
Dirga dan Andrew terus berjalan masuk ke markas Infinix dan melewati beberapa pengawal lainnya yang keluar dari sana. Kedatangannya ke sana untuk mencari Rheva dan membebaskannya namun dia tidak tahu di mana Arthur menyekap gadis itu.
“Aku harus mencari ide agar tahu di mana Arthur menahan Rheva.” batinnya terus berjalan dan mencari ide yang tepat untuk mengetahui keberadaan Rheva. Dia tiba-tiba menemukan sebuah ide saat berpapasan dengan salah satu pengawal Infinix.
“Hey...” panggil Dirga pada pengawal Infinix yang melewatinya.
“Kau memanggilku ?” tanya balik pasukan yang melewatinya.
“Tentu saja kau...” balasnya singkat. Pengawal tadi berhenti lalu berbalik dan mendekati anak itu.
“Aku diminta oleh tuan Arthur untuk memeriksa seorang wanita yang merupakan tahanan khusus. Apa kau tahu di mana tempatnya ?” ucapnya bertanya. Pengawal itu menatap Dirga lekat- lekat dan mengamatinya. Ada perasaan curiga jika pengawal itu bersikap aneh. Namun dia menepis rasa curiga itu saat melihat tak ada yang mencurigakan dari penampilannya.
“Apa maksud mu gadis pelindung dari Ighist ? Aku tidak tahu di mana tuan Arthur menempatkannya. Tapi sepertinya dia tidak ada di tahanan khusus yang ada di sini bercampur dengan tahanan yang berisi pasukan khusus Ighist.” ucapnya menjelaskan yang dia ketahui dan berlalu meninggalkannya.
“Jadi Rheva tidak di tahan di sini ? Lalu di mana aku harus mencari mu...” gumamnya yang kecewa setelah mengetahui jika gadis itu itu ditahan di tempat lain. lalu Siapa yang harus dibebaskan saat ini jika belum menemukan tempat ditahannya Rheva.
Andrew menghampiri Dirga saat melihat tuannya itu terlihat lesu untuk membesarkan hatinya.
“Tuan jangan menyerah kita pasti bisa menemukan pelindung mu. Sebaiknya kita selamatkan saja yang ada di sini. Mungkin nanti kita akan mendapatkan informasi tentang keberadaan Rheva.” jelas Andrew pada Dirga yang dibalasnya dengan anggukan. Dia jadi bersemangat kembali setelah lelaki itu menghiburnya.
“Andrew sekarang coba kau cari tahu di mana mereka menempatkan para tahanan di markas ini.” ucapnya memberi perintah. Tanpa perlu mengulang untuk kedua kalinya Andrew pun langsung bergerak. Dia terus berjalan masuk kedalam meninggalkan Dirga sendiri yang juga masih mencari informasi.
Lelaki itu menyisir seluruh ruangan yang ada di sana setelah bertanya pada beberapa pengawal yang melewatinya.
“Dimana tahanan khusus yang diceritakan oleh pengawal tadi ?” ucapnya setelah melihat ada beberapa sel yang ada di ruangan itu. Untuk memastikannya dia berjalan menuju ke satu per satu sel yang ada di sana dan memeriksanya.
Dia berdiri tepat didepan salah satu sel yang tidak ada pengawalnya dan melihatnya dari luar dan mengawasinya.
__ADS_1
“Sepertinya ini tempat untuk tahanan biasa.” ucapnya lalu beralih ke sel tahanan lain yang berada beberapa meter dari sel tahanan yang pertama tadi.
“Sepertinya ini juga bukan...” gumamnya lagi saat melihat sel tahanan itu itu di jaga oleh satu orang pengawal. Dia pun beralih ke beberapa sel yang ada di sana dan masih belum menemukannya. Hingga akhirnya dia melihat sebuah sel tahanan yang berada di tempat letaknya terpisah dari sel tahanan yang ada sebelumnya dan dijaga oleh dua pengawal.
“Pasti itu adalah sel tempat tahanan khusus yang dijebloskan ke sana.” batinnya melihat dari kejauhan. Dia kemudian mencari cara agar bisa masuk ke sel tahanan itu untuk memeriksa.
Andrew berjalan menghampiri pengawal yang berjaga di depan tahanan itu dengan tenang agar tidak ketahuan jika sedang menyamar.
“Hey kau... Kebetulan sekali aku mau istirahat sebentar kau gantikan aku menjaga sel ini dulu” ucap salah satu pengawal sambil menguap setelah berjaga semalaman di sana.
“Kau memanggilku ?” tanya Andrew yang masih tak percaya.
