
Joey yang melihat ayahnya dan beberapa orang lainnya yang tertangkap ragu menuruti permintaan Ayahnya yang menyuruh dirinya kabur dan segera meminta perlindungan pada pemimpin mereka.
“Kalian pergilah dulu... cepat !” teriak anak itu.
Dia meminta pada warga lainnya yang terdiri dari beberapa wanita, orang tua serta anak kecil untuk meninggalkan dirinya duluan dan nanti dia akan segera menyusul mereka.
Bastian kembali dan menghampiri Joey ingin ikut bergabung melawan penyusup yang telah menculik ayahnya Joey.
“Pergi dari sini... ku bilang pergi dan cepat kembali bersama mereka. Atau kalian semua akan tertangkap !” bentak anak itu pada Bastian yang keras kepala ingin menemaninya.
Melihat Joey yang marah padanya, anak itu pun akhirnya kembali berlari dan bergabung dengan yang lainnya. Dalam sekejap sekumpulan orang yang kabur tadi sudah hilang dari pandangan mata dan meninggalkan bekas titik putih di udara yang membentuk lingkaran simetris.
Joey berlari menyusul ayahnya yang di tawan oleh penyusup itu.
“Bodoh... ! Joey kenapa kau ke sini ? Apa kau ingin tertangkap sekalian ?” ucap Abian yang geram setelah melihat anaknya yang bandel kembali dan menyerahkan dirinya sendiri pada pasukan Infinix.
“Ha ha ha ha... bertambah lagi tawanan ku sekarang ! Aku tak perlu mencari mu, kau sendiri yang malah menyerahkan nyawa mu padaku, ha ha ha ha...” pasukan Infinix itu tertawa saat melihat Joey datang.
Joey langsung melawan dan menyerang penyusup itu dengan tiga jurus andalannya.
“Anak kecil....kau kira kau mampu mengalahkan aku dengan kekuatan mu yang hanya segitu ?” ucapnya meremehkan serangan dari anak kecil yang mudah sekali di tangkisnya.
“Ini hanya sedikit kekuatan ku yang ku keluarkan. Lepaskan ayahku dan lainnya sekarang atau aku akan menghabisi mu ?!” ucapnya yang bergetar sambil menahan rasa takutnya menyadari kekuatannya yang tak seimbang dengan lawannya itu.
“Sombong sekali kau anak kecil... !Keluarkan semua kekuatan dan kemampuan yang kau punya !”
“Klang...”
Anak itu mencabut pedang yang tersarung di pinggangnya dan menebaskannya dengan cepat ke arah lawan.
“Zap...” pasukan Infinix itu dengan sekali gerakan bisa menahan serangan dari Joey dan membuat pedang itu berbalik dan akan menusuknya.
__ADS_1
Beruntung anak itu bisa menghindarinya dan tak terkena tusukan pedang. Namun naas di saat dia lengah, lawannya itu dan berhasil mengunci gerakannya dan membuatnya tertangkap.
“Ha ha ha... dasar bocah tengik !” ucap pasukan Infinix itu menatap Joey dan tersenyum menyeringai padanya.
Beberapa saat kemudian mereka semua menghilang dari tempat itu. Pasukan Infinix itu membawa mereka semua ke markas Infinix berada.
Sementara itu beberapa orang yang tadi berhasil melarikan diri dari sudah sampai ke markas pimpinan mereka yang berada jauh di suatu tempat yang tidak terlacak keberadaannya.
“hosh...hosh ...”
Sekumpulan orang terengah-engah dan mencoba mengatur nafas mereka setelah memasuki markas.
“Apa yang terjadi pada kalian semua... kenapa kalian sampai seperti itu ?” tanya pemimpin mereka,Arvin.
“Ketua Arvin... tuan Abian dan yang paling lainnya di tangkap oleh seorang penyusup dan membawanya pergi entah kemana...” ucap Bastian menjelaskan setelah nafasnya kembali normal.
“Abian dan yang lainnya tertangkap ? Bagaimana mungkin ? Siapa yang menangkap mereka ?” tanyanya murka melihat beberapa warganya tidak kembali ke markas.
“Kami tidak tahu ketua... yang kami tahu penyusup itu berjubah hitam dan ada simbol matahari separuh di lengan kirinya ?” ucap yang lain menjelaskan.
