
Tiga tembakan pangeran Arnold lepas di sisa penglihatannya di mana ia terlepas dari Aurora yang secepat kilat sudah berada di pelukan kekar lord devil yang terlihat gagah dengan seragam Jenderal nya.
Deg ....
Pangeran Arnold membulatkan kedua matanya melihat seragam khusus kerajaan menempel di tubuh lord devil.
Pangeran Arnold tahu karena di sana terdapat logo kerajaan.
"Menyerah lah, maka kerajaan akan berpikir dua kali!"
Tegas lord devil masih memasang topengnya.
"Cih, jangan harap!"
Dor ..
Dor ...
Dua tembakan melesat membuat lord devil menghindar.
Pangeran Arnold berlari kedalam pintu rahasia membuat lord devil ingin mengejar namun langkahnya tertahan.
Bruk ...
"Kaka!"
Pekik Aurora terkejut melihat Kaka tak sadarkan diri.
Alat yang mencekik leher Aurora sudah terlepas oleh lord devil entah kapan gerakan itu sangatlah cepat bahkan Aurora sendiri terkejut dengan kelihaian itu.
Aurora baru sadar jika di tangannya terdapat darah membuat Aurora langsung menatap lord devil.
Ketika Kaka mengibarkan jubahnya dan menarik Aurora pangeran Arnold melepas tembakan dan itu mengenai punggung dan bahu lord devil yang belum sempat menghindar karena melindungi Aurora.
"Ka-kaka!"
Lilir Aurora mengangkat kepala lord devil lalu melepaskan topeng sialan itu.
"Kenapa hiks ...,"
Isak Aurora membenci itu, kenapa Kaka menyelamatkannya bukankah dia tak peduli.
Kondisi Kaka yang tak stabil sendari awal dan sekarang ia harus kembali tertembak membuat Kaka semakin lemah. Padahal Edward sudah melarangnya namun sang lord sangat keras kepala.
"Bertahanlah, kau harus selamat sialan, aku membenci mu!"
Bentak Aurora menepuk-nepuk pipi Kaka yang hanya diam saja dengan mata lemahnya.
"Maaf!"
Deg ....
.
__ADS_1
Edward dan Qennan terus mengejar pangeran Arnold yang masuk kedalam ruang rahasia yang entah kemana tembusnya.
Aksi kejar-kejaran itu pun terjadi, penjahat satu itu memang sangatlah ahli.
Sedang Hanz sudah mengamankan sang kaki tangan walau dia harus mati bersama putra mahkota yang terkena ledakan gas.
Bangunan ini sebentar lagi akan meledak karena hancurnya lab membuat zat-zat itu bersatu sangat berbahaya.
Semua aparat menarik mundur pasukannya dan membawa teman-teman yang terluka parah. Mereka juga menyeret pasukan musuh yang memang sudah lemah juga.
Sungguh penelitian puluhan tahun akan hancur dalam sekejap mata. Bahkan tak ada yang menyangka jika wilayah itu terdapat ruang bawah tanah yang di jadikan untuk penelitian ilegal bahkan para penduduk pun sangat terkejut akan hal itu karena mereka mendengar suara ledakan yang cukup keras bahkan mengguncang tanah-tanah mereka.
Banyak sekali korban dari ledakan itu karena mengakibatkan longsornya tanah.
Edward dan Qennan sudah berhasil keluar dengan menyeret pangeran Arnold yang sangat mengenaskan karena satu kakinya patah tertimpa beton sana.
Sedang Hanz sendari tadi sudah keluar bersama pasukannya.
Mereka bertiga saling pandang satu sama lain karena tak melihat sang lord.
"Di mana lord?"
Tanya Hanz membuat Edward bungkam karena tak tahu. Edward pikir sang lord sudah keluar dari bangunan sana.
"Sial!"
umpat mereka bertiga langsung berlari menuju reruntuhan itu. Itu sangatlah bahaya karena bisa saja ledakan itu akan terjadi lagi.
Farhan dan Queen yang melihat itu semua sangat hancur karena mereka tak melihat putrinya muncul ke permukaan.
"Dia pasti selamat!"
Tegas Farhan menatap tajam tanah longsor sana dengan kepulan asap yang begitu pekat bahkan mereka menjauh menggunakan masker karena itu berbahaya.
"Di mana Fatih?"
Tanya Queen takut putranya juga ikut kedalam sana.
"Dia mengurus penduduk!"
