
Pagi-pagi sekali Kaka sudah tidak ada entah kemana perginya suami kertasnya itu padahal lukanya masih belum sembuh.
Padahal tadinya Aurora ingin membuatkan sarapan untuk Kaka guna memecah kecanggungan akibat kejadian tiga hari lalu di mana malah membuat Kaka semakin dingin bahkan terkesan menghindar darinya.
Harusnya Aurora senang bukan namun entah kenapa ada yang aneh dengan perasaannya.
Aurora mencoba masa bodo ia lebih baik memilih ikut berlatih di ruang khusus latihan di mana tak ada larangan sama sekali.
Mencoba menyibukkan diri walau tak ada yang tahu apa rencana di dalam otak cerdas itu.
Berbeda dengan Kaka yang sedang sibuk menatap layar laptop di mana Qennan berusaha membobol keamanan laptop Aurora.
Ada sinyal yang muncul membuat Kaka harus membukanya. Seperti nya itu penting dan Kaka harus masuk dulu sebelum ia membuka sinyal itu.
Entah sinyal dari mana membuat Kaka penasaran seberapa pengaruhnya Aurora di dunianya.
"Lord!"
"Hm!"
"King Asia sudah merespon!"
Kaka langsung menatap Edward serius ia tak bisa lagi menunggu karena musuh terus menggertak keponakannya untuk lengser dari tahta.
"Katakan!"
Edward terdiam ragu untuk mengatakannya karena pasti sang lord akan marah.
"Ed!"
"Berto tak punya kelemahan!"
Brak ....
Sang lord langsung menendang meja di hadapannya membuat Qennan terkejut langsung mengamankan laptop nya.
"Jangan membual Ed!"
"Tapi itu yang di katakan King!"
"Bedebah, dia sudah mempermainkan ku. Siapkan pesawat!"
"King Asia berada di Bautzen!"
Kaka memejamkan kedua matanya erat dengan tangan mengepal. Sungguh Kaka sangat marah akan hal itu seolah ia sedang di permainkan.
"Atur pertemuan ku!"
Tegas sang lord keluar dari ruang rahasianya menuju ruang di mana kedudukannya berada.
"Jendral!"
Hormat para ajudan berdiri tegap ketika Kaka melewati mereka.
__ADS_1
Kaka sungguh sudah lelah terus seperti ini Kaka menduga-duga siapa orang yang di balik Berto.
Jika Berto tak punya kelemahan itu artinya orang yang di belakang Berto sangat berpengaruh.
Kekacauan itu terjadi ketika perjodohan itu di tentukan oleh sang Raja dan sekarang nyawa Cherry dalam bahaya besar kemungkinan semua berkaitan dengan keluarga kerajaan.
Tapi siapa!
Batin Kaka sangat pusing sudah sepuluh tahun ia mencari kebenaran itu namun sampai saat ini ia tak bisa mengungkapkannya.
Bahkan Kaka harus lera menjadi dua kepribadian demi semuanya.
"Tak ada kelemahan!"
Gumam Kaka mengulang pesan dari king Asia.
Jika tak ada kelemahan berarti hanya ada kekuasaan, keserakahan dan keegoisan.
Kaka terus menekan otaknya untuk berpikir apa arti dari kode kelemahan itu. Kaka yakin king Asia tak gegabah memberikan sebuah jawaban.
"Sial!"
Umpat Kaka ketika ia baru sadar akan sesuatu walau itu masih di ragukan namun Kaka yakin tujuannya ke sana.
"Edward!"
Teriak Kaka membuat para ajudan berdiri tegap.
"Lord, tapi--"
"Vivi dalam masalah besar jika terjadi sesuatu padanya maka Aurora dalam bahaya!"
Bentak sang lord membuat Edward terperangah akan kilatan amarah itu. Edward sungguh tak bisa menebak jalan pikiran sang Lord yang selalu rumit di tebak namun selalu teliti dalam bertindak.
"Hanz!"
"Siap Jendral!"
"Siapkan pesawat kita berangkat ke Ceko!"
Kaka langsung bersiap membuat Edward bingung harus bilang apa jika Aurora sedang melakukan kesalahan besar.
Bagaimana cara memberi tahu sang lord jika keadaan nya begitu.
