
Para pengawal menjaga markas mereka dengan ketat. Mereka akan tahu bahkan jika ada pergerakan kecil di sekitar mereka.
Saat itu seorang pengawal merasa ada yang aneh di lokasi tak jauh dari markas.
“Srak... srak...” terdengar suara aneh dari jarak 300 meter di sebelah utara markas.
Dua prajurit lain juga mendengar itu dan mereka saling berpandangan lalu melakukan kontak melalui telepati.
“Kau dengar suara barusan tidak ? Menurutku ada sesuatu yang tidak beres di depan sana.” menunjuk ke arah datangnya suara yang kini sudah menghilang.
“Sepertinya bukan suara seekor ular. Lalu suara apa itu ?” jawab penjaga lainnya yang hafal berbagai jenis suara.
“Lebih baik kita periksa saja untuk memastikan suara apa itu. Aku khawatir itu adalah suara penyusup.” ucap pengawal lainnya yang curiga.
Ketiga pengawal itu saling mengangguk dan sesaat kemudian jiwa mereka keluar dari raga untuk memeriksa di lokasi barusan agar tidak di sadari kehadiran mereka oleh penyusup ataupun hewan yang mungkin mau masuk ke markas.
“Zink....” Ketiga roh pengawal itu tiba di lokasi. Mereka menyisir lokasi dan langsung terkejut seketika saat melihat penyusup yang masuk bukanlah seekor ular melainkan barisan pasukan demon yang sedang mengintai.
“Apa... bagaimana bisa pasukan ini masuk tanpa sepengetahuan kita ?” tanyanya heran pada rekannya. Padahal tuan Marco sudah melipat gandakan array pelindung menjadi dua kali lipat namun tenyata array itu bisa di hancurkan dengan mudah oleh pasukan demon. Dan yang mengherankan lagi mereka tidak merasakan aura kehadiran mereka.
“Ini gawat... kita harus segera melaporkan hal ini pada tuan Marco secepatnya.” ucap pengawal lainnya.
Mereka bertiga saling pandang lalu segera menghilang dari tempat itu dan masuk ke ruangan pimpinan mereka.
Marco yang saat itu memejamkan matanya segera bangun setelah merasakan aura pengawalnya yang masuk ke ruangannya.
“Sony... Larson...Jery...kenapa kalian masuk ke ruanganku dengan wujud roh kalian ? Apa ada suatu yang penting ?” tanya cemas jika terjadi sesuatu.
__ADS_1
“Pimpinan gawat... ada penyusup yang masuk dan mereka adalah pasukan demon.” ucapnya ketakutan.
"Apa ??? Bagaimana bisa mereka menghancurkan array ku ! Cepat beritahukan pada yang lainnya untuk segera bersiap !” perintah Marco dengan geram mendengar kabar itu.
Tiga pengawal itu segera keluar dan memberitahukan yang lainnya bahwa ada pasukan demon yang bersiap menyerang di markas mereka. Gerakan mereka tidak terbaca dan tidak bisa di rasakan oleh pasukan demon karena mereka dalam wujud roh. Marco pun segera bersiap dan memerintahkan pasukannya untuk siaga.
Tak berselang lama mereka semua sudah siaga dan kembali ke tubuh mereka masing-masing dan bersiap menghadang musuh yang akan menyerang.
“Drap... drap...” ribuan pasukan demon mulai bergerak dan masuk ke markas. Mereka menghancurkan gerbang markas. Dan perangpun di mulai.
Pasukan Centaurus yang sudah siaga menembakkan ratusan anak panah ke pasukan demon. Beberapa pasukan demon yang terkena anak panah terbakar dan hancur mmenjadi butiran debu.
Pasukan demon pun juga tak mau kalah. Mereka menegeluarkan jurus hantu maut mereka. Tubuh pasukan demon itu berubah menjadi iblis bertanduk dua dengan mulut di dahi mereka. Saat mulut di dahi mereka terbuka semua yang ada di depannya tersedot.
“Duar....” pasukan Centaurus melemparkan benda peledak yang membuat kepala pasukan demon hancur.
Pertarungan terus berlanjut dengan posisi imbang. Dimana pimpinan pasukan demon akhirnya maju ke depan.
