
Riuh para masyarakat sangatlah antusias menghadiri acara yang di lakukan pemerintahan mereka dimana mereka akan mendapatkan pengobatan gratis. Jangan lupa mereka juga akan menghadiri acara amal di mana banyak pengusaha yang hadir di sana tentu mereka akan mendapatkan keuntungan jika datang kesana.
Apalagi seperti pekerjaan-pekerjaan rendah mereka akan mendapat motivasi juga dari kalangan-kalangan pebisnis yang akan melakukan seminar juga.
Sebuah keuntungan bagi mereka bertemu perdana Mentri dan juga para pengusaha di berbagai penjuru negara terutama mereka sangat antusias mendengar bahwa king Asia yang akan menjadi penasehat nya.
Acara amal, pengobatan gratis namun di balik itu semua ada politik di dalamnya yang mereka tak tahu namun membuat mereka aman.
Semuanya sudah terkendali bahkan acara tersebut mengundang semuanya membuat orang-orang berbondong-bondong datang apalagi di pelosok daerah di mana mereka akan mendapatkan keuntungan dari sana karena para pengusaha itu akan memberikan cukup dana untuk perkembangan bisnis kecil mereka.
Acara itu di langsungkan sudah sendari tadi membuat para aparat bersiaga mengamankan semuanya.
Bahkan pertahanan militer sudah berjaga di setiap perbatasan dan menyuruh para penduduk mengosongkan tempat yang memang sudah di kepung itu.
Sungguh strategi yang sangat sempurna bahkan Kaka membayar mahal akan hal itu karena harus bisa membujuk perdana Mentri bekerja sama.
.
Prang ...
Pecahan kaca terdengar nyaring membuat semuanya terkejut akan kemarahan pangeran Arnold.
"Kenapa bisa kecolongan, hah!"
"Bukankah acara itu di selenggarakan besok, tapi!"
Bentak Pangeran Arnold tak bisa berkata-kata lagi ternyata ia kecolongan.
Bagaimana bisa begini dan tak ada yang memberi tahunya semuanya pasti ada yang salah.
"Kita harus segera pergi!"
"Tidak bisa pangeran, semua wilayah sudah di kepung bahkan mereka sudah bekerja sama dengan perdana Mentri Ceko!"
"Sial ... Sial ...!"
Rasa marah, panik dan juga ketakutan membuat pangeran Arnold tak bisa berpikir jernih.
Jika semua wilayah sudah di kepung jalan satu-satunya hanya menyerang agar ia bisa lolos.
"Bagaimana dengan terowongan?"
Tanya pangeran Arnold berusaha tenang agar semuanya aman. Dia harus segera membawa putranya jangan sampai tertangkap.
"Aman, tapi kita tak bisa membawa putra mahkota dia bisa sesak nafas!"
Krek ...
Arnold mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras kenapa semuanya bisa kacau seperti ini.
"Di mana dokter Hazel?"
"Sendari kemaren dia keluar untuk mengurus semuanya!"
"Hubungi dia, suruh untuk mengalihkan!"
Sang kaki tangan dengan cepat langsung menghubungi dokter Hazel namun sialnya ponsel dokter Hazel tak bisa di hubungi.
Berkali-kali namun tetap sama membuat pangeran Arnold benar-benar murka.
"Dokter Hazel tak bisa di hubungi, karena dia sedang berada di podium!"
Ucap sang kaki tangan memperlihatkan layar ponselnya.
__ADS_1
"Sial jika dia tahu hari ini acaranya, kenapa tak memberi tahu kita!"
Deg ...
Pangeran Arnold benar-benar murka bagaimana bisa dokter Hazel mengkhianati dia.
"Siapkan pasukan, kita hadapi mereka!"
Sang kaki tangan langsung mengangguk menyambungkan earphone yang sudah terpasang apa anak buahnya untuk bersiap.
Di ruang itu semua orang panik mempersiapkan semuanya.
Duarr ...
Suara ledakan besar terdengar di bagian selatan berarti pasukan Kaka sudah masuk ke wilayahnya.
"Amankan putra mahkota!"
Sang kaki tangan mengangguk patuh berlari keruang rahasia. Tugas ia sangat berat karena harus menyelamatkan putra mahkota sedang pangeran Arnold memimpin pertempuran.
Semuanya kacau dan pangeran Arnold tak akan pernah memaafkan penghianatan dokter Hazel, ia akan membalasnya itu sumpahnya.
Suara tembakan begitu nyaring membuat semuanya waspada karena jumlah mereka sama-sama banyak.
Semuanya harus hati-hati karena salah saja mereka menembak maka akan terjadi sebuah ledakan besar. Karena bangunan ini hampir semuanya adalah penelitian tentu jika salah sasaran ruang penelitian itu akan meledak dan bisa menghancurkan semuanya.
