Kebencian: Peluruh Cinta

Kebencian: Peluruh Cinta
Bab 98 Ekstra part (Masuk angin!)


__ADS_3

Kedatangan Kaka di sambut hangat oleh keluarga kerajaan apalagi Cherry begitu sangat rindu pada paman kakunya ini.


Terlalu banyak pekerjaan dan harus mengurus suami dan anak membuat Cherry tak bisa untuk sekedar berkunjung atau menghadiri acara yang seminggu lalu tergelar.


Ketika sang suami sudah di nobatkan menjadi seorang Raja tentu Cherry harus selalu ada di samping sang Raja karena aneh jika ada Raja namun sang Ratu tak ada.


Putri Arabelle kini tumbuh semakin pintar dan cerdas walau sikap polos Cherry tak lekas pergi dalam diri Putri Arabelle.


Usinya yang sudah menginjak sepuluh tahun membuat putri Arabelle terlihat semakin cantik dan anggun. Bahkan gadis itu semakin cerdas dalam mempelajari hal apapun.


Kecerdasan menurun dari Jarvis tentu sikap ceroboh putri Arabelle tak lekas dari Cherry. Perpaduan yang sangat unik namun itulah putri Arabelle.


Dua tahun tinggal di istana membuat putri Arabelle bisa menyesuaikan diri apalagi memang ia sudah di latih sejak dini oleh Aurora.


Terlihat dewasa dan sok berani di hadapan orang lain namun ketika bersama Jarvis dan Cherry putri Arabelle akan merengek manja membuat kedua orang tua itu selalu di buat gemas oleh tingkah putrinya.


Putri Arabelle belum tahu akan kedatangan Aurora dia sedang asik bermain dengan beberapa pengawal.


Jiwa centilnya keluar bahkan putri Arabelle tidak mau bermain dengan pengawal perempuan dia selalu ingin di kelilingi laki-laki.


Gadis mungil itu masih asik dengan kegiatannya di mana para pengawal menjadi korban ke kacauan yang di lakukan putri Arabelle.


Bahkan jiwa Maco mereka lenyap seketika jika sudah berhadapan dengan putri Arabelle.


Bagaimana tidak hampir setiap hari putri Arabelle mendandani para pengawal walau hasilnya tak seburuk yang terkira.


"Zilla!"


Tak ...


Pensil alis yang putri Arabelle pegang seketika terjatuh ketika mendengar suara yang begitu sangat ia rindukan.


Putri Arabelle berbalik dengan mata berkaca-kaca melihat siapa yang berdiri di ujung sana sambil merentangkan kedua tangannya dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Bunda!"


Teriak Putri Arabelle berlari kearah di mana Aurora berada.


"Aman!"


Gumam para pengawal mengelus dadanya dengan cepat mereka berbondong-bondong mencari air untuk membersihkan benda laknat yang menempel di wajah mereka.


Para pengawal perempuan hanya bisa tersenyum melihat semuanya sungguh semenjak kedatangan putri Arabelle istana menjadi sangat hidup bahkan hidup setiap harinya.


Tak ada yang murung atau menyendiri kini cendrung berkumpul dan bermain.


"Bunda!"


Aurora memeluk erat putrinya dengan lelehan bening keluar dari netra teduhnya. Sungguh Aurora sangat rindu akan dekapan mungil ini.


Begitu pun Ezilla mempererat pelukannya sungguh sangat rindu namun Ezilla merasa ada yang aneh. Merasa ada sesuatu yang mengganjal membuat Ezilla mengendurkan pelukannya.


"Bunda, kenapa perut bunda menonjol?"


Celetuk Ezilla polos karena merasa tak nyaman saat memeluk seolah ada penghalang di antara mereka.


Aurora tersenyum lembut mendengar pertanyaan itu. Ternyata Ezilla merasakannya membuat Aurora harus hati-hati menjelaskan.


"Apa bunda sakit?"


"Masuk angin!"


Cherry di belakang sana menahan senyum agar tak meledak mendengar penuturan sang putri.


"Ayo bunda kita periksa, Zilla tak mau bunda sakit!"


"Sayang!"


Rengek Aurora gemas dengan celotehan putrinya.


"Bunda tak sakit dan tak sedang masuk angin!"


Putri Arabelle terdiam dengan wajah bingung polosnya menatap Aurora penuh tanya.


"Apa tuan putri mau punya adik?"


"Mom!"


Girang putri Arabelle tersenyum menyambut kedatangan sang mommy.

__ADS_1


"Mommy mau ngasih Zilla adik?"


Cherry menggeleng berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putri Arabelle.


"Bukan mommy tapi bunda!"


Putri Arabelle kini menatap Aurora dan Cherry bergantian dengan kebingungannya.


"Bunda gak masuk angin, tapi di dalam sini ada dedek baby!"


"Adik!"


Cicit putri Arabelle menatap polos Aurora membuat Aurora mengangguk dengan senyum lembutnya.


"Iya, sebentar lagi tuan putri akan punya adik,"


"Kenapa di dalam perut bunda?!"


"Adik lagi bersembunyi, nanti tunggu empat bulan lagi adik akan keluar!"


"Benarkah!"


