
Lin Han masih tak percaya melihat ada Pixy lain selain dirinya di sana selain dirinya.
“Apa benar kau adalah Pixy ?” tanyanya yang masih tak percaya melihat Dirga dan Andrew. Dirga hanya mengangguk menatap tak percaya dirinya bisa bertemu Pixy lain selain dirinya.
“Emm... ceritanya panjang... jadi bagaimana jika kami membebaskan kalian semua sekarang ?” ucap Dirga menawarkan bantuan pada mereka. Lin Han tampak diam berpikir dan melihat tahanan lain yang ada di sana yang terlihat senang sekali dengan bantuan Dirga.
“Aku...”
Sedangkan Andrew segera memotong pembicaraan mereka karena merasa waktunya yang hanya sedikit di sana dan menurutnya sebentar lagi dua pengawal yang digantikannya akan kembali.
“Ayo cepat kita segera pergi dari sini sebelum mereka kembali apa kita takkan bisa kabar lagi.” ucap Andrew mendesak mereka semua.
Lima belas orang dalam tahanan itu termasuk Lin Han tidak bisa berpikir dengan jernih lagi karena desakan Andrew.
“tap... tap...”
Benar saja terdengar suara langkah dua orang yang berjalan dari kejauhan menuju sel tahanan itu.
“Bagaimana ini...” ucap para tahanan yang ada di sana yang tampak kebingungan. Apa yang harus mereka lakukan sekarang ? Mana bisa kabur dalam waktu sesingkat ini tanpa ketahuan ?
Di tengah kebingungan para tahanan lainnya, Lin Han mengambil keputusan dengan cepat tanpa mengajak mereka berdiskusi dulu.
“Ayo cepat kita keluar dari sel ini sekarang !” ajak lelaki itu pada para tahanan lainnya.
“Apakah kita harus...” tanya salah satu tahanan pada Lin Han yang menanyakan cara kabur mereka.
“Ya... kalian adalah pasukan khusus. tanpa perlu ku jelaskan kalian semua sudah tahu !” ucap Lin Han lagi sambil melihat keluar sel dimana dua pengawal itu sudah semakin dekat dan hampir sampai.
__ADS_1
Wajah mereka semua terlihat tegang termasuk Dirga, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan begitu berhasil keluar dari sel bagaimana cara membawa semua tahanan itu keluar dari sel dengan aman ?
Andrew yang melihat Dirga resah membisikkan sesuatu di telinganya yang membuatnya mengangguk dan tersenyum.
“Ayo semuanya cepat pergi sekarang !” perintah Lin Han. Lelaki itu melempar koin dari balik saku bajunya yang berubah menjadi tiruan dirinya lalu membuat dirinya tak nampak. Sementara para tahanan lainnya melakukan hal yang sama. Mereka mengeluarkan seutas tali dari saku baju yang kemudian juga berubah menjadi tiruan mereka.
Dirga segera membuka sel diikuti dengan para tahanan lainnya yang keluar dari sana. Sedangkan Lin Han yang sudah keluar dari tadi dengan menembus jeruji sel dan menunggu mereka diluar sel segera me mengalihkan perhatian dua pengawal itu.
Dia melemparkan sesuatu ke ruangan sebelah dan terdengar suara ledakan. Sontak saja dua pengawal itu langsung menuju ke ruangan dimana terjadi ledakan untuk memeriksanya.
Para tahanan segera lu sedang cepat seperti angin menuju keluar markas. Sementara itu Dirga dan Andrew masih berjaga di luar sel.
“Andrew bagaimana... apa kita akan keluar setelah dua pengawal itu kembali kesini ?” Andrew diam dan mengeluarkan dua lembar kertas dari balik sakunya dan melemparnya ke tanah yang kemudian berubah menjadi tiruan mereka saat ini.
“Sekarang tuan, ayo kita susul mereka.” ajaknya. Mereka Telepon segera melesat dengan cepat seperti angin meninggalkan markas itu dan mengikuti para tahanan lainnya yang sudah kabur duluan.
