Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 70 Penyelidikan 2


__ADS_3

Air di dasar laut itu berguncang hebat seperti tsunami dan sampai ke atas permukaan yang menjadikan ombak besar bergulung-gulung memporak-porandakan seisi laut itu.


Dirga dan Rheva yang saat itu berdiri di tepi pantai menunggu kabar dari Evony seketika terkejut dengan hantaman ombak besar yang menggulung karang di sekitar laut itu. Udara pun menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Burung-burung pun ikut panik dan berterbangan berkelompok melakukan migrasi besar-besaran akibat pengaruh cuaca yang tiba-tiba ekstrim itu.


“Ada apa ini... kenapa mendadak cuaca berubah drastis dan muncul ombak ? Ombak besar itu apa tanda akan asa tsunami....” ucap Dirga melihat ombak besar dari kejauhan yang mengarah ke arah mereka.


“Apa yang sebenarnya terjadi ?” tanya Rheva yang juga tidak percaya melihat ombak setinggi tiga meter dari kejauhan melesat dengan cepat ke arah mereka berdua. Dirga segera menarik tangan Rheva dan berlari menjauh dari tepi pantai itu dengan kecepatan penuh.


“Dash... dash...” suara ombak besar yang menghantam bebatuan dan membuatnya hancur berkeping-keping. Datang lagi ombak besar di belakangnya yang menyapu tubuh Rheva dan Dirga yang sudah jauh dari tepi pantai itu. Karena besarnya ombak, mereka berdua pun jatuh meski tidak terseret arus ombak.


Dirga dan Rheva segera berdiri dan berlari dari tempat itu karena ada ombak susulan yang datang kembali. Mereka menjauh sejauh mungkin dan naik ke sebuah karang yang agak tinggi.


“Bagaimana dengan Evony... kenapa dia belum kembali juga, selain itu juga belum ada informasi darinya. Apa mungkin dia... dia...” Dirga mempunyai firasat buruk akan hal itu yang membuatnya mencemaskan roh yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya. Dia melakukan kontak telepati namun tak ada jawaban darinya yang membuatnya semakin khawatir jangan-jangan ada sesuatu yang menimpa sahabatnya itu.


“Ada apa... ?” tanya Rheva yang melihat raut kegelisahan di wajah temannya itu.


“Ah tidak...” ucapnya terputus karena tiba-tiba Evony melakukan kontak telepati dengannya.


“Tuan aku sudah menemukan sumber penyebab dari masalah ini.” ucapnya menjelaskan semua yang dia lihat di dasar lautan itu pada Dirga. Dia juga menyampaikan kalau dirinya akan segera kembali sebentar lagi setelah mengatasi masalah di bawah sana dan berpesan untuk tidak menyusulnya karena kondisi di sana sangat berbahaya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Evony kembali di tandai dengan kilatan cahaya yang muncul di dekat mereka.


“Bagaimana keadaan di bawah sana ?” tanyanya pada Evony.


“Sumber utama masalahnya sudah ku atasi tuan, tapi muncul masalah lain...” Belum selesai penjelasan dari Evony tiba-tiba ombak kembali besar kembali datang. Ombak setinggi sembilan meter datang ke arah mereka dan menyeret tubuh mereka ke lautan.


“Jder... Jder...”suara petir menyambar dan seketika turunlah hujan deras di tengah ombak yang terus menggulung.


Tubuh Rheva dan Dirga terseret sampai ke tengah lautan. Dirga segera berenang mendekati Rheva yang terseret arus dan agak jauh dari tempatnya berada sekarang.


“Kau tak apa... ?” tanya Dirga pada temannya itu setelah berhasil mencapai dan meraih tubuh Rheva yang akan terseret arus lagi.


“Tuan hati-hati... ! Induk dari binatang ordo hirudinea itu sudah ku bunuh, tapi ternyata binatang itu sedang membelah diri dan melepas semua spora di tubuhnya dan aku tak bisa mengendalikannya. Maafkan aku...” ucap Evony menjelaskan.


“Tak apa... tak apa... terima kasih sudah membantuku. Tugas mu sudah selesai.”balas Dirga dan setelah itu Evony menghilang dari hadapannya.


