
Pimpinan Centaurus pun kembali ke markas mereka setelah selesai membuat array tonnerre. Markas mereka terletak tersembunyi di suatu tempat dan bukan orang biasa yang bisa memasukinya.
“Ketua Marco apa yang akan kita lakukan pada anak ini ?” tanya bawahan Marco saat melihat pemimpin mereka kembali ke markas.
“Ikat dia. Saat sadar kita bisa mencecar banyak pertanyaan padanya.” ucap Marco.
“Baik tuan Marco...” jawab bawahannya kembali masuk ke sebuah ruangan penyekapan dimana tempat itu biasa di pakai untuk menahan seseorang.
Pengawal itu memasang rantai pada dua tangan anak itu. Terlihat anak itu masih belum sadarkan diri dan pengawal itu segera pergi setelah selesai mengikat tangan anak itu dengan rantai.
Tiga jam kemudian Dirga membuka mata. Dia merasakan sakit yang tak terperi di sekujur tubuhnya dan dia masih merasakan tubuhnya kaku.
“Aku masih hidup... tapi dimana aku ?” batinnya lalu melihat dirinya yang sekarang sudah terikat. Dia mengingat kembali kejadian terakhir yang terjadi pada dirinya.
“Rupanya aku di sandera oleh para. Centaurus itu. Mereka menyanderaku,semoga saja mereka tidak menyiksaku.” melihat ke sekitar dan tak menemukan keberadaan lainnya di ruangan itu, hanya ada dirinya saja.
“Evony... Evony... apa kau bisa mendengar ku ?” panggilnya berulang kali.
“Ya tuan...” jawabnya namun dia tidak menampakkan dirinya.
“Evony... tubuhku terasa kaku dan susah di gerakkan. Apa yang terjadi padaku, apa kau bisa membantu ku ? Tolong bantu aku...” ucapnya lirih.
“Kau terkena racun raisin, sebuah racun setelah terkena gigitan kelelawar jenis cerise. Efek dari racun itu akan membuat tubuh yang di gigitnya kaku dan jika dalam tiga hari tidak mendapatkan penawar racunnya tubuhnya akan mengeras seperti batu. Belum di ketahui penawar dari gigitan jenis kelelawar langka itu.” jelasnya pada Dirga.
“Jadi aku... aku tidak akan selamat...” ucapnya lemas setelah mengetahui dalam tiga hari ia akan mati.
“Tenang saja tuan aku akan membantu mu. Mungkin dengan membersihkan darah mu racun itu akan hilang. Tapi saat proses pembersihan akan terasa sakit dan kau harus menahannya.” balas Evony.
Beberapa saat kemudian, Evony memulai proses pembersihan racun di tubuh Dirga. Terasa sekujur tubuhnya panas terbakar. Dia juga merasakan pembuluh darahnya perih serasa teriris. Semakin lama rasa sakit semakin bertambah parah.
__ADS_1
“Aargh... Argh....” teriak Dirga menahan rasa sakit. Teriakan itu membangunkan pengawal yang ada di balik ruangan itu terjaga dari tidurnya. Darah putih keluar dari mulutnya, yang menandakan racun sudah di keluarkan.
Pengawal itu melihat tawanan mereka yang sadar lalu dia segera memberi tahukan hal itu pada Marco, pimpinan mereka.
“Pimpinan Marco... Anak itu sudah sadar. Dia berteriak kesakitan entah apa sebabnya.” lapornya pada sang pimpinan.
“Bagus sekali... kalau begitu ikut aku Wooji... untuk melihat bocah itu !”
“Baik tuan.” jawab Woojie, salah satu pengawal kepercayaan Marco. Dia kemudian mengikuti pimpinannya ke sebuah ruangan.
Marco masuk ke ruangan dan mendekati Dirga yang masih tampak lemas meski sudah sadar.
“Hei bocah katakan padaku. Siapa kau sebenarnya ? Apa tujuan mu ke sini ?” tanya Marco sambil memegang wajah anak itu dengan erat.
“Sudah ku bilang pada mu aku mau ke hutan Hamakua. Aku dari Atlanta, aku tersesat di sini dan aku mencari jalan kembali ke sana.” jawabnya.
