
Di tempat evakuasi terkumpul banyak para tahanan yang sudah mereka bebaskan yang berjumlah sekitar ribuan.
Lin Han mengatur dan mengarahkan para tawanan yang banyak jumlahnya itu agar tertib selama berada di tempat evakuasi.
Beberapa saat setelah nya terlihat Lin Han memanggil Dirga dan yang lainnya untuk berdiskusi.
“Ayo semuanya kita kumpul sebentar untuk membahas rencana kita selanjutnya !” teriak Lin Han memanggil semua tim mereka yang terlihat berpencar di tempat itu.
Tak berapa lama kemudian Dirga bersama tim lainnya segera berkumpul dan mengikuti Lin Han di tempat yang agak sepi jauh dari para tawanan yang sudah mereka bebas kan tadi untuk menghindari gagal fokus di karena kan kegaduhan di tempat itu.
Tampak ke-16 orang itu berkumpul dan duduk melingkar. Lin Han pun segera memulai diskusi mereka karena masih banyak tugas yang harus mereka selesaikan.
“Baiklah....kira-kira apa rencana kita setelah ini ?” ucap Lin Han membuka diskusi dan meminta masukan dari semua tim yang ada di sana.
“Menurut ku semua tahanan yang ada di sini harus segera kembali ke tempat tinggal mereka.” ucap salah satu tim memberikan masukan.
“Ya menurut ku tidak semua tandon yang telah kita bebaskan harus kembali ke tempat tinggalnya. Kita harus memulangkan beberapa tanah yang terdiri dari orang tua dan anak kecil sedangkan untuk tanaman yang masih muda kita bisa minta mereka untuk membantu kita dalam melakukan penyerangan.” ucap salah satu tim menambahkan usulan.
“Ya... aku setuju jika sebagian tahanan yang berpotensi dan mempunyai kekuatan untuk melawan harus bertahan disini dan membantu kita.” ucap Lin Han menjadi penengah dan memutuskan.
“Agar semuanya terkontrol salah satu dari kita harus mengawasi saat pemulangan para tahanan ke tempat tinggalnya.” ucap salah Seorang anggota tim lainnya memberikan masukan.
“Baik setelah ini kita akan membentuk tim lagi untuk melaksanakan beberapa tugas.” jawab Lin Han menanggapi masukan dari salah satu anggota tim lainnya.
Tampak Dirga diam menatap Rheva yang tampak gelisah entah apa sebabnya.
“Rheva apa ada yang kau pikirkan ? Kenapa kau tampak gelisah sekali seperti itu ?” ucap Dirga berbisik lirih di telinga gadis itu.
__ADS_1
“Tak ada yang serius. Sebenarnya aku hanya teringat pada ayah dan ibuku saat melihat para tahanan yang ada di tempat evakuasi. Aku sama sekali tidak tahu bagaimana keadaan mereka dan ada di mana mereka sekarang ?” ucap Rheva lirih di telinga Dirga. Dirga mencoba menghibur dan membesarkan hati kekasihnya yang sedang gundah itu.
“Aku yakin orang tuamu sama kuatnya dengan dirimu dan pasti mereka ada di tempat yang aman sekarang. Nanti Setelah semuanya berakhir aku akan membantumu mencari mereka.” ucap Dirga kembali berbisik ditelinga Rheva sambil menggenggam tangannya dan melempar senyum tipis padanya.
“Ehm... ehm... ku harap kalian semua serius kali ini dan mengesampingkan urusan pribadi dulu untuk sementara waktu.” celetuk Lin Han saat melihat Dirga yang bicara sendiri pada Rheva.
Dirga dan Rheva yang merasa di sebut, segera melepas tangan mereka dan kembali menyimak Lin Han dan mengesampingkan urusan pribadi mereka.
“Kapan kira-kira kita akan menyerang Arthur dan pasukannya ?” tanya salah satu anggota tim lainnya. Dan semuanya saling perbandingan setelah mendengar pertanyaan itu karena mereka tak tahu pasti kapan harus mulai bergerak.
“Menurut ku kita harus bergerak hari ini juga. Mungkin saja Arthur sedang terluka kali ini setelah terkena sedikit tebasan pedang Dirga dan aku yakin saat ini pengamanannya sedang lemah.” ucap Rheva menjawab pertanyaan rekannya.
