
Woojie keluar dari ruang pengobatan dan masuk ke ruang pembuatan obat. Dia menyiapkan bahan-bahan untuk penawar racun raisin. Satu lembar daun mage, satu tetes darah kelelawar jenis marua, akar-akaran dan satu bahan terakhir.
“Kenapa aku harus mengorbankan harta paling berharaga dari kaum cheval ini!?” gumanya kesal merasa tidak terima karena tuannya berubah haluan memihak dan membantu anak itu meskipun dengan dalih bocah itu bisa membiasakan pasukan demon.
“Auw....” teriak woojie saat mencabut satu helai rambut dari tubuhnya.
Bagi kaum Cheval rambut mereka merupakan harta paling berharga. Karena satu helai rambut mereka bisa menyembuhkan segala jenis penyakit yang parah sekalipun atau menangakal jenis racun terkuat. Tak heran mereka menjadi buruan dan incaran demi mendapatkan sehelai rambut mereka.
Wooji mencampur semua bahan tadi dan memasukkan satu bahan terakhir dan lengkaplah sudah bahan penawar racun raisin itu. Setelah itu ia menaruh semua bahan tadi ke sebuah cawan dan mengeluarkan kekuatan yang membuat semua bahan tadi seperti teraduk dan bercampur menjadi suatu ramuan.
“Ini tuan penawar racunnya.” masuk ke ruang pengobatan dan memberikan cawan itu pada Marco.
Marco meminumkan satu cawan penuh ramuan itu pada Dirga. Es sebagai alas tubuhnya yang tadinya mencair karena suhu panas dari tubuh Dirga kini membeku kembali seperti sedia kala.
Tuhuh Dirga gemetar seketika setelah meminum ramuan barusan. Tubuhnya membiru karena membeku yang merupakan efek dari penawar racun tadi. Tiga puluh menit kemudian dia memuntahkan darah berwarna hijau yang berbau busuk. Berangsur-angsur warna tubuhnya yang tadinya membiru kini kembali normal.
Satu jam kemudian tangannya bisa di gerakkan. Dia membuka matanya dan melihat Marco serta pengawal setia kaum Cheval itu ada di sampingnya. Dia merasakan dingin menusuk tulang dan segera bangun dari tempat tidur yang berlapiskan es itu.
“Apa... apa yang kau lakukan pada ku ?” tanyanya curiga dan waspada akan mendapatkan serangan dan dia mengangkat tangannya akan melakukan perlawanan.
“Dasar bocah tak tahu di untung kau ! Tuan Marco menyelamatkan nyawa mu tapi kau malah mau menyerangnya !” ucap Wooji menahan tangan Dirga dengan kesal bercampur emosi.
__ADS_1
Dirga melihat Marco yang diam saja dan tak berniat melukai dirinya. Sehingga ia menarik tangannya dan membatalkan serangannya dengan penuh curiga.
“Apa yang di rencanakan pimpinan Centaurus ini pada ku ? Apa rencana dia sebenarnya... kenapa dia menyelamatkan aku... bukankah sebelumnya dia ingin membunuh ku ?” batinnya yang masih menatap dengan penuh tanda tanya besar dan curiga.
“Anak muda aku sudah membersihkan semua racun raisin dalam tubuhmu. Tak ada yang bisa menyembuhkan racun itu kecuali kami kaun Cheval. Sehelai rambut dari kami tak hanya bisa menangkal jenis racun terkuat sekalipun tapi juga akan membuat tubuhmu kebal terhadap berbagai jenis racun.” menjelaskan agar anak itu percaya pada apa yang barusan di katakan Woojie.
“Apa... kau... kau menyembuhkan ku ? Tapi kenapa ? Bukannya kalian ingin aku mati di tangan kalian ?” tanyanya menuntut penjelasan.
“Hei bocah sialan. Kami tidak memberikan jasa itu secara cuma-cuma pada mu ya. Enak saja...! Sebagai gantinya kau harus membayarnya dengan membantu kami.” ucap Woojie menuntut ganti rugi.
