
Sudah menyelesaikan urusan di istana Kaka langsung membawa Aurora pergi. Entah kemana Kaka akan membawa Aurora. Aurora hanya diam saja mengikuti kemana Kaka membawanya.
Aurora menyandarkan kepalanya di pundak Kaka sambil memeluk posesif lengan kekar Kaka.
Matanya terlihat sembab dengan bibir yang sendari tadi bungkam.
Kaka membiarkan saja karena mengerti berat untuk istrinya meninggalkan Ezilla pada Cherry dan Jarvis. Namun, Aurora harus melakukannya karena memang itu semestinya.
Mobil yang membawa mereka terhenti di sebuah bangunan megah yang di hiasi berbagai tanaman.
Kaka tersenyum ternyata istrinya malah tidur mungkin karena lelah.
Dengan ringan Kaka menggendong Aurora hati-hati masuk kedalam bangunan megah itu.
Bangunan yang begitu indah di sambut langsung dengan lemari kaca di mana di sana begitu banyak miniatur.
Berbagai lukisan menghiasi dinding sana dengan berbagai bunga langka yang di awetkan.
Bahkan ada juga bunga Lotus Al-mumtaz bunga yang berada di Tiongkok China. Sebuah bunga yang baru-baru ini viral akan namanya yang di beri kepanjangan Al-mumtaz di ambil dari nama sang putra gubernur Jawa barat (Ridwan Kamil).
Sebuah berita yang sampai ke telinga Kaka membuat hati ia tergugah sampai ia terbang ke China guna ingin mendapatkan setangkai bunga itu untuk di abadikan.
Kaka membaringkan sang istri di ranjang king size dengan hati-hati.
"Apa sudah sampai?"
Serak Aurora ketika merasa ia di baringkan oleh sang suami. Aurora membuka kedua matanya menatap Kaka yang begitu dekat dengannya apalagi memang Kaka belum sempat melepaskan gendongannya karena Aurora ke buru bangun.
"Kau bangun!"
Aurora hanya diam saja entah sudah sadar atau belum. Entah kenapa Bunga menyukai bola mata Kaka yang berwarna biru terang itu seolah menenggelamkan Aurora ke dasar samudra cinta.
"Bola mata mu sangat indah,"
"Aku menyukainya!"
"Benarkah!"
"Ya!"
Jawab jujur Aurora karena memang ia sangat menyukai bola mata indah ini.
"Lalu dengan ku?"
Grep ...
Bukannya menjawab Aurora malah memeluk Kaka menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kaka membuat Kaka tersenyum tipis dengan tingkah baru ini.
Aurora sangat malu di tanya begitu karena masalah cinta begitu tabu di hidupnya. Ia belum mengerti tentang itu namun satu yang Aurora mengerti ia tak mau kehilangan Kaka.
"Kenapa Hm, apa kau malu!"
"Jangan begitu, aku tak tahu!"
Rengek Aurora tak biasanya begini membuat Kaka benar-benar merasa aneh dengan hal baru ini namun begitu membahagiakan.
Perlahan Kaka memberi jarak mereka guna ingin melihat wajah cantik sang istri.
Di belainya lembut pipi mulus tanpa celah membuat Aurora mengerjap-enjap lucu.
__ADS_1
"Bolehkah aku memiliki ini!"
Deg ...
Tubuh Aurora menegang tetkala Kaka membelai abstrak bibirnya.
Tenggorokan Aurora tercekat bingung harus menjawab apa. Apa rasa itu akan ia rasakan kembali dengan perasaan berbeda bukan perasaan takut seperti dulu.
"Aku tak akan lebih jika kau tak mengizinkan!"
"Kenapa harus minta izin, bukankah semuanya hak mu!"
"Aku tahu sangat tahu, namun aku tak mungkin melakukan sesuatu hal dalam keterpaksaan aku ingin kamu dan aku sama-sama menginginkan!"
Jelas Kaka memang begitu karena ia sangat menghormati Aurora. Walau ia berhak namun ia tetap minta izin pada sang pemiliknya karena takut menimbulkan rasa tak nyaman.
Kaka hanya ingin Aurora menyerahkan semuanya dengan suka rela bukan hanya sekedar kewajiban doang.
"Ajarkan aku perlahan biar aku mengerti akan arti suami istri!"
Pinta Aurora yakin membuat Kaka tersenyum cerah sambil mengangguk.
"Maka lakukanlah!"
Cup ...
Kaka mengecup bibir pink segar ini yang selalu menggoda imannya sendari tadi. Sebuah kecupan lembut membuat Aurora memejamkan kedua matanya merasakan hal ini lagi.
