Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 101 Keturunan Yang Dicari


__ADS_3

Dirga dan Rheva berlari menjauh dari tempat itu. Namun sepertinya asap itu mengejar mereka.


“Asap apa itu... ?” tanyanya pada Rheva.


“Aku juga tidak tahu, bisa jadi itu adalah pasukan Infinix.” jawabnya.


Mereka terus berlari menjauh namun dengan cepat asap itu mengepul hebat dan membuat mereka terjebak dalam asap.


“uhuk... uhuk...” mereka berdua sampai batuk karena merasa sesak dengan asap yang semakin pekat itu.


“Kau tak apa... ?” tanya Dirga pada gadis itu.


“Aku tak apa... kau sendiri bagaimana ?” ucap gadis itu bertanya balik dan menoleh ke belakang.


“Ya aku tak apa...” jawabnya sambil berjalan di samping gadis itu.


Asap itu tiba-tiba surut dan menghilang dan muncullah sosok berjubah hitam dari balik asap tipis itu.


Rheva terkejut melihat kemunculan sosok berjubah hitam itu.


“Dugaan ku selama ini benar. Berarti yang menyusup ke rumah ku semalam adalah kau !” ucap gadis itu saat melihat sosok pasukan Infinix yang tertawa menyeringai menatapnya.


“Ini gawat... ! Dirga kau harus segera pergi dari sini sekarang juga. Jangan sampai pasukan Infinix itu mengetahui diri mu. Cepat.... !” ucapnya panik saat melihat pasukan Infinix itu semakin mendekat.


Namun Dirga bukannya pergi dari sana. Dia malah berdiri di samping gadis itu dan bersiap melawan.


“Sudah terlambat.... dia sudah melihat ku. Aku bukan pengecut yang bersembunyi di belakang seorang wanita hanya agar diriku selamat !” ucapnya tidak mengindahkan ucapan gadis itu.


Pasukan Infinix itu sekarang tepat berada di hadapan mereka.


“Hahaha... pencarian ku selama ini tidak sia-sia. Tak ku sangka aku menemukan Ighist pelindung yang telah lama menjadi incaran Infinix !!” ucap pasukan Infinix itu Sambil tertawa lantang.


“Kau tak bisa kabur lagi sekarang seperti yang biasa kau lakukan sebelumnya !”


Pasukan Infinix itu mulai melancarkan serangan.


“Whoosh....”


Sebuah angin kencang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan menggulung tubuh Rheva membawanya ke angkasa.


“Slash....” gadis itu mengaktifkan pedang cahayanya dan mengarahkan ke pasukan Infinix itu.

__ADS_1


Sebuah cahaya keluar dari pedang yang di pegang Rheva dan melesat ke arah pasukan Infinix berada. Namun dia bisa menghindari serangan yang di lancarkan gadis itu.


Di saat yang sama Dirga mengaktifkan kekuatan matanya dan menyerang pasukan Infinix itu.


“bruk...” pasukan Infinix itu terjatuh setelah terkena serangan dari Dirga.


Dia segera bangkit dan malah tertawa setelah menerima serangannya.


“Ha ha ha... menarik sekali ! Hanya dengan satu tepuk dua lalat kena. Tak hanya menemukan Ighist pelindung, namun aku juga menemukan orang yang paling di cari oleh tuan Arthur. Dia pasti senang sekali nanti dan aku pasti akan mendapatkan hadiah besar darinya karena berhasil menemukan kalian berdua !!!” ucapnya yang menjadi bersemangat melihat keturunan Infinix yang selama ini di cari oleh tuannya.


“Dasar kau bodoh... ! Susah-susah aku melindungi diri mu kau malah menunjukkan identitas mu padanya !” teriak gadis itu setelah berhasil lepas dari angin yang menggulung tubuhnya.


“Apa kau tahu apa akibat dari tindakan mu barusan itu ?” tanya gadis itu pada Dirga yang tampak sangat marah.


“Maaf... aku tak bermaksud begitu. Aku hanya ingin membantu mu saja....” jawabnya untuk meredam kemarahan gadis itu.


“Kurasa sudah cukup diskusi kalian kali ini. Aku ingin lihat seperti apa kemampuan sosok yang sudah lama di cari oleh tuan Arthur ini ? Tunjukkan semua kekuatan mu pada ku bocah !!” ucapnya meremehkan mereka berdua.


“Bermimpi saja kau !!” balas Dirga yang tersulut emosinya karena lawan meremehkan kekuatannya.


Pasukan Infinix itu sekarang juga mengaktifkan kekuatan matanya. Bola matanya kini berubah menjadi violet sama seperti bola mata Dirga.


