
"Lord!"
"Hm!"
"Anak buah Berto sudah bergerak!"
"Berikan mainan kecil!"
Edward bergidik ngeri mendengarnya pasalnya Edward tahu apa yang di maksud mainan kecil itu. Sebuah ranjau yang di rakit khusus untuk melumpuhkan lawan bukan membunuhnya. Di mana ranjau itu akan meledak bukan menghancurkan melainkan mengeluarkan gas mematik kesadaran.
Kaka berdiri angkuh di atas sebuah batu besar dengan pandangan menajam menatap ke bawah sana di mana anak buah Berto akan melakukan aksi penyelundupan senjata ilegal.
Jika tentang Mafia hanya sebuah kejatahan berbeda dengan Mafia satu ini. Di mana Kaka memiliki hak khusus di wilayahnya memberantas mafia-mafia gelap yang menyelundupkan senjata ilegal, perdagangan manusia , pencucian uang dan narkoba.
Kaka di juluki Lord Devil dalam artian mafia yang selalu menggagalkan aksi-aksi mafia gelap.
Kaka hanya tak ingin negara dan wilayahnya di kotori orang-orang sampah dan pemalas hanya ingin mencari jalan instan.
Tak ada yang tahu tujuan itu kemana dan Kaka mengamankan semuanya di mana terlalu rumit untuk di jelaskan.
Siapa Kaka sebenarnya nya kenapa ia mafia yang berbeda namun di takuti oleh kalangan mafia-mafia kejam. Bahkan ******* pun tak berani menginjakan kakinya di wilayah lord devil. Mereka masih sayang nyawa mereka walau pekerjaan mereka membunuh.
Bahkan aparat polisi pun tak ada yang berani mengusiknya. Entah ada hubungan apa Kaka dengan negara sampai pemerintahan pun mempercayakan keamanan semuanya pada Kaka.
Jubah hitam dengan garis macan di belakang punggung melambai-lambai oleh angin yang begitu kencang. Bahkan bisa di prediksikan jika badai salju akan datang.
Sebuah topeng emas yang selalu menutupi Kaka membuat para musuh sulit menyentuh apalagi mereka tak tahu bagaimana bentuk wajah lord devil ini hanya perawakannya saja yang gagah dan mempesona.
Duarr ..
Sebuah ledakan namun bukan bom membuat Kaka di atas sana tersenyum seringai. Kaka akan melihat sejauh mana Berto memberontak masuk ke wilayahnya.
Sejak lama Kaka ingin menghabisi penghianat itu namun Kaka selalu menahannya karena Kaka yakin ada kekuatan besar di dalam penghianatan ini.
Sampai sekarang Kaka mencari tahu Kaka takut praduganya benar dan keponakannya menjadi sasaran.
Kaka yakin ada sangkut pautnya dengan Kerajaan yang Kaka tak mengerti semuanya terlalu pelik untuk di jelaskan.
"Lord sebagian sudah lumpuh dan sebagian kabur!"
"Biarkan dan bawa yang lumpuh ke markas!"
Edward langsung mengatakan arahan pada anggotanya untuk membawa anak buah Berto ke markas.
Seperti itulah jalan Kaka selama ini ia tak akan membunuh jika tak di perlukan dan membiarkan yang lain kabur sedang yang menjadi tawanan hanya Kaka yang tahu mereka akan di jadikan apa.
"Sudah beres lord!"
"Cih, ada manusia munafik di semak arah barat!"
Edward tahu apa yang di maksud lord siapa manusia munafik itu.
__ADS_1
Dengan cepat Edward langsung meloncat ke atas pohon sana lalu meloncat kembali bak tupai lihai.
"Ada tiga aparat polisi lord!"
"Biarkan ini jebakan!"
Ucap Kaka tegas sangat muak dengan manusia-manusia munafik itu yang selalu ingin mencari untung di setiap penyerangan. Entah siapa yang mengirim mereka karena yakin itu titah.
"Sudah beres lord, salah satu dari mereka komandan!"
"Cih, biarkan mereka bernafas sebelum bertemu ajal!"
Deg ...
Edward merinding mendengarnya seolah sang lord ingin memakan ia hidup-hidup juga.
Sudah membereskan kekacauan yang di lakukan Berto sang Lord dan Edward memilih pulang karena urusan mereka sudah selesai.
Sang Lord tak akan pernah membiarkan bajingan itu masuk ke wilayahnya. Bahkan penyelundupan ini hanya di wakili saja sedang Berto sendiri tak pernah ikut campur membuat sang lord harus waspada manusia satu itu terlalu licik jika di abaikan.