Mereka berdua terus berenang ke tepi dan menjauhi binatang penghisap darah itu. Dirga menggunakan kekuatan matanya untuk untuk membakar para binatang yang mengepung mereka. Namun jumlah mereka seakan tak ada habisnya. Meski dia berhasil membinasakan binatang itu tapi mustahil baginya jika membinasakan semua binatang itu dengan kekuatannya. Bahkan sekarang dia sudah mulai merasakan kelelahan.


“Rheva... apa yang bisa kita lakukan ? Menurut mu bagaimana dengan para parasit ini ? Bagaimana... apa kau ada ide... jujur... kekuatan ku ada batasnya...” ucapnya pada gadis itu dengan nafas tersengal yang menandakan kekuatannya hampir mencapai batasnya.

__ADS_1


“Aku juga tidak tahu... aku juga masih mencari cara...”balas gadis itu.


Saat semua binatang parasit itu mengepung mereka semua tiba-tiba air di lautan itu berguncang hebat, dua kali lebih kencang dari yang sebelumnya dan membentuk sebuah pusaran air yang sangat besar sekali. Dari dalam pusaran air itu keluar seperti cambuk berwarna merah fanta yang menjerat tubuh Dirga dan menyeretnya masuk me dalam pusaran air itu.


“Kau harus selamat. Selamatkan dirimu !” teriak Dirga melepaskan tangan gadis itu agar tak ikut terseret bersamanya.


“Tidaaak.... !” teriak Rheva yang melihat Dirga terseret masuk dalam pusaran air dan menghilang.


“Argh....” teriaknya kesal dengan penuh emosi. Gadis itu meluapkan kemarahannya saat itu juga. Dia memukulkan tangannya ke air, seketika semua binatang itu berkumpul menjadi satu dan menjulang tinggi lalu dengan sebuah mantra yang terucap dari bibirnya semua tumpukan binatang tadi hancur tercabik-cabik dan berserakan di seluruh permukaan air.


Sementara itu Dirga yang masuk dalam pusaran air terbawa masuk sampai ke ngarai ke tempat induk hewan tadi berada. Ternyata binatang yang tadi sudah di musnahkan Evony itu masih hidup. Mulutnya masih terbuka lebar dan dia menarik cambuk dari mulutnya yang menggulung tubuh Dirga masuk ke mulutnya. Dia berusaha memutus cambuk yang menggulung tubuhnya itu namun dia tak bisa lepas karena ia merasakan binatang itu mulai menghisap darahnya. Dia mengaktifkan kekuatan matanya yang tinggal dua puluh persen dan melukai tubuh binatang dan tidak menghancurkannya.


Sementara itu Rheva menyelam ke dalam ia tak peduli pada zat berbahaya itu. Dengan cepat ia meluncur dalam air dan tak berapa lama kemudian dia sampai ke dasar laut. Dia melihat ada pusaran yang menuju ke suatu tempat dan mengikutinya.


Di sana dia melihat Dirga yang sudah lemas dalam gulungan cambuk yang membelit tubuhnya. Anak itu tampak tak sadarkan diri. Rheva segera menghampiri makhluk itu. Dengan cepat dia mengambil pedang cahaya lalu menebaskan ke cambuk yang membelit tubuh Dirga. Seketika tubuh Dirga bebas dari belitan cambuk itu dan Rheva menangkap tubuhnya. Lalu dia menebaskan sekali lagi pedangnya ke tubuh binatang itu yang membuatnya menjadi terbelah namun masih hidup.


Dirga sempat melihat gadis itu mengeluarkan kekuatan sihir yang menghancurkan hewan itu untuk selamanya.


Setelah binatang parasit itu hancur saluran yang tadi tersumbat oleh tubuhnya kini terbuka lebar dan menghisap masuk semua yang ada di sekitarnya. Rheva melawan dan berusaha keluar dari pusaran itu namun gagal dan dia hanya bisa melapisi tubuhnya dan Dirga dengan sinar pelindung yang melingkupi tubuh mereka namun tetap saja mereka akhirnya terhisap ke dalam saluran.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2