“Aku tidak tahu siapa yang kau maksud !” balas pengawal Centaurus itu menangkis serangan dari Forse.
“Kau jangan pura-pura tidak tahu ya. Kalian kira kami bodoh ? Serahkan bocah dari dunia luar itu padaku! Aku tahu dia kesini dan kalian menyembunyikan anak itu...!!!” membentak dan menembakkan sinar hitam ke arah pengawal Centaurus itu.
“Hentikan itu. Berani kau menyentuh pasukam ku lagi, tak ada ampun untuk mu !” ucap Marco yang langsung maju dan melakukan serangan balik melawan kekuatan hitam itu dengan mengeluarkan kekuatan hujan meteor yang menusuk tubuh pimpinan pasukan demon.
“Tak akan ku serahkan anak itu pada kalian. Dia adalah milik kami !” teriak Marco.
Ledakan pun terus terjadi selama pertempuran itu berlangsung saat mereka adu kekuatan mengeluarkan kemampuan mereka.
__ADS_1
Suara ledakan yang keras dan beruntuj itu pun akhirnya membangunkan Dirga yang masih tertidur.
“Hah... suara ledakan apa itu... suara itu... jangan-jangan...” bangun dari tempat tidur lalu mengintip dari balik tirai jendela kamar.
“Ada pertarungan... dan itu pasukan demon. Hah, pasukan demon ? Apa mereka kesini mengejar ku ?” menutup kembali tirai jendela dan berpikir sejenak apa yang harus di lakukannya. Dia tak mengira pasukan demon bisa melacak keberadaannya dan menemukannya di sini. Karena dia merasa berhutang budi pada kaum Cheval yang telah menyelamatkan hidupnya, dia pun keluar dari ruangan itu untuk membantu para pengawal Cheval yang jadi ikut terlibat karena dirinya.
“tap... tap... tap...” Dirga keluar dan ikut membantu melawan pasukan Centaurus yang sedang di kepung pasukan demon dan mulai terdesak.
Dia mengaktifkan kekuatan matanya. Sinar violet memancar dari matanya seperti laser yang menebas tubuh pasukan demon.
“Blar....blar...” sinar itu membuat pasukan demon di garis depan tumbang. Namun pasukan yang lainnya segera maju menutup kekosongan kekuatan garda depan.
Kekuatan pasukan demon seakan tak ada habisnya. Sedangkan para pasukan Centaurus terlihat mulai kewalahan menghadapi lawan.
“Kalau begini terus akan jadi tidak imbang. Aku harus melakukan sesuatu. Tak akan ku biarkan mereka para pasukan demon menang dalam pertempuran kali ini. Evony... Evony... apa kau mendengar ku ? Tolong bantu aku. Aku butuh bantuan mu sekarang.” ucap Dirga memanggil Evony.
“Ya tuan, aku mendengar mu...” jawab Evony.
Seketika keluar sebuah sinar terang dan muncullah seorang wanita yang memegang trisula dalam wujud roh berdiri di samping anak itu.
“Dash...” Evony menebaskan trisula yang membuat tanah berguncang hebat bagaikan gempa. Pasukan Centaurus memanfaatkan kesempatan itu dan menyerang dengan kekuatan penuh.
“Boom... boom....” pasukan Demon jatuh terkena serangan gabungan dari pasukan Centaurus dengan Dirga yang memadukan kekuatan mereka dan terciptalah ledakan super besar.
Kini pasukan demon tersisa separuh setelah terkena ledakan dahsyat itu. Forse yang melihat pasukannya sekarang kewalahan baru menyadari kehadiran seseorang yang di carinya yang akan di jadikan tubuh pengganti tuannya.
“Ha... ha... ha... jadi kekuatan pasukan Cheval meningkat dengan drastis itu karena campur tangan mu, bocah ? Menarik sekali ! Aku tak perlu repot-repot mencari mu. Kau sendiri yang datang menyerahkan nyawa mu pada ku, hahaha....” melihat Dirga dan tertawa lantang.
__ADS_1
Forse kemudian segera beralih mengincar Dirga dan dalam sekejap dia sudah ada di hadapan anak itu.
BERSAMBUNG....