“Atlanta... daerah mana itu ? Aku tidak tahu. Kau pasti bohong pada ku. Katakan yang sebenarnya atau akan ku remukkan tulang pipimu !” ancam Marco sambil mempererat cengkeraman tangannya pada pipi anak itu.
“Apa kau bilang barusan... kau memanggil ku apa barusan ?” terlihat marah dan tidak suka dengan panggilan yang di ucapkan anak itu.
“Centaurus... aku tidak ada masalah dengan mu centaurus. Kenapa kau menyandera ku seperti ini ?” jawabnya emosi dan membuat rantai yang mengikatnya bergoyang seakan mau lepas.
“Dasar bocah beraninya kau memanggil ku centaurus. Kami adalah kaum Cheval, prajurit perang terkuat di lembah Polestar ini. Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu, tamat riwayat mu ! Hei bocah apa kau adalah utusan dari pasukan demon ?” tanyanya marah sambil menampar keras wajah anak itu.
“Aku tidak tahu apa yang kau katakan. Aku tidak tahu siapa pasukan demon yang kau maksud itu !” ucapnya menendang tubuh centaurus yang ada di depannya itu.
Marco jatuh dan berdiri lagi. Kali ini dia benar-benar marah pada anak itu dan mengeluarkan kekuatan yang membuat tubuh Dirga seperti terkena setrum.
“Baiklah... lidah mu bisa saja bohong, siapa yang tahu ? Akan ku pastikan sendiri bocah sialan !” ucapnya marah lalu mengeluarkan kekuatan yang mengarah pada ke dua mata Dirga yang membuatnya berteriak lebih keras dari sebelumnya.
__ADS_1
Marco membaca pikiran dari apa yang telah di lihat mata anak itu dengan menunjuk bola mata anak itu dengan jarinya. Dia menyelami pikiran anak itu. Dia melihat kejadian yang di alami bocah itu bersama teman-temannya hingga dia di tangkap oleh pasukan demon dan berhasil kabur.
“Crash...”
Marco menarik kembali tangannya. Seketika itu tubuhnya langsung terkulai lemas. Racun di tubuhnya kembali bereaksi meskipun sudah di bersihkan oleh Evony.
“Wooji...” panggil Marco pada pengawalnya. “Ya tuan...” mendekat dan bersiap melakukan perintah selanjutnya.
“Lepaskan rantai anak ini dan bawa dia ke ruang pengobatan.” perintahnya yang membuat pengawal setianya terkejut. Kenapa pemimpin menyuruhnya melepaskan bukan membunuh anak itu.
“Tapi tuan...” jawabnya ragu.
“Ikuti perintah ku ! Lepaskan dia dan bawa ke ruang pengobatan sekarang juga !” perintahnya dengan membentak karena pengawalnya itu mencoba membantah perintahnya.
Melihat aura pimpinannya yang berubah menyeramkan, Wooji tak berani menolak perintah tuannya. Dis segera melepaskan rantai yang membelenggu tangan anak itu dan membawanya ke ruang pengobatan dengan penuh tanda tanya. Apa yang membuat tuannya berubah pikiran dan berbalik 180 derajat.
“Letakkan di sana !” perintah Marco.
Wooji meletakkan tubuh Dirga di atas lapisan es lebar di ruangan itu.
“Buatkan penawar racun dari racun raisin. Anak ini terkena gigitan kelelawar cerise. Racunya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya.” perintahnya.
“Tapi tuan...” bantahnya lagi.
“Dia adalah tawanan pasukan demon. Anak ini punya darah infinix. Dia punya garis keturunan campuran infinix dan lainnya. Dia bisa mengalahkan pasukan demon nanti.” jelasnya sambil memeriksa kondisi Dirga di atas balok es itu.
“Infinix... bukankah itu suku yang pernah ada di zaman kuno tuan ?” jawabnya tak percaya.
“Cepat buatkan penawarnya sebelum racunnya sampai ke jantung dan dia tak akn selamat lagi.” perintahnya.
__ADS_1
Wooji pun segera keluar dari ruangan pengobatan itu untuk melaksanakan titah dari tuannya.
BERSAMBUNG....