Sial!
Umpat Edward bingung jika begini yang ujung-ujungnya pasti dia yang di salahkan.
Edward memberi pesan pada Rose untuk menjaga Aurora karena memang Rose yang di percaya menjaga bangunan Menara.
Edward langsung bersiap juga dengan seragamnya begitu pun dengan Hanz yang semangat karena baru kali ini sang Jendral memerintahkannya.
Hanz ajudan Kaka di Militer dia juga seorang sniper handal bahkan tak di ragu kan lagi keahliannya.
__ADS_1
Jika Hanz di bawa itu artinya akan ada masalah besar karena setiap misi sang lord belum pernah membawa Hanz kecuali keadaan mendesak jika begini berarti akan ada pertempuran besar.
"Di mana Qennan?"
"Di sini Lord!"
Qennan muncul dari arah samping sambil membawa laptop Aurora dan laptop dirinya.
"Bagaimana?"
"Dari titik yang terlihat gadis itu berada di dekat daerah Pegunungan Carpathian!"
"Bergerak!"
Perintah Kaka membuat para ajudan Kaka langsung bersiap. Ini bukan tentang hanya penyelamatan saja tapi lebih dari itu hingga Kaka melibatkan beberapa ajudan handalnya.
Karena ini bukan tentang sebuah persaingan antar Mafia tapi juga musuh negara mereka harus di berantas di muka bumi ini.
Sekarang Kaka mengerti kenapa King Asia mempercayakan Aurora padanya karena ini bukan tentang seorang anak buah yang memberontak dan berkhianat tapi lebih dari ini.
Kaka baru mengerti sekarang kenapa bisa King Asia juga ada di Jerman bukan hanya sekedar sedang melakukan perjalanan bisnis melainkan hal lain.
Kaka segera bergerak dengan para anak buahnya di mana mereka akan di bagi menjadi empat titik.
Kaka tahu tempat itu di sana ada sebuah kastil yang sangat megah namun selalu menjadi misteri karena pemilik kastil tersebut tak pernah menampakkan wajahnya.
Hanz akan berada di belakang di mana ia adalah seorang sniper yang tentu menjaga Jendral nya agar tak terluka dengan beberapa orang rekannya lagi.
Kaka berada di bagian depan untuk memancing di mana Edward harus bisa menerobos lewat belakang. Sedang Qennan dia akan tetap berada di atas pesawat gumam meretas keamanan di sana dan menjadi petunjuk ke mana Kaka dan Edward harus bergerak.
Malam ini seperti nya akan ada peperangan dahsyat sampai melibatkan seorang Jendral turun langsung dengan wajah aslinya.
Ya, selama ini Kaka bersembunyi di balik nama Lord Devil bukan sekedar memburu pamannya yang berkhianat karena itu mudah namun mencari sosok yang berada di belakangnya.
Rencana yang sempurna sampai Kaka harus berpura-pura bodoh dan lemah guna memancing keluar.
Tentu tanpa sadar itu berkat Aurora yang belum mengerti situasi ini.
Ya, sekarang Kaka menyakini jika ia yang di untungkan di sini belum lagi ia mendapatkan gadis istimewa seperti Aurora walau hubungan mereka tak baik namun bukan berarti tak bisa di perbaiki bukan.
Kaka berjanji jika misinya sudah selesai ia akan kembali memulai hidup normal seperti biasanya dan membangun bahtera rumah tangga bersama Aurora.
Entah sejak kapan Kaka mempunyai pikiran seperti itu Kaka tak menampik jika ia memang terpikat oleh otak cerdas Aurora dan semua yang ada di diri Aurora apalagi Kaka sudah berani lebih walau tak berlebihan namun Kaka bukan laki-laki pecundang ia akan bertanggung jawab akan semuanya.
Walau Kaka yakin tak mudah bagi Aurora memaafkannya karena mungkin di hati Aurora sudah memupuk kebencian sendari awal.
Ini belum terlambat bukan untuk memulai lagi dari awal.
Semenjak kejadian itu Kaka memang berpikir keras dengan apa yang ia lakukan sampai melangkah sejauh ini bahkan melanggar janjinya sendiri yang tak akan menyentuh Aurora namun nyatanya itu dusta.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1