Rasa yang berbeda ketika ia rela dan sama-sama menginginkan. Terasa manis nan aneh tapi ada sebuah kenikmatan di dalamnya.
Apalagi Kaka sangat lembut tak tergesa-gesa membuat Aurora bisa mengimbangi.
Mereka sadar sama-sama sadar akan hal itu seharusnya mereka melakukannya sendari dulu.
Wajah Aurora sudah merah padam membuat Kaka tersenyum sangat suka melihat rona merah itu.
"Apa ada negara yang ingin kau kunjungi?"
Tanya Kaka membuat Aurora berpikir. Aurora sekarang faham apa yang Kaka pertanyakan itu akan menjadi kenyataan jika ia menjawabnya asal atau yakin.
"Turki, aku ingin kesana!"
"Tujuan nya?"
"Memetik anggur di kebunnya sendiri, seperti nya menyenangkan!"
"Apa kita perlu honeymoon!"
Deg ..
Tubuh Aurora seketika menegang mendengarnya.
Honeymoon!
Kata itu sungguh menggelikan namun membuat Aurora was-was karena ia tahu.
Apa ia sudah siap menyerahkan semuanya, menyerahkan harta paling berharga di hidupnya.
"Kenapa tak di sini saja!"
__ADS_1
Jawab asal Aurora kenapa harus jauh-jauh ke Turki demi sebuah honeymoon. Kaka selalu saja menganggap serius ucapannya.
"Baiklah!"
"Eh,, emang harus sekarang!"
"Gak juga!"
Aurora bernafas lega mendengarnya padahal ia sudah sangat deg-degan.
"Kamu istirahat saja, aku keluar sebentar!"
Ucap Kaka sambil mengelus kepalanya membuat Aurora tertegun. Kaka sama seperti sang papa dan Fatih selalu memperlakukan ia begini membuat Aurora rindu akan sang papa dan sang bunda.
Aurora menatap kepergian Kaka membuat ai langsung beranjak dari ranjang. Aurora memutar matanya melihat ke sekeliling kamar yang begitu luas sama seperti kamar yang ada di menara.
Aurora berjalan ke arah balkon sana lalu membukanya.
Wow ..
Pekik Aurora takjub melihat pemandangan di bawah sana yang begitu indah.
Sebuah taman bunga yang berjajar rapi dengan gazebo di antaranya di samping itu ada kolam renang yang nampak luas.
Sungguh pemandangan yang sangat indah membentang luas ke sana. Aurora sangat suka pemandangan seperti ini.
"Apa kau menyukai bunga!"
Gumam Aurora karena di setiap tempat Kaka pasti ada begitu banyak bunga. Sangat langka bukan ada laki-laki yang menyukai bunga dan Kaka salah satu spesies nya.
Karena terhipnotis dengan tanaman bunga di bawah membuat Aurora berlari keluar.
Deg ...
Langkah Aurora tertahan melihat bangunan begah ini bak kastil yang ada di Jerman. Sungguh bangunan yang begitu besar dengan desain klasik modern perpaduan yang begitu menakjubkan.
Aurora menuruni setiap anak tangga dengan rasa kagum. Aurora tak menyangka jika Kaka akan membawa ia ke istana ini.
Belum lagi sebuah lukisan-lukisan yang mempunyai arti pejuang, semangat dan keadilan.
Aurora menulusuri satu persatu bunga yang di awetkan di dalam tabung kaca itu sungguh sangat indah dengan miniatur yang berjajar rapi di sana.
Sungguh Aurora tak percaya koleksi suaminya ini sangatlah berkelas. Entah berapa juta dolar jika di lelang seperti nya sepuluh turunan pun tak akan ada habisnya.
Krek ...
Aurora membuka pintu indah ini yang menghubungkan langsung ke taman. Aroma bermacam bunga langsung meruak kedalam indra penciuman Aurora begitu segar dan nyaman.
Aurora terus tersenyum menelusuri setiap tanaman bunga yang berbunga ataupun tidak.
Sebuah ide muncul di otak cerdas Aurora. Entah apa yang akan Aurora rencanakan pada tanaman itu. Jangan sampai tanaman itu jadi korban keganasan tangan Aurora.
"Apa tak apa mengoleksi bunga paling langka di dunia!"
Gumam Aurora tak percaya melihat beberapa jenis bunga langka ada di sana.
Bunga lupa siapa suaminya, ya tentu apapun yang Kaka inginkan akan mendapatkan nya.
Bagi Kaka semuanya mudah, entah kejutan apa lagi yang ada di rumah ini seperti nya tak akan ada habisnya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....