“Tenanglah kalian semua.... sekarang stabilkan diri kalian dulu. Aku akan segera mengurus masalah ini.” ucapnya berdiri lalu masuk ke ruangan lain dan mencari seseorang.
“Ada apa... ketua mencari ku ?” ucap seorang lelaki yang terlihat di cemas sekali dan baru kali ini dia melihat ketua seperti itu.
“Lin Han... duduklah dulu. Ada masalah serius yang mau ku bahas dengan mu.” ucapnya menarik bahu lelaki itu lalu mengajaknya duduk. Sedangkan lelaki itu menurut saja pada perkataan tetuanya sambil penasaran.
“Abian dan yang lainnya baru saja tertangkap oleh pasukan Infinix.” ucapnya mengawali pembicaraan mereka.
Raut muka tenang di wajah lelaki itu sekarang berubah menjadi tegang setelah mendengar cerita dari Ketua Arvin barusan.
“Apa... pasukan Infinix mulai bergerak ?Bagaimana bisa senior Abian dan yang lainnya tertangkap oleh mereka ?” tanyanya semakin terkejut.
__ADS_1
“Ya itulah sebabnya aku mencari mu. Sebagai pasukan khusus Pixy, aku memberi mu mandat untuk mencari pasukan Infinix itu dan membawa kembali orang kita yang mereka tangkap.” Jelasnya panjang lebar memberikan misi pada pasukan khusus itu.
“Ketua kenapa kita tidak langsung menyerang Infinix saja ? Maksud ku kita hancurkan mereka, bukan hanya melakukan misi penyelamatan saja.” tambahnya memberi saran pada ketuanya.
“Tidak Lin Han... jangan gegabah. Pasukan Infinix itu kuat dan licik. Untuk saat ini kita belum bisa mengukur kekuatan mereka dan mengalahkan mereka. Jadi jalankan misi penyelamatan ini sambil aku menyusun strategi untuk menyerang Infinix. Sepertinya aku harus menemui para Excogryf dan Ighist yang masih tersisa untuk menghimpun kekuatan bersama mereka.” jelasnya panjang lebar memberitahukan rencananya pada pasukan khusus itu.
“Baik ketua... aku terima misi ini. Kapan ketua meminta ku bergerak ?” tanyanya kembali setelah paham pada rencana yang di sampaikan oleh ketuanya.
“Segera... !” jawabnya singkat lalu keluar dari ruangan itu setelah di rasa tak ada lagi yang harus di bahas.
Setelah kepergian ketua Arvin. Lelaki itu berdiri sambil mengepalkan tangannya menahan amarah yang memuncak teringat pada adik perempuannya yang telah di tangkap oleh mereka.
“Akan ku balaskan dendam mu adik ! Aku tak akan melewatkan kesempatan ini !!” gumamnya lalu tersenyum tipis.
Malam harinya Lin Han mulai bergerak setelah berpamitan pada ketua Arvin.
“zap...” titik putih di udara mengiringi kepergiannya malam itu.
Karena seorang pasukan khusus mudah baginya melacak keberadaan pasukan Infinix sekarang. Selain itu memang dia sudah lama tahu lokasi titik markas Infinix yang tersembunyi itu. Karena dia sudah lama melakukan pengintaian pada mereka.
“zap...” titik putih kembali muncul di udara di dekat markas yang di jaga oleh pasukan berjubah hitam dan bersimbol matahari separuh.
Masih dalam wujud partikel, lelaki itu mulai bergerak dan menyusup ke markas Infinix. Dia terus masuk dan menyisir markas itu sampai menemukan tempat mereka menahan orangnya.
“tap....” Lelaki itu berhenti setelah melihat sel di salah satu ruangan itu. Terlihat beberapa orangnya terikat oleh rantai dan beberapa lainnya terluka.
Masih dalam wujud partikel udara, lelaki itu masuk ke sel dan menghampiri salah satu tawanan.
Satu tahanan itu tahu jika Lin Han datang dan akan menyelamatkan mereka. Sementara tawanan lain yang terikat rantai yang juga mengetahui kehadiran pasukan khusus itu tanpa sengaja menggerakkan rantai yang mengikat tubuhnya dan menimbulkan suara.
“klang...” suara rantai yang beradu membuat pasukan Infinix yang menjaga sel itu terjaga dan bangun.
__ADS_1
Dengan cepat partikel udara itu menghilang dari sana saat penjaga sel itu masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan.
BERSAMBUNG...