Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 127 Lembah Kematian


__ADS_3

Di tahanan tempat Rheva ditahan terdengar jeritan melengking kesakitan setelah Arthur pergi dari tahanan itu.


Tampak roh gadis itu terlihat transparan dan terlihat pudar saat terus berputar di ruangan itu.


“Argh... !! Bajingan kau Arthur.. !!” ucap roh Gadis itu sambil memegang kepalanya. Dan siksaan itu baru akan berakhir keesokan harinya.


Di lain tempat Dirga terus berlatih hingga malam tiba. Di saat yang lain istirahat dia masih melanjutkan latihan bersama Lin Han.


“Apa kau tidak merasa lelah ?” tanya Lin Han pada Dirga karena sedikit merasa mengantuk sambil menguap.


“Tidak... sampai aku benar-benar bisa menguasai ilmu pedang barulah aku akan berhenti latihan.” ucap jawab Dirga bersemangat sambil menyeka peluh yang keluar dari tubuhnya.


“Trang...” Suara Dirga menyarungkan pedangnya.


“Aku mau membasahi tenggorokanku dulu dan akan segera kembali, tunggu aku disini.” kata anak itu lalu segera mengambil air minum dalam batang bambu dan meneguknya sampai habis.


Selesai minum dia pun langsung kembali ke tempat dimana Lin Han masih menunggunya.


“Ayo kita lanjutkan lagi latihannya.” ucap Dirga mengajak Lin Han kembali berlatih.


Lin Han menarik pedangnya keluar dari sarungnya lalu menghampiri Dirga.


“Sekarang tunjukkan hasil latihan padaku. Ayo sekarang Sekarang aku dengan seluruh kemampuan mu !” ucap Lin Han yang jadi bersemangat melatih seorang anak muda yang spesial.


“Baiklah... terima serangan ku ini !” ucap Dirga berteriak dengan semangat. Dia menarik pedang dari sarungnya lalu melesat dengan cepat menghampiri Lin Han dan menebaskan pedangnya tanpa ragu-ragu lagi.


“trang...” Lin Han bisa menahan serangan tusukan dari Dirga.


Dirga yang sudah menguasai beberapa gerakan setelah latihan tadi terus mendesak Lin Han yang akhirnya berhasil membuat lelaki itu mundur dua langkah ke belakang.


“Ya... kau sudah hampir menguasai semua teknik pedang yang ku ajarkan padamu.” ucap Lin Han sambil mendesak Dirga

__ADS_1


menggunakan kekuatan pedangnya.


Mereka berdua terus mengayunkan pedang. Di tengah latihan, Dirga yang sedari tadi terus berusaha Akhirnya bisa memojokkan Lin Han yang terlihat dari pedang yang dipegangnya kini sudah ada di leher lelaki itu.


“Kemampuan mu sudah meningkat sekarang. Hanya satu yang masih kurang. Kau harus menyatu dengan pedangmu. Tanpa hal itu setiap ayunan padamu akan terasa kosong.” ucap Lin Han mengevaluasi latihan kali ini. Dirga mencoba memahami apa yang dikatakan lelaki itu dan mempraktekkan nya.


“Sebaiknya kita akhiri latihan ini dulu karena hari sudah tengah malam.” ucap Lin Han yang tanpa kelopak matanya mulai berat dan menyarungkan pedangnya kembali.


“Baiklah kau tidur duluan, aku akan segera menyusul mu nanti.” jawab anak itu masih berarti pedang sendirian setelah Lin Han pergi meninggalkannya.


Dirga pun melanjutkan latihan sampai lewat tengah malam. Dua jam berikutnya dia sudah merasa payah.


“Huft... Kurasa aku harus mengikuti Lin Han untuk tidur sekarang.” ucap Dirga menguap dan merasakan matanya mulai berat lalu dia menonaktifkan pedangnya kembali.


Mereka tidur dan berjaga pergantian di sana sampai menjelang pagi.


Dirga bangun dan mencari Lin Han untuk bicara padanya. Dia melihat lelaki itu


“Baiklah karena kau terus mendesak maka aku akan tunjukkan di mana tempatnya itu padamu. Tempat itu ada di...” jawab Lin Han menceritakan secara detail di mana lokasi lembah kematian berada.


