Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 89 Penjelasan Dari Ibu


__ADS_3

Rheva memapah Dirga berjalan di luar saat melihat anak itu hampir jatuh saat berjalan.


“Kapala ku sakit sekali...” ucap Dirga sambil berjalan dengan memegang bahu Reva.


“Baiklah aku akan membantumu... kita cari tempat dulu sebentar untuk beristirahat agar kondisimu kembali stabil.” jelas gadis itu keluar dari makam dan duduk dibawah pohon yang rindang.


Rheva duduk bersandar pada pohon lalu menyandarkan Dirga pada bahunya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Dirga akan bereaksi setelah melihat makam orang tua dia yang di carinya.


Sebenarnya dia sendiri juga tidak tahu pasti siapa sebenarnya keturunan terakhir Infinix yang dicarinya itu. Karena sebelumnya dia melihat simbol infinix pada punggung anak itu meskipun hanya separuh saja. Maka tak ada salahnya untuk mencoba menunjukkan anak itu makam orang tua sang Infinix untuk memperjelas kecurigaan dan keraguannya selama ini yang menjadi misteri bagi nya.


“Sebenarnya apa yang kau lihat saat kita berada di makam tadi ?” tanyanya kembali pada Dirga yang mulai kelihatan tenang.


Dirga menghembuskan nafas perlahan dan panjang sambil mengalirkan Reiki ke tubuhnya untuk menstabilkan energinya yang sempat kacau.


Setelah energi di tubuhnya stabil barulah dia bercerita pada kekasihnya itu.


“Aku tidak tahu secara pasti apa yang kulihat tapi tadi aku melihat gambaran hidup masa lalu pasangan yang ada di makam tadi. Dan kau tahu itu membuatku bertambah bingung. Wanita bernama Biana Roussel itu mendatangi Ibuku yang sedang mengandung ku saat dia hamil...” ceritanya pada gadis itu.


Rheva mendengarkan cerita anak itu, mencoba berspekulasi dan membuat kesimpulan.


“Tunggu... aku tidak paham. Jadi menurutmu Nyonya Biana Roussel itu mengenal ibumu ? Atau mungkin mereka adalah teman baik ?” jawab gadis itu menyampaikan segala kemungkinan yang ada.


“Apa mungkin itu Nyonya Biana Roussel adalah teman ibuku ? Tapi bagaimana bisa... ibuku mengenal seorang wanita dari dunia lain ? Itu sangat tidak mungkin sama sekali. Lalu apa hubungan mereka berdua kalau begitu ?” tanyanya pada Rheva dan juga membuatnya semakin bingung.


“Aku tidak tahu apa hubungan antara Nyonya Biana Roussel dengan ibumu. Sebaiknya kau menanyakan pada Ibumu saat kau pulang nanti.” saran gadis itu padanya.


Gadis itu merasa bersalah melihat kondisi Dirga yang menjadi frustasi seperti itu setelah dia mengajaknya ke makam.


Dia merenung sejenak dan mencari korelasi antara apa yang diucapkan Dirga dan apa yang dicarinya, hingga akhirnya dia mempunyai kesimpulan gila.

__ADS_1


“Aku yakin kau ada hubungannya dengan dengannya Nyonya Biana Roussel itu. Bagaimana jika orang yang selama ini kucari adalah kamu ?”


Pertanyaan dari gadis itu membuat Dirga shock dan diluar perkiraannya.


“Maksudmu aku adalah keturunan Infinix yang selama ini kau cari ? Rheva kau jangan mengada-ada...” sanggah anak itu yang merasa tidak masuk akal sama sekali.


“Ya... itu bisa jadi, ada kemungkinan kau adalah keturunan Infinix karena kau mempunyai simbol Infinix.” ucap gadis itu yang akhirnya menimbulkan perdebatan di antara mereka berdua.


Untuk sesaat mereka berdebat karena masalah itu hingga akhirnya gadis itu memutuskan untuk segera kembali saja ke tempat mereka untuk mendinginkan kepala mereka.


“Ayo kita kembali saja...” ucap Dirga pada gadis itu yang kesal karena rencana awalnya dia berniat menghabiskan waktu berduaan dengan gadis itu di tempat yang romantis namun malah berakhir dengan perdebatan. Sepertinya hubungan mereka tak akan berjalan mulus seperti pasangan kekasih lainnya.