Kini senyum putri Arabelle mengembang ketika paham apa yang di bahas Aurora dan Cherry.


"Apa Zilla juga bisa masuk menengok adik!"


"Gak bisa sayang, adiknya masih malu. Apa tuan putri mau menunggu?"


"Tentu bunda! Hm, apa Zilla dulu juga begitu?!"


"Ya, dulu Zilla juga sama, sembunyi di perut mommy!"


"Benarkah mom!"


"Ya!"


"Bolehkah Zilla minta sesuatu?"


"Katakan sayang!"


"Zilla mau mommy juga bikin adik buat Zilla, pasti seru. Zilla akan punya adik dua!"


Aurora dan Cherry tersenyum mendengar penuturan Ezilla sungguh gadis aktif ini sangat pintar sekali.


"Tuan putri!"


"Dad!"


Pekik Ezilla kegirangan berlari menghampiri Jarvis.


Jarvis langsung membawa Ezilla kedalam gendongannya.


Ezilla menatap Kaka penuh tanda tanya siapa dia.


Ezilla memang belum tahu siapa Kaka sebenarnya tentu gadis itu menatap heran dan tak suka ketika Bundanya di cium peria asing.


Melihat tatapan putrinya seperti itu membuat Aurora mengerti.


"Tuan putri, kenalkan ini suami Bunda!"


"Suami!"


Cicit Ezilla bingung menatap takut Kaka yang memasang wajah datarnya seperti biasa.


"Iya, suami bunda sama seperti Daddy dan mommy yang bersama!"


"Kenapa tidak sama papa Karl!"


Deg ...


Aurora gelagapan mendengar penuturan sang putri. Aurora melirik Kaka yang terdiam dengan wajah datarnya namun tatapan itu seolah menguliti dirinya.


"No sayang, sekarang papa Zilla bukan om Karl tapi sekarang papa Kaka karena papa Kaka suaminya bunda!"


Jelas Cherry mencoba membuat putrinya mengerti agar suasana tidak menjadi dingin.


"Mommy sama Daddy, bunda sa,,,, sama pa-papa Kaka lalu papa Karl sama siapa?"


"Nanti Zilla tanya sama om Karl ya!"

__ADS_1


"Ok mommy!"


Aurora bernafas lega ketika sang putri tak banyak bertanya lagi membuat Aurora tersenyum kepada Cherry.


"By--"


"Hanz siapkan--"


Deg ..


Aurora tertegun melihat suami malah pergi tanpa melirik atau pamit pada dirinya. Sudah bisa Aurora tebak jika suaminya sedang merajuk jika begini Aurora harus bisa menjinakkannya.


"Tuan putri bunda mau susul papa Kaka dulu ya, tuan putri sama mom dan Daddy ya!"


"Ok bunda, jangan lupa bilang sama papa Kaka Zilla suka matanya!"


Celetuk Ezilla tersipu ketika mengucapkannya membuat Aurora tersenyum geli begitu pun Cherry. Berbeda dengan Jarvis yang menghela nafas ketika melihat kelakuan putrinya yang mulai centil.


Aurora segera pergi menyusul sang suami, Aurora tahu sang suami tidak sedang menelepon itu hanya alibi saja.


"By, hubby!"


Panggil Aurora ketika sudah masuk kedalam bangunan barat di mana memang sebuah bangunan khusus Kaka.


"By!"


Hanya ada keheningan membuat Aurora khawatir. Aurora yakin suaminya salah paham akan ucapan Ezilla.


"Hubby dimana! Apa hubby marah!"


Ucap Aurora namun masih belum ada balasan membuat Aurora segera menuju kamar berharap suaminya ada di sana.


Grep ...


Aurora terdiam ketika sebuah tangan melingkar di lehernya.


"By!"


"Diam lah!"


"Jangan di ambil hati ucapan Ezilla tadi ya!"


"Tidak!"


"Syukurlah! Tapi kenapa hubby pergi, Rora pikir hub--"


"Sedang berpikir!"


"Apa!"


"Hubby menang banyak dari dia!"


"Apanya?!"


"Di pikir-pikir, Karl baik seorang dokter jenius juga kalian sudah kenal sangat lama pasti dia banyak tahu tentang sayang, sedang hubby! Kita ketemu bisa tahu dengan hitungan jari tapi sayang sudah jadi milik hubby bukankah hubby pemenangnya!"


"Yang terpenting--"


"Apa!"


"Dia tak tahu sisi lain sayang, hanya hubby!"


Tegas Kaka membuat Aurora tersenyum. Aurora pikir sang suami akan marah padanya nyatanya tidak.


"Di pikir-pikir kenapa sayang milih hubby?"


Aurora membalikan badannya hingga mereka saling berhadapan.


"Kata papa dan Bunda, hubby orang yang tepat menjaga Rora!"


"Karena hubby aku bisa jatuh cinta, karena hubby aku bahagia, karena hubby aku takut kehilangan, karena hubby alasan mimpi ku tercapai karena hubby aku menjadi seorang istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu!"


"Begitu kah!"


"Heem!"


"Kalau begitu hubby benar-benar memang banyak!"


Aurora tersenyum geli melihat wajah girang sang suami benar-benar sanga menggemaskan jika sedang cemburu.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2