
Semua mata tertuju pada gadis kecil yang berlari kearah Cherry dan Jarvis yang langsung berjongkok menyambut putri kecil mereka.
Semua orang yang berada di sana di buat bungkam melihat pahatan sempurna gadis cantik yang ada di gendongan Cherry.
Mereka tak bisa mengelak melihat pahatan bak peri yang begitu mirip Jarvis bahkan tak bisa di bantah lagi dengan bola mata dan rambut pirang yang turun dari Cherry perpaduan yang sempurna bukan.
Sang raja dan ibu ratu terdiam menatap rumit gadis kecil itu yang ber-koala membelit posesif leher Cherry.
"Dia Putri Arabelle!"
Duarr ....
Mereka semua di buat lemas melihat kenyataan yang ada bahkan putri Safira bungkam melihat semuanya.
Jika begini sulit bagi dia mengganti posisi Cherry.
"Putri kami yang di nyatakan meninggal tujuh tahun lalu!"
"Jangan membual pangeran, mana mungkin putri Arabelle masih hidup!"
"Iya, bahkan kami tahu bagaimana dahsyat nya kecelakaan itu!"
"Siapa yang membual!"
"Ini hanya manipulasi!"
"Benarkah!"
Kini Kaka yang angkat bicara menatap tajam pangeran Peter yang sudah ketakutan. Bagaimana bisa putri Arabelle masih hidup padahal kecelakaan itu begitu dahsyat.
"Kenapa anda begitu tak terima pangeran!"
Deg ....
Pangeran Peter mengepalkan kedua tangannya kuat dengan rahang mengeras.
"Ini tiba-tiba, bagaimana jika dia bukan putri Arabelle!"
"Dia putriku, aku yang melahirkannya jadi aku tahu dia putriku!"
"Semuanya membual!"
"Ya, kamu butuh bukti untuk itu!"
Kini pangeran Charles angkat bicara setelah beberapa menit bungkam karena terkejut tiba-tiba putri Arabelle masih hidup.
"Putri Arabelle lahir, dia punya tanda di pinggang kirinya. Bahkan ibu ratu orang pertama yang menggendongnya!"
Tegas Cherry membuat ibu ratu yang tadi diam beranjak dari duduknya mendekati Cherry lalu memeriksa bagian yang di maksud. Dan benar saja di sana ada tanda lahir putri Arabelle.
Ibu ratu langsung mengangguk menatap suaminya membuat sang raja memejamkan kedua matanya sejenak.
"Ini tidak mungkin, kenapa tiba-tiba!"
"Semuanya pasti bohong!"
"Mana mungkin putri Arabelle masih hidup ini mustahil!"
"Kenapa anda begitu tak terima!"
Lagi-lagi pangeran Peter terdiam waspada pada Kaka karena manusia satu ini tak bisa di tebak.
"Siapa di sini yang tak percaya kalau dia putri Arabelle sang penerus tahta!"
__ADS_1
Tegas Kaka sudah muak dengan semuanya ia akan mengakhiri semuanya.
"Kenapa diam pangeran, ayo bantah lagi!"
Pangeran Peter terus terpojok membuat ia harus memutar cara.
"Apa anda tahu tentang insiden itu hingga pangeran yakin jika putri Arabelle sudah meninggal!"
Deg ...
Sang raja menatap pangeran Peter tajam membuat pangeran Peter semakin tersudut.
Jangan sampai semuanya hancur dalam sekejap.
"Hey, kenapa kau terus memojokkan Daddy ku!"
Teriak pangeran William tak terima karena sang Daddy terus di pojokan.
"Tanya kan pada pangeran Peter apa dia ada di sana ketika kejadian itu!"
Semua mata tertuju pada pangeran Peter begitu pun pangeran William yang meminta penjelasan jangan sampai sang Daddy terlibat.
"Dia melakukan perjalanan bersama ku!"
Ucap sang Raja membuat pangeran Peter bernafas lega.
"Iya, dan apa raja lupa jika tiba-tiba pangeran Peter waktu itu meminta izin kembali lebih awal dengan alasan tak sehat!"
"Kau menuduhku!"
Bentak pangeran Peter tak terima membuat Kaka menyeringai.
Sungguh Kaka sudah muak dengan wajah-wajah lintah ini membuat Kaka rasanya ingin menguliti kulit wajahnya dan akan ia jadikan koleksi seperti biasa.
"Hanz!"