Rheva yang tahu jika anak itu masih merasa kesal padanya langsung mengambil bros dari bajunya dan mengubahnya ke mode kunci.


Tanpa banyak bicara dia lalu memegang tangan Dirga setelah merapalkan sebuah mantera.


Beberapa saat kemudian mereka kembali ke perpustakaan yang ada di kampus.


“Tunggu...!” Rheva mengejar Dirga yang masih marah padanya dan menarik tangannya.


Dia membalik tubuh anak itu lalu memeluknya. Dan sebagai permintaan maafnya, dia mencium bibir itu.


“Aku tahu aku salah... tidak memenuhi keinginanmu dan membuatmu marah dengan berdebat. Maaf... sayang, bukan maksudku begitu...” Dirga balas memeluk gadis itu, ketika amarahnya mereda. Dan mereka berdua keluar dari perpustakaan masih pegangan tangan.


Malam hari di rumah Dirga, pikirannya tidak tenang dan masih teringat pada masa lalu yang dia lihat di makam tadi, juga pada apa yang di ucapkan Rheva padanya.


Karena hal itu mengganggu pikirannya, dia pun keluar dari kamar dan berniat untuk menanyakan hal itu secara langsung pada ibunya.


Kebetulan saat itu dia melihat ibunya yang duduk sendiri di kursi ruang keluarga sambil meminum secangkir teh hangat.

__ADS_1


“Ibu... ada sesuatu yang mau ku katakan pada ibu...” ucap Dirga saat dia sampai di ruang keluarga dan duduk di sebelah ibunya.


“Kau belum tidur sudah semalam ini... ya apa yang mau kau katakan pada Ibu, nak.” jawab Elsa menaruh cangkir tehnya ke meja dan beralih menatap anaknya yang tampak serius karena tak biasanya anak itu sampai berbicara seperti itu padanya.


“Ibu... apakah ibu punya seorang teman wanita yang bernama Nyonya Biana Roussel.. ?”


Sontak pertanyaan dari Dirga itu membuatnya terkejut sekali. Dan dia sama sekali tidak menyangka, bagaimana anaknya itu bisa menyebut nama itu.


Elsa memejamkan mata sejenak dan menarik nafas dalam-dalam untuk menghilangkan kegugupannya.


“Sebelum ibu menjawab ibu mau tahu, dari mana kau bisa mengetahui nama itu...” ucap Elsa.


Dirga tak bisa menjawab dan menjelaskan pada ibunya darimana dia mengetahui nama itu.


“Kalau ibu tidak mau cerita padaku, tak apa....” ucapnya tampak kecewa lalu berdiri dan akan pergi dari sana.


Elsa menarik tangan Dirga dan memintanya untuk duduk kembali. Dan Elsa pun mulai menceritakan kisah itu padanya.


“Biana Roussel ya... wanita berdarah Perancis itu... sebenarnya kami tidak dekat dan tidak berteman. Kami hanya sekali bertemu secara kebetulan saat kami sama-sama hamil.” jelasnya singkat sambil mengingat-ingat kejadian dua puluh dua tahun yang lalu itu.


“Jadi ibu dan wanita itu tidak berteman... ? Lalu apa yang di lakukan wanita itu pada ibu ?” tanyanya merasa tak puas dengan jawaban dari ibunya yang terlalu singkat dan belum menjawab inti permasalahan yang ingin dia ketahui.


Elsa tampak berpikir dan seperti mencari alasan yang masuk akal agar bisa di terima.


“Ehm... sebenarnya wanita itu hanya mengobrol biasa saja. Tak ada yang lebih. Kami hanya membahas masalah seputar kehamilan kami...” jawabnya yang membuat Dirga tak percaya pada apa yang di katakan oleh ibunya padanya. Kenapa ibunya harus berbohong padanya ?


“Apa benar hanya begitu saja, bu ?” tanyanya ragu dan berharap ibunya itu memberikan penjelasan yang memuaskan.


“Terima kasih ibu... atas penjelasannya.” ucapnya lalu pergi dan kembali ke kamarnya dengan penuh penasaran. Dia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan ibunya dari dirinya.

__ADS_1


Semetara itu Elsa terlihat gemetar setelah kepergian anaknya dan meminum habis secangkir teh yang tadi belum di minumnya dengan cepat dan tampak gelisah.


BERSAMBUNG....


__ADS_2