“Terima kasih sudah memberi tahukan letak Lembah kematian pada ku. Kalau begitu aku akan berangkat sekarang.” ucap Dirga pada Lin Han kemudian kemudian berjalan keluar dari hutan.


“Hey... tunggu Dirga ! Apa kau serius mau berangkat ke sana pagi ini ? Bagaimana jika nanti agak siang saja maka aku akan menemanimu pergi ke sana.” ucap Lin Han berjalan cepat menghampiri anak itu dan menawarkan diri akan menemani perjalanannya.


Dirga berbalik dan berhenti berjalan. Dia diam sejenak dan memikirkan tawaran dari Lin Han.


“Aku senang sekali kau mau menemaniku, tapi menurutku kau lebih dibutuhkan di sini. Aku bisa pergi sendiri ke sana.” jawabnya sambil tersenyum lalu kembali berjalan meninggalkan lelaki itu karena tak mau mengulur waktu lebih lama lagi.


Andrew yang berada tak jauh dari mereka terbangun karena mendengar suara berisik di sekitarnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat Dirga keluar dari hutan. Lelaki itu langsung berlari mencari tuannya.


“Tuan... kau mau ke mana ? Kenapa meninggalkan aku sendiri ?” ucapnya setelah berhasil mengejar Dirga sambil terengah-engah.

__ADS_1


Dirga terbalik mendengar panggilan dari Andrew lalu berhenti berjalan.


“Aku mau ke lembah kematian untuk mencari embun es abadi.” jawabnya sambil tersenyum.


“Tuan maka aku akan menemanimu pergi ke sana.” jawab Andrew sambil menata nafasnya yang masih tersengal.


“Bukannya aku tidak mau mengajak mu. Tapi menurutku kau di sini saja untuk membantu mereka. Dan cukup diriku saja yang ke sana sendiri.” timpal Dirga menanggapi Andrew.


“Namun tuan, aku sudah diperintahkan oleh tuan Achille Roussel untuk menjagamu dan menemanimu Kemanapun kau pergi.” ucap Andrew lagi bersikeras mau ikut dengannya.


Dirga tampak diam dan kembali berpikir. Menurutnya jika hanya satu orang saja yang ikut dengannya tak akan menjadi masalah besar bagi lainnya karena ada Lin Han di sana yang bisa di andalkan.


“Ya Baiklah kau boleh ikut denganku sekarang. Ayo kita segera berangkat.” balas Dirga kemudian setelah mempertimbangkannya matang-matang.


Andrew dan Dirga pun segera keluar dari hutan dan berjalan menuju ke lembah kematian berada.


Sementara itu yang lainnya aku terbangun setelah mendengar ada suara ramai di sekitar mereka.


“Ada apa pagi-pagi begini kau sudah bangun Lin Han dan bikin gaduh ?” tanya salah satu orang yang ada di sana pada Lin Han dan menghampirinya.


“Apa ada pasukan Infinix yang mengetahui keberadaan kita ?” tanya yang lainnya ikut terbangun setelah mendengar percakapan mereka.


“Tidak... semua aman. Hanya saja Dirga dan Andrew pergi ke lembah kematian beberapa saat yang lalu.” jawab Lin Han pada mereka semua yang membuat mereka terkejut.


“Anak itu... kenapa kau membiarkan mereka berdua pergi ke sana ?” tanya salah satu dari mereka yang juga mengetahui tempat berbahaya itu.


“Aku sudah melarangnya namun dia bersikeras tetap pergi ke sana. Aku yakin dia bisa mendapatkan apa yang dicarinya dan kembali dari sana dengan selamat.” balas Lin Han lagi dengan tenang.


“Karena kalian semua sudah bangun sekarang maka sebaiknya kita segera memulai aktifitas kita dan melanjutkan penyelidikan kemarin.” ucap Lin Han mengajak mereka untuk segera bersiap dan bergerak dengan cepat.


Mereka semua bersiap dan mulai melakukan penyelidikan lanjutan kembali dan memantau perkembangan yang ada di lapangan sebelum menyusun rencana selanjutnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2