"Bagaimana dengan dokter itu!"
"Sulit lord menemukan jejak Dokter itu seperti nya dokter itu bukan orang sembarangan sampai detik ini anggota kita tak bisa melacaknya!"
Sang lord terdiam berpikir keras apa sesulit itu tapi tidak mungkin. Anak buahnya handal dalam bidang IT bagaimana bisa tak bisa melacak Dokter Jingga.
"Seperti nya nyonya tahu!"
"Jangan membual Ed!"
Sang lord terdiam jika penyakit Cherry sulit di sembuhkan dan hanya dokter itu yang tahu jawabannya maka sampai ke lubang semut pun sang lord akan mencarinya.
Penyakit apa yang sebenarnya Aurora maksud kenapa sangat yakin sekali bukankah Aurora bukan seorang dokter tapi kenapa tahu semuanya.
Sang lord terus berpikir keras sampai ingatannya tiba-tiba tertuju pada satu kejadian.
Deg ...
Tak mungkin!
Bantah batin sang Lord tak mungkin percaya akan semuanya.
Edward yang melihat sang lord terdiam hanya bisa tersenyum tipis.
Apa lord baru merasakannya!
Batin Edward tersenyum seringai berharap sang lord merasakan apa yang sudah menjadi kecurigaan nya selama ini Edward yakin sang lord tak bodoh akan hal ini.
Sang lord langsung berjalan lebar masuk kedalam baja yang membawanya menuju kamar Aurora.
Ini sudah jam dua dini hari sang lord yakin Aurora pasti sudah tidur. Namun sang lord memastikan sendiri tak mau praduga.
__ADS_1
Dengan hati-hati sang lord membuka pintu kamar itu dengan mudah dan sangat hati-hati takut sang empu terbangun.
Sudah beberapa hari ini sang lord mengurung Aurora di dalam menara ini sampai marah padanya namun ini demi kebaikan Aurora sendiri.
Sang lord berdiri menatap wajah Aurora yang terlelap damai. Selama ini sang lord selalu menjaga jarak dengan Aurora karena sesuatu yang tak ingin di ketahui.
Tapi kali ini ia berusaha mendekat dan tak akan menahan nafas lagi demi semuanya.
Ya, Sang lord memang spesies aneh tak bisa mencium bau keringat perempuan bahkan tak bisa bersentuhan. Hanya dengan Cherry dan sang mommy dia berasa normal tidak selain itu. Bahkan kerap kali sang lord akan selalu menhan nafas jika berdekatan dengan perempuan bahkan sangat sensitif dengan bau parfum.
Dan kali ini sang lord harus memastikan siapa pemilik jaket itu.
Dengan ragu perlahan sang lord maju dengan nafas normal tak tertahan seperti biasanya. Sang lord menundukkan kepala jika di lihat dari belakang seperti nya sang lord akan mencium Aurora tapi nyatanya.
Bugh ...
Sittt!
Umpat sang lord ketika wajahnya di tinju tangan mungil namun mematikan bahkan sampai sudut bibir Kaka berdarah.
"Mau apa kau!"
Bentak Aurora menyala menatap tajam Kaka yang ingin macam-macam. Aurora sungguh tak tenang dalam tidurnya merasakan sesuatu yang mendekat sama persis seperti mimpi itu membuat Aurora was-was.
Kenapa mimpi itu terasa sama namun dengan makna berbeda.
Apa maksud semua ini!
"Maaf!"
Deg ...
Satu kalimat itu sukses membuat Aurora terpaku menelisik wajah datar Kaka yang tak menunjukan ekspresi apapun sangat datar dan dingin namun mata tajam itu menatap sedikit berbeda.
"Apa mau mu?"
"maaf!"
"Kau!"
"Bisakah kau tak marah dulu!"
Tegas Kaka yang masih terkejut dengan kewaspadaan Aurora yang semakin hari memancarkan Aurora berbeda.
"Kau yang lancang masuk ke kam--"
Deg ...
Aurora terdiam ketika tiba-tiba wajah Raja tepat berada di hadapannya membuat Aurora sulit bernafas.
Sesaat mata mereka bertemu mengunci satu sama lain. Bola mata hitam bak kucing menggemaskan membuat Kaka terpaku dengan bola mata biru indah seperti Jamrud membuat Aurora tenggelam ke dalamnya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...