Hanz langsung menghadap menyerahkan beberapa berkas pada sang raja dan juga sebuah vidio yang entah apa membuat pangeran Peter was-was.
Sang raja membaca sebuah berkas itu dengan rahang mengeras bahkan tangannya sudah mengepal kuat namun ia mencoba menahan karena itu bukti seorang raja.
Raja menyuruh ajudannya memutar sebuah vidio itu karena memang ini ruang khusus dan tak akan bocor keluar hanya petinggi saja di sana.
"Tidak mungkin!"
Teriak pangeran William menatap tak percaya pada vidio tersebut dimana di sana terlihat percakapan pangeran Peter dan juga pangeran Arnold yang merencanakan pembunuhan pangeran Jarvis dan sang penerus.
Tak sampai di sana ada juga bukti-bukti penggelapan dana dan masih banyak lagi sungguh pangeran William tak tahu jika sang Daddy bisa melakukan kejahatan yang begitu besar.
"Aku di jebak, aku tak melakukan itu, raja harus percaya!"
"Semua itu bohong!"
Bantah pangeran Peter tak tahu malu padahal bukti sudah ada.
Sang Raja sungguh sangat kecewa atas semuanya bagaimana bisa adiknya sendiri mengkhianati dia setelah kakak tirinya juga mengkhianati. Sungguh sang raja tak tahu jika ia harus di khianati oleh orang terpercaya yang tak mungkin melakukan itu, nyatanya.
"Penjaga!"
Teriak sang Raja marah besar, padahal mereka tahu sang raja adalah orang yang bijak sana dalam bawaan selalu tenang setenang air. Tapi, kali ini amarahnya sudah tak bisa di bantah lagi.
"Raja ini jebakan, aku tak melakukannya!"
Teriak pangeran Peter tak terima ia di perlakukan begini.
__ADS_1
"Dan kau!"
Deg ...
Putri Safira menelan ludahnya kasar mendapat tatapan tajam dari Kaka.
"Lancang!"
Bentak pangeran Charles tak suka jika putrinya tak di hormati.
Bahkan Kaka muak menggunakan embel-embel seorang tuan putri.
"Cih, kau berusaha menghancurkan pisik tuan putri Cherry dengan setiap hari menyuruh pelayan memberikan obat!"
"Kau berani nya!"
Bentak pangeran Charles tak terima putrinya di salahkan juga. Bagaimana bisa putrinya melakukan hal keji begitu sedang ia tahu putrinya sangat baik.
"Hanz!"
"Sial jendral!"
Hanz segera membawa dua pelayan istana membuat putri Safira langsung lemas.
Bagaimana bisa manusi sialan itu tahu, umpat putri Safira memang sejak awal tak suka dengan Kaka.
"Maafkan kami tuan putri, kami salah!"
Ucap salah satu pelayan menunduk takut jika kepalanya akan di penggal karena sudah berani meracuni.
"Taun putri Safira melakukan nya!"
Duarr ...
Pangeran Charles langsung tak sadarkan diri mendengarnya. Membuat ruangan sana semakin tak kondusif membuat sang penasehat langsung menyarankan sang raja dan ibu ratu keluar.
Beberapa ajudan langsung membawa pangeran Charles yang memang mempunyai riwayat jantung.
Sedang putri Safira sudah di seret keluar oleh beberapa ajudan.
Melihat kekacauan yang terjadi Cherry mengeratkan pelukannya pada putrinya yang terlihat ketakutan.
"Tenang sayang, ada mommy!"
Kaka menyuruh Hanz membawa pangeran Jarvis dan putri Cherry keluar kini tinggal Kaka yang akan membereskan semua kekacauan ini sebelum menemui seseorang.
Sungguh kejadian yang sangat tak percaya namun semuanya nyata. Bahkan Pangeran William hanya bisa diam menyaksikan semuanya.
Begitupun dengan para petinggi lainnya yang terkejut akan kejadian ini. Sungguh sebuah kejadian yang tak terduga namun membuat mereka bungkam.
Begitu banyak para penjilat berkedok malaikat namun nyata iblis.
Sungguh kejadian bertubi-tubi jika sampai bocor semuanya akan kacau dan para masyarakat tak akan percaya lagi.
Ini semua harus segera di atasi sebelum semuanya semakin rumit.
Sudah membereskan kekacauan yang terjadi Kaka langsung bergegas pergi dengan perasaan tak menentu.
Bahkan dadanya bergemuruh hebat dengan kepalan tangan kuat.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1