Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 135 Membebaskan Tahanan


__ADS_3

Dirga dan Rheva membuat tubuh mereka tak nampak sebelum mereka melewati para pengawal yang masih menjaga tempat itu.


Beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di hutan tempat di mana di sana sudah banyak orang yang berkumpul menunggunya kembali.


“Tuan... ? Tuan sudah kembali... ?” ucap Andrew bertanya saat melihat kedatangan Dirga bersama Rheva.


“Ya Andrew... aku sudah kembali.” jawab Dirga sambil mengangguk.


Sementara itu Lin Han dan yang lainnya menghampiri Dirga serta Rheva.


“Aku tidak menyangka kau benar-benar bisa kembali dari Lembah kematian dan menyelamatkan gadis ini.” ucap Lin Han melihat Dirga dengan takjub lalu beralih menatap Rheva.


“Ya tentu saja ini semua berkat bantuan mu yang sudah melatiku teknik berpedang.” jawabnya sambil menepuk bahu Lin Han.


“Sudah... lebih kita lanjutkan saja mengobrol nya sambil duduk.” ucap seorang lelaki yang ada di sana mengajak Dirga dan Rheva untuk duduk dan beristirahat sebentar setelah melakukan perjalanan panjang. Rheva yang baru pertama kali bertemu dengan kelompok Lin Han bergabung dengan mereka dan memperkenalkan dirinya setelah para lelaki itu juga memperkenalkan dirinya padanya.


“Lin Han tadi kami berdua sempat berhadapan langsung dengan Arthur meskipun dia berhasil kabur. Menurutku sebentar lagi mungkin dia akan mengerahkan semua pasukannya untuk mencari kita.” ucap Dirga tiba-tiba bercerita dan memberikan peringatan pada rekannya.


“Ah ya... jika demikian berarti kita harus memajukan rencana penyerangan kita.” jawab Lin Han.


Sebenarnya lelaki itu sudah menyusun rencana untuk membebaskan para tahanan yang ada di benteng dan juga semua tahanan yang ada di sel, setelah itu bersama-sama akan melawan pasukan Infinix.


“Jadi waktu kita semakin pendek dan kita harus bergerak cepat. Jika begitu kita harus mulai membebaskan para tawanan hari ini.” ucap Lin Han lagi dengan raut muka berubah menjadi serius.


“Apa rencana mu setelah ini... aku akan membantu mu.” ucap Dirga menawarkan diri untuk membantu lelaki itu.


“Lebih baik kita bahas ini sekarang dengan yang lainnya...” Lin Han berdiri dan berbalik menghadap rekan lainnya yang sedang berkumpul bersama Rheva.

__ADS_1


“Kalian semua cepat ke sini. Ada sesuatu yang penting yang harus ku bahas dengan kalian.” ucap Lin Han memanggil yang lainnya.


Rheva dan yang lainnya menghentikan sementara obrolan mereka dan bergabung dengan Lin Han. Setelah semua rekannya berkumpul, Lin Han menjelaskan rencananya.


“Siang ini juga kita akan bergerak. Kita mulai membebaskan tawanan yang ada di.... bla bla bla.....” ucap Lin Han menjelaskan panjang lebar rencananya pada semua rekannya.


“Kita bagi dalam tiga kelompok untuk misi kita kali ini. Tim 1 beranggotakan...bla bla... ” tambah Lin Han membagi kelompok dan menjelaskan apa saja tugas mereka dalam misi kali ini.


Dirga dan yang lainnya tampak mendengarkan penjelasan Lin Han dengan sesama. Setelah selesai membahas rencana mereka, mereka pun segera bersiap mempersiapkan segala sesuatu untuk menjalankan misi mereka.


Sementara itu di lain tempat.


para pengawal setelah mendengar ledakan yang terjadi di salah sari tahanan khusus langsung menuju ke lokasi untuk memeriksa keadaan saat itu. Beberapa pengawal yang ada di sana melihat sel tahanan yang rusak setelah terkena ledakan dan asap yang masih mengepul di sekitarnya.