“Zrrt....” Dirga balas mengarahkan sinar dari matanya melawan pasukan Infinix itu.


Kini dua kekuatan Infinix yang sama saling beradu.


Pasukan Infinix itu semakin intens menyerang Dirga degan kekuatannya yang membuat anak itu terdesak dan terdorong mundur menahan kekuatannya.


“Gawat... jika terus seperti ini aku pasti akan kalah...” batinnya mulai berpikir dan mencari cara untuk mengalahkan pemilik kekuatan yang sama dengan dirinya.


Di saat dia mulai terdesak, dia mulai teringat pada sosok Evony, wanita yang biasa membantunya selama ini saat dalam kondisi terdesak.


“Evony.... apa kau mendengar ku ?” panggilnya.


“Ya tuan... aku mendengar mu. Apa ada yang bisa ku lakukan untuk mu ?” tanyanya pada Dirga dan simbol sisik di dada anak itu mulai bersinar.


“Aku butuh bantuan mu kali ini. Tolong aku... pinjam kan aku kekuatan mu...” ucapnya pada roh wanita itu sambil terus menahan serangan dari lawannya.


“Baik tuan... bersiap lah... akan ku pinjamkan kekuatan ku pada mu sekarang.” jawab roh wanita itu dan mulai mengalirkan kekuatannya pada Dirga.


Dirga merasakan ada tambahan energi dan juga kekuatan yang melimpah di tubuhnya.

__ADS_1


“Terima kasih Evony...” ucapnya lagi dan bersiap mengaktifkan kekuatan roh wanita itu.


“Whup....” Sebuah trisula tiba-tiba muncul di tangan kanannya.


“Whirr....” Dirga memutar trisula milik Evony dan seketika awan berubah menjadi hitam pekat dan hujan pun langsung turun.


Seolah memberi kekuatan, dengan jatuhnya air hujan itu trisula menghisap air hujan dan menciptakan gelombang besar yang menghantam tubuh pasukan Infinix itu.


“blep...”


Tubuh pasukan Infinix itu tersedot dalam air yang kini menjadi pusaran dan menggulungnya.


Melihat lawannya yang sudah hanyut terbawa pusaran air trisula, dia memutuskan untuk segera pergi dari sana.


“Rheva ayo kita pergi dari sini sekarang !” ucapnya pada gadis itu.


“Baik... tunggu sebentar... !” ucapnya pada Dirga sambil mengaktifkan kembali pedang cahaya.


Gadis itu menebaskan pedangnya dan mengarahkannya pada lokasi dimana pasukan Infinix tadi terseret pusaran.


Setelah kilatan cahaya meluncur menembus pusaran itu dia mundur.


“Ayo kita pergi...” ucapnya lalu berjalan bersama Dirga yang masih menunggunya lalu meninggalkan tempat itu.


Beberapa saat kemudian pusaran yang dibuat oleh trisula itu sudah surut dan akhirnya hilang setelah pasukan Infinix itu berhasil menggunakan kekuatannya untuk mengatasi kekuatan itu.


Pasukan Infinix itu berdiri lagi dan mencari keberadaan dua orang yang dikejarnya namun ternyata mereka berdua sudah hilang dari tempat itu.


“Sial.... ! Aku kehilangan mereka tapi tak apa aku bisa mengejarnya lagi besok. Ternyata keturunan yang di cari tuan boleh juga. Lebih baik aku menyampaikan kabar bagus ini pada tuan Arthur dulu.” ucap lelaki berjubah hitam itu lalu menghilang dari tempat itu dan meninggalkan asap hitam di sana.


Beberapa saat kemudian pasukan Infinix itu telah tiba di markas Infinix. Dia bergegas mencari tuannya.


“Tuan Arthur.... ada informasi penting yang ingin ku sampaikan pada tuan....” ucap pengawal itu itu sambil memberi hormat.


“Katakan padaku informasi Apa itu ku harap itu adalah berita bagus buatku.” jawabnya dengan rasa penasaran.


“Tuan... aku sudah menemukan Ighist pelindung itu dan juga keturunan yang selama ini sudah tuan cari selama bertahun-tahun lamanya.” ucapnya dengan tersenyum.


“Apa kau bilang ? Kau juga berhasil menemukan keturunan Infinix yang kucari ? Bagus sekali kerjamu. Aku akan segera memberikan hadiah untukmu... hahahaha... !!!” ucapnya tertawa puas penuh kemenangan mendengar kabar yang sangat menggembirakan itu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2