“Tentu saja kau, siapa lagi yang ada di sini ?” balas pengawal itu sambil menguap lagi.
“Ayo cepat ke sini gantikan aku sebentar !” Ucapkan pengawal itu mulai tak sabar karena dari tadi masih mematung diam di tempatnya. Andrew pun segera bergegas ke sana dan segera itu meninggalkan dirinya bersama pengawal lain yang ada di sana.
“Apa memang seperti itu ya pasukan khusus jika ditahan... sama sekali tak punya rasa takut jika maut akan menjemput mereka.” batinnya lagi sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling dan kembali berjaga di tempatnya.
Sementara itu Dirga yang sudah lama menunggu Andrew belum datang juga menjadi khawatir.
“Ke mana sebenarnya Andrew kenapa masih belum kembali juga apa terjadi sesuatu padanya ?” gumamnya sambil menyisir seluruh ruangan itu dengan waspada. Dia menunggu lagi selama 30 menit dan lagi itu belum juga kembali. hingga akhirnya dia memutuskan untuk mencari Andrew.
Dirga berjalan melewati beberapa sel yang ada di sana sambil mencari keberadaan Andrew hingga dia menemukan sebuah sel yang terletak agak terpencil dari sel lainnya dan berhenti tak jauh dari sel itu.
“Bukankah itu Andrew ? Kenapa dia malah berjaga di sana ?” batinnya berjalan mendekat untuk memastikan dan ternyata memang benar itu adalah Andrew.
Satu pengawal yang berdiri di samping Andrew melihat kedatangan Dirga dan memanggilnya.
__ADS_1
“Hey kau cepat ke sini dan gantikan kan aku berjaga sebentar. Aku mau istirahat sebentar dulu.” ucapnya pengawal itu. Tanpa pikir panjang Dirga pun berjalan menuju ke sana dan menggantikan pengawal itu berjaga bersama Andrew.
Beberapa saat setelah pengawal itu pergi dari sana Dirga tersenyum memandang Andrew yang berdiri di sebelahnya.
“Tuan waktu kita tak banyak. kita harus memanfaatkan kesempatan yang ada sebelum mereka kembali ke sini.” ucap Andrew memberi saran pada tuannya. Dirga mengangguk tanda setuju dan mereka berdua pun masuk ke dalam sel bersama.
Para tahanan yang ada di sana bereaksi biasa saat mereka berdua masuk ke dalam sel bahkan cenderung mengabaikan mereka berdua.
Masih dalam wujud penyamaran nya, Dirga maju dan bertanya pada salah satu tahanan yang ada di sana.
“Apa kalian ada yang tahu dimana letak tahanan khusus lainnya ?” tanya Dirga spontan dan langsung ke inti permasalahan.
Para tahanan yang di sana tampak diam dan saling menatap satu sama lain. Mereka merasa aneh pada pengawal yang masuk barusan. Kenapa pengawal itu malah menanyakan pada mereka. Bukankah seharusnya mereka tahu di mana letak semua sel yang ada di sana termasuk sel tahanan khusus lainnya ?
Merasa ada yang tak beres, Lin Han berdiri dan menghampiri Dirga. Dia mengira pengawal yang masuk saat itu bukanlah pengawal asli Infinix.
“Katakan siapa kau ? Apa tujuanmu kesini ? Kenapa kau mencari sel tahanan khusus lainnya ?” tanya lelaki itu memberondong pertanyaan pada mereka.
Dirga mencoba menjelaskan pada tahanan yang ada di sana dengan kembali ke wujud aslinya namun dia tak bisa melakukannya.
“Andrew apa kau bisa menjelaskan pada mereka ?” tanya Dirga padanya. Lelaki itu mengerti akan maksud tuannya. Dia pun merubah dirinya kembali ke wujud aslinya sebentar di hadapan semua tahanan yang ada di sana Halo kembali lagi ke wujud penyamarannya saat ini.
“Kami keturunan Pixy... dan kami ke sini ingin membebaskan gadis pelindung Ighist yang ditangkap oleh Arthur.” jelas Andrew pada mereka semua.
Sosok lelaki berwajah oriental yang berdiri di depan Dirga yang tadi mencurigainya kini mempercayainya. Dia pun lebih mendekat pada Dirga.
“Aku tahu dimana lokasi sel tahanan khusus lainnya. Aku akan tunjukan itu padamu tapi aku minta kamu bergabung dengan ku untuk melenyapkan Arthur.” ucap Lin Han menawarkan suatu kesepakatan pada anak itu. Mereka percuma mengangguk menyetujui permintaan dari Lin Han.
__ADS_1
BERSAMBUNG....