
Aurora memungut bangkai laptop dengan tangan gemetar. Bulir bening sudah membasahi pipinya.
"Putriku!"
Duarr ...
Sang lord terhenyak mendengar kata itu dengan tatapan aneh.
Sang lord hanya diam melihat Aurora yang menangis sambil me-lilir kan kata putriku.
Ya, di dalam laptop itu tersimpan photo-photo putri angkatnya Ezilla karena hanya di sana Aurora bisa menyimpannya dan sekarang laptop sudah hancur semua itu gara-gara manusia kejam di depannya.
Aurora mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras.
"Brengsek, kembalikan putriku!"
Bentak Aurora menyala melempar pas bunga di sampingnya. Dengan sigap sang lord menghindar akan serangan dadakan itu.
"Kau!"
"Apa hah, beraninya kau menghancurkan putriku!"
"Cih, itu hanya laptop jadul!"
Wushh ...
Sang lord terdiam dengan tatapan tajam melihat aura lain dalam diri Aurora.
Keturunan Al-biru memang tak di ragukan lagi tentu Aura itu bisa sang lord rasakan.
"Aku membenci mu!"
Tekan Aurora dengan bulir bening yang tak kunjung berhenti keluar. Aurora memeluk laptop yang sudah koyak membawanya menuju kamar.
Bagaimana bisa Aurora berkomunikasi dengan putrinya jika laptop ini hancur.
"Zilla!"
Gumam Aurora tersadar jika putrinya pasti mencari dia.
Setiap tahun di bulan ini Ezilla pasti akan sakit dan hanya Aurora yang bisa menyembuhkan walau lewat telepon tapi sekarang bagaimana cara Aurora menenangkan putrinya yang pasti mencari-cari dia.
"Zilla, maafkan bunda sayang!"
Lilir Aurora gemetar ia baru ingat jika setiap tanggal 13 putrinya jatuh sakit entah kenapa bahkan Aurora pernah melakukan pemeriksaan namun anehnya tak ada gejala apapun pada diri putrinya.
Kebencian semakin tertanam di hati Aurora pada suami kertasnya itu.
Kenapa semuanya jadi begini sungguh miris bukan.
Tak hentinya Aurora menangis sambil memeluk laptop itu.
Apa yang Aurora lakukan tak lekas dari tatapan elang sang lord yang merasa ada sesuatu yang aneh.
Seperti nya sang lord harus mencari tahu lebih detail bagaimana kehidupan Aurora karena data yang ia dapat semuanya tak sesuai ekspektasi.
Bahkan data Aurora seolah di lenyapkan dari keluarga Al-biru.
__ADS_1
"Edward!"
"Iya lord!"
"Cari tahu data gadis itu, seperti nya king Asia sengaja menyembunyikan semuanya jangan sampai kita di rugikan!"
"Baik lord!"
Edward langsung beranjak menjalankan titah sang lord.
Sang lord terus saja memantau apa yang di lakukan Aurora lagi entah data apa yang tersembunyi di dalam laptop itu kenapa Aurora nampak kesakitan.
Putriku!
"Apa gadis itu sudah punya anak!"
Gumam sang lord mengepalkan tangannya erat jika iya berarti king Asia sudah mempermainkan nya.
Bagaimana bisa king Asia memberikan anaknya yang sudah menikah apa king Asia sengaja ingin dia bertanggung jawab akan anak itu jika benar maka sang lord tidak akan mengampuninya.
"Malang sekali nasib mu, king mempercayakan kau padaku tanpa peduli perasaan mu!"
"Lihatlah, apa kau akan bertahan atau tidak!"
Sang lord terus saja memantau apa yang di lakukan Aurora. Sang lord ingin tahu siapa gadis ini sebenarnya apa kelebihannya sampai king Asia sangat percaya sekali jika ia yang akan di untungkan.
Kita lihat siapa di sini yang akan di untungkan Aurora atau sang lord.
Aurora mulai tertidur karena lelah terus menangisi nasib yang tak kunjung membaik.
Seperti nya sang lord harus hati-hati dengan Aurora bisa saja Aurora hanya alat bagi sang king Asia.
"Cherry!"
Nama itu terlintas di benak sang lord melihat tidur Aurora yang tak tenang membuat sang lord mengingat Cherry yang selalu seperti itu jika sakit.
Entah ada gerakan dari mana sang lord beranjak dari ruangan khususnya yang langsung tersambung dengan kamar dia.
