Kebencian: Peluruh Cinta

Kebencian: Peluruh Cinta
Bab 43 Memanipulasi


__ADS_3

Sungguh sebuah kebenaran yang tak pernah Aurora tahu sama sekali.


Antara benar atau salah Aurora tak tahu satu yang Aurora tahu kenapa sang papa menyembunyikan semuanya dari dia. Bahkan melarang keras cita-cita itu, itu masih menjadi tanda tanya besar baginya.


Kenapa harus tahu dari orang lain, ini sangatlah menyakitkan.


Aurora terus termenung dengan pikirannya sendiri, antara percaya dan tidak mana yang harus Aurora percayai.


Semuanya begitu kacau apalagi sekarang begini. Bukti pangeran Arnold berikan sangatlah kuat membuktikan jika leluhurnya memang orang yang mengabdi pada kerajaan namun kenapa semuanya seolah terlupakan.


Bukankah eyangnya seorang dokter hebat tapi kenapa tak tercatat dalam sejarah bahkan tak ada yang memberi tahunya seolah semuanya tertelan putaran masa.


Namun bukankah sang eyang berhak mendapatkan sebuah penghargaan besar karena sudah menciptakan sebuah penelitian besar.


Aurora terus berpikir keras menggabungkan potongan-potongan fazel yang sangat kusut sulit di bentuk karena tak cukup hanya Aurora saja yang menggabungkannya. Harus ada seseorang yang menggabungkan itu semua agar potongan Fazel itu sempurna.


Kekecewaan yang Aurora rasakan membuat ia tak bisa berpikir dengan jernih.


Bahkan semuanya tak ada yang peduli akan dirinya.


Sang papa bahkan suami kertasnya tak mencari dia sama sekali seolah memang dia benar-benar yang terbuang.


"Dok!"


Sapa salah satu ilmuan membuat Aurora tersentak kaget.


Sudah satu Minggu Aurora berada di bangunan yang entah bangunan apa membuat Aurora sedikit mengenal orang-orang di sana apalagi pangeran Arnold memanipulasi agar Aurora mau menyembuhkan putranya.


Ya, sudah empat hari lalu Aurora mengambil alih pengobatan putra mahkota dia faham betul apa yang terjadi.


Bahkan dari penglihatan saja Aurora bisa menebak jika jantung putra mahkota lemah karena ada himpitan dari tulang yang retak akibat sebuah benturan besar.


Aurora bisa menganalisa nya bahkan dengan cepat bisa menyimpulkan penyebabnya yang bahkan selama ini tak ada yang tahu bahkan Aurora sendiri yang mengganti segala peralatan itu karena ada bagian yang salah posisi.


Hingga terlihat jelas perubahan kondisi putra mahkota lebih baik lagi dari sebelumnya. Walau Aurora menemukan sesuatu yang aneh namun Aurora tetap bungkam.


Pangeran Arnold memantau di balik ruangan sana sangat puas dengan kinerja Aurora. Keturunan Al-biru memang tak bisa di remehkan. Bahkan teknik akupuntur yang Aurora kuasai sangat sempurna.


Aurora menguasai beberapa cara dari berbagai belahan dunia khusus akupunktur di mana ciri khas dari negara Jepang.


Tangannya yang begitu cekatan dengan tatapan penuh ketelitian.


Ada beberapa sarap yang begitu patal apalagi bagian otak seperti nya ini bukan sekedar sakit namun lebih dari ini.


Penelitian yang sangat berbahaya, mereka benar-benar berani!


Batin Aurora geram bercampur penasaran membuat Aurora jadi teringat akan profesornya.


Andai saja Aurora bisa menghubungi profesor nya mungkin mereka bisa bekerja dengan mudah. Namun Aurora tak berani sebelum memastikan sesuatu yang mengganjal di hati Aurora.


Sudah selesai pemerikasaan Aurora segera keluar sambil membuka sarung tangannya.

__ADS_1


"Dengar-dengar pengusaha asal Indonesia akan mengadakan acara amal dan pengobatan gratis!"


"Ya, pasti banyak para pengusaha yang datang bahkan putranya juga ikut hadir!"


"Dengar-dengar perdana Mentri juga akan hadir karena bertepatan dengan acara lelang!"


"Kau tahu siapa namanya?"


"Para pebisnis menyebut mereka king Asia!"


"Katanya prof Hazel juga akan datang!"


Aurora menajamkan pendengarannya mendengar rekan-rekan nya membicarakan sesuatu yang membuat Aurora mengepalkan kedua tangannya erat.


Aurora tahu siapa yang mereka maksud membuat Aurora benar-benar ingin menangis.