“Balasan ? Membantu? Membantu apa... balasan apa... aku sungguh tak mengerti maksud dari ucapan kalian.” jawabnya bingung dqn semakin tak mengerti arah pembicaraan itu.
“Yang di katakan Woojie benar. Aku berniat meminta bantuan mu untuk membinasakan pasukan demon.”
“Kau bisa membinasakan pasukan demon. Karena kau adalah salah keturunan suatu kelompok kuat yang pernah ada di zaman kuno.” ucap Marco berterus terang dan membuat Dirga semakin bingung memikirkannya. Baginya dia hanyalah anak yang di anggap aneh oleh para teman dan lingkungannya, bagaimana bisa dia menjadi keturunan suatu kelompok kuuat di zaman dulu ? Sedangkan dari silsilah keluarganya tak ada yang bisa melakukan bela diri atau semacamnya. Jadi tidak mungkin dia merupakan keturunan kuat yang tidak ia ketahui itu.
“Mungkin kau masih bimbang sekarang anak muda. Tapi aku yakin kau juga punya dendam pada pasukan demon. Jadi tujuan kita sama yaitu mengalahkan pasukan demon terkutuk itu. Jadi kenapa kita tidak beraliansi saja ?” ucap Marco sambil tertawa dan menepuk bahu anak itu.
Namun Dirga belum menjawab ajakan dari Marco itu dan masih mempertimbangkan nya.
“Baiklah kurasa apa yang ku utarakan barusan kau sudah mengerti. Sekarang kau beristirahatlah. Besok kita bahas lagi.” ucap Marco lalu pergi dari ruang pengobatan bersama Wooji.
__ADS_1
Dirga pindah dari tempat tidur beralaskan lapisan es itu ke kursi yang ada di ruangan itu karena tak tahan dengan dinginnya lapisan es itu setelah tubuhnya pulih.
Anak itu merebahkan diri di sebuah kursi sambil memikirkan ucapan pimpinan Centaurus itu dengan menjadikan kedua tangannya sebagai alas kepalanya.
“Si pemimpin Centaurus itu bilang aku adalah keturunan suatu kelompok di zaman kuno ? Kelomok apa sebenarnya yang dia maksud, aku benar-benar tidak paham maksudnya. Ku pikir orang itu hanya asal bicara saja.” ucapnya menatap kosong ke langit-langit di ruangan itu.
“Ah... sudahlah aku tak mau memikirkan itu lagi. Aku tak mau berpikir sekarang. Lebih baik aku tidur saja.” memejamkan mata dan beberapa saat kemudian dia tertidur.
Suasana malam itu sepi dan tenang dengan penjagaan banyak pengawal di luar markas itu. Empat jam kemudian tiba-tiba ada keramaian di luar. Para pengawal terdengar gaduh. Dan sekarang mereka sedang bertarung melawan pasukan penyusup.
Flash back
Hari saat Dirga bisa kabur dari tangan pasukan demon. Para pasukan demon yang telah kehilangan tawananannya itu melacak keberadaan Dirga.
“Kau tahu dimana keberadaan anak itu sekarang ? Kita harus membawa kembali anak itu utuk tuan kita.” tanya salah satu pasukan demon pada rekannya.
Sekelompok pasukan demon menyisir area laut tempat jatuh nya itu lau mereka mengukuti jejak bau tubuh anak itu ke suatu tempat.
“Jejak anak itu hilang di daerah ini, di depan array lembah polestar. Mungkinkah anak itu masuk ke lembah ini ?” ucapnya berhenti di depan array pelindung lembah polestar.
“Kalau begitu kita harus segera melaporkannya pada master kita dan segera melakukan penyerangan ke sini. Satu tepuk dua lalat kena. Ha ha ha ha.... kita bisa mendapatkan tubuh anak itu dan pusaka kaum Cheval.” ucapnya pada rekannya dengan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Saat ini semua pengawal Cheval sedang bertarung melawan pasukan penyusup yang tak lain adalah pasukan demon.
BERSAMBUNG....