Aurora samar-samar mendengar suara tembakan membuat ia langsung bangun. Keadaannya sangat lemah akibat siksaan yang ia terima.
Dengan lemah Aurora bangun dari ranjang sana memaksakan tubuhnya berdiri.
Dorr ...
Bruk ...
Aurora terjatuh karena terkejut ketika sebuah peluruh mengarah padanya namun kaca sana anti peluruh hingga tak bisa menembus.
Gumam Aurora bingung dengan keadaan kacau seperti ini bahkan ruangan penelitian ini mulai berkabut akibat zat-zat yang hancur di dalam tabung sana.
Aurora berusaha membuka pintu itu namun tak bisa karena memang terkunci.
"Apa sang papa menyelamatkan aku!"
Gumam Aurora bahagia di antara rasa sakitnya namun seketika kebahagiaan itu memudar ketika teringat jika sang papa pasti sedang menghadiri acara amal itu.
"Apa Kaka!"
Monolog Aurora lagi namun Aurora menyangkalnya karena tak mungkin. Apalagi selama ini Kaka tak pernah mencari dirinya.
Krek ...
Pintu ruangan itu terbuka membuat Aurora tersenyum, buru-buru ia bangkit.
Deg ...
Aurora terkejut ketika pangeran Arnold yang muncul menodongkan pistol membuat Aurora mundur. Namun tangannya tiba-tiba di tarik membuat tubuh lemah Aurora terseret.
Aurora mencoba melepaskan namun tak bisa cekal-an itu terlalu kuat.
"Lepas pangeran!"
Lilir Aurora tak berdaya sungguh tubuhnya sangat lemah apalagi Aurora baru bisa bernafas lagi. Namun kepulan zat membuat Aurora sesak.
"Semuanya karena ulah orang tua mu maka kamu harus tanggung jawab!"
__ADS_1
Bentak pangeran Arnold membuat Aurora tertegun. Benarkah sang papa menyelamatkan ku, batin Aurora seolah mempunyai kekuatan kembali.
Wilayah itu sudah di kepung mau tak mau pangeran Arnold harus menyeret Aurora bersamanya jikapun mati iya tak akan mati sendirian.
Wushh ...
Pangeran Arnold waspada ketika merasakan aura ini lagi.
"Sial!"
Umpat pangeran Arnold ketika menyadari ada lord devil juga. Apa sebenarnya urusan lord devil kenapa memburunya juga membuat ia benar-benar geram.
Ya, selama ini pangeran Arnold tak tahu jika Berto orang yang ia kambing hitamkan adalah paman dari lord devil sendiri.
Tentu ada urusannya karena pangeran Arnold juga yang sudah melenyapkan putri mahkota.
Pangeran Arnold terus waspada karena lord devil sangatlah berbahaya. Ia selalu menghindar berurusan dengan iblis satu ini tapi nyatanya ia di buru oleh lord Devil yang masih bertanya-tanya siapa sebenarnya lord devil.
Brak ...
Srett ...
Aurora terpekik ketika benda di lehernya mencekik dia ketika pangeran Arnold menjadikan ia sandera. Sungguh itu sangatlah sakit bahkan Aurora rasanya ingin berteriak.
Wusssh ...
Kepulan asap membuat pangeran Arnold menajamkan penglihatannya melihat bayangan seseorang yang memakai jubah hitam dengan topeng yang menutupi wajahnya.
"Siapa sebenarnya kau, kenapa ikut campur!"
Bentak pangeran Arnold waspada tetap mengunci pergerakan Aurora.
Kaka menatap tajam benda yang berada di leher Aurora ia harus hati-hati karena bisa jadi Aurora dalam bahaya.
"Kau sudah berani masuk ke wilayah ku!"
Deg ...
"Jangan membual!"
"Benarkah! Bahkan kau mengkambing hitamkan Berto atas semuanya!"
Sial, kenapa Berto tak memberi tahu ku!
Batin pangeran Arnold geram kenapa manusia satu itu sangatlah bodoh.
"Jangan mendekat atau ku ledakan kepala gadis ini!"
"Silahkan!"
Aurora menatap tajam sosok di balik topeng itu yang sangat hapal betul siapa pemiliknya. Aurora bersumpah akan mencekik suami kertasnya itu.
"Tapi sayangnya aku datang menangkap mu bukan sebagai lord Devil tapi--"
Wushh ...
Kibaran jubah hitam itu membuat pangeran Arnold kaget pasalnya jubah itu mengeluarkan serbuk yang menghalangi penglihatannya.
Dor ....
Dor ..
Dor ...
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih...