Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 103 Peluru Nyasar


__ADS_3

Selepas kepergian Rheva, Dirga merasa bersalah karena tidak berhasil melindungi gadis itu. Apalagi setelah dia baru mengetahui jika sosok gadis kecil yang pernah hilang dari ingatannya itu ternyata adalah Rheva.


Berapa banyak bantuan yang telah gadis itu berikan padanya. Namun dia malah tak bisa melindunginya.


Berhari-hari lamanya dia sering mengurung diri sendiri di kamar setelah dua kali kehilangan gadis itu.


“kriek....” suara pintu kamar terbuka dan Elsa masuk ke dalam.


Sudah hampir satu minggu lamanya wanita itu melihat anaknya mengurung diri sendiri di kamar tanpa sebab yang jelas. Dia melihat Dirga yang sedang duduk di sudut ruangan sambil membenamkan kepala dikedua kakinya.


“Duduklah di atas... di bawah sini dingin nak...” ucapnya menghampiri anak itu sambil menarik tangannya dan mengajak duduk di tempat tidur.


Elsa melihat wajah anaknya yang kusut berantakan dan tak ada semangat hidup lalu menyentuh wajahnya.


“Kau sudah berhari-hari mengurung dirimu sendiri di kamar. Katakan pada ibu apa yang sebenarnya terjadi padamu hingga kau tampak berantakan seperti ini nak...” ucapnya jadi khawatir melihat penampilan Dirga yang jadi acak-acakan.


“Tidak ada apa-apa bu... aku hanya butuh waktu untuk sendirian. Aku hanya perlu waktu untuk berpikir saja...” jawabnya menatap ibunya dan bergeser sedikit menjauh darinya.


“Tidak mungkin tak ada apa-apa nak...ibu tahu betul jika kau sedang ada masalah. Ceritakan pada ibu apa masalahmu mungkin Ibu bisa membantu...” ucapnya lagi mendesak anak itu.


Lagi lagi anak itu hanya menggeleng dan memegang tangan ibunya.


“Jika Ibu benar-benar ingin membantuku maka tolong berikan aku waktu sendiri...” jawabnya menatap mata ibunya yang tampak gelisah karena dirinya.


Karena tak mungkin lagi baginya memaksa anak itu, maka dia pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu.


“Jangan terlalu terlalu lama larut dalam kesedihan. Apapun masalahmu Ibu harap kau harus segera bangkit dan melangkah ke depan jangan terus melihat kebelakang dan menyesali masa lalu...” ucapnya saat keluar dari ruangan itu dan menutup pintu kamar kembali.


Anak itu menatap pintu yang tertutup itu dan memikirkan ucapan ibunya barusan.


“Benar juga apa kata ibu... aku tak boleh terus menerus seperti ini. Aku harus segera move on dan bangkit dari situasi ini agar tidak semakin terpuruk.” gumamnya setelah memikirkan perkataan ibunya lalu berjalan dan melihat dirinya di cermin yang memang tampak berantakan.

__ADS_1


Dia segera masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya dan membersihkan dirinya. Setelah itu dia kembali bercermin.


“Begini lebih baik...”


Dirga merapikan bajunya lalu keluar dari kamarnya.


Dia berjalan tanpa arah dan mengikuti kemana arah kakinya melangkah. Tanpa sadar dia berjalan ke tempat tinggal Rheva.


“Rheva....” ucapnya lalu berhenti menatap rumah yang biasa di tinggali gadis itu.


Dia pun berjalan masuk ke rumah yang sekarang kosong itu. Dia memasuki kamar gadis itu dan duduk di tempat tidurnya menatap lekat-lekat ruangan itu dengan tatapan sedih.


“Maafkan aku yang tak berguna ini. Melindungi mu saja tak bisa... aku janji akan membawa mu kembali.” ucapnya sambil mengepalkan tangan menatap kosong ke luar jendela.


Dirga lalu berdiri dan melihat meja milik Rheva dimana di sana ada buku yang dulu pernah di ambilnya dari rumah.