Setelah memastikan kondisi aman Lin Han keluar dari markas dan menyusul mereka semua. Tak ada waktu bagi mereka untuk berdiskusi dan mencari tempat aman untuk bersembunyi.
“Kemana kau mengajak kami ?” tanya salah satu tahanan pada rekannya yang berada di depan mereka.
“Sementara ini kita akan tinggal di hutan dulu sampai kita menemukan tempat lain yang cocok untuk kita bersembunyi.” ucapnya menjelaskan pada tahanan lainnya masih dalam pelarian. karena tak tahu lagi tempat mana yang setuju Mereka pun mengikuti rekannya itu dan melesat menuju ke hutan yang berada agak jauh dari lokasi markas Infinix.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah hutan lebat yang susah di jamah oleh kebanyakan orang.
“Huft... akhirnya kita berhasil kabur juga....” ucap Dirga sambil duduk bersandar di sebuah pohon sambil mengatur nafasnya yang belum teratur dan belajar kembali ke wujud aslinya.
Sementara tahanan lain ada yang menyisir lokasi hutan untuk memeriksa kondisi hutan dan berjaga jika ada sesuatu di sana, ada duduk dan bercakap-cakap dengan yang lainnya.
__ADS_1
Sementara itu Lin Han menghampiri Dirga dan ikut duduk di sebelahnya. Dia terlihat Senang sekali bertemu dengan anak itu dia masih satu ras dengannya.
“Hey... aku belum tahu namamu...” ucap Lin Han mengajak anak itu berkenalan.
“Panggil saja aku Dirga...” ucapnya menyebutkan namanya sambil tersenyum pada Lin Han karena senang mendapat teman baru.
“Aku Lin Han...” balasnya memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya sambil membalas senyuman Dirga.
“Dimana markas Pixy ? Aku tidak tahu letaknya.” tanya Dirga penasaran karena yang dia tahu hanya markas Ighist saja.
“Kau keturunan Pixy tapi tidak tahu letak markasnya ?” tanya lelaki itu iseng balik bertanya meskipun sebenarnya Wajar saja jika kita tidak mengetahui markas nya karena memang sengaja disembunyikan agar tidak mudah ditemukan untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.
“Hah... ceritanya panjang... sebenarnya aku bukan keturunan Pixy murni tapi campuran dengan Infinix dan aku baru mengetahuinya tak lama ini.” jawabnya ya membuat pilihan terkejut melihatnya ternyata ada juga keturunan campuran. Karena selama ini yang dia ketahui hanyalah keturunan Pixy murni.
Mereka berdua pun melanjutkan obrolan sampai malam tiba. Dalam hati Lin Han mengira jika keturunan campuran pastilah lebih hebat.
Tak lama kemudian Edie, salah satu pasukan khusus lainnya kembali setelah menyisir area hutan tempat mereka berada sekarang.
“Bagaimana apa kau menemukan sesuatu setelah memeriksa tempat ini ?” tanya salah satu pasukan khusus lainnya. Edie duduk di tengah mereka untuk menjelaskan.
“Di sini aman tidak ada sesuatu yang bisa mengancam atau membahayakan kita saat ini.” ucapnya pada yang lainnya.
Andrew yang sedari tadi dalam wujud elang putih dan berada di pohon untuk memantau keadaan turun dan kembali ke wujud aslinya bergabung dengan mereka.
“Jangan senang dulu meskipun kondisi saat ini aman kita masih ada di wilayah musuh dan sewaktu-waktu mereka bisa mengetahui keberadaan kita.” ucapnya menyanggah pernyataan Edie agar semuanya tetap waspada.
“Ya benar apa yang kau ucapkan itu. Tapi tak ada salahnya juga hari ini kita sedikit bersantai setelah melewati keadaan genting.” ucap pasukan khusus lainnya menengahi.
__ADS_1
Meskipun mereka bersantai tapi mereka memutuskan untuk tidur bergantian dan berjaga dengan lainnya untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan.
BERSAMBUNG...