“Aku tidak setuju... karena kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang dan tidak gegabah tanpa perhitungan, selain itu kita masih perlu memulihkan stamina kita setelah membebaskan para tawanan tadi yang cukup menguras tenaga.” jawab salah satu anggota tim lainnya yang menyangkal masukan Rheva.
Tampak terjadi perdebatan setelah Rheva menyampaikan pendapatnya. Mengapa tidak setuju dengan usulan nya itu dan sebagian lainnya menyetujui usulannya.
“Aku setuju dengan pendapat Rheva. Aku yakin saat ini kondisi pasukan Infinix kalang kabut saat pemimpin mereka tak bersama mereka. Dan ini merupakan saat yang tepat untuk menjatuhkan mereka.” ucap Dirga yang mendukung pendapat kekasihnya dengan beberapa pertimbangan dasar yang kuat.
“Baiklah semuanya aku sudah putuskan dan kalian semua harus mematuhinya. Jadi aku setuju dengan rencana Rheva. Aku tahu kalian semua butuh waktu untuk memulihkan kekuatan, namun menurut ku saat ini memang saat yang tepat untuk melakukan penyerangan. Aku yakin para Asuka Infinix itu juga dalam kondisi kekuatan yang tidak penuh.” ucap Lin Han memutuskan setelah mempertimbangkan banyak hal dari segala sisi.
Mereka kembali berdiskusi dan membahas hal-hal terkait dengan serangan kejutan mereka.
Di lain tempat, seorang pasukan Infinix kembali lagi ke ruang khusus pemulihan diri tempat Arthur memulihkan diri.
Seorang pengawal berdiri di depan Arthur setelah sebelumnya di izinkan masuk oleh lelaki itu.
“Tuan ini ini hamba membawa laporan yang sangat penting untuk mu...” ucap pengawal itu melaporkan pada Arthur yang sekarang keluar dari sebuah tabung.
__ADS_1
“Ya katakan pada ku apa laporan yang kau bawa.” jawabnya tak sabar ingin segera mengetahui kabar itu secepatnya.
“Maaf tuan hari para semua tahanan berhasil di bebaskan oleh musuh. Semua sel tahanan kosong sekarang dan beberapa pasukan Infinix juga telah tiada saat melawan mereka.” ucap pengawal itu menjelaskan kejadian itu pada Arthur.
Tampak Arthur terlihat sangat murka dengan tatapan penuh amarah yang membara saat mendengar kabar itu.
“Apa... bagaimana hal itu bisa terjadi ?” tanya Arthur lagi dengan membentak pengawal di depan nya sampai membuat pengawal itu gemetar.
“Ampun... tuan... kami lengah... tapi kami sudah berusaha semampu kami untuk melawan mereka.” jelas pengawal itu masih dengan tubuh gemetar ketakutan.
“Aku telah meremehkan mereka rupanya. Para manusia lemah seperti mereka berhasil memporak - porandakan markas ku di saat aku tak ada.” batin Arthur yang merasa terhina lalu mengepalkan tangannya dengan penuh kemarahan.
“Sekarang juga siaga kan semua pasukan dan perketat keamanan di sekitar markas !” perintah Arthur pada pengawalnya.
“Tuan apa kita tidak perlu mengejar dan mencari mereka lalu tembak di tempat saja !?” ucap pengawal itu memberikan masukan.
“Tidak... ku rasa tak perlu. Aku yakin saat ini mereka pun masih memulihkan tenaganya dan perlu waktu untuk menyerang balik !!” jawab Arthur singkat lalu segera masuk kembali ke tabung untuk memulihkan dirinya.
Pengawal itu segera keluar dari ruang pemulihan dan kembali ke tempatnya semula serta menyampaikan perintah yang didapatnya dari Arthur barusan pada semua pasukan Infinix yang ada di sana.
Dalam sekejap perintah Arthur udah sampai ke telinga mereka semua dan sekarang keamanan diperketat lima kali lipat dari sebelumnya.
Di lain tempat di siang hari yang cerah tampak Dirga dan timnya bersiap untuk bergerak dan melakukan penyerangan kejutan.
“Bagaimana apa kalian sudah siap sekarang ?” tanya Lin Han pada anggota timnya dan beberapa para tahanan yang ikut bergabung dengan nya.
“Ya... kami siap !” ucap semua orang serempak dan terlihat bersemangat meskipun mereka di dera kelelahan.
__ADS_1
Lin Han pun memimpin mereka semua bergerak menuju ke markas Infinix kembali.
BERSAMBUNG...