Tak se-peduli itu kah pah, bahkan kau tak tahu jika putrimu sedang membutuhkan mu!


Kau mementingkan orang lain dan membiarkan putrimu dalam kesengsaraan, sakit pah ini sangat sakit!


Jerit batin Aurora sakit beranjak dari sana menuju kamarnya.


Pangeran Arnold menyeringai menatap Aurora yang terlihat hancur. Itu semua sudah rencananya membuat Aurora tahu seolah keluarganya memang tak menginginkan ia lagi.


Pangeran Arnold sudah berencana, di hari itu ia akan keluar dari Ceko ketika orang-orang lagi sibuk. Itu sebuah kesempatan emas karena tak mungkin lord devil menyerangnya di tangah kerumunan orang.


Rencana yang sempurna bahkan ia sudah berhasil mengadu domba antara anak dan ayah itu.


Terlihat jelas kekecewaan di wajah Aurora membuat pangeran Arnold puas. Ia akan memanfaatkan situasi ini apalagi keadaan putranya sudah mulai stabil dan mungkin dalam beberapa hari putranya akan bangun.


"Bagus! Bagaimana keadaan istana?"


"Semakin buruk, bahkan para petinggi mulai demo akan kelangsungan tahta!"


"Apalagi tuan putri Cherry semakin terlihat gila!"


Ha .. Ha ..


Pangeran Arnold tertawa keras sangat puas dengan kabar yang ia dengar. Tak sia-sia ia menyingkirkan putri mahkota bahkan sampai membuat putri Cherry depresi itu sebuah keuntungan besar dan pangeran Arnold yakin posisi pangeran Jarvis di pertanyakan. Dalam keadaan itu maka ia akan datang bersama putranya karena putranya yang berhak menduduki tahta bukan Jarvis.


Hari itu yang ia nanti-nanti apalagi para petinggi 80% mendukungnya. Ini bukan lagi sebuah tentang pengkhianatan tapi juga pemberontakan, pembunuhan dan banyak lagi kejahatan yang pangeran Arnold lakukan.


"Awasi terus pergerakan Aurora, kita butuh dia untuk melindungi kita!"


"Baik pangeran!"


Gelak tawa terdengar nyaring di ruangan tersebut. Tawa penuh keangkuhan dan keegoisan membuat siapa saja yang mendengarnya merinding.


Sungguh kejahatan yang tak bisa di toleransi lagi.


Hanya hukuman mati yang pantas Arnold dapatkan. Kini ia hanya tinggal menghitung minggu untuk mencapai semuanya.

__ADS_1


"Hey nak, bangunlah semuanya sudah usai!'


"Apa yang harus jadi milikmu sebentar lagi akan terwujud. Jarvis memang tak pantas menjadi Raja hanya kamu dan kau bisa memiliki istrinya juga!"


Tawa pangeran Arnold kembali menggema sambil mengusap layar laptop nya yang memperlihatkan kondisi putranya yang mulai membaik.


.


Di Jerman bagian Barat tepatnya di kediaman Shofi.


Shofi membantu sang suami untuk bersiap pergi.


"Titip salam sama papa dan Bunda, maaf aku gak bisa ikut!"


"Iya sayang, mereka pasti mengerti kamu sibuk mengurus Mentari dan juga Alana!"


"Hati-hati, pulang harus tetap utuh!"


"Siap ibu negara!"


Hormat Fatih membuat Shofi tersenyum geli akan kenarsisan sang suami.


Ada sebuah pertemuan antara perusahaan B.B grup dan beberapa perusahaan lain termasuk perusahaan induk di mana kali pertama Fatih melakukan perjalan bisnis dengan sang papa yang bukan lagi menjadi partner melainkan pesaing!


"Vitaminnya belum sayang!"


Rengek Fatih membuat Shofi langsung menarik dasi sang suami karena malas berdiri.


Cup ...


Sebuah kecupan mendarat tepat di bibir sang suami. Kecupan lembut penuh tekanan membuat Fatih menyukainya.


"Sepertinya penerbangan harus di tunda!"


"Honey!"


Pekik Shofi terkejut ketika Fatih malah menggendongnya.


"Nanti bisa telat!"


"Ada waktu dua puluh menit!"


Shofi hanya pasrah saja jika begini mana bisa ia menolak apalagi sang suami cukup lama perginya dan pasti sangat merindukan itu.


"Pelan-pelan honey!"


"Ya!"


Jawab Fatih singkat, baru saja ia bisa buka puasa setelah empat bulan puasa karena menunggu masa nifas sang istri pasca melahirkan Alana.


Tapi, kini ia harus bekerja cepat karena harus segera berangkat.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2