“Ada apa ini... cepat kita periksa sel tahanannya !” ucap salah satu pengawal mengajak rekan lainnya untuk segera masuk ke tahanan.


“Sial... ! Cepat cari mungkin saja tahanan itu masih ada di sekitar sini dan tangkap dia kembali !” perintah pengawal lainnya dan beberapa pengawal menyisir lokasi untuk mencari Rheva. Sementara itu pengamalannya bergerak dengan cepat memeriksa sel tahanan lainnya untuk mengantisipasi apakah mereka juga kabur.


“Tahanan yang di sini aman... Bagaimana dengan tahanan yang ada di sana ?” teriak salah satu pengawal yang memeriksa tahanan dan bertanya pada pengawal lainnya yang masih memeriksa tahanan.


“Yo di sini juga aman tak ada yang kabur !” balas beberapa pengawal setelah memeriksa beberapa tahanan.


“Ahh... sepertinya tahanan yang ada di sel khusus itu sudah lama kabur. Mungkin kita tidak tahu saat dia menyelinap.” ucap beberapa pengawal pada pengawal lainnya setelah menyisir lokasi dan mencari Rheva namun tidak menemukannya.


“Kita harus segera melaporkan kejadian ini kepada tuan Arthur atau kita semua tidak akan selamat kali ini.” ucap salah satu pengawal memberikan usul pada rekannya dan satu dari mereka bergegas menuju ke tempat Arthur berada untuk melaporkan kejadian.


“Tuan Arthur ada berita buruk. Satu tawanan berasa lepas dari sel khusus dan kondisi sel itu sebagian rusak akibat terkena sebuah ledakan.” ucap pengamat itu melaporkan peristiwa yang terjadi pada pemimpinnya.

__ADS_1


Tampak Athur yang tidak seperti biasanya. Lelaki itu kali ini terlihat kesakitan meskipun secara fisik tubuhnya terlihat baik-baik saja.


“Iya aku tahu itu. Perketat penjagaan sekarang dan jangan biarkan ada satupun tahanan yang kabur !” ucap Arthur memberikan perintah pada pengawalnya setelah menerima laporannya lalu segera masuk ke ruang pemulihan setelah pengawal itu pergi untuk memulihkan dirinya.


“Kurang ajar... ! Bajingan kecil itu berani membuatku seperti ini... tunggu saja aku pasti akan membalasnya !!” ucap Arthur sambil mengepalkan tangan lalu membaringkan tubuhnya setelah masuk ke ruangan hampa dan memejamkan matanya.


Siang hari beranjak sore, semua tim yang sudah terbagi menjadi tiga tim berpencar ke lokasi tahanan di beberapa titik lokasi.


Tampak penjagaan di sekitar tahanan diperketat terlihat dengan banyaknya pengawal yang sekarang menjaga tempat itu.


Dirga yang berada di tim satu bersama Lin Han bergerak menuju ke benteng yang terletak di gunung untuk membebaskan para tahanan.


Sementara itu dua tim lainnya yang dipimpin oleh Edie dan Rheva berpencar menu ke lokasi tahanan yang berada di dekat markas Infinix.


Rheva bersama Andrew masuk ke salah satu tahanan setelah kelompokkan beberapa pengawal yang berjaga di depannya.


“Terima kasih sudah membebaskan kami...” ucap para tawanan yang keluar dari sel tahanan beramai-ramai pada tim yang di pimpin Rheva.


“Andrew bawa mereka ke tempat yang aman.” ucap Rheva pada lelaki itu lalu kembali masuk ke sel tahanan lainnya bersama empat Orang lainnya untuk membebaskan para tahanan lainnya.


“Semuanya ayo ikuti aku !” teriak Andrew mengajak semua tarian yang telah keluar dari sel menuju ke suatu tempat aman sebelumnya sudah disiapkan oleh Edie dan yang lainnya.


Di tengah jalan Andrew di kepung oleh banyak pasukan Infinix yang telah bersiaga. Baku hantam pun terjadi di sana.


“serang... !” Para tahanan membantu Andrew melawan para pasukan Infinix yang mengepung mereka.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2