"Lord!"
"Nyonya!"
Teriakan Edward, Qennan dan Hanz menggema mereka sudah lihai dengan jubah pengaman yang mereka gunakan yang memang di rancang khusus.
Para anggota lain membantu mencari Jendral mereka yang tak kunjung ketemu. Sungguh mereka sangatlah takut terjadi sesuatu hal yang tak dinginkan pada jendral mereka begitupun kelompok mafia yang tak mau lord mereka kenapa-kenapa.
Edward terus mencari di setiap celah namun tak ada tanda-tanda sang lord di sana. Sungguh Edward sudah sangat prustasi akan semuanya.
Bangunan ini begitu luas membuat mereka hati-hati bisa jadi akan ada ledakan susul mengingat ini sebuah lab dan itu akan membahayakan yang ada di dalam sana.
Tak hentinya Queen terus menangis karena putrinya tak kunjung di temukan. Queen tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi pada putrinya.
__ADS_1
Semua salah dirinya dan Queen benar-benar akan menghukum dirinya sendiri jika sampai terjadi.
"Bunda!"
Duarr ...
Teriak Fatih membuat semua orang langsung terkejut akibat ledakan susulan itu. Mereka melihat kepulan asap yang semakin meluap membuat aparat langsung mengamankan penduduk karena berbahaya. Bahkan para aparat menyuruh penduduk untuk masuk kedalam rumah masing-masing sambil menggunakan pelindung.
Semua orang tak tahu efek apa yang akan terjadi di sebabkan oleh asap pekat itu bahkan hari yang tadinya cerah terlihat gelap akibat asap tersebut.
Queen hampir saja jatuh jika bukan Farhan yang menahannya sungguh hati Queen sangat sakit melihat semuanya hancur.
Besar kemungkinan tak ada yang selamat dari bawah sana.
Semuanya sudah pasrah menunggu asap itu mereda. Samar-samar terlihat seseorang yang berjalan membuat Edward berharap.
Deg ...
Queen membulatkan kedua matanya ketika melihat Fatih menggendong Aurora yang sudah tak sadarkan diri.
"Putriku!"
Teriak Queen berlari tak bisa di cegah. Sungguh hati Queen teriris melihat kondisi putrinya.
"Cepat tangani adikku!"
Teriak Fatih membuat tim medis langsung bergegas melakukan tindakan pertama.
"Di mana lord?"
"Kenapa bertanya hah, dia ada di sana!"
Bentak Fatih menunjuk seseorang yang tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi yang lebih buruk.
Edward dan Qennan membulatkan kedua matanya melihat keadaan sang lord yang tak bisa di katakan baik-baik saja sungguh itu angkat mengerikan.
Hanz membawa dokter Abe segera memeriksa keadaan sang lord. Jantungnya semakin melemah membuat sang lord harus segera di tangani.
Mereka membawa sang lord kedalam mobil beriringan dengan mobil yang membawa Aurora. Keadaan keduanya sangat tak baik-baik saja entahlah apa mereka bisa selamat atau tidak.
Begitu juga dengan anggota yang lain segera di bawa ke rumah sakit sana. Sisanya mengamankan area sekitar takut masih ada korban di bawah sana. Mereka juga harus jaga-jaga takut terjadi ledakan lagi karena tak tahu kondisi di bawah sana.
Sungguh kejadian itu menjadi berita trending topik di seluruh dunia pasalnya pangeran Arnold yang sudah di nyatakan meninggal ternyata masih hidup. Bahkan satu persatu kejahatannya terkuak yang selama ini di sembunyikan.
Orang-orang istana yang bekerja sama sekarang merasa gemetar pasalnya nama mereka juga akan ikut terseret dalam kasus besar ini.
Sebelum itu terjadi mereka harus mencari aman, itu lebih baik. Begitulah para pengkhianat bekerja jika sudah begini mereka akan saling egois satu sama lain.
Bahkan mungkin sebentar lagi akan saling jatuhkan. Sebelum itu mereka harus membersihkan diri karena hukum kerajaan sangatlah berat.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1
Edward tak bisa melihat semua ini sang lord adalah hidupnya. Kenapa bukan dia saja yang sekarat, lord kau memang keras kepala, batin Edward sakit.
Sebelum penyerangan ini memang Kaka sempat jatuh sakit akibat penyakitnya yang kambuh lagi namun demi semuanya ia memaksakan diri padahal berbahaya.