perih.


Jika air itu semakin naik dan terus naik tentu air itu akan menenggelamkan Vivi dan hanya akan ada kematian selanjutnya karena Vivi tak bisa menahan nafas selama itu apalagi rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat cambukan dari tuan besar.


Maafkan aku Ra, maaf!


Duarr ....


Sebuah ledakan besar membuat semua orang terkejut.


"Taun, kita di serang!"


Lapor sang kaki tangan terkejut akan serangan dadakan itu.


Tuan besar hanya diam saja dengan wajah tenangnya membuat Berto was-was apa yang di rencanakan dia.


"Atasi mereka!"


Tegas sang tuan membuat Berto mengangguk lalu pergi meninggalkan sang tuan yang sudah tahu akan hal ini.


Semenjak tahu siapa Vivi membuat sang tuan ngeh akan sesuatu yang akan terjadi dan dia sudah mempersiapkannya.


Otak liciknya sangat menakutkan bahkan Berto sendiri sulit menebaknya.


Sang tuan menatap putranya rumit karena kesalahan dia putranya jadi seperti itu dan satu-satunya ia harus segera menemukan dokter Jingga yang sudah tahu siapa orangnya.


.


Di luar sana para bodyguard terlibat baku tembak dengan anggota Kaka. Anggota mereka sama-sama kuat membuat mereka harus waspada.


"Ed, hancurkan penelitian mereka!"


Perintah Kaka di sebrang sana yang sudah geram ternyata di sini tempat persembunyian mereka.


Kaka harus mencari di mana penghianat itu.


"Lord, di lorong sana ada sepuluh penjaga!"


Ucap Qennan di sebrang sana di mana mereka di lengkapi earphone yang saling tersambung satu sama lain.


Qennan terus berusaha membobol keamanan di kastil ini guna mencari tahu di mana letak penghianat itu bersembunyi.


Krek ..


Kaka mematahkan leher salah satu penjaga yang lengah membuat Kaka langsung bersembunyi di kegelapan sana.


Tugas Vivi Kaka serahkan pada Edward sedang ia sendiri harus mencari di mana penghianat itu berada.

__ADS_1


Duarr ...


Kaka langsung memakai jubah pelindungnya ketika sebuah ledakan besar terjadi sampai percikannya datang.


Seperti nya Edward sudah berhasil menerobos bagian Barat.


Satu persatu Kaka membuka ruang gelap itu karena yakin penghianat itu tak mungkin bersembunyi di tempat yang terang. Kaka yakin bagian ini pasti ada ruang tersembunyi.


"Lord, mereka bergerak ke bagian Utara!"


Sittt!


Umpat Kaka yang sudah menduga jika iblis iy sudah tahu akan penyerangannya.


Kaka langsung melompat di atas menara sana. Kaki kokohnya dengan lihai meloncat keatas genteng lalu terjun keatas pohon sana.


Tuan besar memerintahkan pada kaki tangannya agar membawa pangeran terlebih dahulu jangan sampai mereka melihatnya namun sial ternyata Kaka sudah berdiri dengan gagahnya di hadapan mereka membuat tuan besar waspada.


Tuan besar tahu bagaimana keahlian lord devil itu mengecoh lawan.


"Untuk apa kau berdiri di sana, bukankah kita tak ada urusan!"


"Benarkah!"


Kekeh sang lord mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras.


Wushh ...


Sang lord mengibarkan jubahnya melompat turun membuat tuan besar waspada.


"Bukankah yang kau cari Berto dan menyingkir dari hadapan ku!"


Krek ...


Tuan besar mengepalkan kedua tangannya menatap tajam sosok di depannya yang memakai topeng.


Siapa lord devil sebenarnya kenapa tahu tentang ia bahkan siapapun tak tahu akan dia karena semua orang tahu ia sudah meninggal akibat kecelakaan lima belas tahun lalu.


"Kau mencoba memanipulasi kematian tuan Diego karena tak terima tuan Diego menjodohkan cucunya dengan pangeran Jarvis, hm!"


"Kau!"


"Yang seharusnya menikah dengan putra lumpuh mu itu!"


Dor ...


Kaka langsung menghindar ketika satu peluruh melesat ke arahnya.


"Siapa kau sebenarnya, kau ingin memeras ku hah!"


Bentak tuan besar sangat marah kenapa ada orang yang tahu akan hal itu. Siapa sebenarnya lord Devil itu membuat tuan besar semakin waspada.


"Bahkan kau menghasut Berto untuk membunuh orang tuanya sendiri karena dendam mu, cih trik yang sempurna!"


"Bahkan kau yang membuat tuan putri kehilangan sang penerus!"


Tuan besar menatap tajam lord devil yang terus menyebut satu persatu kesalahannya bagaimana bisa ada mafia yang tahu sedang ia tak punya urusan dengan lord devil tapi kenapa lord devil memburunya.


"Siapa kau?"

__ADS_1


"Siapa aku, hm!"


Duarrr ....


Sebuah ledakan membuat kepulan asap membuat sang lord langsung mengibaskan jubah pelindungnya dari asap beracun itu.


"Lord, anda baik-baik saja!"


Teriak Hanz di sebrang sana yang tadi sulit menembak karena posisi ia tak pas.


"Kejar penghianat itu!"


Bentak Kaka yang tak akan pernah melepaskan semuanya. Ternyata dugaan sang kakak benar jika pangeran Arnold masih hidup dan semua yang terjadi karena ulahnya.


Awalnya Kaka tak percaya karena ia sendiri yang melihat ledakan itu.


Sial!


Kaka meloncat masuk kedalam mobil membuat Edward langsung menghadang.


"Ed!"


Geram Kaka yang tak menyangka Edward menghalangi jalannya.


"Lord ada sesuatu yang terjadi di markas!"


"Minggir Edward, bajingan itu harus ku tangkap!"


"Nyonya kabur!"


Deg ...


Kaka mencengkram stir mobilnya kuat dengan rahang mengeras.


"Kenapa tak ada yang memberi tahu ku hah!"


Bentak Kaka mencengkram kerah jubah Edward yang sudah tahu akan seperti ini.


Kenapa jadi kacau seperti ini dan Aurora melakukan kesalahan besar sudah keluar dari menara itu.


Tak tahukah Aurora jika nyawa dia dalam bahaya.


Kaka di buat kacau siapa yang lebih dulu harus ia kejar. Penghianat yang sudah sepuluh tahun ia cari atau Aurora yang baru empat bulan menjadi istrinya.


"Nyonya sudah mengetahui siapa Lord dan perjanjian it-"


Bugh ..


Edward terpental akibat tendangan kaki kokoh sang lord.


Kaka langsung pergi begitu saja membawa mobilnya memilih mengejar penghianat itu dari pada mengurus Aurora yang memilih jalannya sendiri.


Kali ini lawan Kaka seimbang membuat ia harus hati-hati dan teliti. Ia tak akan melepaskan bajingan itu, karena pangeran Arnold dia kehilangan kedua orang tuanya dan Cherry harus mengalami trauma dan sialnya kenapa Berto ikut adil dalam hal itu.


Semuanya tentang keserakahan dan keegoisan bukan sebuah kelemahan.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah komen, dan Vote Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2