"Zi-zilla!"
Gumam Aurora tak jelas membuat sang lord terus mendekat. Ia tak bisa sembarang menyentuh kulit siapapun membuat sang lord urung.
"Zilla maafin bunda sayang!"
"Maafin bunda!"
Sang lord semakin di buat penasaran siapa sebenarnya gadis yang ia nikahi kenapa datanya sulit sekali di bobol seolah ada seseorang yang menjaganya.
Bagaimana bisa sang lord menikahi gadis yang sudah punya anak yang benar saja. Selama ini sang lord menghindar dari para wanita karena kulitnya yang sensitif dan sekarang ia harus menikahi gadis yang sudah punya anak. Sungguh nasib macam apa ini bagaimana mungkin dia bernasib seperti ini.
Sang lord berpikir tentang apa yang Edward katakan tadi.
Mencoba mendekati Aurora agar sang lord menemukan jawabannya.
Ini gila Edward benar-benar gila memberikan saran. Bagaimana bisa sang lord berbuat baik pada Aurora sedang ia saja merasa jijik.
Sang lord memilih pergi begitu saja tanpa peduli Aurora yang sedang kesakitan di alam mimpi sana.
__ADS_1
Ada begitu banyak pekerjaan yang harus sang lord lakukan.
Pulang dengan berbagai luka sudah biasa bagi sang lord seolah ia memiliki seribu nyawa.
Entah takdir macam apa yang menyapa mereka dan takdir apa yang akan terjadi selanjutnya.
Mampukah mereka saling menerima satu sama lain sampai kata cinta itu datang atau pertemuan mereka memang hanya sebatas status di atas kertas dan akan lenyap juga dengan selembar kertas.
Lihatlah bagaimana takdir berjalan dan takdir yang akan menjawab semuanya.
Aurora tertidur dengan kegelisahannya sedang sang lord keluar menjalankan sebuah misi.
Penyelundupan senjata akan di lakukan malam ini di perbatasan Berlin dan sang lord mafia yang sangat di benci oleh mafia-mafia lain karena sang lord selalu menggagalkan rencana mereka.
Tak boleh ada penyelundupan senjata atau barang haram lainnya di atas wilayah sang lord jika ada yang berani maka siaplah mereka harus mati.
Di bunuh atau membunuh itulah dunia sang lord dunia yang memaksa ia masuk kedalam sana.
Persetujuan antar saudara sejak dulu membuat sang lord membenci semuanya. Bertahun-tahun ia mencari kebenaran akan kematian kedua orang tuanya dan mengharuskan lenyapnya sang kakak yang ia cintai.
Konflik yang tak berkesudahan sampai sekarang bahkan nyawa Cherry menjadi taruhannya apalagi Cherry bagian dari keluarga Kerajaan.
Terlalu banyak iblis berwujud manusia di sekeliling mereka dan sang lord tak akan membiarkan keponakan tercintanya menderita lagi.
Sialnya kunci kehancuran itu ada di king Asia dan sekarang ia harus bersikap baik pada Aurora agar king Asia memberikan jawabannya.
Entah apa permasalahannya kenapa bersangkut paut dengan Farhan dan hanya mereka yang tahu konflik itu.
"Lord!"
"Tetap di tempat!"
Edward patuh akan titah sang lord karena Edward tahu sang lord pasti sedang merencanakan sesuatu.
"Bagi dua, kau ke arah selatan!"
"Siap lord!"
Edward meloncat ke jurang sana di mana musuh sudah masuk perangkap. Saatnya beraksi melenyapkan manusia-manusia tak tahu diri itu.
Duarr ...
Sebuah ledakan besar terdengar membuat klan Koja terkejut ternyata mereka masuk dalam jebakan sang lord.
Pantas saja wilayah Utara terdiam seolah tak ada sesuatu yang terjadi nyatanya itu sebuah jebakan.
"Sial, ini jebakan!"
Teriak klan Koja terkejut menarik mundur orang-orang jangan sampai mereka di habisi oleh Lord Devil.
"Edward blokir jalan mereka!"
Titah sang lord tak bisa di bantah dengan aura kemarahan berkobar di dalam dadanya. Ia harus menghabisi manusia malas yang hanya ingin instan mendapatkan uang.
Sang lord sangat muak dengan semuanya hingga amarahnya tak bisa di tahan lagi.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...