“Buku ini.... aku akan membawanya pulang. Aku akan mengembalikannya pada mu setelah kita bertemu.”


“Apa ini... ?” ucapnya mengambil buku catatan harian milik gadis itu dan mulai membacanya lembar demi lembar. Ternyata buku itu berisikan curahan hati gadis itu. Dirga tersenyum setelah membaca buku harian gadis itu yang sedikit mengobati kerinduannya pada gadis yang tampak dingin padanya namun sebenarnya sangat mempedulikan dirinya setelah membaca isi diary itu.


Beberapa saat kemudian dia berdiri dan menatap kembali ruangan itu akan selalu keluar dari kamar itu dan kembali berjalan.


Di tengah perjalanan pulang dia melihat ada keramaian di dekatnya. Karena penasaran dia pun mendekat.


Ada tiga orang polisi yang berlari di sana dan mengejar seseorang, entah siapa dia. Seorang lelaki bertato dan telinga yang penuh dengan tindikan tiba-tiba berlari ke tengah kerumunan orang.


“Argh....” teriak sekumpulan orang saat melihat buronan polisi yang berlari ke arah mereka.


Buronan itu menyandera salah satu pejalan kaki yang ada di sana. Dia memegang wanita itu serta menodongkan pistol di kepala wanita itu.


“Tahan.... jangan lepaskan peluru mu !!!” ucap salah satu polisi pada dua polisi lainnya yang mengejar buronan itu saat mereka melihat buronan itu menyandera seorang wanita.

__ADS_1


“Satu langkah lagi kalian maju... nyawa wanita ini akan melayang.” ucap buronan itu mengancam tiga polisi yang mengejarnya sambil menarik pelatuk pistol yang dipegangnya.


Satu polisi memberikan kode pada dua rekannya yang langsung bergerak cepat melepaskan tembakan ke arah buronan itu.


“Dor...dor.... dor....”


Terjadi tembakan beruntun di udara. Peluru melesat dari pistol polisi dan pistol buronan itu ke udara yang saling beradu dan membuat situasi semakin kacau.


Banyak orang berdasarkan dan berlarian menghindari peluru itu.


“Wuss....” satu peluru meluncur cepat kearah dimana Dirga berdiri. namun aneh itu bisa menghindarinya.


Tanpa dia sadari dari belakang ada peluru yang mengarah pada seorang kakek tua.


“Awas.... !!” teriak anak itu memperingatkan kakek tua itu. melihat sang kakek yang hanya bisa pasrah menerima peluru itu akan mengenai tubuhnya Dirga langsung bergerak cepat dan mendorong tubuh kakek itu.


“bruk....” Kakek itu jatuh dan selamat dari serangan peluru yang mengarah padanya. Namun disebelahnya Dirga juga tergeletak setelah peluru itu bersarang di dadanya.


Kakek tua itu langsung bangun dan melihat kondisi pemuda yang menyelamatkan dirinya. Dia melihat darah keluar dari dada anak itu.


“Tolong.... tolong... !” teriak sang kakek meminta bantuan. Banyak orang langsung datang mengerumuni tubuh Dirga yang sekarang tak sadarkan diri dan bersimbah darah.


“Cepat telf 112 !” ucap salah satu orang yang ada di sebelah Dirga.


Masih di lokasi yang sama, tiga polisi itu akhirnya bisa meringkus buronan yang kabur dari tahanan itu setelah tembakan yang bersarang di kedua pahanya dan menyelamatkan sandera dari tangan buronan tanpa terluka sedikitpun. Polisi segera mengamankan buronan itu dan membawanya kembali ke tahanan untuk menerima hukuman lebih lanjut.


Sedangkan polisi lainnya mengamankan area tempat kejadian di mana di sana juga ada beberapa korban yang terkena tembakan. Dua orang lainnya terkena tembakan di lengan dan di kepala.


Tak berapa lama kemudian ambulans datang ke sana membawa tiga orang korban peluru nyasar dan membawanya ke rumah sakit.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2